
Beberapa saat...
Jari Novita bergerak secara pelan dan gendar merasa kalau Novita akan segera sadar dari tidurnya.
Dan benar secara perlahan kelopak matanya mulai membuka dan Novita langsung memfokuskan penglihatannya yang masih rabun dan ia langsung melihat sosok gendar yang sekarang berada di sampingnya.
"..gendar?" ucap Novita yang datar
"Hm kamu sudah bangun" ucap gendar
"Iya, d-dimana ibu dan adikku?" ucap Novita
"Mereka pulang karena ibumu bilang bahwa adikmu lelah jadi pulang ke rumah" ucap gendar
"Um.." ucap Novita paham
"Bagaimana kondisimu yang sekarang ini" ucap gendar
"Membaik" ucap Novita
"Kapan kamu biasa pulang?" ucap gendar
"Entah, dokter belum mengizinkan aku pulang karena kondisiku masih lemas" ucap Novita
"Kenapa bisa seperti itu?" ucap gendar
"Itu karena cairan tubuhku sangat rendah dan butuh waktu lama bisa pulih" ucap Novita
"Lalu sebenarnya kamu sakit apa?" ucap gendar
"....dokter bilang aku kekurangan cairan dan suhu tubuhku sangat panas jadi aku harus di rawat" ucap Novita
"Hm..ya sepertinya kamu masih demam" ucap gendar yang memegang dahi Novita
"..a-apa yang k-kamu lakukan?" ucap Novita
"Aku hanya cek suhu badanmu tahu" ucap gendar
Suasana yang hening segenak dan tampa sadar ternyata Novita bersemu sedikit itupun membuat gendar melihat epresi Novita yang berusaha menahan rasa malunya namun gendar merasa kalau Novita sangat lucu dan membuatnya semakin suka dengan epresi Novita yang langka sekali untuk di lihat.
"Kamu kenapa kok merah amat?" ucap gendar yang pura-pura gak tahu
"..a-apa..!?" ucap Novita yang langsung merah seperti tomat
"Iya mukamu merah dan kenapa?" ucap gendar
Semakin ceplus dan Novita semakin merah apa yang di katakan gendar itu telah membuatnya malu dan terpojok seolah Novita harus menahannya dan mencoba mempaling wajahnya ke arah lain.
gendar malah semakin senang bila ia bisa melihat tingkah laku Novita yang jarang terlihat oleh siapapun bahkan untuk pertama kalinya ia melihat ada seorang gadis yang selama ini terlihat dingin dan tidak ada perasaan, sekarang ia berhasil membuat Novita terpojok oleh kata-katanya sehingga gendar bisa melihat epresi Novita yang sesungguhnya itu membuat gendar semakin tertarik pada Novita karena ada sesuatu yang membuat dirinya penasaran dengan sifat Novita yang sesungguhnya.
Itu membuat Novita menjadi imut dimatanya seolah ia menang dalam obrolannya yang membuat Novita tidak biasa berkata apa-apa.
"..t-tidak kok gak apa-apa" ucap Novita
Lalu tiba-tiba saja gendar langsung mendekat dan mereka saling berhadapan yang hanya beberapa senti
"Bohong ya~"
Novita langsung merah yang lebih keras dan langsung mempaling kembali.
Jelas membuat gendar semakin tertarik pada Novita yang di kenal sosok yang berhati dingin namun ia sekarang bisa melihat epresi Novita yang sangat lucu sehingga dalam hati gendar begitu merasa lucu dengan tingkah laku Novita yang jarang terlihat di semua orang.
Tampa lama gendar meraih dagu Novita yang membuat mereka kembali bertatapan muka.
"Kenapa kamu seperti itu?" ucap gendar
"..ya...aku hanya.."ucap Novita berbata
"Hanya apa Novita milka?" ucap gendar
"..hm.." ucap Novita yang terdiam langsung
"Sepertinya kamu gak mau jawab pertanyaan padaku" ucap gendar
"..Ng..gendar.." ucap Novita
"Hm..?" ucap gendar
"....sepertinya.. Ini..terlalu..dekat" ucap Novita
"Tidak" ucap gendar
"...Apa?" ucap Novita
"..aku ingin selalu dekat denganmu" ucap gendar
"..A-apa..?" ucap Novita langsung merah kembali
Untuk pertama kalinya Novita baru melihat tingkah laku gendar, Novita berfikir kalau selama ini gendar adalah seorang pria yang pendiam dan gak terlalu banyak bicara tapi baru pertama kalinya ia melihat gendar seperti ini
"Novita" ucap gendar
"?" Novita yang bingung
"Aku mengakui untuk pertama kalinya bisa melihatmu seperti ini dan kamu... Manis sekali" ucap gendar
".....hm.."
