
Beberapa hari kembali berlalu, keempat pengawal itu akhirnya sembuh sepenuhnya dan saat ini, mereka sedang dalam perjalanan untuk kembali ke ibukota kekaisaran Xin Dong.
Selama dalam perjalanan, kelima pengawal itu mencoba untuk menjalin hubungan baik dengan Yue Jin, karena mereka tahu jika Yue Jin adalah spiritualis yang hebat.
"Tuan muda, bolehkah kami menjadi temanmu?"
Yue Jin tersentak dan langsung menghentikan langkahnya, di wajahnya tergambar ekspresi yang sulit untuk dijelaskan, sehingga membuat para pengawal itu merasa bersalah.
"Tuan muda, maafkan aku, aku tidak bermaksud menyinggung-mu."
"Tidak perlu minta maaf, dan aku tidak merasa tersinggung oleh ucapan-mu" sahut Yue Jin.
"Lalu, kenapa Tuan muda terlihat tidak nyaman dengan pertanyaan sederhana itu?"
Bagi orang lain, pertanyaan seperti itu mungkin hanya pertanyaan biasa, tapi tidak bagi Yue Jin, karena selama hidupnya, ia belum pernah memiliki seorangpun teman.
Jadi, saat salah seorang dari mereka mengajukan pertanyaan tersebut, ia menjadi bingung dan tidak tahu harus berkata apa, karena belum pernah menjalin pertemanan sebelumnya.
"Sejujurnya, aku tidak pernah menjalin hubungan pertemanan sebelumnya" sahut Yue Jin.
Baik Ling Yue ataupun kelima pengawalnya nampak terkejut mendengar perkataan Yue Jin, dan mereka akhirnya mengerti kenapa ekspresi Yue Jin sangat sulit diartikan.
"Kalau begitu, bagaimana jika kami menjadi teman pertama-mu?"
Yue Jin kembali terdiam selama beberapa saat, lalu tersenyum seraya mengangguk pelan. Tapi lagi-lagi, senyuman yang ia tunjukkan itu hanyalah senyuman palsu yang dipaksakan.
Meskipun begitu, senyumannya itu berhasil membuat kelima pengawal itu senang, karena selain memiliki teman yang kuat, mereka juga menjadi teman pertama Yue Jin.
"Aku juga ingin menjadi temanmu, apakah boleh?" tanya Ling Yue.
"Tentu" jawab Yue Jin singkat.
***
Klan Ling.
Karena Yue Jin tidak memiliki tempat tujuan yang pasti, kelima pengawal itupun mengajaknya untuk datang ke klan mereka, agar mereka bisa lebih dekat dengannya.
Setibanya di klan, kelima pengawal itu langsung menjelaskan semuanya pada Ling Han, dan tidak lupa, mereka juga memperkenalkan Yue Jin yang telah menyelamatkan nyawa mereka.
"Anak muda, siapa namamu?" tanya Ling Han seraya melepaskan tekanan intimidasi.
Walaupun sudah mendengar namanya dari para pengawal yang menjaga cucunya, namun Ling Han tetap mengajukan pertanyaan itu secara langsung pada Yue Jin.
Ia juga melepaskan aura kekuatannya untuk mengintimidasi Yue Jin, ia sengaja melakukannya untuk menunjukkan kekuatannya, dan agar Yue Jin tidak macam-macam dengan klannya.
Akan tetapi, saat semua orang merasakan tekanan ditubuhnya, Yue Jin malah nampak biasa saja, seakan-akan tekanan aura intimidasi itu bukanlah apa-apa baginya.
"Namaku Yue Jin, patriark!"
"Yue Jin, kau berhasil membuatku kagum dengan kekuatanmu, tapi sampai aku penasaran, sampai sejauh mana kau bisa bertahan?"
Yue Jin tersenyum, "kalau begitu, Anda tidak perlu sungkan lagi, patriark" jawabnya dengan santai.
"Hahahaha, baiklah! Aku tidak akan sungkan lagi!"
Ling Han kemudian melepaskan aura kekuatan yang jauh lebih besar lagi, dan seketika itu juga, seisi ruangan dipenuhi oleh tekanan intimidasi hingga membuat tempat itu bergetar.
Semua orang di dalam ruangan berusaha keras untuk menahan tekanan tersebut dengan mengedarkan energi spiritualnya, sementara Yue Jin masih tetap tenang ditempatnya.
Beberapa saat berlalu, Yue Jin tiba-tiba saja muntah darah dan seketika itu juga, Ling Han langsung menarik kembali aura kekuatan yang sebelumnya ia lepaskan.
