
Setelah semua berakhir...
"Kamu hebat Novita" ucap lida
"Hah...tidak juga" ucap Alfina (Novita)
"Iya ini sangat menakjubkan kamu bisa melakukan itu" ucap mey-mey
"Novita terima kasih" ucap Novita (Alfina)
"Iya sama-sama dan aku tahu kamu sedikit khawatir bukan?" ucap Alfina (Novita)
"Iya kamu tahu ya" ucap Novita (Alfina)
"Tentu saja aku ini temanmu jadi aku tahu apa yang kamu pikirkan" ucap Alfina (Novita)
"Iya dan aku sangat takjub denganmu bahwa kamu bisa melakukan shot poin 3 walau keadaan cedera" ucap Novita (Alfina)
"Apa lagi hanya menggunakan satu tangan tadi" ucap lida
"Hah...ya sebetulnya itu mendesak sekali" ucap Alfina (Novita)
Kebahagian itu tidak berlangsung lama...
ZONZU!!!!
"Eh ada zonzu!"
"Dari arah sana" ucap wen
"Benar" ucap lob
"Di lapangan" ucap string
"Semakin kuat" ucap ren
"Sepertinya sudah mengamuk ayo teman-teman kita harus bereskan ini" ucap lida
"Ya!!"
.
.
.
.
.
Tidak lama akhirnya mereka datang dan disana ternyata ulah dari tui.
"Sialan kamu!!" ucap cool(soil)
"Dia gak ada lelahnya apa" ucap hot
"Benar-benar bikin pusing" ucap green
"Tch sialan" ucap soil(cool)
"Kalian akan aku akhiri!!" ucap tui
Hahaaaaaa!!!
Mereka langsung menghadangnya namun di antara soil dan cool yang sedikit kesulitan untuk mengendalikan pedang mereka yang tidak semestinya apa lagi kekuatan mereka sangat jauh dari perkiraaan sehingga sulit untuk menggunakan kekuatan pada pedang yang di pegang.
"Sepertinya kalian sangat kesulitan ya" ucap tui
"Jangan banyak bicara kamu!" ucap cool (soil)
"Tch" ucap soil (cool)
"Oh...iya kalian ini sedang dalam keadaan ketukar jadi...AKAN AKU AKHIRI KALIAN BERDUA!!! Zonzu serang mereka!!!" ucap tui
Zonzu!!!
Namun..
Hot langsung melindungi soil dan cool dan green langsung merobohkan zonzu ke tanah sehingga sulit bangkit.
"Kalian baik-baik saja?" ucap hot
"Aku baik-baik saja..." ucap cool (soil)
"Ya" ucap soil(cool) yang singkat
"Kalian kenapa jadi pesimis seperti ini?" ucap hot
"Kamu tahu kita berdua dalam keadaan ketukar jiwa" ucap cool (soil)
"Iya semua berantakan" ucap soil(cool)
"Ayolah kalian jangan patah semangat" ucap hot
"Iya kalian berdua jangan pesimis, semua pasti ada jalan keluarnya" ucap green
"Come on harus bangkit!" ucap hot
"Ya kamu benar" ucap cool (soil)
"Kita belum berakhir" ucap soil (cool)
"Begitu dong kalian harus semangat" ucap hot
"Hm ayo semangat!" ucap green
"Ya!"
"Serang mereka!!" ucap tui
"Zonzu!!!!!"
Cool dan soil langsung maju dan mencoba menhentikan zonzu namun...
Ha--!!
Cool dan soil menerima pukukan yang keras sehingga mereka terpental dan terpantul-pantul sehingga yang melihatnya sangat membuat pusing.
Dan...
Deeeeeek!!!!
A-----
Mereka berdua langsung kebentur kepala kembali sehingga mereka tidak sadarkan kembali.
"Ha!!!"
Hot langsung memurnikan zonzu dan aura itu kembali bersih dari rasa negatif.
"Akan aku balas kalian nanti!!" ucap tui
.
.
.
.
Setelah beberapa saat kemudian...
Lida dan mey-mey menunggu mereka sadar kembali.
"Aku harap mereka kembali seperti semula" ucap lida
"Aku harap begitu lida" ucap mey-mey
Dan beberapa saat....
Akhirnya mereka berdua siuman dan mencoba memfokuskan padangan mereka.
