
Setelah itu jendral tersebut masuk ke kelas Novita yang tampak tenang karena sedang membaca buku mereka.
"Anak-anak kita ada kedatangan tamu ke kelas kita" ucap ibu faidah
"Hallo selamat siang semua!" ucap jendral
"Siang pak!"
"Kalian begitu rajin sekali hari ini ya" ucap jendral
"Terima kasih!"
Tiba-tiba anak tersebut berlari ke arah Novita yang tampak tenang yang sedang membaca catatan kecilnya, anak itu langsung tersenyum manis di hadapan Novita.
Namun Novita hanya menatapnya dengan wajah tenangnya tampa harus merubah epresi dirinya.
"Hallo, nama kakak siapa?" ucap herta yang periang
"Novita milka" ucap Novita
"Kak Novita ya, nama yang bagus dan pasti kakak lahir bulan November ya?" ucap herta
"Ya" ucap Novita
Semua murid tersentuh dengan suasana yang terjadi pada Novita dengan herta yang membuat manis pada Novita yang berhati beku namun siapa sangka kalau Novita tetap senang dan ia gak perlu menunjukkan rasa senang seperti lainnya.
Namun gendar salah satu pria yang tahu dengan prilaku Novita bahwa ia yakin kalau dia senang mendengar herta yang memujinya.
"Kalau begitu kamu termisi dan kalian tetap semangat ya" ucap jendral
"Ya, terima kasih pak!"
"Kalau begitu saya termisi, ayo herta kita harus ke kelas lainnya" ucap jendral
"Baik papa, dah semua" ucap herta
"Dah"
.
.
...
.
Setelah beberapa saat....
"Bu faidah" ucap Novita
"Ya Novita ada apa?" ucap guru faidah
"Saya termisi ke kamar kecil" ucap Novita
"Ya baiklah" ucap guru faidah
Novita langsung keluar dari kelas dan menuju ke kamar mandi..
.
.
.
.
Setelah di tempat...
Novita keluar dari kamar mandi dan saat menuju ke kelas....
"Hei...kau begitu lugu sekali ya..."
"Hn...suara apa itu?" ucap Novita
"Hehehe..."
"Siapa kamu dan dimana kamu tunjukkan dirimu" ucap Novita
"Untuk apa saya menujukkan diri saya di hadapanmu"
"Siapa kamu dan apa mau dirimu" ucap Novita
"Aku pride..."
"Pride?"
"Ya kau tahu, selama ini aku sudah tahu siapa dirimu yang sebenarnya dan kau tahu aku bisa melihat rasa lugumu yang ada di dalam dirimu"
Tampa di sadari tubuhnya di lilitkan sebuah bayangan yang melekat pada dirinya yang siap saja membuat masalah padanya.
"Hn?!" ucap Novita yang melihat sebuah bayangan yang melilit padanya
"Sepertinya kau ada sesuatu yang mengancam rupanya" ucap Novita
"Bisa saja begitu dan....kau sangat lemah sekali... Cool"
Saat Novita bergerak tiba-tiba....
Trek....!
"Hn?"
Pipinya langsung berdarah bahkan dirinya baru tahu bahwa bayangan yang melekat padanya ternyata sebuah senjata dari pride yang siap menggores kapapun.
"Hah...ternyata licik juga ya, pride" ucap Novita
"Ya kau sungguh hebat bisa melakukan analisa yang menakjubkan tapi kau tidak akan sadar kalau kau akan dapat masalah yang besar nanti antara temanmu yang sekarang ini kau kesal padanya" pride
Saat itu juga....
Novita mencari sosok pride namun tidak di temukan dimana-mana.
"Sial pasti sudah kabur...sepertinya aku harus hati-hati bila dia datang lagi" ucap Novita
.
.
.
Setelah kejadian itu.....
Setelah lida dan mey-mey pulang ke rumah dan kali ini tidak bersama Novita, bahkan lida sedang sedih karena ternyata lida dan Novita sempat bertengkar hebat karena masalah perkataan kejadian yang dibicarakan sebelumnya, jelas lida sedih karena Telah membuat Novita kecewa.
Bahkan mey-mey berusaha menenangkan sahabatnya bahkan ia tahu betul karena lida tidak bermaksud membicarakan hal tersebut.
"Sudah lida jangan sedih dong masa dari tadi kamu menangis terus" ucap mey-mey
"Mey-mey aku Telah membuatnya kecewa dan pasti sekarang Novita benar-benar membenciku" ucap lida
"Tidak kok aku yakin Novita gak seperti itu dan aku yakin keadaan akan kembali normal kok" ucap mey-mey
"Hallo lida dan mey-mey" ucap Alfina
"Hei Alfina" ucap mey-mey
"Tadi lida dan Novita bertengkar besar" ucap mey-mey yang bisik
"...apa, kok bisa memang kenapa kalian bisa bertengkar?" ucap Alfina
"Ceritanya sih ini hal sepele sih" ucap mey-mey
"Iya aku tahu tapi hal sepelenya itulah yang harus hati-hati bila itu terjadi maka Novita pasti tidak akan menerimanya dengan tidak baik" ucap Alfina
"Aku tahu itu" ucap mey-mey
"Tapi aku tidak sengaja mengatakannya.." ucap lida yang masih sedih
"Ya sudah jangan sedih lagi, aku tahu Novita pasti akan kembali normal lagi jadi jangan sedih lagi" ucap Alfina
"Uhmm" ucap lida
"Tapi mey-mey bagaimana hal ini terjadi?" ucap Alfina
"Begini ceritanya..." ucap mey-mey yang mulai ceritanya...
.
.
.
.
.
FLESH BLACK......
"Novita!" ucap lida
"Hn?" ucap Novita
"Pulang bareng yuk!" ucap lida
"Maaf aku tidak bisa pulang sekarang" ucap Novita
"Lah...kenapa?" ucap lida
"Aku ada rapat hari ini" ucap Novita
"Hm....sepertinya ini mau rapat atau mau lihat..." ucap lida yang menunjuk arah ke gendar yang sedang kegiatan sepak bola
"...tidak lida aku gak melakukan hal itu" ucap Novita
"Pasti begitu deh soalnya kamu dan gendar kayaknya cocok deh" ucap lida yang kegirangan
"Lida!" ucap Novita yang tegas
"Ng...?" ucap lida langsung diam
"Aku sudah bilang untuk tidak memperpanjang masalah itu" ucap Novita
"Novita... Aku mi--
" tidak perlu minta maaf, aku harus segera masuk ke ruangan"ucap Novita yang langsung masuk
"Novita!" ucap lida
Namun panggilan itu tidak di hiraukan oleh Novita, itu membuat lida sangat sedih dengan apa yang terjadi bahwa ia Telah membuatnya sakit hati.
"Sudah jangan menagis ya" ucap mey-mey
Lida sedih dengan apa yang terjadi barusan...
Flash beck......
.
.
.
.
"Jadi begitu ya..." ucap Alfina
"Ya begitu ceritanya, sekarang aja lida begitu sedih dan lesu sekarang ini" ucap mey-mey
"Hah....aku harap keadaan ini bisa kembali normal lagi" ucap Alfina
"Aku harap begitu juga Alfina, semoga lida dan Novita segera baikkan lagi" ucap mey-mey
.
.
.
.
.
Sisi lain....
Pride yang sekarang ini sedang memperhatikan mereka yang melihat lida yang sedih karena bertengkar besar dengan Novita yang dimana rencana miliknya akan segera berjalan sesuai ke inginannya.
"Ini akan berjalan sesuai rencanaku" ucap pride
.
...
.
.
BERSAMBUNG......