
Di sore saat pulang sekolah tiba..
"Lelahnya" ucap lida
"Ah iya Novita" ucap Alfina
"Ya" ucap Novita
"Aku mau inap bersamamu" ucap Alfina
"Eh..ya boleh aja tapi bagaimana dengan ayah dan ibumu?" ucap Novita
"Ayah dan ibuku pergi ke luar kota bersama adikku jadi ya aku bisa menginap bersamamu" ucap Alfina
"Oh..hm..baik" ucap Novita
"Novita, apa aku boleh" ucap lida
😀
"Ya boleh" ucap Novita
"Asyik, hm mey-mey bagaimana denganmu?" ucap lida
"Ya bisa tapi aku harus izin dulu pada ibuku" ucap mey-mey
"Asyik pasti malam ini akan menarik" ucap lida
"Ah..kumat lagi deh" ucap mey-mey
"Hmhmhm baik nanti datang jam 6 sore" ucap Novita yang tertawa kecil
"Baik" ucap semua
.
.
.
.
Di istana kegelapan...
"Zzzzz...." klano tertidur dengan pulas 😪
"Hm dasar tukang tidur" ucap tui
"Hm mulai nih" ucap Reon yang mulai kesal
"Wow jangan ganggu saat aku tidur" ucap klano marah
"Habis kau kayak tidak ada kerjaan" ucap tui
"APA KATAMU!!" klano mulai menatap tui dengan tajam
"Tch dasar mereka berantam saja" ucap Reon
"Ah apa kalian berdua bisa diam!'ucap toro yang datang dengan marah
" ah maaf pangeran "ucap mereka berdua
" ah mending aku buat kekacauan di luar"ucap Reon
Yang langsung pergi
.
.
.
...
Di rumah Novita...
Lida, mey-mey dan Alfina sedang melihat album foto milik Novita yang menyimpan kenangan.
"Wah imut banget, saat Novita masih kecil" ucap lida
"Dan lucu" ucap mey-mey
Novita datang ke kamar membawa minuman serta makanan dan tidak lupa biskuit gandum untuk para patner mereka.
"Nah silakan" ucap Novita
"Wah..kelihatannya enak" ucap lida
"Wah harumnya" ucap Alfina
"Selamat makan"
Saat lida memakan dia langsung merasakan enak.
"Enak banget" ucap lida
"Hm enak" ucap mey-mey
"Siapa dulu Novita" ucap Alfina memuji
"Terima kasih" ucap Novita
"Novita kamu bisa masak" ucap mey-mey
"Hm iya" ucap Novita
"Masakan Novita enak sekali" ucap lida
"Hmhmhm" Novita sedikit ketawa
"Kamu bisa masak dari mana?" ucap mey-mey
"Dari ibuku yang mengajariku" ucap Novita
"Oh kayaknya kamu memperhatikan ibumu" ucap mey-mey
"Ya dulu saat waktu umur 10 tahun aku sudah terus memperhatikan ibuku saat masak" ucap Novita
"Pantas saja bisa" ucap Alfina
"Novita, cerita sih tentang masa lalumu bersama ayah dan ibumu" ucap lida
"Jadi kamu penasaran ya" ucap Novita
"Tentu saja aku penasaran saat kamu masih kecil" ucap lida
Novita mulai menceritanya...
.
.
.
Saat dirinya masih umur 6 tahun
Ia sangat ceria dan suka bermain bersama ayah, ibu dan serta adik kecilnya yang masih balita.
Novita sangat akrab pada semua orang dengan senyuman yang manis, Novita sangat suka dengan buku dan suka membaca pada malam hari sebelum tidur soalnya ia selalu penasaran isi buku yang ia lihat.
Novita juga bisa berbicara dengan teman seusianya dan cepat akrab dengan siapapun
.
.
...
.
.
