
Perbuatan Cao Ren membuat pertarungan terhenti sejenak, beberapa orang spiritualis juga menghampirinya, karena berpikir jika Cao Ren adalah komplotan Yue Jin.
"Kalian mau apa?!"
"Memangnya apa lagi, tentu saja membunuhmu, sialan!" ujar pria tersebut, lalu menyerang Cao Ren bersama spiritualis lainnya.
"Hei, apa yang kalian lakukan pada teman kami?!"
Ketika melihat Cao Ren dikeroyok, kedua temannya yang baru saja naik ke lantai dua, langsung turun tangan untuk membantunya, sehingga membuat keadaan semakin kacau.
Ditempat lain.
Yue Jin merasa cukup terbantu dengan kemunculan Cao Ren dan kedua temannya, karena berkat mereka bertiga, ia tidak perlu mengeluarkan kekuatan kegelapannya.
Selain itu, Yue Jin juga merasakan sesuatu yang aneh dari ketiga pemuda tersebut, karena kekuatan kegelapan dalam dirinya tiba-tiba bergejolak saat melihat mereka bertiga.
Akan tetapi, ia tidak terlalu menghiraukan perasaan aneh tersebut, karena ia masih ingin melampiaskan rasa kesal dalam dirinya pada mereka semuanya.
Slash!
Salah seorang spiritualis menebaskan pedangnya, namun Yue Jin berhasil menghindar dengan menghindar kesamping, lalu berputar dan melayangkan tendangan.
Wushh!
Braakkk!
Tendangan Yue Jin mendarat tepat di perut pria tersebut. Dengan kekuatan besar yang digunakan Yue Jin, pria itu berhasil dibuat terlempar hingga menabrak dinding restoran.
"Si-sial!"
Slash!
Sebelum pria itu sempat bereaksi, Yue Jin tiba-tiba muncul didepannya dan seketika itu juga, Yue Jin menebas leher pria itu hingga putus.
"Satu selesai!" ujarnya, lalu melesat kearah pria lainnya.
Beberapa menit kemudian.
"Masih ada lagi yang ingin maju?!" tanya Yue Jin menantang semua orang yang ada di sana.
Mereka semua diam dan tidak ada yang berani mengeluarkan suara, karena tidak ada seorangpun yang ingin menghadapi Yue Jin, apalagi setelah melihat bagaimana ia membunuh lawannya.
"Kalau tidak ada, aku ingin makan sekarang!"
"Apa kau pikir kau bisa makan setelah membuat restoran-ku menjadi kacau?!"
"Itu bukan urusanku, karena sejak awal, tujuanku datang ke sini hanya untuk makan" sahut Yue Jin.
"Jangan harap!"
Yue Jin yang hendak naik ke lantai tiga langsung menghentikan langkahnya, kemudian ia mengarahkan tatapan tajam pada Hui Feng yang masih menghalangi jalannya.
"Minggir atau kau akan bernasib sama seperti mereka."
"Cihh... Kau tidak akan bisa melakukan apapun padaku!"
"Hah, dasar keras kepala." ucap Yue Jin, lalu melesat kearah Hui Feng.
Sesaat kemudian, ia sudah berada tepat di hadapan Hui Feng, lalu ia menarik pergelangan tangan Hui Feng dan mematahkan lengannya dengan santai dan tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Arkhh!" Hui Feng menjerit kesakitan, namun tidak ada seorangpun yang peduli dengannya.
"Siapkan makanan untukku atau kau akan mati karena tersiksa!"
"Ba-baik."
"Bagus dan jangan terlalu lama, karena aku sudah sangat lapar" ucapannya, lalu melanjutkan langkahnya menuju lantai tiga restoran tersebut.
"Kita juga naik ke atas" ucap Cao Ren setelan Yue Jin meninggalkan lantai dua restoran.
"Tunggu."
"Ada apa?"
"Aku merasakan sesuatu yang aneh pada diri pemuda itu" jawab Bai Qi.
"Maksudmu?"
"Aku tidak tahu apakah ini nyata atau hanya sekedar firasat saja, tapi aku bisa merasakan kegelapan dalam diri pemuda itu."
"Jika itu memang benar, maka kita harus menyelidikinya" sahut Cao Ren.
Kedua temannya hanya mengangguk tanda setuju, kemudian mereka bertiga naik ke lantai tiga dan duduk tidak jauh dari meja Yue Jin.
Lantai tiga restoran.
