The God Of Darkness

The God Of Darkness
Chap 11. Dua pilihan.



Perkataan Yue Jin membuat pemilik restoran terdiam, walaupun terdengar santai, namun pemilik restoran dapat merasakan tekanan dalam setiap kata yang diucapkan oleh Yue Jin.


"Siapa pemuda ini sebenarnya?"


"Tuan, apa Anda akan membiarkan bocah sombong ini begitu saja?" tanya salah seorang pria disamping pemilik restoran.


"Tentu saja tidak! Tapi sebagai pemilik restoran, aku tetap harus memikirkan pelanggan, jadi biarkan dia menghabiskan makanannya terlebih dahulu."


"Memang sudah seharusnya begitu!" sahut Yue Jin.


"Kau..."


Salah seorang pengawal pemilik restoran nampak sangat kesal dan hendak menyerang Yue Jin, namun tindakannya itu langsung dihentikan oleh pemilik restoran tersebut.


Sebenarnya, ia juga ingin memberi pelajaran pada Yue Jin saat itu juga, namun entah kenapa, instingnya mengatakan untuk membiarkan Yue Jin sementara waktu.


Berbeda dengan kebanyakan orang di sana, sang pemilik restoran adalah seorang spiritualis hebat, sehingga ia sangat peka terhadap bahaya, walaupun hanya sedikit.


Beberapa menit kemudian.


Yue Jin yang telah menghabiskan makanan serta minumannya, akhirnya mengarahkan pandangannya pada pemilik restoran, namun dengan sorot mata yang tajam.


"Jadi, apa maumu?" tanya Yue Jin.


Pemilik restoran mengangkat sudut bibirnya, "aku bukan orang yang suka mencari masalah, tapi aku juga tidak akan mundur jika ada yang mencari masalah denganku."


"Begitupun denganku" sahut Yue Jin.


Keduanya saling mengarahkan tatapan tajam sembari saling menganalisa kemampuan satu sama lain, hingga akhirnya, keduanya melepaskan aura kekuatan masing-masing.


Wushh!


Suasana di restoran langsung berubah mencekam, tempat yang begitu luas dan lapang seketika terasa sesak, bahkan ada beberapa pengunjung yang pingsan karena tekanan intimidasi.


Krak!


Beberapa meja dan kursi yang berada tidak jauh dari mereka tiba-tiba saja retak, begitupun dengan lantai di bawah kaki mereka berdua serta dinding restoran tersebut.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya pemilik restoran.


"Hanya pengembara yang kebetulan lewat" jawab Yue Jin.


"Menarik! Sepertinya kau sedang menyembunyikan sesuatu."


"Matamu lumayan juga, pak tua!"


Wushh!


Dhuaaar!


Ledakan terjadi ketika keduanya mengerahkan aura kekuatan yang lebih besar, bahkan para pengawal yang berada di dekat mereka sampai terpental karenanya.


Selain itu, lantai, dinding, kursi serta meja yang tidak jauh dari mereka juga ikut hancur, tapi mereka berdua masih tetap berada ditempatnya masing-masing.


"Hahahaha!"


Tidak lama berselang, pemilik restoran tiba-tiba saja tertawa lantang, pada saat yang sama, ia juga menurunkan aura kekuatannya hingga benar-benar lenyap, begitupun dengan Yue Jin.


"Luar biasa, baru kali ini ada anak muda yang kekuatannya sebanding denganku" ucap pemilik restoran.


"Aku tersanjung."


"Siapa sebenarnya pemuda ini?"


Sebenarnya, alasan kenapa pemilik restoran memilih untuk menyudahi pertempuran aura itu adalah, karena ia menyadari bahwa kekuatan Yue Jin lebih tinggi darinya.


Jika dia tetap memaksakan diri dan melepaskan aura yang lebih besar lagi, sudah bisa dipastikan jika dirinya akan mengalami luka dalam, karena tidak mampu bersaing dengan Yue Jin.


Selain itu, ketika mereka saling bertatapan mata, pemilik restoran dapat melihat kengerian yang luar biasa dalam mata Yue Jin, dan ia tidak melihat adanya batasan dalam diri Yue Jin.


"Ikut aku, kita bicara di atas."


Yue Jin hanya mengangguk, kemudian mengikuti pemilik restoran yang telah mendahuluinya.


"Silahkan duduk" ucap pemilik restoran, namun hanya ditanggapi dengan anggukan oleh Yue Jin.


"Namaku Qing Fei, siapa namamu, anak muda?"


"Yue Jin."


