The God Of Darkness

The God Of Darkness
Chap 15. Kekacauan dimulai (2)



Kekacauan yang awalnya hanya terjadi di istana, kini telah menyebar luas hingga ke seluruh penjuru kota, begitupun dengan kabar mengenai kematian salah seorang murid akademi Chen Xin.


Sementara semua orang tengah sibuk mencarinya, Yue Jin malah terlihat sedang menikmati waktu luangnya di halaman kediamannya, begitupun dengan Qing Fei.


Awalnya, Qing Fei memang sangat khawatir dan takut jika hal buruk akan menimpa Yue Jin, namun ketenangan yang diperlihatkan oleh Yue Jin berhasil membuat rasa khawatirnya lenyap.


"Tuan muda, menurutmu apa yang mereka lakukan sekarang?" tanya Qing Fei seraya meletakkan cangkir teh ke atas meja.


"Mungkin mereka sedang mencari-ku" jawab Yue Jin tanpa adanya rasa khawatir sedikitpun.


"Jika hal itu benar-benar terjadi, lalu apa yang akan Anda lakukan, Tuan muda?"


Yue Jin menggeleng pelan, "bukan aku, tapi kau." Ucapnya.


"Aku?"


Qing Fei diam sejenak sembari memikirkan sesuatu, "apapun yang terjadi, aku akan tetap berada disisi Tuan muda."


"Jika memang itu yang kau pilih, maka pergilah dari kota ini sekarang juga."


Qing Fei tersentak kaget mendengar perkataan Yue Jin, bahkan hampir saja ia menyemburkan air teh yang ada di dalam mulutnya.


"Tuan muda, apa sekarang Anda membuang-ku?!"


"Bukan begitu" jawab Yue Jin, lalu menjelaskan alasan kenapa dirinya meminta Qing Fei untuk pergi.


Sebelum melakukan sesuatu, termasuk pembunuhan, Yue Jin tentu sudah memikirkan segalanya, termasuk dampak dan akibat dari perbuatannya tersebut.


Oleh karena itu, Yue Jin meminta Qing Fei untuk pergi meninggalkan kota, karena ia sudah bisa menebak seberapa besar kekacauan yang akan muncul karena ulahnya itu.


Dalam waktu dekat, di kota itu pasti akan terjadi pertarungan dahsyat yang melibatkan banyak pihak, terutama pihak akademi Chen Xin yang menjadi target utama Yue Jin.


Ketika hal itu terjadi, Yue Jin hanya ingin bertarung dengan bebas tanpa memikirkan apapun, salah satunya adalah keselamatan Qing Fei juga pegawai restoran.


"Karena itulah, aku ingin kau pergi sebelum kekacauannya semakin membesar."


"Tidak! Aku tidak akan pergi kemanapun, karena aku ingin membantu Anda, Tuan muda!"


"Jika kau tetap tinggal dan membantuku, lalu siapa yang akan menyiapkan tempat untuk merayakan pesta kemenangan-ku?"


"Tapi..."


"Pergilah, ini adalah perintah dariku!" ujar Yue Jin seraya melepaskan aura intimidasi dari tubuhnya.


"Ba-baik, Tuan muda!"


Meski terpaksa, Qing Fei akhirnya setuju untuk pergi meninggalkan kota, karena selain merasa takut padanya, Qing Fei juga sudah berjanji untuk selalu patuh pada setiap perintah Yue Jin.


"Tuan muda, jaga diri Anda! Aku dan yang lainnya akan selalu menantimu."


Yue Jin mengangguk, "pergilah, dan jangan pernah kembali ke kota ini lagi."


***


Setelah mempersiapkan semuanya, Qing Fei dan rombongan kemudian pergi meninggalkan kota. Namun, langkah mereka terhenti saat hendak keluar dari gerbang kota.


Karena situasi yang sedang kacau, raja kota memerintahkan para prajurit untuk menutup semua akses keluar kota, ia juga tidak mengizinkan siapapun untuk meninggalkan kota.


"Buka gerbangnya! Aku ingin pergi dari sini!"


"Maaf, tapi ini adalah perintah langsung dari yang mulia raja!"


"Kalian tidak berhak menahan kami di kota ini, apalagi kota ini sudah tidak aman untuk ditinggali!" ujar Qing Fei.


"Siapa bilang kota ini tidak aman?"


Pandangan semua orang langsung tertuju ke arah sumber suara, dia adalah salah seorang murid akademi Chen Xin yang sedang berusaha mencari keberadaan Yue Jin.


