The God Of Darkness

The God Of Darkness
Chap 09. Kebangkitan.



Alam bawah sadar Yue Jin.


Kesadaran Yue Jin memasuki alam bawah sadarnya dan saat ini, ia berada di suatu tempat yang teramat gelap, tempat yang bahkan tidak terlihat adanya cahaya sedikitpun.


Gelapnya tempat itu mampu membuat orang dengan penglihatan normal berpikir jika dirinya buta, juga membuat orang yang matanya terbuka berpikir jika matanya masih terpejam.


Hal itulah yang kini dirasakan oleh Yue Jin, karena sejak ia membuka kedua matanya, ia sudah disambut oleh kegelapan yang tiada duanya, kegelapan yang benar-benar gelap.


"Dimana ini?" gumam Yue Jin seraya menoleh ke kiri dan kanan.


Tidak lama berselang, di depan Yue Jin muncul sepasang mata besar berwarna merah menyala bagai api. Sepasang mata itu menatapnya dengan tatapan tajam, juga memancarkan aura yang kuat.


"Siapa kau?"


"Dasar tidak tahu diri! Kau sudah mengambil kekuatan-ku, tapi masih bertanya siapa aku!" ujar sosok misterius di depan Yue Jin.


"Apa kau naga hitam?" tanya Yue Jin mencoba menerka sosok didepannya itu.


"Kurang ajar! Berani sekali kau menyebutku sebagai cacing sialan itu!"


"Jika bukan naga hitam, lalu siapa kau ini?" tanya Yue Jin.


Sosok misterius itu diam sejenak, lalu berkata, "jangan harap mendapatkan kekuatanku jika kau tidak bisa menebak siapa aku!"


Wushh!


Tekanan yang sangat besar menimpa tubuh Yue Jin, aura yang begitu dahsyat itu membuatnya seolah dihimpit oleh gunung yang sangat besar hingga membuat napasnya sesak.


Dengan mengandalkan sedikit cahaya merah yang terpancar dari sepasang mata tersebut, Yue Jin memfokuskan pandangannya untuk mencoba melihat sosok didepannya itu.


Akan tetapi, usahanya masih tidak membuahkan hasil apapun, karena sepasang mata didepannya itu seolah tidak memiliki tubuh, atau lebih tepatnya tidak memiliki wujud.


Bahkan, semakin Yue Jin mencoba untuk melihat seperti apa sosok didepannya itu, semakin dalam pula dirinya tenggelam ke dalam kegelapan yang tidak berujung tersebut.


Selain itu, tekanan yang menimpa tubuhnya juga semakin membesar, bahkan sekarang, Yue Jin merasa jika seluruh tubuhnya akan segera remuk karena besarnya tekanan itu.


"Apa ini sebenarnya?"


"Kau tidak akan pernah menjadi kuat jika kau tidak menyadari siapa aku dan siapa kau yang sebenarnya!" ujar sosok misterius yang masih menatap Yue Jin.


"*Jika dia bukan naga hitam, lalu siapa sosok kegelapan itu yang sebenarnya?"


"Kegelapan ini, darimana asalnya kegelapan ini?"


"Kegelapan*..."


Saat memikirkan sosok misterius dalam dirinya, ingatan mengenai kehidupan masa lalunya tiba-tiba saja muncul, ingatan mengenai betapa kelamnya kehidupan Yue Jin di masa lalu.


Ingatan yang membuat hari-harinya yang selalu diselimuti oleh kegelapan, ingatan yang membuat hari-harinya berlalu seperti ia sedang berada dalam neraka yang mengerikan.


Kegelapan itulah membuatnya menjadi sosok yang sangat kejam bahkan pada diri sendiri, dan kegelapan yang membuatnya menjadi pembunuh yang tidak mengenal belas kasihan.


"Benar! Jika ada kekuatan yang melebihi naga hitam, kekuatan itu pastilah kegelapan dalam diriku sendiri" ucap Yue Jin.


"Hahahaha, kau benar! Aku adalah kegelapan yang sudah menemanimu sejak lama!"


"Dan lihatlah! Ini adalah wujud dari kegelapan yang ada dalam dirimu!"


Yue Jin terkekeh pelan, ia benar-benar tidak menyangka jika di dalam dirinya ada kegelapan yang mengerikan, bahkan kegelapan itu sampai mengalahkan gelapnya malam hari.


