The Greatest Swordman Who Became A Hunter

The Greatest Swordman Who Became A Hunter
Pertemuan Kembali



Swosh.....


Krakk, Kraakk, Krashhh


Ice Spear milik Kirov tersebut tiba-tiba pecah dan pecah menjadi serbuk debu sebelum menusuk tubuh Ilyana.


" Si...siapa? "


Kirov yang sedang ketakutan menengok semua arah.


" Hanya pemuda yang lewat. "


" Boc..., eh te...ternyata anda tuan. Ada hubungan apa anda dengan para pasukan ini. "


" Bukan urusanmu. "


Sun Hoo menghiraukan Kirov dan mendekati Ilyana yang bingung melihat Sun Hoo.


" Kamu siapa? Bukannya kamu Ksatria mana kelas 2? "


" Aku mau bertanya, alat untuk mengeluarkan Atomic Fireball itu, darimana kamu mendapatkannya? "


" Hei, aku bertanya kepadamu. Siapa kamu sebenarnya? "


" Hei gadis, aku sudah menyelamatkan nyawamu dan aku hanya butuh 1 jawaban singkat tapi sikapmu seperti ini? "


" Itu diproduksi oleh penyihir kerajaan. Kenapa kamu bertanya akan hal itu? "


" Tidak ada apa-apa, itu seperti barang milik masterku. Kirov kesini kamu. "


" Ada apa tuan? "


" Apakah kamu membunuh warga tak berdosa? "


" Apa? Membunuh warga yang tidak berdosa? "


" Iya, jawab dengan cepat sebelum ku hancurkan kamu menjadi debu. "


" Ti...tidak, itu ulah sekte demonic utara. Aku hanya mengambil mayat dari medan perang dan ku jadikan undead. "


" Hei gadis, lihat pria itu sudah mengaku tidak bersalah jadi hentikan penyerangan ini dan kembalilah ke kerajaan untuk melaporkan hal yang dia katakan. "


" Bagaimana mungkin aku melaporkan hal yang sama sekali tidak ada bukti kepada atasan. "


" Hei kirov, apa ucapanmu ada bukti? "


" Tentu saja ada, tapi tempat itu sangat berbahaya karena tempat itu dipakai oleh Sekte Demonic dan pasti ada seorang pengikutnya ditempat itu. "


" Baiklah kamu tunggu disini, dan healer obati semua ksatria dan penyihir yang terluka. Aku akan menunggu kalian. "


Sun Hoo duduk bersandar dipohon dan mulai bermeditasi. Sementara para healer mengobati yang terluka.


1 Jam Kemudian.


Sun Hoo, Kirov beserta rombongan ksatria dan penyihir mulai berjalan menuju tempat dimana praktisi demonic beraksi.


" Tuan, gua didepan tersebut tempat mereka mengumpulkan darah dari para korban dan... "


" Tuan mengapa anda terbang? "


Dengan cepat Sun Hoo membuat semua orang digua tersebut pingsan dan kembali lagi.


" Semua sudah pingsan dan memang benar ada tumpukan mayat, kalian para ksatria ingat baik-baik namaku. Park Sun Hoo. "


Sun Hoo terbang dan meninggal semua orang


3 Minggu Kemudian.


" Aku akan mencobanya sekarang. Last Step of Ultimate Slash, The Annihilation Sword. "


ZRASHHHH


Seluruh burung dihutan langsung terbang kemana-mana, dan binatang pun pada lari karena suara ledakan dan guntur yang kencang. Suara dari tebasan tersebut bahkan terdengar sampai jarak 150 km yang termasuk ibu kota Fibel.


' Sudah kubilang bukan kamu akan mendapatkan kekutaanmu kembali. '


' Haha, makasih master. Namun skill ini sangatlah menguras mana, sekarang manaku sisa 1/4.


' Itu karena skill ini bukan dipakai oleh orang dengan kekuataan dibawah ranah Heavenly. Sebaiknya kamu cepat pergi, kamu sudah membuat kehancuran yang sangat parah. '


' Baik master. '


Sun Hoo yang sudah membuat kegaduhan langsung terbang menjauh. Ksatria dikirim untuk mengecek apa yang terjadi. Namun semua ksatria tercengang karena melihat sebuah gunung yang baru saja terbelah dari atas ke bawah.


Tok tok tok


" Masuk. "


" Komandan, Uhm... suara tersebut bersumber dari salah satu gunung di Pegunungan Crust dengan jarak 12 km dari sini. "


" Ada apa dengan gunung tersebut? "


" I..itu ter...belah pak. "


Komandan yang mendengar hal tersebut langsung berdiri dari tempat duduknya dan mendekati ksatria tersebut.


