
Pride langsung melancarkan serangannya terhadap soil dan green, membuat mereka saling menghindar membuat mereka sulit untuk mencari celah kelemahan dari pride.
"Sepertinya ini sulit" ucap green
"Tidak ada celah untuk mencari kelemahannya" ucap soil
"Kalian pasti akan aku buat seperti debu!" ucap pride
.
.
.
.
Sisi tempat...
Cool mencoba menghentikan hot yang sedang terpengaruh dari pride.
Tampak cool tidak mengeluarkan sepatah kata apapun selain menatapnya dengan serius.
"Sulit sekali untuk melumpuhkannya" ucap cool
"Sepertinya kau itu lemah" ucap hot
"!!?" ucap cool
"Kamu sangat lemah dan tidak tahu apapun selain egoismu sendiri" ucap hot
"Salah" ucap cool
"...?" ucap hot
"Kamu tidak akan bisa membaca pikiran seseorang sepertiku" ucap cool
"Kau pikir begitu cool" ucap hot
"Selama ini kamu itu tidak tahu apa-apa selain sosok ceriamu itu" ucap cool
"Hn?" ucap hot
"Ya aku tahu selama ini kamu orang yang mudah bersahabat dengan siapapun tapi kamu tidak pedulikan apapun itu sikap orang di sekitarmu, seperti diriku" ucap cool
"Hah...omong kosong apa itu" ucap hot
"Aku tidak menupumu ataupun beraluninasi padamu" ucap cool
"Sepertinya ini akan aku buat kamu amensia!!!" ucap hot
Kring!!!!
"Tidak akan terjadi seperti dirimu" ucap cool
Graaaa!!
Mereka menangkis satu sama lainnya dan cool mencari kelemahan namun...
"Ugh..."
"Ha?"
Cool melihat hot yang tiba-tiba terhenti karena kakinya yang masih cedera.
"Saatnya" ucap cool
Cool langsung membalas serangan ke hot dan membuat hot menjadi terdiam kaku.
"Lepaskan saya!!" ucap hot
Bruk!
Hot pinsan dan cool menahan tubuhnya sebelum jatuh ke tanah tampak untuk pertama kalinya ia bisa bicara seperti ini bahkan ia kembali bisa kontrol emosinya.
"Sekarang dia tenang juga" ucap cool yang lega
Namun cool melihat soil dan green kewalahan sehingga dia ingin membantu mereka yang sedang kesulitan.
"Gawat mereka kesulitan aku harus bantu mereka"
Cool meletakkan hot yang ia biarkan berbaring tenang sehingga cool segera menolong soil dan green.
.
.
Soil dan green tampak tidak berdaya karena serangan pride sangat brudal bahkan sulit untuk mengalahkannya.
Pride langsung menggunakan bayangannya namun...
Wuss!
Ternyata cool langsung memotong bayangan itu dan secara otomatis serangannya gagal untuk melukai soil dan green.
Serangan cool membuat pride mengalami cukup parah dari kekuatan es miliknya sehingga pride mengalami retakan di area matanya.
"Sepertinya aku terlalu buru-buru" ucap pride
"Aku tidak akan biarkan kamu seenaknya melakukan pada mereka" ucap cool
"Cool?" ucap green
"Kamu datang cool" ucap soil
"Maaf membuat kalian khawatir" ucap cool
"Dimana hot?" ucap hot
"Dia sekarang sudah tenang" ucap cool
"Sepertinya permainanku belum berakhir di sini" ucap pride
"Akan aku akhiri!!!" ucap cool
Pride langsung menggunakan bayangannya, cool langsung menangkis bayangannya seta mencoba mempertahankan dirinya dari serangannya yang sangat berbahaya.
"Cool sepertinya sangat emosi" ucap green
"Ya aku merasakannya dimana cool benar-benar ingin menghabisinya" ucap soil
.
.
.
.
Di tempat alam lain...
Ratu dan para peri sangat khawatir dengan cool yang dimana mereka bisa melihat bahwa sekarang cool sedang emosi secara tidak langsung.
"Ratu saya khawatir dengan cool yang sepertinya ia begitu sangat emosi"
"Iya benar ratu kami sangat khawatir dengannya"
"Ini tidak salah lagi kalau cool memiliki kekuatan yang ada di dalam jiwanya" ucap ratu
"Apa yang ratu pikirkan saat ini?"
"Kalian masih ingat ramalan waktu itu" ucap ratu
"Ramalan?"
"Yang mana yang ratu maksud?"
"Menurut legenda ada yang namannya kedua elemen yang sangat langka di miliki dimana semua kehidupan telah di tentukan secara takdir" ucap ratu
"Apa yang ratu maksud adalah..."
"Ya aku bisa melihatnya dimana saat hot dan cool saling berselisihan, saat itulah aku melihat energi lain yang ada di dalam diri mereka" ucap ratu
.
.
.
Cool terus bertarung dengan pride dan mencoba memblokir serangan miliknya.
Tampak sangat sulit mencari celahnya bahkan cool terus berfikir untuk mencari kelemahan pride.