"Hahahaha! Ternyata hanya itu saja batasan-mu, anak muda!"
"Tapi kau tetap membuatku kagum, karena sudah bisa bertahan selama beberapa saat."
Yue Jin masih terdiam tanpa mengatakan apapun, kemudian menunjukkan senyuman palsunya pada Ling Han, lalu setelah itu, ia menghapus jejak darah yang mengalir di dagunya.
Jika ingin, Yue Jin bisa saja melepaskan aura kekuatannya dan pastinya, aura itu akan melenyapkan aura kekuatan milik Ling Han, namun jika ia melakukan itu, maka identitasnya akan terbuka.
Sedangkan luka dalam yang ia alami itu hanyalah kepura-puraan, begitu juga dengan darah yang ia muntahkan, semua itu hanya sandiwara agar Ling Han percaya padanya.
"Terima kasih atas pujiannya, patriark."
Setelah itu, Ling Han meminta beberapa pelayan untuk mengantar Yue Jin ke kediaman tamu, ia juga meminta mereka untuk melayani Yue Jin dengan baik dan sepenuh hati.
***
"Bersandiwara adalah pekerjaan yang sangat merepotkan" gumam Yue Jin sembari merebahkan tubuhnya ditempat tidur.
Entah karena mengantuk atau memang sudah terlalu lelah, Yue Jin langsung tertidur lelap setelah beberapa saat berbaring di tempat tidur yang cukup nyaman tersebut.
Alam bawah sadar Yue Jin.
Yue Jin tersentak dan langsung membuka mata saat merasakan hembusan angin menerpa wajahnya, ia nampak kaget ketika melihat hamparan padang rumput yang sangat luas didepannya.
"Dimana ini?"
Dhuaaar!
Langit biru yang membentang luas di atas Yue Jin tiba-tiba saja diselimuti oleh awan gelap, lalu diikuti oleh suara gemuruh serta petir yang terus menyambar ke daratan.
Hanya dalam sekejap, tempat yang semula terlihat indah dan menenangkan itu, langsung berubah menjadi menyeramkan, namun anehnya, Yue Jin malah menikmati suasana itu.
"Apa kau tidak takut?"
Yue Jin tersentak dan langsung menoleh kearah sumber suara, ia cukup kaget saat melihat Zhao Yujin yang sudah berdiri tepat disampingnya.
"Kau... kenapa kau bisa ada di sini?"
"Apa kau lupa kalau kekuatan di dalam dirimu itu berasal dari diriku?"
"Tentu saja tidak, aku hanya penasaran kenapa kau bisa muncul, padahal waktu itu kau berkata jika dirimu tidak akan muncul lagi," jawab Yue Jin.
"Aku memang tidak bisa muncul seperti sebelumnya, tapi aku masih bisa muncul di alam bawah sadar-mu."
"Jadi dunia ini dunia mimpi?"
"Anggap saja begitu" sahut Zhao Yujin.
Yue Jin mengangguk pelan, "lalu kenapa kau muncul di sini?"
"Aku hanya ingin mengingatkan-mu."
"Tentang?"
"Yue Jin, kekuatan kegelapan dalam dirimu sangatlah besar, bahkan jauh lebih besar dari kekuatanku saat seusiamu dahulu."
"Yang ingin aku katakan adalah, jangan sampai kekuatan itu mengendalikan dirimu. Bagaimanapun caranya, kau harus bisa mengontrolnya."
"Hahahaha!" Yue Jin tiba-tiba saja tertawa setelah mendengar perkataan Zhao Yujin.
"Jadi kau menasehati diriku?"
"Anggap saja begitu" jawab Zhao Yujin.
Yue Jin menghela napas panjang, kemudian maju beberapa langkah ke depan sembari menatap langit yang ditutupi oleh awan gelap.
"Sudah berkali-kali aku katakan padamu, aku bukan dirimu" ucap Yue Jin.
"Aku tahu itu, tapi..."
"Kau tenang saja, karena sejak aku dilahirkan, aku sudah ditakdirkan untuk menjadi jahat. Jadi, kekuatan ini tidak akan pernah bisa mengendalikan diriku."
"Hahahaha, aku suka dengan rasa percaya dirimu itu" sahut Zhao Yujin.
"Lalu, apa langkahmu selanjutnya?"
"Entahlah, yang jelas aku akan selalu melangkah sesuai dengan keinginan hatiku."
"Bagaimana jika ada yang menghalangi?"
"Akan aku musnahkan semuanya!"