The Greatest Swordman Who Became A Hunter

The Greatest Swordman Who Became A Hunter
Pemberontakan



' Aku akan menyerahkan mereka kedalam pengawasanmu, aku akan tidur lagi dah. '


" Tuan, kenapa anda diam? "


" Ehem.... tidak apa-apa, omong-omong apa kamu bisa merubah wujud? "


" Bisa tuan, Kami bisa menjadi binatang berbulu yang kecil. Seperti ini. "


" Ah, aku lihat. Baiklah setelah keluar, aku mau kalian berdua jangan pernah menunjukkan wujud asli kalian. Mengerti? "


" Baiklah master, tapi ada hal yang ingin aku bicarakan dengan anda master. "


" Bicara hal apa? "


" Pasti anda datang untuk mengambil harta milik master bukan? "


" Betul, apa kamu tahu dimana harta tersebut? "


" Ya, itu ada didalam Gua belakang itu. "


" Baiklah terimakasih. Kalian tunggu didepan saja. "


Terlihat ada sebuah kotak berukuran 2x2m tak jauh dari pintu masuk gua.


' Master..... MASTER!!! '


' Hei murid tidak berakhlak, jangan gang... '


' Master berhenti ngoceh, apa benda ini adalah harta yang master maksud? '


' Bukan, aku tidak menyimpan harta itu didalam kotak. Sepertinya ini peninggalanku yang lain. '


Sun Hoo membuka kotak tersebut, dan didalamnya terdapat kotak kubus yang tersegel dan menyerap Qi diudara, serta terdapat 3 cincin ruang yang berisikan artefak , tumbuhan herbal, dan pil.


' Master, apa semua benda ini boleh menjadi milikku? '


' Ambillah, aku baru ingat. Semua benda yang aku buat selalu aku taruh dicincin ruang. Dan pastikan untuk menjaga kubusku, itu adalah prototipe kubus penyerap Qi milikku. '


' Hahaha, makasih master. Karena sudah kosong saatnya... '


Sun Hoo melihat kebelakang kotak dan melihat sebuah pedang yang menancap dibatu, pedang itu mengeluarkan aura yang sangat kuat.


' Mas...master. Pedang siapa itu? '


' Ah.... pedang itu. Ambil saja kalau mau, pedang itu seperti mempunyai perasaanya sendiri. Dengan menggunakan pedang itu, kekuataanmu bisa bertambah berkali-kali lipat. '


' Apa ini punya kamu master? '


' Iya, ambil saja. Lagipula aku sudah tidak memiliki raga. '


' Baiklah master. '


Sun Hoo mendekati pedang tersebut dan mencabutnya dari dinding gua tersebut.


" Baiklah, waktunya pergi. "


Alpha dan Hymn yang merubah wujudnya menjadi kecil naik ke pundaknya Sun Hoo, kemudian mereka keluar tempat tersebut. Sun Hoo menutup kembali tempat tersebut dan meninggalkannya.


Saat Sun Hoo sudah kembali ke perbatasan Sion. Seorang anak buahnya berlari kearahnya.


" Komandan, ada perintah dari Grand Duke agar anda pergi ke Istana sekarang juga. "


" Grand Duke? "


" Iya, Grand Duke Castillo. "


" Ada apa? "


" Kami tidak diberitahu sama sekali oleh utusannya. Utusannya hanya berkata agar anda pergi ke Istana segera. "


" Baiklah, aku akan terbang kearah Ibu kota secepatnya dan kamu jaga kota ini. Aku punya firasat tidak baik mengenai perintah ini. "


" Baik komandan, sampai jumpa. "


SWOSSHHHH


Tanpa berpikir panjang, Sun Hoo langsung mengarah ke Istana kerajaan yang berada di Ibu Kota. Namun Sun Hoo kaget melihat ibu kota yang sebelumnya damai sekarang seperti menjadi lautan api.


" Berhenti, silahkan mendarat dan masuk kedalam Istana, Grand Duke sudah menunggu 2 Jam. "


" Baiklah. "


Ngieeeek


Pintu besar dibuka dan terlihat seluruh bangsawan berkumpul. Namun Grand Duke duduk di kursi raja dan raja beserta keluarganya berlutut ditanah.