"Hn sangat kuat juga kamu bahkan sampai sekarang masih bertahan rupanya" ucap pride
"Banyak bicara saja kamu" ucap cool
.
.
.
Greeekk
"Apa?" ucap pride
Pride tidak percaya bahwa cool berhasil menyentuhnya dan cool sedikit merinding saat memegangnya karena tubuh pride seperti bukan manusia yang dimana ada sebuah aura merah yang terlihat sehingga cool berusaha tegar untuk mengakhiri semuanya.
"Akan aku akhiri!!!" ucap cool
TIDAAAAAAAK!!!!!!
cool langsung menggunakan kekuatan esnya dan tubuhnya yang di kelilingi aura hitam di sekujur tubuhnya membuat soil dan green melihat hal tersebut.
"Huh..." ucap cool yang kelelahan
"Cool kamu baik-baik saja?" ucap soil
"Ya" ucap cool
"Cool apa itu?" ucap green
"Hn apa?" ucap cool
"Tubuhmu di kelilingi seperti aura hitam" ucap soil
"Hah, bagaimana ini terjadi dan apa ini?" ucap cool melihatnya
"Hm jadi penasaran" ucap green
Tiba-tiba....
Hraaaaaaa!!!
Munculah sosok yang menyeramkan yang membuat mereka terkegut.
"Kalian telah membuatku seperti ini..."
"...apa itu..menyeramkan" ucap soil
"Takut.." ucap green yang gemetar
"Makhluk macam apa sebenarnya dia ini" ucap cool
Graaa!!!
Dia melihat sosok hot yang terbaring dan tampaknya dia langsung menuju ke hot.
"Oh tidak hot!!" ucap green
"Tch akan aku tahan dia" ucap cool langsung lari
Cool mencoba berlari secepat mungkin.
"Soil coba gunakan kekuatan tanahmu!" ucap yang berteriak
"Baik ini dia!" ucap soil
Soil menggunakan kekuatan tanahnya yang bermaksud menghentikan bayangan tersebut namun itu sangat nihil.
"Sialan!" ucap soil
"Tidak apa-apa kamu telah berusaha!" ucap cool
"Hm" ucap soil kecewa
"Sudah soil sekarang kita susul" ucap green
"Iya" ucap soil
.
.
.
.
Sementara itu cool masih berusaha mengejarnya namun semakin keadaan mendesak yang dimana bayangan itu sepertinya siap untuk memasuki tubuh hot.
"Tidak!!!" ucap cool
Sebelum hal itu terjadi....
Cool langsung melindungi hot yang mengorbankan tubuhnya untuk melindunginya dan tampak secara otomatis bayangan itu langsung masuk ke tubuh cool.
"Huh...!!"
"Cool!!"ucap soil
Cool terengah-engah saat bayangan itu mulai masuk ke dalam tubuhnya dan secara keseluruhan bayangan tersebut sudah masuk ke dalam tubuhnya.
"Hah...hah...hah.." cool yang keringat banyak
"Cool?" ucap green
"Bicaralah cool" ucap soil
"...ya aku..melindunginya.." ucap cool
"Cool..." ucap soil yang prihatin
Tidak lama....
"Hot..?"ucap green melihat hot yang sadar kembali
" hm kenapa aku bisa di sini?"ucap hot
"Kamu tadi terpengaruh oleh pride" ucap green
"Lalu dimana pride aku akan menghabisinya" ucap hot
"Tidak" ucap green
"Huh...ada apa?" ucap hot
Tampak hot melihat green yang sepertinya kurang baik bahkan hot sedikit resah dengan sikapnya.
"Green apa yang terjadi dan ken--
Kata-katanya terputus saat melihat kondisi cool yang tidak baik bahkan soil menemaninya bahkan ia terbelalak melihat kondisi cool yang sangat prihatinkan.
" kenapa dengannya!?"ucap hot
"Dia melindungimu" ucap soil
"..apa?" ucap hot
"Dia berusaha untuk melindungi kamu dari pride yang berusaha merasuki tubuhmu payah!" ucap soil
"...tidak...mungkin cool?!" ucap hot yang tidak percaya
Bahkan tatapan cool tampak kosong dan melihat hot yang khawatir terhadap dirinya.
"mohon maafkan aku cool, ini salahku aku...aku... Telah membuat kamu dalam bahaya.." ucap hot yang menangis
Namun tangan cool yang langsung mengelap air mata hot yang menetes dan tampak terlihat jelas bahwa cool masih ada perasaan dimana dia tahu apa yang di rasakan padanya.
"Cool..?" ucap hot
Namun cool tidak keluarkan sepatah apapun selain memberikan rasa simpati pada hot, soil tahu bahwa cool mengetahuinya soal hot.
"Sepertinya cool sangat simpati padamu hot" ucap soil
"..ng apa?" ucap hot
"Aku merasakannya bahwa dia sangat simpati padamu dan dia tahu apa yang kamu rasakan saat ini juga" ucap soil
Jelas air matanya yang semakin deras bahkan cool membiarkan hal itu dan green berusaha menenangkan hot yang bersedih.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.....