
Akademi Chen Xin.
"Bagaimana? Apa kalian menemukan jejak pelakunya?"
"Kami gagal menemukan jejaknya, tapi kami berhasil menemukan sesuatu yang lebih penting, guru."
"Benarkah? Memangnya apa yang kalian temukan?" tanya Ao Ming, salah seorang guru di akademi Chen Xin.
"Kami menemukan jejak spirit kegelapan, guru."
"Apa kalian yakin?!" ujar Ao Ming yang nampak kaget ketika mendengar perkataan muridnya itu.
Murid Ao Ming kembali mengangguk, lalu menjelaskan tentang jejak aura yang tertinggal di tempat kejadian, dan ia yakin jika yang ia rasakan saat itu adalah jejak spirit kegelapan.
Ao Ming terdiam, walaupun dirinya tidak merasakannya secara langsung, namun dari penjelasan muridnya itu, dirinya tentu bisa menebak jika muridnya itu tidak berbohong.
"Baiklah, kau boleh kembali" ucap Ao Ming.
"Baik, guru!"
Tidak lama setelah muridnya meninggalkan tempat itu, Ao Ming kemudian pergi menuju ke aula khusus tempat berkumpulnya para guru akademi Chen Xin.
Ketika tiba di sana, Ao Ming lalu menjelaskan tentang informasi yang telah ia dapatkan dari muridnya, ia bahkan menjamin jika muridnya itu tidak mengatakan kebohongan.
Sama halnya dengan Ao Ming, para guru akademi juga terlihat kaget, karena tidak menyangka jika spirit kegelapan akan muncul lagi. Padahal, mereka sudah berjuang keras untuk melenyapkannya.
"Bagaimana ini? Apakah kita harus melaporkan masalah ini pada ketua?"
"Sebaiknya jangan, karena aku yakin ketua masih sibuk dengan urusan kekaisaran."
"Lalu, apa yang kau punya saran yang lebih baik?"
"Perintahkan beberapa murid tingkat kedua untuk mencarinya, aku yakin orang itu masih asa di sekitar hutan itu!"
"Baik!" ujar para guru lainnya.
Di akademi Chen Xin ataupun yang lainnya, ada tiga tingkatan yang membedakan status para murid. Pertama adalah murid tingkat satu, yaitu murid yang baru bergabung dengan akademi.
Kemudian murid tingkat kedua, mereka adalah murid-murid yang telah bergabung setidaknya selama satu tahun dengan akademi, serta memiliki kekuatan yang cukup hebat.
Dan yang terakhir adalah murid elit, mereka itu adalah murid yang sangat hebat, dan bisa dikatakan jika mereka adalah pasukan khusus yang dimiliki oleh setiap akademi.
Namun, tidak semua murid bisa masuk ke tingkatan yang terakhir ini, karena selain harus memiliki kekuatan spirit yang besar, mereka juga harus memiliki bakat yang luar biasa.
Untuk menjadi murid elit, memiliki bakat saja tidak akan cukup, karena syarat utama untuk bergabung kedalamnya adalah, paling berbakat diantara yang berbakat.
Dengan kata lain, murid yang ingin masuk ke sana harus memiliki kemampuan khusus, atau memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh kebanyakan spiritualis lain.
***
Di kedalaman hutan.
Setelah tinggal selama beberapa hari di kota, Yue Jin kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya, dan tujuannya kali ini adalah ibukota kekaisaran Xin Dong.
Dalam perjalanannya, Yue Jin juga sering berburu hewan spiritual, hal itu ia lakukan untuk meningkatkan kekuatan juga menambah pengalaman bertarungnya.
Selain meningkatkan kekuatan, Yue Jin juga masih berusaha mengungkap misteri dibalik kristal hitam, karena sampai saat ini, ia masih belum bisa menyerap energi dalam kristal itu.
"Sepertinya ada yang datang ke sini" gumam Yue Jin ketika merasakan keberadaan spiritualis dalam hutan tersebut.
Tidak lama berselang, dari kejauhan muncul beberapa orang pemuda yang langsung menghampiri Yue Jin, dan mereka tidak lain adalah murid akademi Chen Xin.
"Apa yang kau lakukan di hutan ini?" tanya salah seorang dari mereka.
"Tidak ada" jawab Yue Jin singkat.
"Tidak ada? Lalu untuk apa kau datang ke hutan ini?"
