The Greatest Swordman Who Became A Hunter

The Greatest Swordman Who Became A Hunter
Pertarungan di Wina



Seketika Asosiasi Hunter Austria langsung kacau, karena 500.000 ribu pengunjung dari berbagai dunia datang ke Wina, Austria hanya untuk mengikuti festival hunter.


Sun Hoo mengeluarkan ponselnya lalu menelpon Darren dan Tang Fei untuk datang dan menjaga dungeon itu. Dan juga, ia menelpon Ketua Asosiasi Hunter Austria untuk mengevakuasi para warga keluar dari kota Wina secepatnya.


Tak ada 1 menit, himbauan dari asosiasi tersebar diseluruh kota dan jalanan dipadati baik oleh orang maupun puluhan ribu kendaraan mulai memedati jalanan. Untungnya polisi dan para hunter membantu evakuasi warga sehingga para warga lebih tertib.


Sun Hoo terbang dan diam sambil menatap dungeon itu. Sudah 15 menit Sun Hoo hanya berdiam diri dan menatap dungeon itu tanpa bergerak.


" Hei binatang, keluarlah aku sudah menunggu dari tadi. "


" HaHaHaHa, ternyata kamu sudah tahu dari tadi. "


Sebuah tangan bersisik dan bercakar dengan ukuran sebesar tangan manusia keluar dari portal dungeon itu.


" Jadi kamu yang sudah membunuh bawahanku? "


" Jangan banyak bacot dan keluarlah! " Sun Hoo berteriak dan mengarahkan pedangnya kearah portal dungeon tersebut.


" Makhluk rendahan sepertimu berani sekali menyuruhku. " Monster itu perlahan keluar dari portal.


Monster yang sama seperti anomali, namun dengan badan yang sudah sedikit tegap, kulit berwarna merah polos dan mata yang sedikit lebih kecil. Dan perbedaan paling mencolok, makhluk itu mempunyai sayap berukuran sedang.


" Apakah kamu atasan dari para Anomali yang sebelumnya datang? "


" Itu tidak penting manusia, tugas kami disini hanya untuk membunuhmu. "


" Jadi kamu masih mempunyai atasan? "


" Ba..bagaimana kamu tahu? "


" Tak perlu banyak tanya dan kembalilah kedalam portal. "


" Lancang seka.... "


" Susshhh, bumi tidak menerima tamu hari ini. Silahkan pergi. "


Seketika monster tersebut mengeluarkan niat membunuh dan auranya untuk menekan Sun Hoo. Sayangnya, tekanan itu hanya setara dengan Mystical Emperor tingkat awal dan tidak membuat Sun Hoo takut.


Ia malah balik mengeluarkan tekanan auranya dengan maksimal. Awan disekitar menggelap dan petir mulai turun menyambar. Angin disekitar Sun Hoo semakin kencang seperti sedang hujan badai.


Para hunter dalam radius 1.2 km dapat merasakan tekanan miliknya, terutama para hunter rank-S distadion dan monster tersebut. Tekanan itu mencekik semua hunter yang dapat merasakannya, bahkan ada banyak hunter yang pingsan karena tekanan tersebut.


" T...Tu..Tuan, to...tolong tenang sedikit. " suara dari Tang Fei yang sudah tercekik dengan tekanan Sun Hoo karena terlalu dekat denganya.


Sun Hoo langsung menghilangkan tekanan miliknya dan mulai bergerak mendekati monster tersebut.


" Ma...manu..sia, si...siapa kamu? " tanya monster tersebut yang perlahan bergerak mundur kebelakang.


" Aku bukanlah siapa-siapa. Yang perlu kamu ketahui adalah, bagaimana kamu mau mati. "


" Ja...jangan banyak bicara kamu manusia! "


Seketika 13 makhluk yang sama keluar dari Dungeon tersebut, hal itu tak membuat gentar hatinya karena ia sudah optimis akan menang.


