
Setelah mengobrol cukup lama, raja kota kemudian mengutarakan tujuannya yang sebenarnya, yaitu ingin meminta bantuan berupa perlindungan dari murid-murid akademi Chen Xin.
Ketika mendengar permintaan raja kota, para murid itu nampak tidak senang, karena merasa telah ditipu oleh raja kota, dan hal itu sangat pantang bagi akademi Chen Xin.
Akan tetapi, setelah mendengar upah yang ditawarkan oleh raja kota, para murid itu-pun langsung menyetujuinya, apalagi upah yang akan mereka terima sangatlah besar.
Dalam penawarannya, raja kota menawarkan lima ratus keping koin emas perorang, dan jika mereka berhasil menemukan pembunuh, upah mereka akan ditambah lagi.
"Anda tenang saja, kami berlima akan menangkap orang yang telah mengacau di kota Anda."
"Hahaha, itulah yang aku harapkan dari murid akademi Chen Xin" sahut raja kota.
Setelah itu, raja kota meminta para pelayannya untuk mengantar mereka ke kamar khusus yang telah ia siapkan, ia juga meminta para pelayan untuk melayani mereka dengan baik.
Disisi lain.
"Tuan muda, Anda mau kemana?"
Yue Jin menghentikan langkahnya, "aku ingin menyapa tamu agung kita" ucapnya, lalu melanjutkan langkah kakinya.
"Tamu agung? Jangan-jangan!"
Qing Fei nampak khawatir setelah mengetahui siapa tamu agung yang dimaksud oleh Yue Jin, namun saat ia hendak menghentikannya, Yue Jin sudah lenyap dari pandangan.
"Ini gawat! Aku harus menghentikan Tuan muda sekarang juga!"
"Tapi bagaimana caranya?"
"Hah" Qing Fei menghela napas panjang seraya menggeleng pelan, ia benar-benar tidak bisa membayangkan akan seperti apa kekacauan yang disebabkan oleh tuan mudanya itu.
"Sudahlah, tidak ada gunanya memikirkan semua ini."
***
Sementara Qing Fei tengah pusing memikirkan bencana yang mungkin akan datang, Yue Jin malah dengan santainya melangkahkan kaki menuju ke istana kota kerajaan.
Langkahnya begitu santai seperti seseorang yang tengah menikmati indahnya hari, wajahnya juga terlihat cerah seperti seseorang yang sedang merasa bahagia.
Siapapun yang melihatnya, mereka pasti akan berpikir jika Yue Jin telah ditimpa oleh keberuntungan besar, karena ia terlihat seperti orang yang tidak memiliki beban apapun.
Akan tetapi, tidak seorangpun yang menyadari jika di bawah langkah kakinya, tepatnya pada bayangan dirinya yang mengikutinya, terdapat kengerian yang begitu luas biasa pula.
"Berhenti di sana!" ujar prajurit penjaga gerbang istana.
Seusai perintah, Yue Jin langsung menghentikan langkah kakinya, lalu menunjukkan senyuman terbaiknya pada para prajurit penjaga gerbang istana.
"Siapa kau?! Ada urusan apa datang ke istana kerajaan?!"
Yue Jin kembali menunjukkan senyuman ramah, "namaku Yue Jin, aku adalah utusan dari akademi Chen Xin" jawabnya.
Para prajurit itu nampak bingung, karena mereka tidak menerima laporan apapun mengenai kedatangan utusan akademi Chen Xin, kecuali murid-murid yang sudah berada di istana.
"Tunjukkan buktinya!" ujar salah seorang prajurit.
Yue Jin mengangguk, lalu mengeluarkan sebuah lencana dari cincin penyimpanan yang diberikan oleh Qing Fei sebelumnya. Kemudian, ia menunjukkan lencana itu pada para prajurit.
"Aku berbeda dengan murid-murid sebelumnya, karena aku diutus secara langsung oleh guru Ming untuk menyampaikan pesan pada mereka."
"Jika kalian masih ragu, di belakang lencana itu ada nama guruku, yaitu Ao Ming."
Ketika mendengar Yue Jin menyebut nama Ao Ming, para prajurit yang awalnya merasa curiga, langsung percaya bahwa Yue Jin adalah utusan akademi Chen Xin.