Yue Jin menghela napas, "apa tujuan kalian datang ke sini hanya untuk mengurusi urusan orang lain?"
"Apa maksudmu, sialan?!"
"Kau..."
"Sudahlah, tidak ada gunanya berurusan dengan sampah!" ujar pemuda yang lainnya.
Yue Jin terkekeh pelan mendengar perkataan pemuda tersebut, "aku suka kata 'sampah' itu, tapi bukankah kata itu lebih cocok digunakan untuk kalian?"
"Tidak tahu diri! Berani sekali kau menghina murid akademi Chen Xin!"
"Memangnya kenapa?" tanya Yue Jin dengan niat menantang.
"Cihh! Akan ku robek mulut sialan-mu itu!" ujar pemuda yang pertama, kemudian melancarkan serangan.
Akan tetapi, serangan itu berhasil dihindari dengan mudah oleh Yue Jin, bahkan ia tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya.
"Baiklah, jika memang itu yang kalian inginkan, maka akan aku ladeni sampai kalian puas!"
Wushh!
Aura gelap menyelimuti tubuh Yue Jin, pada saat yang bersamaan, tekanan intimidasi yang sangat besar dan mengerikan juga memenuhi seluruh tempat tersebut.
"I-itu spirit kegelapan!" ujar salah seorang murid.
"Kalau begitu, berarti dialah yang telah membunuh rekan-rekan kita!"
"Hahahaha!" tawa menggelegar keluar dari mulut Yue Jin, "kalian benar! Akulah yang telah membunuh mereka semua!"
"Cihh! Bunuh dia!"
Para murid itu kemudian mengeluarkan senjatanya masing-masing, lalu melapisi senjata mereka dengan spirit dan setelah itu, mereka semua melesat maju menyerang Yue Jin.
"Majulah! Aku ingin melihat bagaimana kalian membunuhku!" ujar Yue Jin.
Karena memang memiliki dendam dengan murid akademi, Yue Jin tidak berniat untuk menahan dirinya sedikitpun, bahkan ia tidak segan-segan untuk melepaskan kekuatan penuhnya.
"Gunakan kekuatan penuh kalian! Jangan biarkan manusia sialan itu hidup!"
Murid-murid itu meningkatkan kekuatan serangannya, namun setiap serangan yang mereka lancarkan, selalu berhasil dihindari dengan sangat mudah oleh Yue Jin.
Selain itu, Yue Jin juga selalu berhasil mendaratkan serangannya pada mereka, namun karena kekuatannya masih sangat lemah, luka yang ia disebabkan serangannya-pun tidak terlalu fatal.
"Mereka jelas berbeda dengan murid-murid yang ku bunuh waktu itu."
Murid akademi Chen Xin yang dibunuh oleh Yue Jin saat itu adalah murid tingkat satu, sehingga tidak terlalu sulit baginya untuk menghadapi dan membunuh mereka.
Namun, yang ia hadapi saat ini bukanlah murid tingkat satu, melainkan murid tingkat dua, dan sudah pasti kekuatan mereka jauh lebih besar dibandingkan murid tingkat satu.
Wushh!
Dhuaaar!
Salah seorang murid akademi berhasil mendaratkan serangan di tubuh Yue Jin, yang membuatnya terlempar cukup jauh dan terluka cukup parah.
"Mati kau!" ujar murid lainnya seraya melemparkan tombaknya kearah Yue Jin.
Wushh!
Tombak tersebut melesat dengan kecepatan tinggi, namun sesaat sebelum mengenai dirinya, Yue Jin berhasil menghentikan laju tombak itu dengan perisai kegelapan yang ia ciptakan.
"Jangan sombong hanya karena berhasil menyerang ku!"
Yue Jin tiba-tiba menghilang ditelan kegelapan dan sesaat kemudian, ia kembali muncul di hadapan salah seorang murid, pada saat yang sama, Yue Jin juga langsung melancarkan serangan.
Kemunculannya yang tiba-tiba, membuat pemuda itu tidak berkutik sedikitpun, dan saat ia menyadari kemunculan Yue Jin, sebuah tebasan telah lebih dulu menebas tubuhnya.
"Selanjutnya adalah kalian!" ujar Yue Jin, lalu melanjutkan serangannya.
Berkat penyatuan yang bisa ia lakukan dengan kegelapan, Yue Jin bisa menghilang dalam kegelapan dengan sesuka hati, dan itu jugalah yang membuat para murid itu kewalahan menghadapinya.