The God Of Darkness

The God Of Darkness
Chap 05. Perjalanan dimulai.



Tiga bulan kemudian.


"Sungguh pemuda yang luar biasa, aku tidak menyangka jika dirinya akan berkembang sejauh ini hanya dalam tiga bulan."


"Meski kegelapan dalam dirinya masih belum bangkit sepenuhnya, tapi ini jauh lebih baik dibandingkan diriku yang dulu."


Saat pertama kali mendapatkan kekuatan kegelapan, butuh lebih dari setengah tahun bagi Zhao Yujin untuk benar-benar bisa mengendalikan spirit kegelapan dalam dirinya itu.


Padahal, saat itu kekuatan kegelapan dalam dirinya juga belum bangkit secara sepenuhnya. Tapi Yue Jin, ia melakukannya jauh lebih cepat dibandingkan dengan dirinya dahulu.


"Cukup, latihan-mu sudah selesai" ucap Zhao Yujin.


"Benarkah? Tapi aku merasa belum berkembang banyak."


"Kau akan merasakannya saat bertarung secara langsung, selain itu, aku sudah mengajarkan semuanya padamu."


"Itu artinya, aku sudah bisa memulai pembalasan dendam-ku, bukan?"


"Benar! Tapi ingatlah, pengalamanmu yang sekarang masih sangat rendah, jadi carilah pengalaman sebanyak mungkin."


"Aku akan mengingatnya" sahut Yue Jin.


"Baiklah, karena aku sudah mengajarkan semuanya, sekarang saatnya bagiku untuk pergi."


"Teruslah berjuang, Yue Jin. Dan jangan biarkan dirimu diinjak oleh orang lain."


Karena keinginan terakhirnya sudah terwujudkan, jiwa Zhao Yujin yang masih tersisa dalam tubuh Yue Jin akhirnya menghilang dan mempercayakan kekuatannya pada Yue Jin.


"Berjuanglah, Yue Jin. Aku akan melihat jalan hidupmu dari sana."


Setelah suara dan keberadaan jiwa Zhao Yujin benar-benar menghilang dari dalam dirinya, Yue Jin kemudian pergi meninggalkan gua yang telah ia tinggali selama tiga bulan terakhir.


"Murid-murid akademi pahlawan, aku harap kalian semua siap menyambut kedatanganku!"


Yue Jin menarik napas panjang, kemudian menghembusnya secara perlahan, lalu setelah itu, Yue Jin menghilang seolah ditelan oleh kegelapan.


Disisi lain hutan.


Beberapa pemuda nampak sedang berhadapan dengan seekor hewan spiritual, dari pakaian seragam yang mereka pakai, bisa ditebak jika mereka adalah murid akademi.


Walaupun hewan spiritual yang mereka hadapi sangatlah besar dan kuat, namun dengan kerjasama serta kombinasi yang sempurna, mereka berhasil memojokkan hewan spiritual tersebut.


"Bagus! Teruslah menyerangnya, aku yakin dia tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi!" ujar salah seorang dari mereka.


"Baik, senior!"


Wushh!


Dhuaaar!


Ketika para murid itu siap untuk melancarkan serangan terakhir, sesuatu berwarna hitam tiba-tiba saja muncul dan menghantam hewan spiritual buruan mereka.


Kemunculannya yang sangat tiba-tiba serta serangan yang begitu dahsyat, berhasil menimbulkan ledakan yang cukup besar, bahkan para murid itu sampai terpental karenanya.


"Apa-apaan itu?!"


"Lumayan, aku mendapatkan tangkapan besar hari ini" ucap seseorang yang tidak lain adalah Yue Jin.


"Hei! Siapa kau?!"


Yue Jin menoleh kearah sumber suara, "oh maaf, aku tidak melihat kalian saat memburu hewan ini."


"Apa maksudmu, sialan?! Hewan itu adalah buruan kami?!"


Yue Jin terkekeh pelan, "benarkah? Apa kalian punya buktinya?"


"Apa kau buta? Tidakkah kau melihat luka di tubuhnya itu?"


"Aku melihatnya, tapi mungkin saja luka ini ia dapatkan dari pertarungannya dengan hewan spiritual lain" jawab Yue Jin.


Yue Jin tersenyum, setelah menunggu dengan sabar selama tiga bulan, ia akhirnya bisa memulai pembalasan dendamnya pada murid-murid akademi pahlawan.


Setelah mendapatkan perintah, para murid itu kemudian melancarkan serangannya pada Yue Jin. Begitupula dengan Yue Jin yang tidak ingin berdiam diri saat dirinya diserang.


