
Ketika masih berada di puncak kekuatan, Zhao Yujin pernah berhadapan dengan seekor hewan spiritual yang melegenda, yaitu seekor naga hitam yang kekuatannya sangat ditakuti.
Pertarungan antara Zhao Yujin dan naga hitam berlangsung selama beberapa hari, bahkan pertarungan mereka sampai mengguncang seisi benua Heijin dan menimbulkan kehancuran besar.
Kemudian, pertarungan yang sangat panjang itu berakhir dengan kemenangan yang berhasil diraih oleh Zhao Yujin, namun ia juga menderita luka parah karena pertarungan itu.
Dari kemenangannya itu, Zhao Yujin berhasil mendapatkan sebuah kristal yang merupakan jantung naga itu sendiri, namun sayangnya, ia tidak bisa menggunakan kristal tersebut.
Entah apa alasannya, tapi Zhao Yujin tidak pernah berhasil menyerap kekuatan spirit milik naga hitam, padahal ia sangat menginginkan kekuatan tersebut.
Walaupun tidak bisa menggunakan kristal itu, namun Zhao Yujin tidak langsung membuangnya, melainkan tetap menyimpan dan menyelidiki kristal hitam tersebut.
Selama bertahun-tahun mencaritahu tentang kristal itu, Zhao Yujin akhirnya mengetahui jika kristal itu tidak bisa digunakan sesuka hati, melainkan ia akan memilih tuannya sendiri.
Selama orang itu memiliki kemampuan dan diakui oleh naga hitam, maka ia akan mendapatkan kekuatan spirit yang luar biasa dan pastinya, ada hal lain yang bahkan tidak diketahui oleh Zhao Yujin.
Ketika berhadapan dengan naga hitam, Zhao Yujin menyadari jika naga itu bukanlah sekedar hewan legenda saja, tapi ada sesuatu yang tidak ia ketahui sampai kematian menjemputnya.
Setelah bertemu dengan Yue Jin dan mewariskan kekuatan kegelapan padanya, iapun mempercayakan kristal itu pada Yue Jin dan berharap agar Yue Jin bisa mengungkap misteri dibaliknya.
***
"Hah" Yue Jin menghela napas panjang seraya membuka matanya, "yang dikatakan Zhao Yujin memang benar, sangat sulit untuk menyerap energi dalam kristal ini."
Setelah mencoba selama beberapa jam, Yue Jin memutuskan untuk berhenti, karena meditasi yang ia lakukan selama beberapa jam itu tidak membuahkan hasil apapun.
"Sebaiknya aku simpan dulu kristal ini sampai aku menemukan cara untuk menyerap energinya."
Pada awalnya, Yue Jin tidak terlalu menghiraukan perkataan Zhao Yujin, namun setelah mencobanya sendiri, iapun menyadari jika kristal itu memang bukan kristal biasa.
Meski dirinya baru belajar selama tiga bulan, namun sudah banyak hal yang ia pelajari dari Zhao Yujin, salah satunya adalah menyerap energi kegelapan untuk meningkatkan kekuatannya.
Pada awal masa pelatihannya, melakukan hal itu memang sangat sulit baginya, namun setelah memahaminya dengan baik, iapun akhirnya terbiasa dan dapat menyerapnya dengan mudah.
Akan tetapi, energi kegelapan yang ada dalam kristal hitam itu benar-benar berbeda, karena tidak peduli seberapa keras ia mencoba, energi itu tetap tidak bisa diserap sedikitpun.
"Aku harus menemukan caranya sendiri."
Yue Jin bergumam pelan setelah menyimpan kristal hitam itu, lalu setelahnya, ia meninggalkan tempat itu dan memulai perjalanannya di dunia spiritual.
Sebelum benar-benar meninggalkan lembah kematian, Yue Jin memutuskan untuk meningkatkan kemampuan bertarungnya dengan cara melawan hewan-hewan spiritual yang ada di sana.
***
Setelah mengalahkan sang raja kegelapan Zhao Yujin, ketujuh pahlawan kemudian mendirikan akademi untuk mendidik generasi muda agar menjadi spiritualis yang handal.
Akademi Chen Xin, adalah salah satu akademi yang didirikan oleh ketujuh pahlawan dan sesuai dengan namanya, akademi satu ini dipimpin oleh salah seorang pahlawan bernama Chen Xin.
Chen Xin sendiri adalah pria dengan ambisi yang sangat besar, bahkan ia tidak segan-segan untuk menentang teman-temannya demi mencapai ambisinya tersebut.
