
"Sepertinya aku tertidur semalaman" gumam Yue Jin setelah terbangun dari tidurnya.
Karena merasa gerah, Yue Jin memutuskan untuk mandi, namun baru saja hendak menuju ke kamar mandi, ia merasakan keberadaan seseorang mendekati kediamannya.
"Siapa?!" tanya Yue Jin tepat setelah orang itu tiba didepan pintu kamarnya.
"Ini aku" sahut seseorang dari balik pintu, ia tidak lain adalah Ling Yue.
"Ada apa?"
"Kakek memanggilmu."
"Kenapa harus kau? Bukannya kalian punya banyak pelayan?"
Ling Yue terdiam sejenak, "untuk masalah itu, kau bisa tanyakan langsung pada kakekku nanti."
"Baiklah, aku akan ke sana setelah selesai mandi."
Setelah aura keberadaan Ling Yue menjauh dari kediamannya, Yue Jin kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selesai mandi dan berganti pakaian, iapun pergi menuju ke kediaman utama klan Ling untuk menemui Ling Han.
"Bagaimana tidurmu?"
"Nyenyak" jawab Yue Jin singkat.
"Hahahaha! Baguslah, artinya kau nyaman berada di sini."
Yue Jin hanya menanggapi perkataan Ling Han dengan senyuman, karena sejujurnya, ia tidak terlalu nyaman berada di sana, apalagi mereka tidak menyukai spiritualis kegelapan.
Selain itu, Yue Jin memang sulit merasakan kenyamanan saat bersama orang lain. Oleh karena itu, ia lebih suka menyendiri dan hidup bebas tanpa memikirkan orang lain.
"Yue Jin, sebelum kau datang ke sini, kami sudah membicarakan sesuatu mengenai dirimu."
"Benarkah? Memangnya apa yang kalian bicarakan?"
"Setelah membahas dan mempertimbangkan semuanya, kami memutuskan untuk menerima dirimu di sini" jawab Ling Han.
"Maksudmu?"
Ling Han menjelaskan jika dirinya sudah mengetahui beberapa hal mengenai kehidupan Yue Jin, termasuk dirinya yang tidak memiliki siapapun bahkan seorang teman.
Karena itulah, Ling Han memutuskan untuk menerima Yue Jin dan menjadikannya bagian dari keluarga Ling, karena bagaimanapun juga, Yue Jin sudah berjasa besar pada mereka.
"Bagaimana? Apa kau mau?"
"Maaf, aku tidak bisa menerimanya."
"Lancang! Berani sekali kau menolak tawaran patriark tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu!" ujar salah seorang tetua klan.
Yue Jin menoleh pada tetua tersebut, tatapan matanya sangat tajam hingga membuat tetua itu sedikit gemetar, padahal Yue Jin tidak melepaskan aura membunuhnya.
"Aku hanya lebih suka hidup sendiri, dan kalian tidak punya hak untuk mengatur hidupku!"
"Cihh... Dasar sombong! Jika saja tidak ada patriark, mungkin aku sudah menghancurkan mulut sombong-mu itu!"
"Oh, benarkah? Lalu kenapa tidak kau lakukan sekarang saja?"
"Kau..."
"Cukup!" ujar Ling Han menghentikan perdebatan yang mulai memanas itu.
"Yue Jin, tidak masalah jika kau menolak tawaran-ku, tapi apa kau tidak mau mempertimbangkannya terlebih dahulu?"
"Tidak perlu! Dan hari ini aku akan pergi meninggalkan klan Ling, terima kasih karena sudah mengizinkanku menginap di sini."
"Sungguh angkuh!"
"Biarkan saja, mungkin dia sangat percaya dengan kekuatannya itu, sehingga tidak membutuhkan orang lain."
"Tapi seingat-ku, orang-orang seperti itu tidak akan bertahan lama."
Yue Jin hanya menanggapi perkataan mereka dengan senyuman, lalu ia berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan aula tanpa mengatakan apapun lagi.
"Cihh, dasar manusia tidak tahu sopan santun!"
"Apa maksudmu, bocah sialan?!"
"Apa kau mengancam kami?!"
"Tergantung bagaimana kalian menanggapinya" jawab Yue Jin, lalu melanjutkan langkah kakinya.
"Patriark, jangan biarkan bocah kurang ajar itu pergi!"
