
Beberapa bulan kemudian.
Kabar mengenai hancurnya salah satu kota yang berada di bawah kekuasaan kekaisaran Xin Dong telah menyebar, bahkan kabar itu telah sampai ke telinga sang kaisar, yakni Chen Xin.
Pada awalnya, Chen Xin sangat tidak tertarik dengan kabar tersebut, bahkan dirinya tidak peduli sedikitpun dengan kota yang telah hancur itu, ataupun para penduduknya.
Tapi, setelah mengetahui penyebabnya, ia-pun langsung memerintahkan bawahannya untuk memeriksanya secara langsung, ia juga menghubungi akademi untuk mendengar semuanya.
Chen Xin sangat marah kala mendengar seratus murid akademi tewas dalam kejadian itu, dan amarahnya semakin memuncak ketika mengetahui sepuluh murid elit juga ikut menjadi korban.
Namun, ia masih dapat memaklumi hal tersebut, karena ia sendiri mengetahui seberapa mengerikannya spiritualis kegelapan itu, dan ia sendiri pernah melawan yang lebih kuat.
Kemudian, untuk mencegah peristiwa kelam terulang kembali, Chen Xin memerintahkan pihak akademi untuk mencari spiritualis tersebut, begitupun dengan beberapa bawahannya.
Sayangnya, setelah melakukan pencarian selama beberapa bulan, mereka tetap tidak berhasil menemukan Yue Jin, bahkan jejaknya seolah menghilang ditelan oleh tanah.
Karena tidak kunjung berhasil, pencarian itupun dihentikan, tapi Chen Xin masih meminta semua bawahannya untuk waspada, serta menangkap semua orang yang mencurigakan.
***
Kota Xin Dong.
Wilayah barat, klan Ling.
"Kakek, aku ingin jalan-jalan keluar kota."
Seorang gadis cantik berusia 19-20 tahun nampak sedang membujuk kakeknya, dia adalah Ling Yue, cucu pemimpin klan Ling yang menguasai wilayah barat kota Xin Dong.
"Tidak masalah, tapi kau harus ditemani oleh para pengawal."
Raut wajah Ling Yue langsung berubah, "kakek, aku bukan anak kecil lagi yang harus dijaga!"
"Kakek tahu itu, tapi ini demi keselamatanmu, cucuku."
"Tidak! Aku hanya ingin pergi sendiri!"
"Yue'er."
"Kalau tidak diizinkan, aku tidak akan bicara lagi dengan kakek!"
Ling Han hanya bisa menghela napas panjang seraya menggeleng pelan, benar-benar tidak menyangka jika cucu kesayangannya itu akan mewarisi sifat keras kepalanya.
Pada akhirnya, Ling Han hanya bisa menyetujui keinginan cucu kesayangannya itu, karena ia tidak ingin cucunya itu marah dan malah tidak mau bicara dengannya.
Meski begitu, Ling Han tetap memerintahkan beberapa pengawal untuk mengikuti cucunya secara diam-diam, karena keselamatan Ling Yue adalah yang terpenting baginya.
"Entah sifat keras kepala siapa yang menurun padanya" gumam Ling Han.
Anggota keluarga Ling yang ada di sana hanya bisa menahan tawa, karena tanpa ia sadari, Ling Han baru saja membicarakan dirinya sendiri.
"Apa?!"
"Bu-bukan apa-apa, patriark."
***
Setelah mendapatkan izin dari kakeknya, Ling Yue langsung pergi menuju ke hutan yang tidak jauh dari kota, karena ia ingin berburu monster spiritual untuk meningkatkan kekuatannya.
Beberapa jam kemudian.
Ketika sampai di hutan, Ling Yue langsung melepaskan kesadaran spiritualnya, dan tidak berselang lama, iapun menemukan seekor monster spiritual yang tidak jauh darinya.
Ling Yue tersenyum senang, lalu menguarkan sebilah pedang dari cincin ruangnya, setelahnya, ia melesat dengan kecepatan tinggi menghampiri monster spiritual tersebut.
Beberapa menit berlalu, Ling Yue akhirnya berhasil menemukan monster spiritual tersebut, dan tanpa basa-basi lagi, ia langsung menyerang monster spiritual yang sedang lengah itu.
Pertarungan itu tidak berlangsung lama, karena selain unggul dalam situasi, Ling Yue juga lebih unggul dalam kekuatan, sehingga sangat mudah baginya untuk membunuh monster spiritual itu.
