THE ELEMENTS GIRLS

THE ELEMENTS GIRLS
di luar dugaan



Di bandara...


Henia okna sekarang berada di bandara dan sekian lama ia meninggalkan negaranya juga bisa bertemu dengan kedua anaknya di rumah.


"Akhirnya aku sampai di bandara dan bisa melihat kedua anakku"


Henia melihat banyak wartawan dan tampak ia hanya menyapa saja juga gak banyak bicara soal kepulangannya.


Henia langsung naik mobil..


"Nyonya kita ke rumah?"


"Tidak sepertinya jam segini anakku yang kedua pulang sekolah jadi aku ingin ke sekolahan anakku yang kedua"


"Baiklah nyonya"


.


.


.


Tring....


Bel berbunyi dan menandakan jam belajar berakhir, Astri akhirnya bisa pulang karena khawatir dengan kondisi kakaknya yang berada di rumah sendirian.


"Astri" ucap renia


"Renia?" ucap Astri


"Kamu sepertinya buru-buru sekali?" ucap renia


"Ya aku khawatir dengan kondisi Kakakku di rumah" ucap Astri


"Memang kenapa dengan kakakmu?" ucap renia


"Kakakku demam" ucap Astri


"Apa demam?" ucap renia


"Iya" ucap Astri


"Hai kalian" ucap teo


"Oh kamu teo" ucap Astri


"Apa benar kak Novita sakit?" ucap teo


"Iya Kakakku sakit" ucap Astri


"Padahal kemarin baik-baik saja" ucap teo


"Kita Tidak tahu sakit itu terjadi" ucap renia


"Benar" ucap Astri


"Iya juga ya" ucap teo


Saat di depan gerbang...


"Astri itu mobil siapa?" ucap renia


"Iya Astri itu mobil siapa ya kok kayak gak pernah aku lihat?" ucap teo


"Aku juga tidak tahu" ucap Astri


Tiba-tiba seseorang keluar dari mobil dan...


"I-ibu?" ucap Astri


"Sayang kemarilah" ucap henia


Astri langsung lari dan memeluk ibunya.


"Ibu.." ucap Astri


"Kamu sudah besar sayang" ucap henia


"Ibu akhirnya pulang aku senang sekali" ucap Astri


"Iya sayang ibu pulang, ibu ingin sekali bersamu dan kakakmu" ucap henia


"Ibu ini kedua temanku" ucap Astri


"Hallo tante" ucap renia


"Hai tante" ucap teo


"Hallo kalian sudah besar ya" ucap henia


"Ibu.." ucap Astri


"Ya?" ucap henia


"Aku khawatir dengan Kakak di rumah" ucap Astri


"Memang kakakmu kenapa?" ucap henia


"Kakak demam" ucap Astri


"Ya sudah ayo masuk kedalam mobil ya semuanya" ucap henia


"Iya"


.


.


.


.


Di rumah...


Novita begitu lemas dan tampak tidak bertenaga, membuat string khawatir dengan Novita yang keadaannya semakin mengkhawatirkan.


"Novita kamu baik-baik saja?" ucap string


"Ya aku baik-baik saja" ucap Novita


"Kamu begitu pucatnya dan kamu hanya sendiri di rumah" ucap string


"Tidak apa-apa nanti adikku juga pulang" ucap Novita


"Aku harap begitu" ucap string


"Sebentar ya aku mau ke kamar mandi" ucap Novita


"Apa aku mengantarmu" ucap string


"Tidak apa-apa kamu tunggu saja nanti aku takut adikku khawatir dengan adanya kamu" ucap Novita


"Hm baiklah" ucap string


Novita keluar dari kamar dan menuju ke kamar mandi...


Beberapa saat kemudian Novita keluar dari kamar mandi, saat keluar Novita begitu lemas seakan ingin ambruk.


"Uh.."


Brukk..


String mendengar suara dari bawah..


"Suara apa itu hmm aku periksa" ucap string


String langsung terbang ke bawah dan saat di lihat ternyata Novita terkeletak di lantai..


"Novita..!" ucap string


Tiba-tiba..


"Oh Tidak ada orang pasti itu adiknya aku harus sembunyi" ucap string langsung pergi ke kamar Novita


.


.


.


Henia bersama anaknya masuk ke rumah dan saat di buka..


"Aku pulang... Kakak!" ucap Astri


Yang melihat kakaknya terkeletak di lantai


"Ada apa sayang kenapa.." ucap henia terputus melihat anak sulungnya terkeletak di lantai


"Nak bangun sayang kamu kenapa" ucap henia


"Ibu.." ucap Astri


"Tenang ya sekarang kita bawa kakak ke rumah sakit ya" ucap henia


"Iya ibu" ucap Astri


Henia membawa anaknya dan sedangkan string terkegut bahwa tuannya di bawa ke rumah sakit.


"Aku harus mengikuti mereka lalu aku akan kasih tahu ke lainnya" ucap string langsung terbang


.


.


...


Beberapa saat akhirnya sampai di rumah sakit dan Novita langsung masuk ke ruangan icu..


"Maaf kalian tunggu di luar ya"


"Ibu" ucap Astri


"Gak apa sayang Kakak akan baik-baik saja" ucap henia


.


.


.


.


Setelah beberapa saat akhirnya dokter keluar dari ruangan setelah memeriksa Novita.


"Dokter bagaimana dengan kondisi anakku" ucap henia


"Hm anak ibu Sepertinya kekurangan cairan sehingga ia begitu lemas sekali" ucap dokter


"Lalu apa baik-baik saja" ucap henia


"Tenang bu semua akan baik-baik saja, anak ibu perlu di rawat untuk beberapa hari agar saya bisa melihat perkembangannya" ucap dokter


"Baiklah dokter saya Tidak apa-apa bila itu adalah yang terbaik untuk anak saya" ucap henia


"Baiklah saya termisi ya" ucap dokter


"Iya dokter" ucap henia


"Ibu.." ucap Astri


"Sudah kakak akan baik-baik saja" ucap henia


"Tapi aku khawatir" ucap Astri


"Tidak apa-apa sayang semua akan baik-baik saja, hm ibu boleh tanya sama kamu" ucap henia


"Apa ibu?" ucap Astri


"Apa belakang ini kakak melakukan apa sampai seperti ini?" ucap henia


"Ibu kakak begitu sibuk dengan kegiatannya dan kadang kakak gak pernah mengeluh walau sakit sedikit" ucap Astri


"Ibu paham tapi yang lebih tahu pasti kakak sendiri" ucap henia


"Ibu jangan marah sama kakak" ucap Astri


"Tidak ibu gak marah sama kakak dan ibu senang kalau anaknya melakukan yang positif" ucap henia


"Iya ibu" ucap henia


.


.


.


...


"Apa di rumah sakit?" ucap lida


"Iya baru saja di bawa bersama dengan adik dan ibunya" ucap string


"Itu bearti ibunya Novita sudah kembali dari luar negera" ucap mey-mey


"Benar" ucap lida


"Lalu bagaimana kondisinya?" ucap wen


"Dia masih lemas dan seperti Tidak bertenaga sama sekali" ucap string


"Sepertinya ia begitu banyak kegiatan" ucap ren


"Hingga Novita jarang ada waktu untuk beristirahat" ucap mey-mey


"Ya kita tahu kalau dia begitu sibuk" ucap lida


"Lalu apa kita akan ke sana?" ucap mey-mey


"Ya Tidak apa-apa tadinya kita juga ingin melihatnya di rumah tapi malah di rumah sakit" ucap lida


"Ya Tidak masalah tapi kita tunggu Alfina di tempat biasanya" ucap mey-mey


"Iya ayo" ucap lida


.


..


..


.


..


Di rumah sakit...


Henia dan anaknya sedang menunggu Novita siuman kembali dan tampak henia begitu khawatir dengan kondisi Putri sulungnya yang sakit dan juga harus di rawat dirumah sakit.


Henia bisa melihat anaknya yang begitu pucat dan demam tinggi yang melanda pada Putri sulungnya.


"Ibu apa kakak baik-baik saja" ucap Astri


"Iya sayang, nanti kakak pasti sadar" ucap ibu


"Kakak.." ucap Astri


Henia mengelus kedua anaknya dan ia gak tega melihatnya karena begitu melekat satu sama lain.


.


.


.


.


Lida, mey-mey dan Alfina datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi teman mereka yang di rawat dirumah sakit.


"Kita sampai di ruangannya" ucap mey-mey


"Ayo kita masuk" ucap Alfina


"Aku buka pintunya" ucap lida


Saat di buka mereka melihat ada Astri dan ibunya.


"Kak lida, kak mey-mey dan kak Alfina?" ucap Astri


"Oh kalian ya" ucap henia


"Maaf ya kami ke sini Tidak memberi tahu dulu" ucap lida


"Tidak apa-apa kalian ingin melihat kondisi anakku saja bukan?" ucap henia


"Iya bibi benar" ucap mey-mey


"Bagaimana ibumu sehat di rumah, mey-mey" ucap henia


"Iya ibu sehat di rumah" ucap mey-mey


"Bibi sebenarnya Novita sakit apa?" ucap lida


"Anakku kekurangan cairan sehingga ia gak bisa bergerak dan begitu lemas, dokter mengatakan bahwa ia harus di rawat untuk bisa memantau perkembangannya" ucap henia


"Mungkin ia begitu banyak sekali pekerjaan" ucap mey-mey


"Iya bahkan ia gak kenal lelah" ucap lida


"Bibi ingin tahu apa saja yang di lakukan Putriku di sekolah" ucap henia


"Ia suka buku, bermain musik dan..apa ya" ucap lida


"Ia mengikuti kegiatan osisnya" ucap mey-mey


"Menjadi ketua osis di sekolah" ucap lida


"Hm Sepertinya Putriku begitu banyak kegiatan di luar pemantauanku" ucap henia


"Bibi dia melakukan hal itu untuk orang lain" ucap mey-mey


"Iya dan ia orangnya baik" ucap lida


"Hm mungkin dia melakukan segalanya tampa banyak bicara" ucap henia


"B-benar" ucap lida


"Benar apanya?" ucap henia


"Maksudku bibi benar sekali kalau Novita itu jarang banyak bicara orangnya" ucap lida


"Ya begitulah sikapnya" ucap henia


"Um aku sungguh begitu takjub dengan Novita" ucap mey-mey


"Kenapa?" ucap lida


"Kamu tahu lida, Novita melakukan semuanya dengan tangannya sendiri dan ia begitu tanggung jawab dengan kewajibannya" ucap mey-mey


"Benar dan aku kenal betul dengan temanku sendiri bahwa ia begitu berjiwa hebat dan gak pernah mengeluh" ucap Alfina


"Hm yang aku tahu dia begitu tegas dan mengikuti peraturan" ucap lida


"Dia seperti itu karena merasa dia sudah harus melakukannya" ucap henia


"!!?"


"Dia tidak ingin ada sesuatu yang mencewakan dan merugikan semuanya" ucap henia


"Hm ya aku merasa kalau Novita begitu banyak pengorbanan yang luar biasa" ucap lida


"Ia sosok Kakak yang luar biasa" ucap Alfina


"Kami sangat mengaguminya" ucap mey-mey


"Hm apa saya bisa minta tolong pada kalian" ucap henia


"Apa itu?" ucap lida


"Bisakah menunggu Novita di sini dan saya ingin keluar sebentar sama Astri" ucap henia


"Ha iya" ucap Alfina


"Baik" ucap lida


"Baiklah aku tinggal sebentar ya" ucap henia


"Iya" ucap mey-mey


Saat mereka keluar tiba-tiba mendengar suara...


ZONZU!!!


"Gawat ada ZONZU lagi" ucap wen


"Dari arah mana?" ucap lida


"Dari sana" ucap ren


"Baiklah kita berubah di sini dan kita juga gak boleh lama" ucap Alfina


"Oke"


.


.


.


.


Di kejadian tempat..


Mereka akhirnya sampai dan ternyata ulah dari tui..


"Ternyata kalian datang ya" ucap tui


"Kau ini hanya membuat kekacauan" ucap soil


"Benar ini harus di hentikan" ucap hot


"Hm..aku lihat kalian hanya bertiga dan di mana si biru yang cerdas itu" ucap tui


"Itu gak masalah bagi kami" ucap green


"Dia walau gak di sini kami masih bisa menghadapinya" ucap hot


"Hahaa kalian sombong, ZONZU habisi mereka!" ucap tui


"ZONZU!!"


Mereka berusaha menghadang zonzu namun tenaga mereka semakin terkuras habis karena cukup kuat.


"Hahaha apa ini kekuatan kalian" ucap tui


"Aku gak akan kalah!!" ucap soil


"Hah parah " ucap tui


Soil langsung menerima pukulan yang cukup kencang sehingga ambruk di tempat..


"Soil!" ucap hot


"Ternyata hanya itu kekuatan dia hah...payah sekali" ucap tui


"Tutup mulutmu!!" ucap hot


"Apa!!" ucap tui


Tui menerima hembasan kekuatan api yang cukup panas sehingga ia tidak tahan menerima kekuatan api yang dasyat tersebut.


"Uh...panas sekali!!" ucap tui


"Terima ini!!" ucap hot


"Hah!!"


Tui terpental jauh sehingga tidak tahu ke arah mana akan mendarat, semua kembali normal dan aura negatif menjadi positif kembali.


.


.


.


.


Mereka kembali ke tempat Novita berada dan melihat Novita belum sadar sama sekali sampai ibu dan adiknya kembali ke ruangan.


"Bagaimana apa anakku sudah bangun" ucap henia


"Belum, dia masih belum sadar" ucap lida


"Aku berharap sekali anakku bisa melihatku di sini" ucap henia


"Bibi.." ucap lida yang tersentuh


.


.


.


BERSAMBUNG.....