
Di istana kegelapan....
"Tch..kesal!!!"
"Wow...baru saja kau kembali dan datang-datang udah marah begitu" ucap tui
"Aku kesal sekali!!!" ucap klano
"Hah...kau kalah lagi rupanya" ucap reon
"Hot...sialan kamu aku ingin sekali membuatnya mati!!!" ucap klano
"Hallo semuanya" ucap pangeran toro yang datang
"Oh..pangeran maaf tidak mengetahui kehadiranmu" ucap reon yang menunduk
"Ya tidak masalah, oh...sepertinya ada yang sedang marah rupanya" ucap pangeran toro
"Hah...sial gara-gara hot, aku jadi kesal!!!" ucap klano
"Hm...jadi apakah kalian ingin sekali kalau mau membalas kekalahan kalian?" ucap pangeran toro
"Tentu saja" ucap tui
"Ya saya setuju, karena aku punya urusan dengan green" ucap reon
"Sama aku juga punya urusan dengan soil yang sok kuat itu" ucap tui
"Hmmm...kalau begitu sama ya aku juga punya urusan dengan cool" ucap pangeran toro
"Bearti dendam kita serupa yaitu membalas kekalahkan kita selama ini" ucap klano
"Ya tepat sekali, kalau begitu kita harus melapor pada ayahku dan oh...ada satu hal yang harus aku kasih tahu pada kalian" ucap pangeran toro
"Hm?" ucap reon
"Apa itu pangeran toro?" ucap tui
"Apa hal yang ingin kasih tahu pada kami?" ucap klano
"Ada satu rahasia yang sangat tersembunyi yang dimana aku bisa menjadi rekan sekutu kita" ucap pangeran toro
"Siapa itu?" ucap klano
"Siapa yang di maksud pangeran toro?" ucap tui
"...Cool girls..." ucap pangeran toro
"COOL GIRLS?!"
"Hei pangeran memang dia berada di pihak kita apa!?"ucap klano
" iya dia itu lawan yang kuat dan mana mungkin dia mau berada di pihak kita, dia itukan orang yang sangat dingin dan tatapannya ih......serem...?"ucap tui yang ingat saat dia pernah menatap cool
"Itulah yang kalian belum tahu, maka akan aku kasih tahu bagaimana dia bisa berada di pihak kita" ucap pangeran toro
"Apa yang membuatnya bisa berada di pihak kita?" ucap reon
"Ada suatu tanda yang tersembunyi pada dirinya" ucap pangeran toro
"Tanda apa?" ucap klano
"Mantra segel" ucap pangeran toro
"Apa?" ucap tui
''tapi seperti apa tanda itu?'' ucap tui
''lihat saja'' pangeran toro memperlihatkan bentuk tanda itu pada mereka
"Hm setahuku tanda itu seperti kutukan yang mengsiksa pada orang yang terkena tanda itu" ucap reon
"Hah...benar sekali, dan gak hanya itu ternyata itu bisa membuatnya terbawa kontrol pada ayahku" ucap pangeran toro
"Wah sungguh begitu pangeran toro" ucap tui
"Hm sepertinya sangat mengensankan sekali" ucap reon
"Kalau begitu apa bisa membuat dia benar-benar bisa membalas kekalahanku pada hot" ucap klano
"Tentu saja, kau bisa melihat hal itu bahkan bila perlu cool benar-benar berada kekuasaan kita" ucap pangeran toro
"Kalau begitu bearti bisa membalas mereka tampa turun tangan" ucap reon
"Tentu saja kenapa tidak, tapi sebelum itu...kita buat mereka sibuk dan terpisah" ucap pangeran toro
"Hm kalau begitu apakah biasa kita lakukan?" ucap klano
"Oke baik, ayo ke ayahku dan kita bisa melakukannya segera mungkin" ucap pangeran toro
.
.
.
.
.
Di tempat lain...
Sekolah mengadakan sebuah kunjungan ke tempat musium, dan hanya kelas tertentu yang mengunjunginya.
Dan kali ini lida, mey-mey dan Novita yang menjalankan kunjungan tahun ini, kelas mereka termasuk yang berangkat dalam kunjungan ini.
Mereka terpisah karena kelas mereka yang berbeda dan jelas kalau meraka mengikuti pembimbingnya.
