The God Of Darkness

The God Of Darkness
Chap 16. Aku, iblis?



Sebagai prajurit yang ditugaskan secara khusus untuk menjaga keamanan raja, para pengawal itu tentunya memiliki kekuatan yang besar dan tidak bisa diremehkan.


Dan terbukti, walaupun Yue Jin terus melancarkan serangan tanpa henti, namun mereka selalu berhasil memblokir serangannya, sehingga tidak bisa mencapai raja kota.


Selain itu, para prajurit kerajaan juga mulai berdatangan, yang membuat Yue Jin semakin sulit untuk mendekati raja kota, karena ia harus menghadapi para prajuritnya terlebih dahulu.


"Sepertinya mereka belum muncul, apa jangan-jangan mereka sengaja bersembunyi dan akan muncul saat aku kehabisan tenaga?"


Selain raja kota, para murid akademi Chen Xin adalah target utama yang harus dilenyapkan oleh Yue Jin. Namun sampai saat ini, para murid itu belum juga menampakkan dirinya.


"Jangan lengah! Dia bisa muncul dimanapun!"


Ditengah lautan prajurit yang mengepungnya, Yue Jin kembali lenyap ditelan oleh kegelapan, bahkan keberadaannya benar-benar lenyap dan tidak bisa dirasakan.


"Dimana dia?!"


Slash!


Slash!


"Arkhh!"


Suara tebasan serta teriakan menggema kemana-mana, namun anehnya, tidak ada seorangpun yang melihat darimana datangnya serangan yang dilakukan oleh Yue Jin tersebut.


Para prajurit nampak ketakutan ketika melihat satu-persatu temannya mati. Dan yang menjadi masalahnya adalah, musuh yang membunuh teman mereka itu tidak terlihat oleh mata.


Disisi lain.


Yue Jin terus bergerak dari satu bayangan ke bayangan lainnya, dengan kemampuannya itu, ia tidak hanya tidak terlihat dan terdeteksi, tapi juga bisa membunuh dengan bebas.


Hanya dalam hitungan detik, puluhan nyawa prajurit sudah melayang ditangannya, dan jumlah mereka yang mati terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu.


Woshh!


Dhuaaar!


Energi pedang yang cukup besar melesat dengan kecepatan tinggi kearah salah seorang prajurit, dan kebetulan, Yue Jin sedang bersembunyi dibalik bayangan prajurit tersebut.


Akan tetapi, sesaat sebelum mengenai dirinya, Yue Jin sudah lebih dulu menghindar dari sana, sehingga serangan itu tidak mengenainya sedikitpun juga.


"Apa yang kalian lakukan?!" tanya raja kota.


"Mencegah semua prajurit-mu mati" sahut murid akademi yang sebelumnya melancarkan serangan.


"Semuanya, dengarkan aku! Dia bersembunyi dibalik bayangan kalian!" ujar murid lainnya.


"Hahahaha, aku tidak menyangka jika kalian bisa menemukan keberadaan-ku" ucap Yue Jin, ia muncul dari bayangan salah seorang prajurit yang telah mati.


"Cihh! Trik murahan seperti itu tidak akan bisa menipu mata kami!"


"Ucapan-mu sangat kasar, apa kau tidak sadar jika ucapan-mu itu sudah menyakiti hatiku?"


"Kalian para spiritualis kegelapan sama saja seperti iblis dan seingat-ku, iblis tidak punya hati."


"Hahahaha!" Tawa mengerikan keluar dari mulut Yue Jin, suaranya sampai menggema di alun-alun kota.


"Ya, kau benar! Iblis memang tidak memiliki hati, karena itulah, mereka bisa membunuh musuhnya tanpa rasa kasihan sedikitpun."


"Dan ya! Aku adalah iblis yang akan menyelimuti dunia ini dalam kengerian!"


Detik berikutnya, tubuh Yue Jin diselimuti oleh aura berwarna hitam pekat, bersamaan dengan itu, dari tubuhnya juga terpancar aura yang sangat mengerikan.


Kengerian yang muncul dari aura itu seakan membuat seluruh kota diselimuti kegelapan, bahkan kengerian itu dapat dirasakan oleh semua orang yang ada di penjuru kota.


"Ke-kekuatan macam apa ini?"


"Sekarang, mari kita mulai pestanya!" ucap Yue Jin dengan tatapan mata yang tajam.


"Semuanya, waspada! Dia bisa..."