"Alfina?" ucap mey-mey
"Novita" ucap lida
"Uh....apa semua baik-baik saja.." ucap Alfina
"Ya Alfina semua Baik-baik saja" ucap mey-mey
"Um..." ucap Novita
"Akhirnya sadar juga Novita" ucap lida
"Uh...a-apa...sekarang sudah normal?" ucap Novita
"Ya sekarang kamu dan alfina kembali ke tubuh kalian semestinya" ucap lida
"Sungguh!?" ucap Alfina
"Ya, coba saja lihat tubuhmu" ucap lida
"Ha...i-iya benar, aku kembali pada diriku sendiri!" ucap Alfina
"Ini luat biasa" ucap Novita
"Akhirnya kalian normal lagi" ucap mey-mey
"Hm...Novita.." ucap Alfina
"Hn?" ucap Novita
"Aku...ucapkan terima kasih kamu telah memenangkan pertandingan itu" ucap Alfina
"Ya tidak masalah" ucap Novita
"Ups sepertinya tanganku sedikit sakit" ucap Alfina
"Hm sepertinya gara-gara pertandingan itu" ucap Novita
"Dan sepertinya bukan Novita yang mengalaminya tapi Alfina?" ucap lida
"Itu karena saat itu bukan di tubuh mereka" ucap wen
"Ya jadi istilahnya tubuh alfina yang bermasalah" ucap lob
"Benar jadi itulah yang terjadi" ucap string
"Hm benar" ucap ren
"Oh...Iya Novita apa kamu sudah siap untuk permainan pianomu di hadapan semua murid juga tamu-tamu yang spesial?" ucap lida
"Hn ya aku siap saja" ucap Novita
"Loh memang ada tamu spesial apa?" ucap Alfina
"Kamu belum tahu ya Alfina?" ucap lida
"Tidak tahu" ucap Alfina
"Begini Alfina semua murid di sekolah akan menyaksikan permainan piano dari Novita dan gak hanya sekedar siswa atau para guru saja tapi ada tamu para artis papan atas yang ingin melihat pemain pianonya" ucap mey-mey
"Dan nanti ada ibunya yang juga datang" ucap lida
"..a-apa sungguh begitu Novita?" ucap Alfina
"A...ya" ucap Novita
"Uh..." ucap Alfina
"Kenapa?" ucap lida
"Untung saja aku tidak akan memainkan piano" ucap Alfina
"Oh...begitu ya" ucap mey-mey
"Bukannya Novita sudah melatihmu?" ucap lida
"Ya sudah tapi dia perlu bimbinganku, iya bukan?" ucap Novita
"...iya kamu benar" ucap Alfina
Hahaha..
Mereka tertawa riang...
.
.
.
.
.
Dan setelah kejadian itu...
"Aku pulang... Hum harum..siapa yang masak?" ucap Novita
"Kakak!" ucap Astri
"Eh...astri" ucap Novita
"Kakak udah pulang" ucap Astri
"Ya, hm...siapa yang masak?" ucap Novita
"Siapa lagi kalau bukan ibu" ucap ibu
"...i-ibu?" ucap Novita
"Selamat datang kembali" ucap ibu
"Iya" ucap Novita
"Sekarang kamu bersihkan dirimu dan bersiap makan malam" ucap ibu
"Iya" ucap Novita
.
.
.
.
Saat Novita telah membersihkan dirinya dan memakai baju kesehariannya, Novita segera ke ruangan makan.
Saat Novita berada di ruangan makan....ada...
"Hallo putriku tercinta" ucap ayah yang ternyata pulang
"Ayah!?" ucap Novita
"Hehee..apa kamu kira ayah tidak di rumah?" ucap ayah
"Hmmm tidak juga" ucap Novita
"Hore hari ini makan bersama!" ucap Astri yang senang
"Sepertinya kamu senang" ucap Novita
"Tentu saja kakak, sekian lama akhirnya ayah dan ibu ada di rumah" ucap Astri
"Hahaha...ya kamu benar Astri sekian lama tidak berkumpul seperti ini" ucap ayah
"Nah ayo kita makan" ucap ibu
"Hmmm sepertinya enak" ucap Astri
"Nah Novita ayo kita makan masakan ibumu" ucap ayah
"Iya ayah tentu" ucap Novita
Mereka duduk di meja makan dan Novita melihat not-not nada yang akan dia mainkan pada besok harinya.
"Kamu sedang membaca apa?" ucap ayah
"Aku sedang melihat not nada" ucap Novita
"Ayah besokkan anak kita akan main piano di sekolahnya" ucap ibu
"Iya ayah dan para artis terkenal saja ingin melihatnya" ucap Astri
"Haha...ya ayah lupa soal itu, dan Novita pasti akan bisa melakukannya" ucap ayah
"Tentu saja kakak gitu" ucap Astri
"Hm bisa saja kamu" ucap Novita
"Haha...omong-omong makananya enak" ucap ayah
"Hm...enak" ucap Astri
"Sudah lama aku tidak memakan masakan ibu" ucap Novita
"Ya ibu juga sudah lama tidak memasak untukmu sayang" ucap ibu
"Masakan ibu maupun kakak juara deh" ucap Astri
"Benar" ucap ayah
Keluarga itu bahagia sekali dengan berkumpulnya semua anggota keluarga jelas kenangan ini tidak akan di lupakan.
.
...
.
.
.
.
BERSAMBUNG.....