"Seperti ini ya lukisan ini" ucap lida
"Ya lukisan ini terkenal sekali dan ini bertema alam yang indah" ucap mey-mey
"Hmm mey-mey" ucap lida
"Apa?" ucap mey-mey
"Kamu masih ingat waktu Novita memegang leher belakangnya" ucap lida
"Ya aku ingat, memang kenapa?" ucap mey-mey
"Apakah aneh kalau Novita mengalami cedera selama itu" ucap lida
"Lida, itu tergantung kecelakaan yang di alaminya" ucap mey-mey
"Tapi masa iya cedera yang waktu pertandingan itu lama banget dan seharusnya sudah sembuh?" ucap lida
"Hmmm...ya aku rasa begitu tapi entah kenapa aku juga jadi penasaran" ucap mey-mey
"Jadi apa ada sesuatu yang...." ucap lida
"Hm pasti ada suatu yang di sembunyikan dari kita" ucap mey-mey
"Iya, aku yakin pasti ada sesuatu yang aneh pada Novita" ucap lida
"Kita akan tahu bila bertemu nanti" ucap mey-mey
"Oke kalau begitu" ucap lida
.
.
.
Lida dan mey-mey makan bersama namun kali ini Novita tidak bersama mereka, dan mereka tidak tahu apa yang membuatnya tidak bersama mereka.
"Dimana ya Novita?" ucap lida
"Aku sendiri tidak tahu" ucap mey-mey
"Hm wen ren kamu lihat Novita dan string tidak?" ucap lida
"Aku tidak melihat mereka" ucap wen
"Ya soalnya sepanjang hari tidak tahu mereka berada di mana" ucap ren
"Um..dimana ya" ucap lida
"Aku jadi khawatir dengan Novita" ucap mey-mey
"Oh itu string" ucap wen melihat string datang
"Hallo string" ucap ren
"Hallo" ucap string
"String ini ada biskuit untukmu" ucap mey-mey
"Oh terima kasih" ucap string
"String dimana Novita?" ucap lida
"Dia sedang ke kamar mandi" ucap string
"Oh..begitu ya, em...string" ucap lida
"Hm ada apa?" ucap string
"Aku mau tanya sesuatu padamu" ucap lida
"Mau tanya apa padaku?" ucap string
"Ini soal Novita" ucap lida
"Memang ada masalah apa padanya?" ucap string
"Begini, apakah akhir-akhir ini Novita sering memegang belakang lehernya?" ucap lida
"Hm...ya benar" ucap string
"Apa ada sesuatu yang membuatnya seperti itu?" ucap lida
"Aku kurang tahu, tapi...ada sesuatu yang menyala merah di belakang lehernya" ucap string
"Tapi kenapa kita gak melihatnya yah?" ucap mey-mey
"Benar" ucap lida
"Hal seperti itu hanya bisa di lihat pada malam hari" ucap string
"Um begitu ya jadi hanya saat malam hari kita bisa melihatnya?" ucap lida
"Benar jadi saat seperti ini memang kita gak bisa melihatnya secara langsung" ucap string
"Pasti ada sesuatu yang dimana Novita selama ini menahan rasa sakit di luar akal kita" ucap mey-mey
"Kita akan tahu bila kita melihatnya tampa pengetahuan Novita" ucap string
"Eh...bagaimana caranya?" ucap wen
"Iya itu sepertinya sulit sekali" ucap ren
"Tenang bukannya ada string yang bisa melakukannya.." ucap lida
"Heh..kenapa aku?" ucap string
"Itu karena kamu yang paling dekat dengannya" ucap lida
"Hah...sebenarnya aku sudah melakukannya tapi selalu gagal" ucap string
"Kok..bisa begitu?" ucap lida
"Karena saat dia tidur itu...dia selalu tertutup bajunya yang berkerah" ucap string
"Uh...benar-benar bikin ingin tahu apa penyebabnya" ucap lida
"Apa ini ada hubungannya dengan perkataan pangeran toro ya?" ucap mey-mey
"Heh...apa hubungannya?" ucap mereka
"Lida kamu ingat kalau dia pernah bilang bahwa salah satu kita akan menjadi lawan/musuh" ucap mey-mey
"Huh...aku ingat itu tapi masa iya Novita menjadi musuh?" ucap lida
"Ah..baiklah kita pasti akan tahu bila kita bisa melihat sesuatu yang ada di belakang lehernya" ucap mey-mey
"Hah...ya idemu gak buruk" ucap string
"Iya memang sih kita gak bisa mengandalkan string saja" ucap lida
"Kita akan berusaha untuk melihat sesuatu yang di belakang lehernya" ucap wen
"Iya" ucap ren
"Pasti akan tahu" ucap lida
.
.
.
.
.
Di kamar mandi Novita sedang memcuci tangan dan setelah itu Novita langsung terdiam karena teringat tragedi yang dimana dirinya mendapatkan tanda aneh yang ada di belakang lehernya.
"sebenarnya apa yang terjadi dan kapan tanda ini ada" Novita yang resah
Jelas kalau sekarang ini sedang begitu benar-benar resah karena pikiran yang tercampur aduk dan batinnya.
.
.
.
..
Beberapa saat kemudian....
"Hm..saatnya di mulai..." ucap pangeran toro
.
.
.
.
BERSAMBUNG....