Sebelum sempat menyelesaikan ucapannya, Yue Jin sudah lebih dulu muncul di hadapannya, dan sebelumnya sempat bereaksi, kepalanya sudah lebih dulu dipenggal oleh Yue Jin.


"Di-dia cepat!"


"A-apa..."


Lagi-lagi, Yue Jin tidak memberikan kesempatan pada lawannya untuk menyelesaikan ucapannya, dan hanya dalam sekejap, dua murid akademi Chen Xin sudah lenyap di tangannya.


"Menghindar!"


Dua murid yang tersisa langsung menjauh dari tempat tersebut, kemudian bergabung dalam barisan pasukan kerajaan.


"Apapun yang terjadi, kita harus membunuhnya!"


"Panggil semua prajurit, jangan biarkan iblis ini mengacau di kota kita!" ujar raja kota.


"Ya! Panggil saja semuanya, agar aku bisa memusnahkan kalian sekaligus!"


Yue Jin mengalirkan energi spiritual ke dalam pedangnya, sehingga membuat kedua pedang itu diselimuti oleh aura gelap hitam pekat seperti yang menyelimuti tubuhnya.


Setelah itu, Yue Jin melesat dengan kecepatan yang luar biasa dan sedetik berikutnya, ia sudah sampai tepat di hadapan para prajurit kerajaan yang masih tersisa.


"Matilah!" Dengan gerakan yang sangat cepat, Yue Jin langsung membunuh para prajurit yang ada di depannya.


"Lakukan sesuatu, kalau tidak, kita semua akan mati ditangannya!"


Raja kota nampak panik, karena semakin lama, jumlah prajurit yang menghadapi Yue Jin semakin berkurang, sementara pasukan bantuan belum juga sampai di alun-alun kota.


Disisi lain, salah seorang murid akademi mencoba menghubungi guru mereka untuk meminta bantuan, sedangkan yang satunya menjaga temannya itu agar tidak diserang oleh Yue Jin.


"Bagaimana hasilnya?"


Pemuda itu mengangguk, "aku berhasil menghubungi guru Ming, tapi mungkin kita harus mengulur waktu sedikit lebih lama lagi."


"Tidak masalah, kita bisa memanfaatkan para prajurit kerajaan ini."


Keduanya mengangguk bersamaan, lalu menghampiri raja kota yang masih terlihat panik, kemudian mereka menjelaskan tentang bantuan yang akan di kirim oleh akademi Chen Xin.


"Syukurlah, aku sangat senang mendengarnya."


"Tapi kita harus mengulur waktu sampai mereka datang ke sini."


"Tidak masalah, aku sudah memikirkan sebuah rencana" sahut raja kota.


Setelah itu, raja kota bersama para pengawalnya pergi meninggalkan alun-alun kota dan kembali ke istana, begitupun dengan kedua murid akademi Chen Xin.


Yue Jin yang menyadari kepergian mereka berusaha untuk menyusul, namun sayangnya, langkah kakinya malah dihentikan oleh para prajurit yang masih tersisa.


"Sial! Aku harus membereskan mereka sekarang juga!"


Yue Jin kemudian melepaskan aura kekuatan yang jauh lebih besar, lalu ia memutar tubuhnya dengan sangat cepat sembari mengayunkan kedua pedang ditangannya.


Pada saat yang bersamaan, pusaran energi kegelapan yang mirip seperti pusaran angin tercipta, kekuatannya yang sangat luar biasa membuat para prajurit tertarik kearahnya.


Tubuh para prajurit yang tersedot oleh pusaran itu langsung terpotong-potong menjadi kecil, seolah-olah telah disayat oleh puluhan hingga ratusan pedang yang sangat tajam.


Lagi-lagi, hanya dalam hitungan detik, Yue Jin telah berhasil membunuh para prajurit kerajaan yang tersisa, lalu setelah itu, ia bergegas mengejar raja kota dan yang lainnya.


"Percepat langkah kalian, dia sudah menyusul!" ujar salah seorang pengawal yang menyadari keberadaan Yue Jin.


"Ini tidak mungkin! Apa dia sudah membunuh semua prajurit itu?!"


"Jangan hiraukan hal itu dan percepat langkahmu!"


"Yang mulia!" ujar seseorang yang tengah berdiri di gerbang masuk istana.


"Jendral Zhen! Syukurlah, aku senang karena kau ada di sini."


"Yang mulia, maafkan hamba karena terlambat menyadari kekacauan ini."


"Tidak masalah, asalkan kau bisa membunuh pengacau itu."


"Baik, yang mulia!"