Selain itu, mereka juga sudah membuktikan perkataan Yue Jin, karena di bagian belakang lencana itu memang terukir nama Ao Ming, yang artinya Yue Jin adalah muridnya.
Dalam setiap akademi, selain adanya tingkatan, ada satu hal lagi yang membedakan status para murid, yaitu lencana atau tanda pengenal yang mereka miliki.
Lencana umum biasanya terbuat dari perak dan semua murid memiliki lencana itu, sementara lencana khusus terbuat dari giok dan ada nama guru di bagian belakang lencana itu.
Sedangkan lencana milik oleh Yue Jin adalah lencana giok, ia mendapatkannya setelah membunuh salah seorang murid akademi Chen Xin, yang kebetulan murid khusus Ao Ming.
"Bagaimana? Apa sekarang kalian percaya padaku?" tanya Yue Jin.
Para prajurit itu langsung mengangguk, kemudian membiarkannya masuk ke istana kerajaan.
"Terima kasih" ucap Yue Jin, lalu melanjutkan langkah kakinya memasuki gerbang istana kerajaan.
Setelah memasuki istana, Yue Jin kemudian memperkenalkan dan menjelaskan siapa dirinya, ia juga menunjukkan bukti yang membenarkan perkataannya itu.
Dengan bukti yang begitu nyata, tidak ada seorangpun yang berani meragukan Yue Jin, bahkan raja kota langsung menyambutnya dengan tangan terbuka tanpa adanya rasa curiga sedikitpun.
"Jadi, apa yang ingin kau sampaikan pada kami?" tanya raja kota.
"Maaf yang mulia, pesan ini khusus untuk mereka dan tidak ada yang boleh mendengarnya selain mereka" jawab Yue Jin.
"Tapi aku sangat penasaran."
Yue Jin mengangguk pelan, "aku paham bagaimana rasa penasaran Anda itu, tapi ini sangat rahasia."
"Kau tenang saja, hanya aku yang akan mendengarnya dan aku akan membayarnya."
"Setelah aku menyampaikan pesan pada mereka, aku akan menjawab rasa penasaran Anda itu" sahut Yue Jin.
Uang adalah sesuatu yang sangat diinginkan, dibutuhkan dan diperlukan oleh siapapun, termasuk Yue Jin. Apalagi bisa mendapatkannya secara gratis tanpa harus melakukan apapun.
"Hahaha! Aku akan selalu menunggunya."
"Lumayan, setidaknya aku tidak perlu memikirkan uang untuk beberapa waktu ke depan."
Sama dengan para murid sebelumnya, raja kota juga meminta pelayan untuk mengantar Yue Jin ke kamar khusus, juga meminta mereka untuk melayaninya dengan baik.
"Dimana kamar mereka?" tanya Yue Jin.
"Di sebelah sana, Tuan."
"Baiklah, kau boleh pergi sekarang."
Pelayan itu hanya mengangguk dan langsung pergi meninggalkan Yue Jin sendirian.
Setelah pelayan istana itu tidak terlihat lagi di matanya, Yue Jin kemudian menghampiri kamar salah seorang murid akademi.
"Siapa?!" tanya seseorang dari dalam kamar.
"Utusan guru Ming" jawab Yue Jin.
Suasana menjadi hening selama beberapa saat, tidak lama kemudian, pintu kamar itupun terbuka.
"Siapa kau? Aku tidak pernah melihatmu di akademi sebelumnya."
"Namaku Yue Jin, aku adalah murid khusus guru Ming" jawab Yue Jin, lalu menunjukkan lencana sebelumnya.
"Masuklah, kita bicara di dalam" sahut murid tersebut, namun hanya ditanggapi dengan anggukan oleh Yue Jin.
Setelah berada di dalam kamar, Yue Jin langsung mengeluarkan pedangnya dan tanpa basa-basi, ia langsung menyerang murid akademi Chen Xin tersebut.
Namun sayangnya, murid itu berhasil menyadari niat membunuh yang terpancar dari tubuh Yue Jin, sehingga ia dapat menghindari serangan mendadak yang dilancarkan oleh Yue Jin.
"Siapa kau sebenarnya?!"
"Orang yang akan membunuhmu!" ujar Yue Jin, lalu melanjutkan serangannya.