" Apakah kamu siap berperang? "


" Jangan pikir kami takut padamu, jumlah kami ada 13, sedangkan kalian hanya bertiga saja. "


" Sudah bicaranya? Kamu tunggu 5 menit" Sun Hoo mengambil handphone dari kantong celananya


" Hallo, apa.... "


" Tuan Mask, apa yang harus kita lakukan? Apa kami perlu untuk mengirimkan bantuan? "


" Tidak perlu, cukup evakuasi warga secepat dalam waktu 5 menit. "


" Ada apa Tuan Hunter? Apakah anda ingin melawan makhluk itu sendirian? "


" Ya, lakukan secepatnya. "


Sekarang, Sun Hoo harus berfokus melawan 14 monster tersebut. Ia langsung memegang erat gagang pedangnya dan langsung mengeluarkan skill Divine Sword Slash yang sudah dikuatkan 2x olehnya.


Tebasan yang diikuti dengan petir membuat kehancuran yang dihasilkan semakin besar, tebasan tersebut mengenai 1 dari 2 monster yang membuat badan mereka langsung terpotong menjadi 2 bagian dari atas sampai bawah.


Bahkan saking kuatnya tebasan itu, tebasan itu menghancurkan segala benda yang dilintasinya sejauh 3 km.


Seluruh mata dunia melotot melihat tebasan yang dihasilkan Sun Hoo, bahkan Sword Master nomor 1 didunia Wu Dong Xi yang hanya bisa membuat tebasan sejauh 26 meter.


" Monster kita cepat selesaikan saja, aku mau makan malam dengan adikku. "


Sun Hoo langsung maju secepat kilat dan mulai menyerang para monster, siaran langsung yang direkam lewat satelit bahkan tidak bisa merekam pergerakannya karena terlalu cepat. Namun tidak bagi para monster, Darren dan Tang Fei yang dapat melihat pergerakannya namun tidak dapat menyamai kecepatannya.


Setelah maju dan berhasil memotong kepala dari 1 monster, semua monster langsung mengelilingi Sun Hoo.


" Manusia menyerahlah, tak ada gunanya kamu melawan kami. Meskipun kami mati, jumlah kami masih ada ratusan dari kami dan jika pemimpin suku kami menemuimu, kamu pasti akan mati. "


" Berisik, dan majulah. "


Sekali lagi ia maju, dan menggunakan Qi kemudian menahan 2 monster didepan dan langsung menebas kepalanya. Sun Hoo menggunakan Qinya untuk menarik awan disekitarnya menjadi sebuah gumpalan awan yang sangat besar agar menutupi pertandingannya.


Sekarang pertempuran itu sama sekali tidak terlihat oleh satelit dan orang. Dari awan tersebut, petir terus menyambar tanpa henti ke tanah. Meskipun masih sore hari, namun langit sekitar juga sangat gelap.


Wu Dong Xi dan ratusan hunter di dalam Stadion dan hanya menyaksikan pertarungan yang sudah tidak dapat dilakukan manusia lagi.


" Astaga, apakah ini masih bisa disebut sebagai manusia lagi? " Tanya Verdian yang hanya terdiam


" Jadi ini kekuataan ranah Mystical, tidak aku sangka bahwa kekuataannya akan sedahsyat ini, bahkan tekanannya bisa mencekik hunter rank-SS hingga kehabisan nafas. " Kata Wu Dong Xi dari belakang Verdian yang juga menatap gumpalan awan tersebut.


Sudah lebih dari setengah jam Sun Hoo bertempur.


" Sekarang sisa kalian berdua. " Sun Hoo berkata sambil terengah-engah dengan badan yang penuh luka dan tangan yang patah


" Jangan berisik dan bertarunglah. "


Sun Hoo langsung menargetkan salah satu dengan dari mereka dengan pedangnya. Namun karena sudah kelelahan, serangan tersebut berhasil dihindari dengan mudah.


" Menyerahlah manusia, kamu sud... "


SRAAASSHHHHH


4 pedang yang dikontrol dengan Qi Sun Hoo menusuk dada monster secara diam-diam dari belakang.


" Hahaha, meskipun kalian kuat namun bodoh. "


" Banyak bacot kamu manusia, rasakan ini. "


Monster tersebut langsung lari ke arah Sun Hoo, namun sesaat sebelumnya mengenai badannya, Sun Hoo lari kearahnya dan memegang muka monster tersebut lalu melemparnya kebawah tanah dengan kencang.