" Ksatria namamu siapa? "


" Sa...saya ksatria kelas 3 Ian pak. "


" Apa yang kamu katakan adalah kebenaran? "


" Betul pak, rombongan berjumlah 15 orang yang bapak kirim semuanya bisa bersak... "


" Cukup, kirim 5 ksatria untuk menyampaikan informasi ini ke kerajaan. Sekarang juga. "


" Baik, pak. "


Sementara Sun Hoo bersin saat sedang makan pizza yang sebelumnya ia simpan di cincin ruang .


" ACHOO. Uh, siapa yang membicarakanku dari belakang? "


' Hei murid malas, aku baru saja mengingat sesuatu. Aku dulu pernah menaruh sesuatu dibawah istana kerajaan Fibel, dulu namanya bukan kerajaan Fibel melainkan..... ah lupakan. Intinya ada sebuah ruangan rahasia di Istana tersebut dan diruangan tersebur berisikan petunjuk tentang kehidupan lamaku atau mungkin tentang harta tersembunyiku. '


' Terus? '


' BANGUN DAN BERGERAKLAH, Kamu dari tadi makan dan tiduran mulu. Cari dan ambil barang diruangan tersebut. '


' Iya iya, aku akan jalan sekarang. Tapi bagaimana aku mendapatkan barang tersebut. '


' Ya mana aku tahu, kamu pikirkanlah caramu sendiri. Sudah aku mau tidur, jiwaku sangat lelah. '


' Master..Master...Master apa kamu masih disana? '


' ...... '


Tanpa pikir panjang, Sun Hoo memikirkan sebuah rencana agar ia dapat masuk ke istana kerajaan Fibel dan mendapatkan petunjuk dari harta masternya itu. Setelah rencana tersebut sudah matang, ia mengenakan topengnya dan pergi kearah perbatasan.


Di Perbatasan.


" SERANG!!! "


Clang......Clang......Srashh.


Perang diperbatasan terjadi lagi, namun kali ini dengan skala yang lebih kecil dengan melibatkan total 1500 Pasukan. Namun saat pertempuran terjadi, langit menggelap dan guntur berbunyi di cakrawala. Sun Hoo lewat diatas pertempuran tersebut sambil terbang dengan kecepatan yang pelan.


SYUUUT......


' Kumohon aku, seseorang dari kerajaan Fibel tolong undang aku. Aku yang membelah gunung tersebut. '


Tanpa disadari ia sudah berjalan cukup jauh, namun Sun Hoo kembali lagi


SYUUUT......... ..........SYUUUT


' AYOLAH AKU SUDAH BOLAK BALIK 3X, TETAPI TAK ADA SEORANG PUN YANG... '


" TUAN PETAPA, APA YANG ANDA CARI? " Teriak seorang kapten di atas benteng kerajaan Fibel


" Uang? Maaf tuan tapi kami tidak pun... "


" Kami punya, untuk seorang penyihir lingkaran ke-6, kami bisa memberikan pekerjaan kontrak dengan upah yang banyak. " Teriak satu orang lagi diatas benteng kerajaan Onyx


" Ti...tidak. Kerajaan Fibel kami juga bisa memberikan upah yang banyak. "


" Baiklah aku akan ikut dengan kerajaan Fibel. "


" Tuan petapa, saya bisa memberi lebih banyak. "


" Tidak terima kasih. "


" Kenapa anda lebih memilih kerajaan Fibel tuan? "


" Aku tidak suka tampangmu, brewokmu tidak dirawat dengan baik dan juga rambut bagian depanmu sudah botak. "


" Ap...apa? Itu bahkan tidak masuk akal. "


" Itu masuk akal buatku jadi enyahlah. "


" Hanya penyihir lingkaran ke-6 sudah sombong sekali. Cihh "


Cklak, Sun Hoo tiba di kantor komandan perbatasaan untuk membicarakan pekerjaan.


" Jadi kamu adalah petapa dari hutan dan keluar untuk mencari uang? "


" Iya betul. "


" Dari yang kudengar kamu adalah penyihir lingkaran ke-6, apakah betul? "


" Bisa dibilang begitu, tapi aku adalah seorang ksatria mana yang mempelajari beberapa sihir. "


" Memang ada Ksatria mana yang mempelajari sihir, untuk mempekerjakanmu aku perlu menghubungi ibukota dan bertanya lebih dahulu kepada Jendral. "


" Baiklah, akanku tunggu jawabannya. "


Esok Hari


Tok Tok Tok


" Tuan petapa, kami telah mendapat jawaban dari pusat. Kami bisa memberikan gaji sebesar 30.000 Gold per bulan, bagaimana? "


" Baiklah aku akan menerimanya, apa tugasku sekarang? "


" Membantu medan perang untuk sementara. "


" Apa? "


" SERAAAANG "


' Apa yang aku pikirkan untuk bekerja sebagai ksatria. Aku manusia terkuat di Murim dan Bumi menjadi babu seorang Mystical Reborn akhir. Yang bahkan aku bisa bunuh hanya dengan mencekiknya menggunakan tekanan aura membunuhku. '


Sun Hoo yang berdiri di garis terdepan mengeluarkan Mountain Slashernya sebagai pembuka peperangan.


