THE ELEMENTS GIRLS

THE ELEMENTS GIRLS
membantu ibuku part 2



Berselang lama kemudian....


Jam pulang tiba juga, dimana semua siswa bisa kembali ke rumah mereka masing-masing.


Lida dan mey-mey pulang terlebih dahulu karena Novita ada rapat osis yang harus di bahas pada hari ini.


"Sayang sekali Novita gak pulang" ucap lida


"Sudah jangan begitu, dia melakukan itu untuk kepentingan sekolah" ucap mey-mey


"Iya sih, tapi Novita baru saja sembuh" ucap lida


"Itu bearti Novita gak ingin ketinggalan dari kegiatannya" ucap mey-mey


"Um..iya sepertinya begitu" ucap lida


"Lida mey-mey!" ucap Alfina


"Alfina?" ucap lida


"Sepertinya ada yang lagi banyak pikiran" ucap Alfina


"Hm siapa?" ucap mey-mey


"Siapa lagi kalau bukan dia" ucap Alfina pada lida


"Um..apa coba?" ucap lida


"Kamu sedang memikirkan ibumu yang banyak pesanan bukan?" ucap Alfina


"Uh-huh" ucap lida angguk kepalanya


"..bagaimana kamu tahu?" ucap mey-mey


"Tentu saja dari Novita" ucap Alfina


"Loh bukannya Novita masih rapat osis ya?" ucap mey-mey


"Iya dia bahkan gak bersamamu?" ucap lida


"Hah...tentu saja aku tahu dari lob" ucap Alfina


"Lob?"


"Iya tadi string memberi tahu padaku agar mesampaikan surat kecil pada Alfina soal kamu" ucap lob


"Oh.." ucap mereka paham


"Sekarang paham bukan?" ucap Alfina


"..a..ya saya paham bukan begitu mey-mey" ucap lida


"Hah...iya benar" ucap mey-mey


"Hm..padahal Novita baru saja sembuh dan kenapa ya dia tetap melakukannya" ucap Alfina


"Hm iya aku saja heran kenapa Novita bisa melakukan segala hal dan walau baru sembuh" ucap lida


"Kalian ingat tidak apa yang di katakan oleh ibunya" ucap mey-mey


"Huh...iya benar juga ya" ucap lida ingat


"Ya benar, tapi itu sangat luar biasa, bahkan sih wajar saja kalau Novita populer di sekolah" ucap Alfina


"Benar, bahkan setiap hari aku melihat Novita begitu kewalahan menghadapi mereka" ucap lida


"Hebatnya dia bisa membuat para pria jatuh hati padanya" ucap mey-mey


"Yah..sepertinya ia melakukannya tampa di sadari bahwa ia telah memikat hati para pria" ucap Alfina


"Lalu bagaimana denganmu Alfina apa sama seperti Novita?" ucap lida yang menggoda


"Hm...ya sama sih cuma gak seperti Novita sampai-sampai kewalahan begitu" ucap Alfina


"Itu sih sama saja" ucap mey-mey


"Mey-mey... Begitu deh suka amat membuat aku gak bisa berkata apapun" ucap Alfina


"Maaf deh" ucap mey-mey yang terkikik


"Wah mey-mey memang alihnya soal membuat orang gak bisa berkata apapun" ucap lida


"Hah...tidak juga tapi yang paling hebat itukan Novita" ucap mey-mey


"Hm.... iya sih selama ini ia sudah membuat banyak orang gak bisa mengeluarkan sepatah kata apapun" ucap lida


"Begitu kah?" ucap Alfina


"Iya bahkan ia pernah menegur anak-anak onar dan setiap ia berkata pasti akan dibuat seperti kena skakmat" ucap lida


"Memangnya seperti permainan catur dibikin skakmat?" ucap Alfina


"....Iya, aku gak bercanda" ucap lida


"Maksud lida, dia bilang kalau setiap Novita berkata pasti akan dibuat skakmat seperti permaian catur" ucap mey-mey


"Oh...kalau begitu aku baru mengerti" ucap Alfina


"...o-o..." lida yang melongo..


"Iya sudah ayo ini sudah sore" ucap mey-mey


Mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka ke rumah mereka masing-masing.


.


.


.


.


Di rumah...


"Aku pulang" ucap lida


"Selamat datang sayang" ucap ibu


"Ibu, udah pulang?" ucap lida


"Ya ingat kamu saja" ucap ibu


"Hm..bisa saja ibu ini" ucap lida


"Ya sudah ayo bersihkan dirimu dan bersiap makan malam" ucap ibu


"Baik" ucap lida


.


.


Setelah itu...


Lida membawakan makanan buat wen yang ia pikir dia sudah kelaparan.