"Jika di dunia ini iblis melambangkan kegelapan, maka kau adalah kegelapan itu sendiri!"


Setelah itu, sepasang mata berwarna merah menyala itu mulai menghilang secara perlahan, lalu diikuti oleh tekanan luar biasa yang sebelumnya menimpa tubuhnya.


"Dengan kekuatan ini, aku pasti bisa membalas mereka!" ujar Yue Jin.


Disisi lain.


Kristal hitam yang melayang didepannya tiba-tiba saja memancarkan cahaya terang, kemudian cahaya itu melesat masuk ke dahi Yue Jin yang masih fokus bermeditasi.


Bersamaan dengan itu, aliran energi di dalam tubuh Yue Jin menjadi semakin lancar dari sebelumnya. Bahkan, aliran energi itu juga membuka semua titik Meridian dalam tubuh Yue Jin.


Selain dua hal itu, kristal tersebut juga membentuk ulang semua tulang di dalam tubuh Yue Jin, mengganti tulang-tulangnya yang rapuh dengan tulang yang lebih kuat.


Kemudian, luapan energi dari kristal itu membaluti seluruh tubuh Yue Jin, kemudian membentuk seperti zirah berwarna hitam pekat yang melindungi seluruh tubuhnya.


Terakhir, luapan energi itu mengubah wajah Yue Jin, sehingga membuatnya terlihat seperti orang yang benar-benar berbeda dengan sebelumnya, seolah dia adalah orang lain.


Setelah beberapa saat berlalu, luapan energi yang sangat besar itu mulai menghilang secara perlahan, begitupun dengan zirah hitam yang melindungi tubuh Yue Jin.


Beberapa jam kemudian.


"Hah" Yue Jin menghela napas panjang sembari membuka matanya, "akhirnya selesai juga."


Yue Jin tersenyum puas ketika merasakan energi besar dalam tubuhnya, meski tidak mengetahui apa yang terjadi padanya, namun ia bisa merasakan jika kekuatannya telah meningkat.


"Ada apa ini? Kenapa mataku terasa aneh?"


Kristal hitam yang masuk ke tubuhnya tidak hanya membuat kekuatan Yue Jin meningkat dengan drastis, tapi juga memberikan perubahan pada kedua matanya.


Pupil mata yang semula berwarna hitam, sekarang berubah menjadi merah. Lalu, pandangan Yue Jin juga berbeda dari sebelumnya, karena saat ini ia memiliki pandangan layaknya seekor naga.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi mata ini benar-benar luar biasa" gumam Yue Jin.


"Baiklah, saatnya meninggalkan tempat ini."


Ditempat lain.


"Ling Zhan, apa yang terjadi padamu?" tanya salah seorang guru akademi.


Kekesalan masih terukir jelas di raut wajah Ling Zhan, walaupun dirinya berhasil membunuh Yue Jin, namun ia masih tidak terima karena Yue Jin hampir saja membunuhnya.


"Andai saja dia masih hidup, aku pasti akan mengulitinya!" ujar Ling Zhan.


"Hei, apa yang terjadi pada kalian?" tanya guru lainnya.


"Hah" Ao Ming menghela napas panjang, lalu menceritakan apa yang telah mereka lalui, sehingga membuat Ling Zhan sangat marah.


"Hahahaha!"


Semua orang di sana tertawa mendengar perkataan Ao Ming, mereka benar-benar tidak menyangka jika Ling Zhan hampir kehilangan nyawanya hanya karena seseorang yang dianggap pengganggu.


"Sepertinya kekuatan guru Zhan sudah menurun."


"Hahahaha, guru Zhan. Aku sarankan kau meningkatkan latihan-mu lagi, jika tidak, setelah ini kau mungkin akan dikalahkan oleh murid-mu sendiri."


"Cihh! Sampah itu hanya beruntung karena berhasil melukaiku!" ujar Ling Zhan yang masih terlihat kesal.


"Sudahlah, yang penting kalian sudah membunuh sampah pengganggu itu."


"Kau benar! Kami sudah melenyapkannya hingga tidak tersisa sedikitpun!" ujar Ling Zhan.


"Tapi, kita masih harus menyelidiki masalah ini, karena aku yakin, di luar sana masih ada spiritualis kegelapan yang tersisa."