"Patriark, lakukan sesuatu, atau perintahkan saja para pengawal untuk menangkapnya!"
Ling Han tidak menanggapi perkataan para tetua klan, ia hanya diam dan masih menatap punggung Yue Jin yang semakin jauh dari pandangannya.
"Siapa sebenarnya pemuda itu? Kenapa instingku mengatakan kalau dia adalah orang yang sangat berbahaya?"
Jika itu orang lain, Ling Han mungkin sudah memerintahkan para pengawal untuk menangkapnya, karena telah berani menyinggung bahkan mengancam para tetua klan.
Akan tetapi, saat menatap Yue Jin dan mendengar ancamannya, entah kenapa Ling Han merasakan sesuatu yang aneh, sesuatu yang sudah sangat lama dan tidak pernah ia rasakan lagi.
Sejak dinyatakan sebagai salah satu orang terkuat di kekaisaran Xin Dong, Ling Han tidak pernah merasakan ancaman lagi, karena hanya sedikit orang yang bisa melakukan hal itu.
Namun, saat mendengar perkataan Yue Jin, perasaan yang sudah hilang sejak lama itu malah muncul lagi, seolah-olah Yue Jin adalah musuh yang sangat sulit untuk dihadapi.
"Meski dia masih muda, tapi kita harus tetap berhati-hati padanya."
"Apa maksud Anda, Patriark?"
"Entahlah, tapi ada sesuatu yang aneh dengan pemuda itu."
Semua orang nampak kebingungan dan tidak mengerti dengan perkataan Ling Han. Selain itu, mereka juga belum pernah mendengar perkataan itu keluar dari mulut Ling Han sebelumnya.
Dengan kata lain, Yue Jin adalah sosok yang harus mereka hindari sebisa mungkin. Atau lebih tepatnya, jangan pernah menjadikannya sebagai musuh dan lawan bertarung.
***
Di kota.
Perkataan para tetua masih terukir dengan jelas dalam benak Yue Jin, bahkan sejak meninggalkan klan Ling, hanya perkataan mereka saja yang masih membekas dalam telinganya.
Bersamaan dengan itu, api dendam dalam dirinya juga semakin membara, api itu tidak akan padam sebelum dendamnya terlampiaskan, dan akan terus memaksanya untuk membunuh.
Meski begitu, Yue Jin berusaha keras untuk tidak mengikuti keinginan gila-nya itu, karena jika ia melakukannya, maka identitasnya akan diketahui oleh orang lain.
"Mungkin sebaiknya aku mencari makan" gumamnya seraya mempercepat langkah kaki.
Setelah berjalan cukup jauh, Yue Jin akhirnya menemukan sebuah restoran yang terlihat sangat mewah, dan karena sudah lapar, iapun langsung masuk ke restoran tersebut.
Ketika berada di dalam restoran, Yue Jin tidak langsung mencari meja kosong, tapi langsung naik ke lantai selanjutnya, hingga kemudian berhenti setelah berada di lantai tiga.
"Maaf Tuan. Lantai ini hanya boleh dimasuki oleh para tamu khusus."
"Aku ingin makan di lantai ini!"
"Tidak bisa Tuan, sebaiknya Anda makan di lantai dua, itupun kalau Anda mampu membeli makanannya!"
Yue Jin mengepalkan tinjunya menahan amarah, "Hei, aku hanya ingin makan di sini, jadi jangan halangi aku!"
"Tidak bisa! Aku akan tetap menghalangi-mu, dan aku juga bisa melempar-mu keluar dari sini."
Perdebatan yang terjadi antara Yue Jin dan pelayan restoran menarik perhatian pengunjung di lantai tiga, bahkan mereka mulai mengolok-olok penampilan Yue Jin.
"Hei, pengemis! Jangan halangi jalanku!"
"Pengemis?!" Yue Jin menoleh kearah sumber suara, tatapan matanya sangat tajam.
"Tuan Muda Ming, silahkan, aku sudah menyiapkan tempat khusus untuk Anda" sahut pelayan tersebut.
"Baguslah!" ujar pemuda itu, lalu berjalan melewati Yue Jin, tapi tiba-tiba saja ia menghentikan langkahnya.
"Satu lagi, usir pengemis ini!"
"Baik, Tuan Muda!"
"Hei, apa kau tidak dengar?! Segera pergi dari sini atau aku yang akan menendang mu keluar dari sini."