"Nah ini dia makananmu" ucap lida


"Wah sepertinya enak, huh..lamanya" ucap wen yang langsung melahap makannya


"Hehehee maaf ya wen aku lambat sedikit" ucap lida


"Um..lida" ucap wen


"Apa?" ucap lida


"Bagaimana dengan ibumu, apa masih sibuk?" ucap wen


"Ya..masih, aku lihat dapur ibuku begitu berandakan dan sepertinya semakin banyak pesanan" ucap lida


"Kalau saran mey-mey ada benarnya kalau mereka akan bantu ibumu dalam menyelesaikan pesanan ibumu" ucap wen


"Iya aku selalu menerimanya" ucap lida


"Nah begitu dong semangat" ucap wen


"Hm" ujar lida setuju


.


.


.


ZONZU!!!!


"HEH ada zonzu?" ucap lida


"Tch dari arah sana" ucap wen


"Apa jauh?" ucap lida


"Tidak, aku merasa di sekitar rumahmu" ucap wen


"...A..apa katamu?" ucap lida


"Iya, ayo buruan berubah" ucap wen


"Iya baiklah" ucap lida langsung berubah menjadi hot girls


.


.


.


Sekian beberapa lama...


Hot melihat zonzu di sekitar rumahnya dan memang benar ada di sini, hot langsung mendarat dengan tepat.


"Akhirnya datang juga loh hot" ucap klano


"Kamu, beraninya mengacaukan lagi!" ucap hot


"Hah...tapi kau pasti gak tega melihat wanita tua itu " ucap klano


"..apa..ibu?!" ucap hot


"Hah...benar dugaanku kalau itu adalah ibumu" ucap klano


"Kamu...lakukan apa pada ibuku!?"ucap hot


" aku tidak melakukan apa-apa selain melihat aura negatifnya, hehehe.."ucap klano


"Awas kami ya!" ucap hot


Hot melawan zonzu yang berbentuk kue raksasa, saat melawan tampak sangat sulit karena serangan yang sangat kuat bahkan dia gak bisa bergerak karena lengket.


"Berakhirlah sudah riwayatmu!" ucap klano


"Ha...."


Tidak lama yang lain datang dan membantu hot.


"Semua?" ucap hot


"Maaf terlambat" ucap soil


"Ya maaf membuat kamu menunggu hot" ucap green


"Zonzu!!"


Zonzu terkena imbasan pedang milik cool yang begitu kilat.


"Maaf, kamu menunggu terlalu lama" ucap cool


"Semua, ya baiklah sekarang kita lumpuhkan zonzu sampai akhir" ucap hot


"Hm" mereka setuju


"Zonzu serang mereka, jangan diam saja!!" ucap klano


"Zonzu!!!"


Mereka bertarung menggunakan senjata mereka dengan pedang masing-masing yang memiliki kekuatan yang berbeda-beda.


"Rasakan ini!!"


Soil menghembaskan pedangnya yang sangat kuat dimana tanah langsung membuatnya terobak-ambing.


"..apa.." ucap klano


"Kyaaa"


Green menghembaskan kekuatan angin yang membuat zonzu terpukul dengan hembasan angin yang kuat..


"Sial...kencang banget!" ucap klano


"Cool!" ucap green


"Rasakan bekuan esku!"


Cool menghembaskan kekuatan es dari pedangnya sehingga zonzu membeku.


"Sekarang hot!" ucap cool


"Oke, ini dia!!!" ucap hot langsung memurnikan zonzu


"Sialan, awas saja balasanku hot!!" ucap klano


Klano langsung menghilang dan hot berhasil menyelamatkan ibunya.


"Akhirnya aku menyelamatkan ibu" ucap hot


"Ya sepertinya ibumu lelah" ucap soil


"Dan segera langsung bawa ke rumah hot" ucap cool


"Buatlah ibumu nyenyak hot" ucap green


"Semua...,terima kasih" ucap hot


Setelah beberapa saat...


Deng!


"Hm!?"


Cool kembali merasakan sakit kembali pada leher belakangnya seakan memyengat, membuat yang lain khawatir.


"Kamu tidak apa-apa cool?" ucap hot


"..aku baik-baik saja" ucap cool


"Benar kamu baik-baik saja?" ucap soil


"Iya aku sungguh begitu" ucap cool


"Baiklah kalau berkata begitu" ucap green


"Uh..hampir saja mereka curiga soal tanda ini, sungguh ini sangat menggangguku" Novita yang kesal


.


.


Dan pada besok harinya...


Lida dan lainnya sudah berada di toko ibunya lida, dan mereka membantu setiap pesanan, dan tugas mereka juga di bagi.


Lida yang membantu ibunya di dapur, mey-mey membantu mencatat setiap pesanan sedangkan Alfina dan Novita akan mengirim setiap pesanan yang harus di antar.


Semua begitu berjalanan dengan lancar sehingga semua Pelanggan begitu senang dengan layanan yang di dapat sesuai dengan selera mereka.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.....