"Jika kota ini aman, tidak mungkin peristiwa pembunuhan itu bisa terjadi!"


"Hei, pak tua! Jika kau bersikeras untuk pergi, maka aku akan menjadikan dirimu sebagai tersangka."


Woshh!


Karena kesal, Qing Fei langsung melepaskan aura kekuatannya, sehingga membuat tempat itu diselimuti oleh aura intimidasi yang cukup besar.


Walaupun usianya sudah tidak muda lagi, namun kekuatan Qing Fei tidak kalah dengan para generasi muda, apalagi dirinya adalah seorang spiritualis yang cukup ternama.


"Meski kau adalah murid akademi Chen Xin, tapi kau tetap harus tahu siapa lawan bicaramu, bocah sialan!"


"Si-sial, kekuatannya sangat besar."


"Qing Fei! Apa yang kau lakukan?"


Tidak lama berselang, raja kota beserta para pengawalnya datang ke gerbang kota. Kemunculan mereka berhasil membuat marah dan kekesalan Qing Fei sedikit mereda.


"Aku hanya ingin pergi meninggalkan kota ini" jawab Qing Fei.


"Maaf, tapi bisakah kau menunda kepergian mu?"


"Oh, apa kau juga ingin menghentikan-ku?"


"Situasinya sedang kacau, jadi aku terpaksa melakukan semua ini" jawab raja kota, lalu memerintahkan bawahannya untuk mengepung Qing Fei.


Situasi yang sempat mereda kini malah semakin memanas karena kedua belah pihak tidak ada yang ingin mengalah, bahkan mereka telah bersiap untuk saling bertarung.


"Wah, sepertinya ada pesta di sini, apa aku boleh bergabung?"


Pandangan semua orang kini tertuju pada seorang pemuda yang tengah duduk santai di atas gerbang, dia tidak lain adalah Yue Jin yang baru saja muncul untuk membantu Qing Fei.


"Itu dia! Dia adalah spiritualis kegelapan itu!" ujar raja kota.


"Apa maksud Anda, yang mulia? Bukankah aku sudah menjelaskan semuanya?"


"Cihh, aku tidak akan tertipu untuk yang kedua kalinya!"


"Hahahaha! Sayang sekali, padahal aku sudah menyiapkan tipuan lainnya untukmu."


"Aku akan mengalihkan perhatian mereka, gunakan kesempatan itu untuk pergi dari sini." ucap Yue Jin melalui telepati.


"Baik, tuan muda!"


"Apa lagi yang kalian tunggu? Bunuh pemuda sialan itu!" ujar raja kota.


Para pengawal yang awalnya mengepung Qing Fei, langsung memfokuskan pandangannya pada Yue Jin, lalu mereka melesat mendekatinya seraya melancarkan serangan.


"Hahahaha, benar! Inilah yang aku inginkan!"


Yue Jin melompat ke udara, kemudian tubuhnya lenyap ditelan oleh kegelapan. Sesaat kemudian, Yue Jin telah muncul lagi tidak jauh dari mereka, lalu ia berlari menuju alun-alun kota.


"Kejar dia!"


Raja kota dan para pengawalnya bergegas mengejar Yue Jin, sementara murid akademi Chen Xin menghubungi teman-temannya untuk meminta bantuan.


Setibanya di alun-alun kota, Yue Jin langsung menghentikan langkahnya, kemudian ia mengeluarkan kedua pedangnya dari cincin penyimpanan dan bersiap untuk bertarung.


"Mari kita mulai!"


Yue Jin melesat dengan kecepatan tinggi mendekati raja kota dan pengawalnya, setelah berada dalam jarak yang cukup dekat, ia langsung melancarkan serangannya.


Namun sayangnya, serangan yang sangat cepat itu berhasil diblokir oleh pengawal raja kota, padahal Yue Jin sudah yakin jika serangannya itu bisa memenggal kepala raja kota.


"Lindungi yang mulia!"


"Ya! Sebaiknya kalian melindunginya dengan baik, jika tidak, kota ini tidak akan memiliki raja lagi."


Disisi lain.


Bantuan yang diberikan oleh Yue Jin tidak disia-siakan oleh Qing Fei dan rombongannya, mereka semua langsung pergi meninggalkan kota setelah semua prajurit pergi mengejar Yue Jin.


"Tuan muda, semoga Anda baik-baik saja" gumam Qing Fei, lalu memimpin rombongannya meninggalkan kota tersebut.