The God Of Darkness

The God Of Darkness
Chap 17. Orang bodoh?



Woshh!


Luapan energi spiritual yang sangat besar memaksa Yue Jin menghentikan langkahnya, karena jika dirinya bergerak lebih dekat lagi, maka ia bisa saja terluka karena luapan energi tersebut.


"Jadi kau, orang bodoh yang berani mengacau di kota-ku!?"


"Orang bodoh?"


"Benar! Karena jika kau tidak bodoh, maka kau tidak akan melakukan hal ini!" jawab jendral Zhen.


"Hahahaha!" Yue Jin tiba-tiba tertawa ketika mendengar jawaban jendral Zhen.


"Kenapa kau malah tertawa, sialan?!" ujar jendral Zhen yang nampak kesal.


Yue Jin menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "aku tertawa karena ada orang bodoh yang sedang menggonggong seperti anjing."


"Keparat! Bersiaplah untuk mati!"


Jendral Zhen yang tersulut emosi, kemudian mengeluarkan sebuah tombak dari cincin penyimpanannya, lalu ia melesat dengan kecepatan tinggi dan langsung menyerang Yue Jin.


Disisi lain, Yue Jin juga telah bersiap untuk menyambut serangan dari jendral Zhen, dan saat jendral Zhen berada tepat dihadapannya, Yue Jin langsung menebaskan pedangnya.


Klang!


Dhuaaar!


Luapan energi spiritual memenuhi tempat itu saat keduanya memulai pertarungan, gesekan yang muncul akibat perbedaan energi itu juga membuat tempat itu bergetar.


"Oh, lumayan juga kau, bocah!" ujar jendral Zhen.


"Kau juga, pak tua!"


Keduanya kemudian melompat mundur, setelahnya, mereka kembali melesat maju dan melancarkan serangan terkuatnya.


Pertarungan mereka berlangsung sengit, dan untuk pertama kalinya, Yue Jin menemukan lawan yang seimbang dengannya, baik dalam segi kekuatan ataupun kecepatan.


Sementara itu, para prajurit kerajaan nampak masih bersiaga tidak jauh dari pertarungan. Tidak ada seorangpun dari mereka yang berani ikut campur dalam pertarungan tersebut.


Sebagai seorang spiritualis, mereka juga tentu menyadari jika pertarungan itu bukanlah pertarungan biasa, melainkan pertarungan antar dua master spiritualis tingkat tinggi.


Tiga puluh menit kemudian.


Pertarungan antara Yue Jin dan jendral Zhen masih terus berlanjut, beberapa luka sayatan nampak terukir di tubuh keduanya, begitupun dengan darah yang terus mengalir dari luka-luka tersebut.


Namun, kondisi Yue Jin nampak masih lebih baik daripada jendral Zhen, karena secara diam-diam, Yue Jin terus memulihkan luka-luka ditubuhnya dengan kekuatan kegelapan.


Sementara jendral Zhen, ia hanya terus bertarung tanpa memikirkan kondisinya yang mulai melemah, dan inilah yang menjadi satu-satunya kelemahan utama jendral Zhen.


Sebagai seorang jendral yang menjadi pilar utama kerajaan, jendral Zhen memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan selalu membanggakan kekuatannya di depan orang lain.


Dalam setiap pertarungan, ia selalu berkata jika dirinya mampu mengalahkan musuh sebelum kondisinya melemah, atau kehabisan energi spiritual.


Jendral Zhen, memang terkenal dengan vitalitas dan energi spiritual yang luar biasa besar, sehingga sangat wajar jika dirinya selalu membanggakan kelebihannya itu.


Akan tetapi, kelebihannya itu tidak berguna di hadapan spiritualis seperti Yue Jin, karena dirinya memiliki vitalitas dan energi spiritual yang jauh lebih besar dari spiritualis lain.


Alasannya adalah kekuatan kegelapan yang ia miliki, karena kekuatan dalam dirinya itu mampu menyerap jiwa orang yang telah mati, kemudian mengubahnya menjadi energi spiritual.


***


Seiring dengan berjalannya waktu, arah dari pertarungan itu mulai berubah, pertarungan sengit yang awalnya terlihat sangat seimbang, sekarang malah terlihat berat sebelah.


Jendral Zhen yang mulai kelelahan dan kehabisan energi spiritual, nampak mulai kewalahan menghadapi setiap serangan cepat yang dilancarkan oleh Yue Jin.


"Ada apa, pak tua? Kemana perginya kesombongan-mu yang tadi?"