Novita gak biasa perkata banyak karena merasa tidak bisa berbuat banyak apa yang di katakan oleh gendar.
..
.
.
.
Tidak lama ada sebuah pengumuman bahwa jam kunjungan pasien telah habis dan sudah waktunya gendar harus meninggalkan Novita untuk istirahat.
"..sepertinya..sudah waktunya habis" ucap Novita
"Ya tapi sebelum itu..." ucap gendar
"Hm?" ucap Novita
Tampa waktu lama gendar memegang kepala Novita dan gendar mendorongnya ke depan, secara perlahan gendar mendekat sisi wajah Novita dan ternyata...
Cup~~
gendar telah meraih bibir Novita dengan bibir miliknya sehingga mereka saling berkontak bibir satu sama lain.
Dan sudah jelas bahwa Novita merasakan bibir milik gendar dan berciuman dengan dirinya yang sedikit mendadak, sehingga Novita hanya diam dan tidak bereaksi apapun.
Gendar tahu bahwa Novita masih berhati beku dan maka gak heran gadis seperti Novita baru pertama kalinya ia mendapatkan ciuman dari seorang pria yang sama-sama memiliki sisi dingin.
.
.
.
.
Beberapa saat kemudian...
Akhirnya gendar mengakhiri ciumannya dengan Novita yang begitu lembut dan ia harap itu membuat hati Novita meleleh dari rasa beku di hatinya.
Membuat Novita membulatkan matanya apa yang terjadi barusan padanya.
"Novita..." ucap gendar
"Hm?" ucap Novita
"Aku memberikan hadiah terindah untukmu sebagai tanda memberikan semangat untukmu dan semoga kamu cepat sembuh" ucap gendar
"..i-iya terima kasih" ucap Novita
"Sama-sama, dah Novita sampai jumpah di lain waktu" ucap gendar
"Iya" ucap Novita
Gendar langsung keluar dari ruangan dan Novita langsung terdiam dimana ia berfikir suatu kejadian yang baru saja terjadi di luar akalnya juga nalurinya yang langsung tercampur aduk.
"..aku..tidak percaya.. Gendar... Seperti itu..padaku.. Kenapa?"
.
.
.
.
.
Dan pada besok harinya...
Lida,mey-mey dan alfina berkunujung sehabis sepulang sekolah juga ia mendengar bahwa mereka habis melawan zonzu yang mengacaukan kota.
"Bagaimana kondisimu" ucap lida
"Masih seperti kemarin" ucap Novita
"Masih demam ya" ucap mey-mey
"Sepertinya kamu cukup parah juga sakitmu" ucap alfina
"Namnya..juga masih sakit" ucap Novita
"Oh..iya Novita apa kemarin gendar datang menjengukmu" ucap lida
"Iya, tunggu...bagaimana kamu tahu?" ucap Novita
"Kemarin kami di tanya sama gendar soal kondisimu jadi ia bilang ingin menjengukmu di sini" ucap lida
"Oh.." ucap Novita
"Bagaimana apa beneran datang?" ucap alfina
"Benar ia kemarin ke sini" ucap Novita
"Hmm...apa kemarin kalian hanya berdua ya?" ucap mey-mey
"..ng..i-itu?" ucap Novita
"Soalnya kemarin aku melihat ibu dan adikmu pulang lewat depan ke rumahku"ucap mey-mey
" Novita apa itu benar.."ucap lida yang berbinar-binar
"..a..i-iya" ucap Novita
"Hah...romantis banget.." ucap lida yang mencicit kegirangan
"Lalu kamu bicara apa dengan gendar kemarin?" ucap alfina
"Ya...dia hanya bicara.. Soal tentang kondisiku" ucap Novita
"Bener.." ucap Alfina
"Iya" ucap Novita
"Yakin" ucap alfina
"Iya aku yakin" ucap Novita
"Hm..sepertinya ada hal lain dimana kamu dan gendar habis melakukan sesuatu" ucap alfina yang melihat epresi Novita
"..hm!?" ucap Novita
"Novita bilang dong..aku mau dengar ceritanya" ucap lida
"Tidak, aku gak melakukan apa-apa dengan gendar selain obrol" ucap Novita
"Hah...bohong..bohong" ucap lida mengguncang tubuh Novita
"Lida berhentikan nanti Novita tambah sakit" ucap mey-mey
"Ups..maaf" ucap lida
"..iya gak apa-apa" ucap Novita
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.....