Monster tersebut langsung dilemparkan keluar dari gumpalan awan tersebut dan menuju ke arah tanah. Semua orang didunia melihat 1 makhluk keluar dari awan seperti terlempar ke tanah dengan kecepatan yang lebih cepat dari kecepatan suara dan terjatuh kencang ke tanah.


SWOOSSHH


Setelah monster tersebut terhempas dan terjatuh ke tanah, Sun Hoo keluar juga keluar dan langsung terbang menukik ke arah monster tersebut dan langsung menggunakan Fury Blast Fist miliknya.


Fury Blast Fist mengenai tubuh monster tersebut yang sedang berbaring ditanah dan tiba-tiba ledakan terjadi.


BOOOOM


Debu bertebaran karena ledakan tersebut, Sun Hoo yang sudah membunuh monster tersebut hanya berdiri diatas mayat monster itu sambil menatap langit yang mulai kembali cerah.


" Akhirnya, selesai. "


Bunyi ambulans terdengar keras, warga yang bersembunyi didalam gedung mulai keluar dan melihat Sun Hoo yang berdiri dengan lengan yang patah dan baju yang sudah terkoyak-koyak.


Beberapa detik Sun Hoo menatap kelangit, ia langsung jatuh pingsan karena ia sudah kehabisan Qi didalam Dan Tiannya. Darren dan Tang Fei menghampiri Sun Hoo dan langsung membawanya ke rumah sakit.


Sedangkan ratusan juta orang yang menonton pertarungan itu hanya bisa terdiam karena efek dari tinjuan itu membuat tanah dan jalanan aspal menjadi retak dalam radius 2 Km seperti habis gempa bumi dan juga shockwave dari ledakan tinjunya menghancurkan kaca bangunan dalam radius 300 m. Dan juga beberapa bangunan rusak.


Namun yang mereka tidak ketahui adalah, itu bukan kekuataan penuh milik Sun Hoo. Karena sebelum Festival Hunter ini dimulai, Sun Hoo menggunakan 2/5 Qi ditubuhnya untuk membuat ratusan pil dari berbagai tingkat.


2 Minggu Kemudian


Sun Hoo membuka mata setelah berbaring di ranjang rumah sakit selama 2 minggu.


" Ughhh, bokongku. "


" Oppa? "


" Sun Young? "


" Huaaah, Oppa membuat aku takut? "


Sun Hoo hanya bisa mengelus kepala adiknya yang terus menangis di atas kakinya.


Tok, Tok, Tok. Seseorang mengetuk pintu


" Ya silahkan mas... "


" Astaga Sun Hoo, aku membawakan beberapa minunan herbal yang aku beli di Gangnam hari ini. " Itu adalah Park Kwan Soo yang langsung membuka pintu


" Katakan apa mau mu. "


" Jangan seperti itu dong, kalau begitu aku tidak akan sungkan. Aku mendapat permohonan dari Presiden. "


" Presiden negara? "


" Iya, mereka meminta untuk memberikan kontrak ini kepadamu. "


" Kontrak? "


" Iya, coba kau lihat dulu. "


Park Kwan Soo memberikan surat kontrak yang masih tertutup itu kepada Sun Hoo.


SREEETT


" Sun Hoo ada apa? "


" Mereka berusaha mengendalikanku seperti boneka. Biarkan aku bertemu mereka besok. "


" Baik, dan juga aku minta tolong sesuatu. Aku harap kamu dapat melakukan ini. "


" Apa? "


" Bolehkah kamu mengajariku kultivasi? "


" Aku tidak akan mengajarimu, tapi aku akan memberikanmu buku skill. Setidaknya kamu bisa menambah kekuatanmu. Semua buku ini adalah skill kultivasi dari sekte pedang utara. "


" Pedang Utara? "


" Tidak usah dipikirkan. Sekarang kamu bisa pergi. "


" Tapi..... "


" Sudah tutup pintunya. Dan ingat, jangan pernah beberkan buku itu"


" Kalau begitu aku pamit duluan. "


Setelah Park Kwan Soo pergi, Sun Hoo berbicara sebentar dengan adiknya dan segera ia mulai berkultivasi untuk menyerap Qi selama sehari. Esoknya Sun Hoo kembali ke hotel tanpa ketahuan oleh wartawan dan bersiap untuk mendatangi Presiden Korea bersama beberapa petinggi lainnya.