"Kau suka teh?" tanya Qing Fei sembari menuangkan teh kedalam cangkir.


"Yue Jin, aku benar-benar kagum denganmu, karena diusia-mu yang masih sangat muda, kau sudah memiliki kekuatan yang luar biasa."


"Tida usah basa-basi, katakan saja apa yang kau inginkan?"


"Hahahaha! Jangan terlalu serius dan lupakan saja apa yang ku katakan sebelumnya."


Pada awalnya, Qing Fei memang ingin Yue Jin mempertangungjawabkan perbuatannya, karena bagaimanapun juga, Yue Jin telah mengacau di restorannya.


Akan tetapi, setelah menyadari dan mengetahui kekuatan Yue Jin, keinginannya langsung lenyap saat itu juga, karena mustahil ia bisa menang melawan Yue Jin.


Selain itu, ia lebih memilih untuk menjalin hubungan baik dengan Yue Jin, karena menurutnya, berhubungan baik dengan orang kuat akan selalu membawa keuntungan tersendiri.


"Baiklah, tapi katakan padaku apa tujuanmu mengajakku ke sini?"


"Anggap saja sebagai permintaan maaf dariku" jawab Qing Fei.


"Jika ingin meminta maaf, lakukanlah dengan benar" sahut Yue Jin.


"Maksudmu?"


"Aku butuh informasi mengenai akademi Chen Xin."


Qing Fei tersentak kaget dan langsung berdiri dari tempat duduknya, wajahnya nampak tegang seperti seseorang yang sedang menyaksikan sesuatu yang sangat mengerikan.


"Kenapa? Apa ada yang salah dengan permintaan-ku?" tanya Yue Jin.


"Dengar, aku tahu kau hebat, tapi akademi Chen Xin bukanlah sesuatu yang bisa kau sentuh!"


Yue Jin mengangkat sudut bibirnya, kemudian ia melepaskan aura kegelapan yang selama ini ia sembunyikan dari orang lain, dan seketika itu juga, wajah Qing Fei langsung memucat.


"Ka-kau..."


"Hanya ada dua pilihan untuk mereka yang mengetahui siapa diriku, pertama adalah menutup mulut dan tunduk padaku, kedua adalah kematian."


"Jadi, kau orang yang mana?"


Qing Fei terdiam sembari memikirkan pilihan yang ditawarkan oleh Yue Jin. Jika dia melaporkan Yue Jin pada akademi Chen Xin, maka dirinya akan mendapatkan hadiah besar.


Akan tetapi, jika dirinya melakukan hal itu, maka sudah bisa dipastikan jika dirinya akan menjadi musuh Yue Jin, dan jika hal itu terjadi, maka dirinya akan menghadapi mimpi paling buruk.


Sebelumnya, ia sudah melihat dengan matanya sendiri jika Yue Jin tidak memiliki batasan dalam dirinya. Dengan kata lain, Yue Jin memiliki potensi untuk menjadi spiritualis terkuat.


"Aku tidak punya banyak waktu, tentukan pilihanmu sekarang juga!" ujar Yue Jin.


"Aku mungkin takut pada para pahlawan, tapi aku masih ingin tidur dengan tenang" sahut Qing Fei.


"Jadi?"


"Aku memilih pilihan yang pertama."


Yue Jin terkekeh pelan, "pilihan yang bagus! Tapi kau harus ingat, sekali kau mengkhianati-ku, maka hanya kematian mengerikan yang akan menantimu."


"Aku bukan tipe orang yang suka berkhianat, Tuan muda" ucap Qing Fei yang langsung mengubah sapaannya pada Yue Jin.


"Bagus! Sekarang bantu aku mencari informasi mengenai akademi Chen Xin."


"Baik, Tuan muda!"


"Kalau begitu, aku pergi dulu" sahut Yue Jin, lalu meninggalkan ruangan Qing Fei.


"Tuan muda, Anda mau kemana?" tanya Qing Fei.


"Mencari penginapan."


"Tuan muda, karena aku sudah berjanji untuk mengikuti Anda, maka izinkan aku melayani Anda dengan baik."


"Maksudmu?"


"Silahkan ikuti aku, Tuan muda."


Setelah itu, Qing Fei mengajak Yue Jin menuju ke bagian belakang restoran, di sana terdapat sebuah kediaman yang tidak terlalu besar namun terlihat begitu megah.


"Rumah siapa ini?"


"Ini adalah kediaman yang aku siapkan untuk beristirahat, dan sekarang, kediaman ini akan menjadi milik Anda, Tuan muda."


Yue Jin tersenyum, "terima kasih."