"Kalian harus bisa membuatku terhibur!"


Menggunakan spirit dalam pertarungan memanglah suatu hal yang baru bagi Yue Jin, namun pertarungan bukanlah hal baru lagi baginya, karena sejak kecil ia sudah diajarkan untuk bertarung.


Oleh karena itu, tidak terlalu sulit baginya untuk menyesuaikan diri dengan kecepatan dan kekuatan musuh, bahkan ia berhasil menahan dan membalas serangan mereka dengan mudah.


"Apa yang kalian lakukan? Cepat habisi pria sialan itu!"


Para murid mengangguk, kemudian mengalirkan kekuatan spirit mereka ke dalam senjatanya, dan ada juga yang menciptakan senjata dengan kekuatan spiritnya.


Wushh!


Anak panah yang terbuat dari kekuatan spirit melesat dengan kecepatan tinggi kearah Yue Jin, kemudian disusul oleh energi pedang berbentuk bulan sabit yang cukup besar.


"Ini baru menarik!" ujar Yue Jin seraya menciptakan sebilah pedang dengan kekuatan spirit kegelapan.


Energi pedang berwarna hitam pekat melesat dengan kecepatan tinggi saat Yue Jin mengayunkan pedangnya, pada saat yang bersamaan, Yue Jin juga ikut melesat maju.


Dhuaaar!


Ledakan dahsyat terjadi ketika serangan mereka bertabrakan di udara, ledakan itu menciptakan luapan energi yang besar, juga menimbulkan gelombang udara yang cukup dahsyat.


"Kekuatan macam apa itu?"


"Apa kau penasaran?!" ujar Yue Jin tiba-tiba muncul di hadapan pemuda tersebut.


Sebelum pemuda itu sempat bereaksi, pedang hitam yang Yue Jin ciptakan dari spirit kegelapan, sudah lebih dulu menembus dada pemuda tersebut.


"I-itu spirit kegelapan!"


"Hahahaha! Kau benar! Ini adalah spirit kegelapan. Jadi, jangan harap untuk bisa hidup setelah mengetahuinya!"


Setelah itu, Yue Jin kembali melesat maju dan menyerang mereka semua, hingga pada akhirnya, Yue Jin berhasil membunuh mereka semua dengan sangat mudah.


"Mereka adalah mangsa pertamaku dan setelah ini, akan banyak murid akademi... tidak, aku akan memangsa mereka semua hingga tidak tersisa!"


Saat masih menjalani latihan, Zhao Yujin sudah menceritakan tentang kehidupan masa lalunya, sehingga Yue Jin sudah mengetahui semua hal yang berhubungan dengan gurunya itu.


Oleh karena itu juga, Yue Jin mengetahui jika dirinya memiliki musuh yang luar biasa kuat, yang tidak lain adalah tujuh pahlawan yang telah membunuh Zhao Yujin, juga pendiri tujuh akademi.


Saat ini, Yue Jin memiliki dendam dengan murid salah satu akademi, bahkan sudah membunuh beberapa murid, dengan kata lain, ia harus siap berhadapan dengan masalah besar.


Tidak hanya para murid, tapi semua orang yang berhubungan dengan akademi pasti akan menjadi musuhnya, terutama tujuh pahlawan yang sangat membenci spirit kegelapan.


Meski begitu, Yue Jin tidak merasa takut sedikitpun, ia bahkan sudah siap untuk menanggung kemungkinan terburuk yang akan ia hadapi di masa depan, yaitu berhadapan dengan tujuh pahlawan.


***


Lembah Kematian.


"Jika aku tidak salah ingat, peninggalan Zhao Yujin seharusnya terkubur di sekitar tempat ini."


Yue Jin memejamkan matanya, kemudian melepaskan spirit kegelapan dan membiarkannya menyebar di sekitar tempat tersebut, tidak lama berselang, iapun menemukan sesuatu yang ia cari.


"Apa ini peninggalan yang ia maksud?" gumam Yue Jin sembari memperhatikan kristal hitam yang baru saja ia temukan.


"Seingat-ku, dia menyebutnya sebagai jantung naga, tapi benda ini sangat tidak mirip dengan jantung."


"Tapi jika yang dia katakan memang benar, maka benda ini akan sangat berguna untuk meningkatkan kekuatanku."


Setelah itu, Yue Jin mencari tempat yang menurutnya nyaman untuk bermeditasi, karena menurut arahan dari Zhao Yujin, ia harus menyerap kekuatan spirit yang ada di dalam benda tersebut.