" Apa ada bangsawan baru?...... Kenapa kalian semua diam dan menatapku? "


" Haha, Viscount Mask. Selamat datang, aku akan memberikan pertanyaan singkat dan aku mau kamu menjawabku secara singkat. "


" Pertanyaan apa itu Tuan Grand Duke? "


" Maukah kamu menjadi bawahanku? "


" Apa yang terjadi jika aku menolak? "


" Haha, coba saja kalau berani. "


" Aku lebih mengarah ke netral. Aku tidak mau mendukung siapapun. "


" Aku mohon kamu berpikir lebih bijak, Jika kamu mendukungku maka kamu akan menjabat sebagai Count, bukan lagi Viscount. "


Sun Hoo menatap kearah putri raja yang menangis sambil berlutut. Putri raja tersebut menatap Sun Hoo sambil menggerakan mulutnya yang berisyaratkan ' Tolong Kami. '


" Aku berubah pikiran. "


" Langkah yang bagus, jadi kamu setuju menjadi pengikutku bukan? "


" HAHAHAHA, Apa kamu bodoh? Aku belum memutuskan dan kamu sudah menyimpulkan. "


" Ap...apaan kamu? Bodoh? Apa kamu berani merasakan amarahku? "


" Ho, aku sangat takut. "


Grand Duke langsung mengeluarkan Aura dari seorang Ksatria mana kelas 7 akhir atau seorang yang setara dengan Great Mystical akhir.


Seluruh ruangan merasakan tekanan tersebut, para bangsawan dan penjaga juga tercekik oleh tekanan itu. Namun Sun Hoo tidak terpengaruh dan tersenyum


" Kam....kamu tersenyum? Akanku bunuh kamu. "


Grand Duke langsung maju dan mengarahkan pedangnya kearah dada Sun Hoo, ia menghindar dan menangkap tangan Grand Duke.


" Kamu terlalu lambat, bodoh. "


" Uhuk.... Apa yang kalian lihat? Serang dia! "


Bangsawan yang merupakan Ksatria dan Penyihir langsung berdiri, 30 penjaga istana juga masuk kedalan ruangan tersebut. Salah satunya Ilyana dan Sergei.


Para bangsawan dan penjaga langsung menyerang Sun Hoo, para bangsawan yang merupakan ksatria mana mengarahkan serangannya kepada Sun Hoo. Mereka semua rata-rata adalah ksatria mana kelas 6 atau yang setara dengan Mystical Reborn.


SRASHH


Namun serangan mereka terhenti, darah bercucuran kemana-mana. Teriakan puluhan orang menutupi ruangan tersebut, ternyata saat mereka semua berusaha menyerang Sun Hoo, kaki mereka sudah terpotong oleh Golden Draw Sword milik Sun Hoo. Semua terpotong kecuali kaki milik Sergei.


Arghhhh......Akhhhh......


" Selanjutnya para penyihir akan kehilangan tangannya jika berani menyerang. Dan untuk kamu Sergei, diam saja dan jangan bergerak atau kakimu juga ikut terpotong.


" Ba...Baik-lah, tu...tuan Vis-count. "


" Astaga darah kalian muncrat dan mengenai topengku. Topengku menjadi bau amis. "


Sun Hoo membuka topengnya diruangan itu dan semua orang terkejut melihat wajahnya. Termasuk Ilyana dan Sergei yang kaget.


" Sun.... "


Mulut Ilyana dan Sergei langsung dikunci oleh Qi milik Sun Hoo sehingga ia tidak bisa bersuara.


" Sekarang aku mau kamu menjelaskan detail dari kejadian yang terjadi sekarang ini dengan cepat atau aku yang akan cari tahu sendiri. Mengerti tuan Grand Duke? "


" Ba...baik, Tuan. "


....


" Jadi kamu merencanakan pemberontakkan karena ingin mengambil takhta yang kamu anggap harusnya menjadi milikmu? "


" I...ya. "


" Sungguh ironi, kalau begit... "


CRASHHHH


Sebuah panah yang terbuat dari Qi masuk lewat jendela dan meledak dihadapan Sun Hoo.


BOOOM..


Sun Hoo dikelilingi asap dari ledakan tersebut


" Hahaha, Rasakan itu. Ymir, akhirnya kamu datang. "


" Jadi ini rencanamu? " semua orang kaget karena Sun Hoo masih bertahan dari ledakan tersebut.