Setelah mengambil kristal jiwa yang ada di dalam tubuh sang monster, Ling Yue kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke bagian terdalam hutan yang sangat luas tersebut.
"Lumayan, jika terus seperti ini, mungkin aku bisa kembali dalam beberapa hari" gumamnya.
"Untuk saat ini, sebaiknya aku mencari tempat bermalam."
***
Hari-hari terus berganti, Ling Yue yang masih menikmati waktu bebasnya, tanpa sadar terus masuk ke kedalaman hutan, hingga ia sampai di bagian terdalam yang disebut area terlarang.
Alasan kenapa bagian terdalam hutan dinyatakan sebagai area terlarang adalah, karena di sana terdapat monster-monster spiritual yang sangat kuat dan berbahaya.
Selain itu, tidak ada seorangpun yang pernah masuk ke bagian terdalam hutan seorang diri, setidaknya, mereka akan datang secara berkelompok yang terdiri dari lima spiritualis tingkat tinggi.
Sementara Ling Yue, ia malah datang ke sana seorang diri dan tanpa disadari, ia telah menempatkan dirinya dalam bahaya besar yang bisa merenggut nyawanya kapan saja.
Tapi, ia masih beruntung karena ada pengawal yang mengikutinya secara diam-diam, jika tidak, entah apa yang akan menimpa cucu kesayangan pemimpin klan Ling itu.
"Suasana di sini sedikit aneh" gumam Ling Yue sembari mengamati keadaan sekitarnya.
"Nona, berhenti!"
Ling Yue tersentak dan langsung menoleh kearah sumber suara, ia nampak kaget saat melihat lima orang pengawal klan Ling tiba-tiba menghampirinya.
"Apa yang kalian lakukan di sini?!" tanya Ling Yue kesal.
"Nona, justru kami-lah yang seharusnya bertanya, apa yang Nona lakukan di area terlarang ini?"
"Apa!" Ling Yue terkejut mendengar perkataan salah seorang pengawal-nya.
Mereka berlima mengangguk bersamaan, lalu salah seorang dari mereka menjelaskan jika tempat mereka berada saat ini adalah bagian terdalam hutan dan merupakan area terlarang.
"Nona, sebaiknya kita kembali sebelum terlambat!"
"Kau benar! Mari kita kembali sekarang."
Groarrrr!
Tidak berselang lama, dari kejauhan terdengar suara raungan monster spiritual yang sangat keras, kemudian diikuti oleh tekanan aura intimidasi yang sangat luar biasa besar.
"Gawat! Sepertinya keberadaan kita sudah diketahui!"
"Bersiap untuk bertarung!"
Kelima pengawal itu mengeluarkan senjatanya, lalu mengelilingi Ling Yue.
Boom! Boom!
Suara langkah kaki yang sangat berat perlahan mendekati mereka, tanah yang bergetar cukup kuat serta pepohonan yang bergoyang, menandakan bahwa monster itu sangatlah besar.
"Dia datang!"
Beberapa saat kemudian, di depan mereka muncul seekor beruang merah setinggi sepuluh meter, ukuran tubuhnya sangatlah besar, begitupun dengan kekuatan yang ia miliki.
Groarrrr!
Beruang besar itu kembali meraung, kemudian berlari melancarkan serangannya.
"Menghindar!"
Dengan sigap, kelima pengawal itu langsung menghindari serangan beruang itu, salah seorang dari mereka juga berhasil menarik tubuh Ling Yue menjauh dari tempat itu.
Dhuaaar!
Ledakan dahsyat terjadi ketika salah satu tangan beruang itu menghantam tanah, hantamannya yang sangat kuat meninggalkan retakan dan sebuah lubang yang cukup besar.
"Jaga Nona, kami akan menangani monster ini."
Empat pria lainnya melesat mendekati beruang raksasa tersebut, mereka melakukan serangan secara bersamaan, sehingga membuat beruang itu tidak bisa berkutik sedikitpun.
Namun sayangnya, serangan yang mereka lakukan secara bersamaan itu tidak mampu menembus kulit keras beruang, bahkan tidak meninggalkan goresan sedikitpun.
Groarrrr!
Beruang raksasa itu nampak marah, ia mengayunkan tangannya kesamping dan berhasil mengenai salah seorang pengawal, akibatnya, pengawal itu terlempar sejauh puluhan meter dan tubuhnya menabrak sebatang pohon hingga roboh.
"Mati kau, monster sialan!"