Selain itu, Chen Xin juga merupakan pria yang haus akan kekuasaan dan terbukti, setelah mendirikan akademi, ia langsung memimpin pasukan besar untuk menggulingkan kaisar dari takhtanya.
Setelah berhasil menggulingkan kaisar sebelumnya, ia kemudian menobatkan dirinya sendiri sebagai kaisar yang baru, dan jika ada yang menentang, ia tidak segan-segan untuk membunuhnya.
Tidak hanya Chen Xin, enam pahlawan lainnya juga dinobatkan sebagai kaisar, hanya saja, mereka tidak menggunakan kekerasan seperti yang dilakukan oleh Chen Xin dan pasukannya.
***
Salah satu kota di kekaisaran Xin Dong.
"Apa kau sudah mendengar kabarnya?"
"Iya! Dan aku rasa semua orang juga sudah mendengar kabar itu."
"Kau benar! Dan sepertinya kita tidak akan pernah bisa hidup dalam ketenangan."
"Permisi, boleh aku bergabung dengan kalian?"
Kedua pemuda yang tengah mengobrol itu langsung menoleh, mereka nampak tidak senang dengan kedatangan Yue Jin yang tiba-tiba saja menghampiri mereka berdua.
"Sebagai gantinya, aku akan mentraktir kalian makan sepuasnya, bagaimana?"
Kedua pemuda itu saling berpandangan, lalu tertawa lepas dan langsung mempersilahkan Yue Jin untuk duduk di meja yang sama dengan mereka.
"Terima kasih" ucap Yue Jin, kemudian memesan makanan dan minuman.
Sembari menunggu pesanannya datang, Yue Jin menanyakan tentang obrolan mereka sebelumnya, yaitu mengenai kabar yang sedang beredar di kota tersebut.
Karena sudah di traktir, kedua pemuda itupun dengan senang hati menceritakan semuanya dan dari cerita mereka, Yue Jin mengetahui jika pembunuhan dirinya sedang diincar oleh akademi Chen Xin.
"Kami tidak tahu apa tujuan orang itu, tapi yang jelas, dia sudah salah memilih sasaran."
"Maksud kalian?" tanya Yue Jin yang terlihat bingung.
Pemuda yang duduk di samping Yue Jin menghela napas, kemudian ia menjelaskan tentang kekuatan yang dimiliki oleh ketujuh akademi pahlawan, khususnya akademi Chen Xin.
Dari penjelasannya itu jugalah, Yue Jin akhirnya mengetahui jika kekuatannya sekarang bukanlah apa-apa dibandingkan akademi Chen Xin, terutama dalam hal jumlah pasukan.
Tujuh akademi pahlawan adalah akademi yang sangat besar, bahkan tempat itu lebih cocok dikatakan sebagai sebuah kota karena luasnya wilayah tempat akademi itu berdiri.
Selain itu, akademi Chen Xin memiliki ribuan murid dan seribu diantaranya adalah murid elit, dan dikatakan bahwa seribu murid elit itu mampu meratakan satu kekaisaran.
Dengan kata lain, Yue Jin yang sekarang tidak akan bisa menyentuh akademi Chen Xin ataupun akademi lainnya, karena kekuatannya masih sangat jauh dibandingkan kekuatan mereka.
Jika dirinya ingin membinasakan ke-tujuh akademi beserta tujuh pahlawan, maka ia harus membangun pasukannya sendiri, namun hal itu akan membutuhkan waktu yang panjang.
Lalu, ketika dirinya berhasil membangun pasukan itu, kekuatan dari setiap akademi pahlawan pastinya akan meningkat lagi, dan pada akhirnya, usaha yang ia lakukan akan tetap sia-sia.
"Sepertinya perjalananku masih sangat panjang, dan butuh waktu yang lama untuk bisa menghancurkan mereka semua."
"Ah, sial! Apa ini dampak dari jiwa Zhao Yujin yang aku serap?"
Awalnya, Yue Jin memang memiliki dendam dengan murid akademi, namun itu hanya dengan murid yang mengusiknya beberapa bulan lalu, dan bukannya menghancurkan akademi.
Tapi, setelah menyerap jiwa dan kekuatan kegelapan milik Zhao Yujin, entah kenapa dirinya sangat ingin menghancurkan ketujuh akademi dan juga tujuh pahlawan.
"Zhao Yujin, jika memang memungkinkan, aku pasti akan meneruskan ambisi-mu, tapi jika tidak, aku akan mundur."