"Tapi kayaknya kamu yang dulu dan sekarang berbeda ya" ucap lida
"Karena aku serius sampai aku jadi pendiam hingga sekarang" ucap Novita
"Kamu lama-lama jadi dingin" ucap Alfina
"Ya tapi itu hanya biar aku fokus saja" ucap Novita
"Tiap hari kamu di kejar-kejar sama para lelaki" ucal met-mey
"Karena Novita itu sangat keren" ucap lida
"Ya begitu" ucap Novita
"Novita, apa kamu ada yang suka sama seseorang" ucap lida
"Maksudku Apa kamu lagi suka dengan pria?" ucap lida
"Hm ....tidak" ucap Novita
"Yakin" ucap lida
"Tentu saja yakin" ucap Novita
"Sulit amat membaca sikapnya" ucap lida
"Karena dia serius" ucap alfina
"Wah..Novita kau bisa sulap?" ucap mey-mey
"Hm bisa kenapa?" ucap Novita
"Kayaknya membuatku penasaran nih" ucap lida
"Ah..sudah aku duga kalau ini terjadi" ucap Novita
"Tunjukinnya aku mohon" ucap lida
"Baik aku tunjukkan" ucap Novita
"Hehe akhirnya bujuk juga" ucap Alfina
Novita mengambil sebuah pensil.
"Lihat ini" ucap Novita
Novita mencoba menghilangkan sebuah pensil dan secara sekejap pensil itu benar-benar hilang.
"Eh kemana kok hilang" ucap lida
"Pengin tahu di mana?" ucap Novita
"Dimana?" ucap mey-mey
Novita mengambil di belakang lida dan ternyata pensip yang hilang tadi.
"Wah hebat" ucap wen
"Hebatnya" ucap Ren
"Sungguh keren" ucap lob
"Hebat" ucap string
"Bagaimana sudah puas" ucap Novita
"Belum" ucap lida
"Lida kami rengek banget kalau udah maunya" ucap mey-mey
"Ya begitu lah sifat lida" ucap Alfina
"Kamu mirip sekali dengan seorang pesulap yang sangat terkenal itu" ucap lida yang ceria
"Maksud kamu itu pesulap Zanhul kaibur" ucap mey-mey
"Iya benar, dia pesulap yang sangay keren" ucap lida
"Kalian mengkagumi ayahku?" ucap Novita
"Ayah?" ucap mereka berdua
"Kalian tidak tahu siapa anak daru Zanhul kaibur" ucap Alfina
"Siapa??" ucap lida
"Tentu saja teman kita Novita" ucap Alfina
"Ah....sungguh!!"
"Iya benar" ucap Alfina
"Dia sangat mirip dengan pesulap Zanhul kaibur" ucap mey-mey
"Apa yang miripnya dengan Novita?" ucap lida
"Jadi penasaran aku mirip siapa wajahnya?" ucap Novita
"Iya mirip siapa ya" ucap mey-mey
"Iya membuat penasaran saja" ucap wen
"Aku memiliki wajah seperti ayahku cuma warna kulitku seperti ibuku"ucap Novita
" iya benar dari foto keluarga saja sudah ketahuan"ucap mey-mey
"Syukurlah kalian paham" ucap Novita
Tiba-tiba suara ribut di luar....
"Wah ada kekacauan di luar!!" ucap lob
"Ayo semua kita ke sana" ucap lida
.
.
.
.
.
Saat di ke sana mereka melihat ada moster yang menyerang dan membuat kekacauan dan di sana juga ada Reon.
"Kamu lagi" ucap lida
"Yah kalian para elemens girls" ucap Reon
"Semua ayo merubah" ucap lida
Semua langsung berubah menjadi elemens girlals.
Semua langsung menyerang zonzu dengan kekuatan mereka dengan sekuat tenaga.
"Kalian pasti akan kalah" ucap Reon
"Dalam mimpimu" ucap Alfina
Membuat goncangan yang dasyat dengan sekali pukulan pada zonzu.
Mey-mey langsung memurnikan zonzu dengan kekuatannya.
"Awas saja kalian" ucap Reon
.
.
..
Keadaan kembali normal dan kembali ke rumah Novita.
"Kakak habis kemana tadi?" ucap astri
"Eng..kami habis jalan-jalan sekitar sini" ucap Novita
"Apa gak merasa ada goncangan kuat tadi" ucap Astri
"Tidak mungkin perasaanmu saja" ucap Alfina
"Iya kayaknya, ah... Apa yang terjadi sih.."
Astri terasa bingung pada sendiri.
Semua ketawa dengan hal ini..
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG...