
Hot, green dan soil tampak berusaha mencari keberadaan cool namun Tidak bertemu sama sekali seolah mereka telah di putar-putar.
"Aduh aku pusing.." ucap hot
"Aku lelah" ucap green
"Sepertinya kita berputar-putar saja" ucap soil
"Bagaimana ini cool pasti dalam bahaya" ucap wen
"Iya bagaimana ini" ucap lob
"Kita jadi khawatir dengannya" ucap ren
"Uh..Novita.." ucap string
"Tenang string kita semua lagi berusaha jadi jangan sedih" ucap hot
"Hm iya" ucap string
.
.
.
.
Sisi lain...
Cool tampak kewalahan namun ia merasakan kesakitan di hatinya seolah ada yang mencoba menekan dirinya.
"Apa cuma ini kekuatanmu" ucap pangeran toro
"Tutup mulutmu!!" ucap cool
"Sepertinya kau tampak emosi juga" ucap pangeran toro
"Jangan banyak bicara!" ucap cool
Namun pukulan cool di tahan oleh pangeran toro dengan mudahnya.
"Apa!?" ucap cool
"Kau begitu emosi ya" ucap pangeran toro
"Kau ini banyak bicara omong kosongmu itu!" ucap cool
"Sepertinya kau marah benar-benar dari hatimu itu ya" ucap pangeran toro
"Apa maksud kamu?" ucap cool
"Semua orang pasti merasakan rasa benci, Tidak suka atau dia marah karena emosi yang besar yang berasal dari hatinya sendiri" ucap pangeran toro
"Ng..!?" ucap cool
"Kau begitu marah dari dasar hatimu itu" ucap pangeran toro
"Apa!?ucap cool
" ya kau marah itu berasal dari hatimu yang sangat dalam"ucap pangeran toro
"!!?"
Tiba-tiba tubuhnya merasakan rasa sakit yang luar biasa dan itu berasal dari hatinya yang telah sedikit ternoda.
"Kau begitu mengluapkan rasa bencimu padaku bukan dan sekarang kau bisa melampiaskan itu pada orang lain" ucap pangeran toro
"HA!!!"
cool langsung berlutut karena rasa sakit dan perlahan-lahan dirinya tertelan pada kegelapan yang membuat dirinya Tidak sadar diri.
"Hm..Sepertinya kegelapan sudah meracuni cool dan sekarang aku bisa mengkontrol dirinya sesuka hatiku!!!" ucap pangeran toro
.
.
.
.
.
Sementara itu...
Ha!!
Green langsung mendengar suara terikan seseorang yang menjerit.
"cool?" ucap green
"Ada apa green?" ucap hot
"Aku mendengar suaranya" ucap green
"Sungguh!?" ucap hot
"Dari mana asal suaranya?" ucap soil
"Sepertinya aku mendengar suaranya dari arah sana" ucap green
"Sungguh begitu" ucap wen
"Iya" ucap wen
"Green memang patnerku yang hebat" ucap ren
"Terima kasih" ucap green
"Baiklah kita harus pergi ke arah sana dan selamatkan cool" ucap hot
"Baiklah ayo!" ucap soil
Mereka langsung pergi ke arah sumber suara tersebut....
.
.
.
.
Tempat lain...
"Hm...akan aku memanggilnya" ucap pangeran toro
Pangeran toro langsung menjentik jarinya dan secara cepat cool bangkit dengan perlahan-lahan.
"Hm...cool" ucap pangeran toro
"Iya" ucap cool yang membalik tubuhnya
"Hehehe sekarang kau itu adalah bawahanmu dan kau akan mengikuti perintahku" ucap pangeran toro
"Iya" ucap cool
"Dan kau akan melawan teman-temanmu yang sangat menyebalkan itu sesuai perintaku mengerti" ucap pangeran toro
"Baiklah pangeran toro" ucap cool yang matanya berubah menjadi suram tampa cahaya
.
.
.
Namun tiba-tiba datanglah yang lainnya dan melihat pangeran toro bersama cool.
"Tcih dia lagi!" ucap soil
"Cool!?" ucap hot
"Kenapa dia tidak merespon?" ucap green
"Kau lakukan apa pada sahabatku!!" ucap soil
"Soil tenanglah jangan emosi dulu tahan" ucap green
"Hahaha kau mau apa dia tidak akan merespon kalian" ucap pangeran toro
"Maksudmu apa!?" ucap green
"Hei jangan bebicara berbelit-belit" ucap green
"Sepertinya kalian akan saling bertarung sesama element ya" ucap pangeran toro
"Apa!" ucap hot
"Ha!!"
Mereka langsung menghindar dari serangan yang cukup mengejutkan mereka semua.
"Serangan itu..." ucap green
"Bukannya itu serangan milik cool??" ucap hot
"Apa yang...!"
Mereka terkegut dengan sosok yang telah menyerang mereka secara mengejutkan.
"Tidak... Mungkin" ucap soil
"Cool yang..." ucap green
"Melakukannya..." ucap hot
"Cool serang mereka!" ucap pangeran toro
"Apa!?" ucap soil
Cool menggunakan pedang esnya dan melampiaskan kekuatan es yang sangat kuat membuat mereka tampak kewalahan karena es yang sangat badai.
"Cool aku mohon hentikan ini" ucap soil
"Ha!!"
Namun ia hanya tidak mendengar kata-kata soil
"A..."
"Soil?" ucap green
"Cool aku mohon padamu sadarlah dari pengaruhnya" ucap hot
"Dia tidak akan merespon kalian" ucap pangeran toro
"Kau hanya banyak bicara saja" ucap green
"Aku yakin cool masih ada di sana dan pasti sadar" ucap hot
"Ha omong kosong cool hajar dia!" ucap pangeran toro
"Ha!!"
Mereka bertarung dan green berusaha menggunakan kekuatan tanamannya untuk mengikat cool
"Ng...!?"ucap cool
" hot sekarang! "Ucap green
" Baik! "
Hot menggunakan kekuatan untuk memurnirkan cool dari kegelapan.
"Tidak mungkin!!"ucap pangeran toro
Akhirnya hot berhasil memurnikan cool namun begitu ambruk di tempat membuat soil langsung ke cool.
" cool"ucap soil
"Sialan kalian!" ucap pangeran toro
"Awas kamu!!"ucap hot
Namun...
" tch..element girls awas saja kita akan bertemu lagi! "
Pangeran toro langsung pergi dan keadaan kembali normal...
"Novita sadarlah" ucap Alfina
"Novita..." ucap string
"Hm...uh.."
Novita membuka matanya dan ia akhirnya siuman membuat mereka senang sadarnya Novita.
"Novita...!" ucap lida langsung memeluk Novita
"Hm..?" ucap Novita
"Eh..lida" ucap Alfina
"Kasihan Novita dia baru saja siuman bukan?" ucap mey-mey
"A..ng..iya hehehe" ucap lida
"Maaf ya membuat kalian semua khawatir" ucap Novita
"Iya tidak apa-apa" ucap Alfina
"Yang penting kamu sudah kembali" ucap lida
"Ha..dasar lida selalu lengket amat sama Novita" ucap mey-mey
"Sudahlah biarkan dia senang" ucap Alfina
.
.
.
.
BERSAMBUNG.....