Jendral Zhen tidak menanggapi, ia hanya fokus menahan dan menghindari setiap serangan Yue Jin.


"Aku mengerti, sepertinya kau sudah mencapai batas!"


Namun, Yue Jin tiba-tiba saja menghilang ditelan kegelapan sebelum tombak itu sempat mengenai tubuhnya, dan sesaat kemudian, ia muncul kembali dibelakang jendral Zhen.


Slash!


Sebuah tebasan mendarat di punggung jendral Zhen dan meninggalkan luka yang cukup dalam, kemudian Yue Jin melanjutkan serangannya dengan menendang jendral Zhen.


Dhuaaar!


Tubuh jendral Zhen terlempar sejauh puluhan meter, kemudian menabrak dinding bangunan hingga hancur, beberapa tulangnya juga patah akibat tendangan keras itu.


Tubuhnya yang terhimpit oleh puing-puing bangunan membuatnya sulit untuk bergerak, ditambah dengan Yue Jin yang sedang berdiri di atas puing bangunan tersebut.


"Bu-bunuh aku" ucap jendral Zhen.


Yue Jin mengangkat sudut bibirnya, "Itulah yang akan aku lakukan" ucapnya pelan. "Tapi sebelum itu, aku ingin mencoba sesuatu," lanjutnya.


Setelahnya, Yue Jin mencengkeram kepala jendral Zhen dengan tangan kanannya, lalu ia menggunakan kekuatan kegelapan untuk menyerap jiwa jendral Zhen.


"Arkhh!"


Suara teriakan menyakitkan menggema ke seluruh istana, orang-orang yang mendengarnya langsung bergidik ngeri, sementara yang melihatnya, hanya bisa mematung.


Beberapa detik kemudian, seluruh jiwa jendral Zhen berhasil diserap habis oleh kekuatan Yue Jin, dan hanya menyisakan tubuh jendral Zhen yang telah berubah menjadi mayat.


Jiwa jendral Zhen yang telah masuk ke dalam tubuhnya langsung dilebur oleh kekuatan kegelapan, kemudian jiwa itu diubah menjadi energi yang langsung menyebar ke seluruh tubuh Yue Jin.


"Hahahaha, hahahaha!"


Suara tawa Yue Jin menggema di seluruh istana, tawanya terdengar sangat mengerikan hingga membuat orang-orang yang mendengarnya bergetar ketakutan.


"I-iblis, a-apakah itu suara tawa iblis?" tanya raja kota terbata-bata.


Tidak ada seorangpun yang menanggapi perkataan raja kota, karena mereka masih diselimuti oleh rasa takut yang luar biasa, yang bahkan belum pernah mereka rasakan sebelumnya.


"Mari kita lanjutkan!" ujar Yue Jin, lalu menghilang ditelan kegelapan.


***


Akademi Chen Xin.


Setelah mendapatkan laporan dari salah seorang murid akademi, para guru di akademi langsung mengirimkan seratus murid tingkat kedua untuk datang membantu.


Selain seratus murid tersebut, mereka juga mengirimkan sepuluh murid elit, namun mereka tidak ditugaskan untuk bertarung, melainkan hanya mengawasi pertarungan dari kejauhan.


Meskipun begitu, sepuluh murid itu tetap diizinkan untuk turun tangan, apabila situasinya benar-benar kacau dan seratus murid itu tidak mampu menangani musuh.


Namun, pihak akademi sangat percaya diri dan percaya, jika seratus murid itu mampu mengalahkan musuh, apalagi musuh yang akan mereka hadapi hanya satu orang saja.


***


"Apa yang terjadi dengan kota ini?"


"Apa benar semua ini disebabkan oleh satu orang spiritualis kegelapan saja?"


Seratus murid akademi yang baru saja tiba di kota jelas kaget melihat kondisi kota yang porak-poranda, mayat tergelatak dimana-mana dan banyak bangunan yang hancur.


"Abaikan saja, mari lanjutkan perjalanan."


Dengan kewaspadaan tinggi, para murid itu melanjutkan langkahnya hingga sampai di alun-alun kota, mereka kembali terkejut melihat keadaan yang lebih parah.


Jika di gerbang kota keadaannya sudah parah dan ada mayat dimana-mana, keadaan di alun-alun justru lebih parah, bahkan tempat itu dipenuhi oleh mayat yang sangat banyak.


"Sepertinya musuh kita ada di depan sana" ucap salah seorang murid saat merasakan keberadaan Yue Jin.


"Bersiaplah untuk bertarung!"