The God Of Darkness

The God Of Darkness
Chap 23. Masalah di restoran.



Meski sudah diusir berulang kali, namun Yue Jin masih tetap diam ditempatnya dan tidak beranjak sedikitpun, bahkan ia sangat berharap jika pelayan itu menyerangnya.


Karena sudah terlanjur kesal, Yue Jin berniat untuk melampiaskan kekesalannya itu. Lalu, situasi dan kondisi yang ada saat ini sangatlah memihak padanya.


Namun, ia tidak akan langsung mengamuk dan menghajar pelayan itu begitu saja, karena jika ia melakukannya, maka dia tidak akan punya alasan untuk melakukan pembelaan.


"Dengar! Sebaiknya kau pergi sebelum kesabaran-ku mencapai batasnya!"


"Memangnya apa yang akan terjadi jika kesabaran-mu mencapai batas?" tanya Yue Jin memprovokasi.


"Kau benar-benar membuatku muak, pengemis sialan!"


Bugh!


Karena sudah tidak tahan, pelayan itupun melayangkan tinjunya dan mendarat tepat di pipi Yue Jin, namun pukulan itu tidak memberikan dampak apapun padanya.


"Bagus! Inilah yang aku tunggu sejak tadi" ucap Yue Jin pelan.


"Apa yang kau katakan, pengemis?!"


Pelayan itu menarik tinjunya dan melayangkan pukulan sekali lagi. Namun sayangnya, tangan Yue Jin sudah lebih dulu mencengkeram wajahnya, lalu membenturkan wajahnya ke lantai.


Dhuaaar!


Baik pengunjung yang berada di lantai tiga ataupun dua lantai dibawahnya, sangat kaget ketika mendengar suara ledakan tersebut, dan karena penasaran merek langsung memeriksanya.


Betapa terkejutnya mereka saat melihat seorang pelayan terkapar tidak sadarkan diri di lantai, sedangkan kepalanya terbenam dilantai kayu yang sudah hancur tersebut.


"Hei, jangan pura-pura pingsan, sialan!"


Dhuaaar!


Tanpa rasa kasihan sedikitpun, Yue Jin menghantam tubuh pelayan itu dengan kakinya, sehingga membuat lantai restoran itu hancur dan tubuh pelayan itu jatuh ke lantai dua.


"Ah, lihat ini, lantai restoran yang indah ini hancur karena ulahmu" ucap Yue Jin seolah bukan dirinya yang bersalah.


Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu sontak mengarahkan tatapan tajam pada Yue Jin, bahkan ada beberapa orang yang melepaskan aura membunuhnya dengan sengaja.


"Wah, apa ini? Apa kalian semua menuduhku? Jelas-jelas dialah yang bersalah."


"Tidak tahu malu, percuma punya kekuatan jika hanya berani menindas yang lemah!"


"Cihh... Manusia sampah!"


"Ada apa ini?!" ujar seorang pria berumur 50-55 tahun yang baru saja tiba di sana. Dia adalah Hui Feng, pemilik restoran tersebut.


Salah seorang pengunjung langsung mendekati Hui Feng, kemudian menceritakan apa yang telah terjadi di sana. Namun, dalam ceritanya itu, ia hanya menyalahkan Yue Jin.


"Oh, jadi kau yang sudah menyerang pelayan-ku?" tanya Hui Feng.


"Membela diri" jawab Yue Jin.


"Apakah ini yang kau sebut sebagai membela diri?!"


"Tepat sekali! Dia yang lebih dulu menyerang-ku dan aku-pun membalasnya."


"Seseorang, cepat bantu pria ini, dia sedang sekarat!" ujar seseorang dari lantai dua.


"Minggir! Aku akan memeriksa keadaannya."


Seorang spiritualis menghampiri pelayan yang masih terkapar di lantai dua restoran. Kemudian, ia memeriksa keadaannya dengan menggunakan energi spiritualnya.


"Dia sudah tidak tertolong" ucap pria tersebut.


"Luka dalam yang ia alami sangatlah parah, beberapa tulangnya patah bahkan ada yang hancur" lanjutnya.


"Sungguh kasihan, dia pasti sangat tersiksa karena rasa sakit itu."


"Kau dengar itu?! Apakah wajar membunuh seorang pelayan hanya karena membela diri?!"


Yue Jin mengangguk pelan, "menurut-ku, itu wajar-wajar saja, karena bagaimanapun juga, aku hanya membela diri."


"Pengawal! Patahkan tangan dan kakinya. Bila perlu, siksa dia sampai mati!" ujar Hui Feng.


Yue Jin malah tersenyum senang mendengar perkataan Hui Feng, karena sekali lagi, ia bisa melampiaskan kekesalan dan amarahnya pada para pengawal tersebut.


Sementara itu, para pengawal Hui Feng langsung menghampiri Yue Jin dan menyerangnya.


Pada saat yang bersamaan, Yue Jin melompat turun ke lantai dua restoran, karena tidak memungkinkan untuk bertarung di tangga, karena selain sempit pergerakannya juga terbatas.


"Jika itu memang benar, maka aku akan ikut membantu!"


"Aku juga tidak akan diam saja!"


"Yah, mau bagaimana lagi, hadiah adalah sesuatu yang menarik, jadi aku akan ikut membantu."


Karena ucapan Hui Feng, ada banyak spiritualis yang ingin membantu untuk menangkap Yue Jin, namun ada juga spiritualis yang memilih untuk tidak melakukan apapun.


Mereka yang tidak ingin ikut campur, memutuskan untuk pergi dari restoran tersebut, karena tidak seorangpun dari mereka yang ingin terkena dampak dari pertarungan tersebut.


"Wah, sepertinya pertarungan ini akan semakin menarik" ucap Yue Jin.


"Kau benar! Pertarungan ini pasti akan sangat menarik."


"Baiklah, kalau begitu mari kita mulai" sahut Yue Jin, lalu melesat maju dan menyerang salah seorang dari mereka.


Pertarungan-pun terjadi, hanya dalam hitungan detik, restoran yang semula merupakan tempat untuk makan, sekarang sudah berubah menjadi arena pertarungan.


Selain itu, lantai dua restoran yang awalnya tertata dengan rapi dan sangat bersih, sekarang malah hancur porak-poranda akibat dari pertarungan mereka semua.


Woshh!


Dhuaaar!


"Arkhh!"


Suara ledakan terus terdengar dari lantai dua restoran, diikuti oleh suara teriakan dari para spiritualis yang berhasil menerima pukulan ataupun tendangan keras dari Yue Jin.


Namun, Yue Jin juga tidak luput dari serangan para kultivator, bahkan sesekali ia juga dibuat terpental saat terkena serangan yang mereka lancarkan secara bersamaan.


"Sial, andai saja aku bisa menggunakan kekuatanku, mereka semua pasti sudah mati!"


Sejak awal pertarungan, Yue Jin memang tidak menggunakan kekuatan spiritualnya, karena ia tidak ingin identitasnya sebagai spiritualis kegelapan diketahui oleh orang lain.


Meskipun begitu, Yue Jin masih bisa memberikan perlawanan yang cukup untuk membuat mereka kewalahan, padahal ia hanya menggunakan teknik beladiri biasa.


"Berhentilah main-main, habisi dia sekarang juga! Dan kalian tenang saja, karena aku akan bertanggung jawab sepenuhnya."


"Kalau begitu, aku tidak akan segan-segan lagi!"


Salah seorang spiritualis langsung mengeluarkan senjatanya, kemudian mengaliri pedangnya dengan energi spiritual, sehingga membuat pedang itu memancarkan cahaya.


Para spiritualis lainnya juga melakukan hal yang sama, dan tidak tanggung-tanggung, mereka juga melepaskan aura membunuh dari tubuhnya.


"Wah, ini benar-benar menarik" ucap Yue Jin, lalu mengeluarkan dua bilah pedang dari senjatanya.


"Mari lanjutkan!"


Wushh!


Yue Jin melesat dengan kecepatan tinggi seraya melancarkan serangan, para spiritualis itu juga tidak tinggal diam dan membalas serangan Yue Jin.


Disisi lain.


"Sepertinya ada yang bertarung dalam restoran ini."


"Sayang sekali, padahal aku sudah tidak sanggup menahan rasa lapar ini."


"Mari masuk!"


"Apa kau ingin bergabung dalam pertarungan itu?"


"Tujuan utama kita datang ke sini adalah untuk makan, jadi jangan hiraukan yang lain, termasuk pertarungan itu!"


"Cao Ren, apa kau yakin mau makan di restoran ini?"


Pemuda bernama Cao Ren itu hanya mengangguk, lalu masuk ke restoran tanpa menghiraukan keributan yang tengah terjadi di restoran Hui Feng tersebut.


Woshh!


Dhuaaar!


Salah seorang spiritualis terlempar kearah Cao Ren, namun ia berhasil menghindarinya dengan mudah, bahkan ia juga melancarkan serangan pada spiritualis tersebut.


"Dasar pengganggu!"