" Kamu cukup kuat nak, sayangnya kamu harus bertemu denganku. "


" Hei, bicara jangan diluar bodoh, suaramu tidak kedengaran. "


Brukkk, BOOM


Dinding tembok istana itu dihancurkan oleh Sun Hoo dengan Fury Blast Fist.


" Oi kakek, panahmu melukai wajahku. "


" Berisik, rasakan atomic fire ballku. "


Atomic Fire Ball adalah salah satu skill berbahaya yang dapat menghancurkan wilayah dalam radius sekurangnya 50 meter.


" Seranganmu tidak ada bedanya dengan api unggun. "


Sun Hoo membelah Atomic Fire Ball dengan pedangnya dan meledak disisinya. Semua orang dibelakangnya hanya bisa terkejut melihat aksinya.


" Mainan apalagi yang akan kau tunjukan? "


" Jangan senang dulu, Lightning Zap. "


" Petir? "


Kali ini Sun Hoo langsung menerima serang tersebut ketubuhnya,


DUAARRR.


Namun serangan petir tersebut hanya seperti mengisi sebuah baterai, sekarang tangan Sun Hoo dialiri dengan aliran listrik.


" Oi kakek, akanku tunjukkan batas jurang kau dan aku. "


Sun Hoo mengangkat pedangnya kearah langit, seketika diatas sudah ada ribuan pedang tak terhitung jumlahnya turun ke arah Ymir dan meledak saat sudah mendekatinya. Dengan cepat ia menghindar dan kabur meninggalkan istana dan kota.


" Sialan, seberapa kuat dia? "


" Terbangmu lambat kakek. "


" Ap.... "


Bakkk


" Oi kakek, lebih baik kamu bunuh diri atau aku yang membunuhmu. Ini pedang untukmu menusuk dadamu. "


" Hah...Hah....Hah...., baiklah. Aku akan menghantuimu seumur hidup.... "


Sebelum Ymir menghabiskan katanya, ia mencoba menusuk Sun Hoo, sayangnya ia berhasil menghindar dan Ymir terkena Fury Blast Fist milik Sun Hoo hingga ia terpental ke pohon dan tulang punggungnya patah.


" Uhuk..uhuk. Akhhh, tolong aku. Akan kuberikan semua ilmuku, tidak seluruh keluargaku akan mengabdi kepadamu dan akanku berikan cucu perempuanku untukmu. Tolong selamatkan hidupku. "


" Haha, kamu sudah melewatkan satu kesempatan berharga dihidupmu. Jangan kira aku tidak tau apa yang kamu lakukan sepanjang hidupmu. Bahkan sebelum kamu kembali ke istana kamu membantai seisi desa yang mendukung kaisar, serta pembantaian pasukan serta rakyat yang mendukung kaisar adalah perintahmu. "


" Ti...tidak. A-ku tidak melakukan itu. Uhuk...uhuk. "


" Oi kakek, semua bangsawan mengatakan itu tindakanmu. Dan jangan lupa, anak pertamamu adalah pembunuh berantai dikota, anak kedua mu adalah pelaku pelecehan seksual terkenal dikota. Bahkan kamu pernah memaksa anak dari Baron Cruise agar mau menjadi objek seksual anak keduamu. Apa mau kusebut semua tindakan keji generasimu? "


" Ti...tidak, tolong aku masih mau hidup. "


" Siapa yang bilang aku akan membunuhmu? "


Sun Hoo mengangkat tubuh Ymir dan ia memotong tangan dan kakinya kemudian mematahkan tulang punggungnya dan memotong lidahnya agar tidak bisa berbicara.


" Saatnya menggotong badanmu. Eh, padahal baru kutinggal 15 menit namun digerbang sudah ramai saja. Kamu diam disini. "


Melihat ribuan prajurit mengingatkan akan kenangan Sun Hoo ketika ia ingin menaklukkan seluruh murim. Sekarang dihadapan Sun Hoo terdapat 9.000 ksatria mana dan 800 penyihir yang siap menyerang dari jarak jauh.


Kretek....kretek....kretek


Sun Hoo meregangkan tulang-tulang ditubuhnya dan setelahnya ia mengambil pedang ditangannya sambil menatap kearah para prajurit yang dikomandoi oleh Grand Duke Castillo


" Padahal aku orang yang lebih memilih penyelesaian dengan cara tanpa kekerasan. Tapi mengapa mereka tidak mau memilih cara yang lebih damai? "


Bersambung