Setelah berperang selama 3 jam, Sun Hoo berhasil membunuh ribuan musuh dimedan perang dan membuat musuh menderita kerugian yang sangat besar sehingga berita tentangnya tersebar ke ibukota sebagai 'Swordsman from Crust.'


2 Hari Kemudian


Tok Tok Tok


" Ada urusan apa anda memanggil saya Komandan Hilden? "


" Kamu dipanggil oleh Istana untuk diberikan hadiah. Karena berkatmu, musuh diperbatasan menyerah dan kerajaan Onyx berjanji tidak akan menyerang perbatasan kerajaan Fibel lagi. "


" Baik tuan, apa ada hal lain? "


" Tidak, kereta kudamu sudah disiapkan didepan. "


" Terimakasih pak, sampai jumpa kembali. "


' Akhirnya aku dipanggil ke istana kerajaan setelah itu aku tinggal menemukan barang tersebut dan... '


Setelah sampai didepan istana, Sun Hoo hanya bisa diam karena istana ini 4x lebih besar White House di Washington DC.


" Silahkan masuk tuan, raja sudah menunggu didalam. " Ucap seorang ksatria kerajaan yang menghampiri kereta kuda Sun Hoo.


" Ah, baiklah. "


Tak, tak, tak. NGIEEEK


Pintu besar menuju ruangan raja dibukakan. Diruangan itu dipenuhi oleh para bangsawan serta petinggi ksatria dan penyihir.


" Hormat kepada raja ke 12 kerajaan Fibel. "


" Tuan petapa tidak usah sungkan. Kalau aku boleh bertanya,kenapa engkau memakai topeng? "


" Uh, aku mempunyai luka yang besar diwajahku Yang Mulia. "


" Oh aku mengerti. Tujuanku memanggilmu kesini adalah memberikan sebuah medali, gelar Viscount dan sebuah rumah diselatan Ibukota. Aku memberikan kamu semua ini karena kamu berhasil menghentikan perang di perbatasan. Jika tanpamu kerajaan akan kehilangan banyak orang di perbatasan tiap bulannya. "


" Terimakasih Yang Mulia. "


" Sekarang kamu bisa mengenal atau memperdalam hubungan antar bangsawan disini. "


" Baik, Yang Mulia. "


" Sebelum kamu memulai acaranya izinkan aku berkata 1 hal lagi, kali ini aku berbicara kepada semua orang diruangan ini, seperti yang kalian dengar salah satu gunung di pegunungan Crust telah terbelah. Mungkin saja si Ular raksasa itu sudah bangun dan keluar lewat bawah pegunungan. "


" Ular raksasa? "


" Iya, menurut legenda, ada sebuah ular raksasa yang sebesar gunung dan panjang berkilo-kilometer. Namanya ada Jormungandr. "


" Jormu... "


' Hei muridku, dia adalah salah satu hewan pelindung hartaku. Meskipun aku tidak menjinakkannya harusnya dia masih berada diranah yang sama denganmu. '


" Tuan Viscount, siapa nama anda kalau saya boleh tau? Saya adalah Nidel Welton, seorang count dan juga Ksatria mana kelas 6 akhir. "


" Ah saya adalah Park...... tidak, nama saya adalah Mask. "


" Mask? Oooh itu karena kamu memakai topeng? "


" Iya betul, oh ya kalau boleh tau dimana kamar mandinya? "


Cekrek.....


Sun Hoo membuka topengnya dan dan mencuci mukanya dengan air keran. Namun saat ia sedang mencuci mukany ada suara teriakan perempuan tepat disebelah kirinya.


AKHHHHHHHH.


" Hei kok ada perem..... "


" Apa apaan ini? Kenapa kamu ad... "


" Soo Ah? "


" Tu...tuan, Ke..kenapa? Ja....jangan mendekat! "


" Soo Ah kenapa kamu ada disini? "


Sun Hoo banjir akan air mata setelah ia melihat seorang perempuan yang mirip Han Soo Ah yang adalah mantan kekasihnya. Setelah meninggalnya Soo Ah, Sun Hoo sudah tak tertarik mencari wanita dan hanya fokus berkultivasi.


Namun meninggalnya mantan kekasihnya menyisahkan luka baginya karena saat itu jika ia lebih cepat sedikit saja, ia dapat menyelamatkan Soo Ah.


" Tuan, a..aku akan teriak jika kamu mendekat lagi. "


" Ah, hiks... Maaf. Lupakan apa yang kamu lihat sekarang. "


Sun Hoo keluar dari kamar mandi sambil mengusap air matanya, sementara perempuan itu kebingungan karena ia sudah benar memasuki kamar mandi perempuan.


" Kenapa bisa ada laki-laki? Apa aku salah masuk kamar mandi. Dan juga kenapa ia menyembunyikan ketampanannya dengan topeng? "


Bersambung