Karena masih penasaran, Cao Ren kemudian mencoba menyelidiki Yue Jin menggunakan energi spiritualnya, tapi ia masih berhati-hati karena takut diketahui oleh Yue Jin.
"Aneh, kenapa aku tidak merasakan apapun di tubuhnya?"
Setelah beberapa saat berlalu, Cao Ren tetap tidak menemukan apapun di tubuh Yue Jin, jangankan energi kegelapan, bahkan ia tidak merasakan adanya kekuatan kegelapan dalam diri Yue Jin.
"Bukankah tidak sopan menyelidiki orang lain secara diam-diam?" Yue Jin berbicara melalui telepati.
Cao Ren dan kedua temannya tersentak kaget, karena mereka bisa mendengar perkataan Yue Jin di kepalanya secara bersamaan, terlebih lagi, mereka tahu jika hal itu mustahil dilakukan.
"*Tidak usah heran seperti itu."
"Ba-bagaimana kau bisa melakukannya*?" tanya Lu Yan.
"Mungkin karena kita memiliki kekuatan yang sama" jawab Yue Jin.
Merek bertiga kembali tersentak kaget mendengar jawaban Yue Jin, bahkan tidak menyangka jika Yue Jin benar-benar seorang spiritualis kegelapan seperti mereka.
"Sungguh tidak nyaman bicara melalui telepati, bagaimana kalau kalian bergabung saja denganku?"
Ketiganya hanya mengangguk tanda setuju, lalu mereka berpindah ke meja yang sama dengan Yue Jin.
"Namaku Bai Qi, siapa namamu, teman?"
"Yue Jin."
"Aku Lu Yan."
"Dan aku Cao Ren."
Setelah saling memperkenalkan diri, Cao Ren kemudian memberikan penawaran pada Yue Jin untuk bergabung dengan mereka, dan ia juga menjelaskan tujuannya pada Yue Jin.
Mereka bertiga memiliki tujuan yang hampir sama dengan Yue Jin, yaitu ingin menghancurkan kekuasaan para pahlawan, karena sudah tidak tahan dengan perlakuan kejam para pahlawan.
Namun, yang membuat tujuan mereka sedikit berbeda adalah, Cao Ren dan teman-temannya ingin membuat dunia kembali damai, sedangkan Yue Jin ingin menguasai dunia itu.
Singkatnya, Cao Ren dan kedua temannya ingin menjadi pahlawan baru yang akan menyelamatkan dunia itu, sementara Yue Jin, ia ingin menjadi villain terkuat yang menguasai dunia.
"Bagaimana, apa kau tertarik?"
Yue Jin terkekeh pelan, "aku terkesan dengan tujuan kalian, tapi bagaimana kalau tawarannya sedikit diubah?"
"Maksudmu?"
Setelah itu, Yue Jin menjelaskan tujuannya pada mereka bertiga, lalu ia juga menjelaskan tentang penawaran yang ia maksud, yaitu menjadikan mereka bawahannya.
"Apa kau sudah gila?!"
"Hahahaha, kau benar! Aku memang sudah gila!"
"Tidak! Kami tidak mungkin mau bergabung denganmu, apalagi menjadi bawahanmu" sahut Cao Ren.
Raut wajah Yue Jin langsung berubah, "kalau begitu, aku terpaksa membunuh kalian bertiga."
"Tu-tunggu! Kau terlalu tergesa-gesa, teman. Bagaimana kalau kita rubah sedikit lagi penawarannya?"
"Coba jelaskan."
Tubuh Bai Qi tiba-tiba bergetar saat melihat tatapan tajam Yue Jin, namun ia berusaha untuk tetap terlihat tenang dan menjelaskan penawarannya pada Yue Jin, juga kedua temannya.
Bai Qi menawarkan sebuah pertarungan pada Yue Jin, dan dalam pertarungan itu nanti, mereka dilarang untuk saling membunuh, karena bagaimanapun juga, mereka masih saling membutuhkan.
"Maaf, sepertinya ada kesalahpahaman di sini. Aku tidak membutuhkan kalian dan justru kalianlah yang membutuhkan-ku!"
"Baiklah, maafkan aku, tapi bisakah kau mendengarkan penjelasan-ku sampai selesai?"
"Tentu."
Bai Qi mengangguk, lalu meneruskan penjelasannya, "dalam pertarungan itu nanti, siapapun yang kalah harus mengikuti yang menang dan harus bersumpah setia padanya. Bagaimana? Apa kalian setuju?"