
“Apa kau bisa bergerak? Jika bisa pergilah...” Nagato menatap dua penjaga yang tersisa.
Gadis yang diselamatkan Nagato langsung berdiri dan memegang pundak Nagato.
“Biarkan aku yang menghabisi mereka!” Gadis itu membentuk sebuah pisau dari aura dan melemparnya ke arah mata salah satu penjaga yang berubah menjadi Kera Api.
Nagato mengetahui jika gadis yang baru dia selamatkan memiliki kemampuan bertarung. Kemudian dia memberi isyarat pada Chibi untuk kembali naik ke pundaknya sebelum membantu Hayabusa dan Panda.
“Hayabusa, makhluk ini seperti Hewan Buas, tetapi bukankah ini adalah darah manusia?” Panda menatap telapak tangannya yang berlumuran darah segar.
Hayabusa mengerti jika yang mereka bunuh adalah manusia. Tetapi tidak ada pilihan lain selain membunuh mereka.
“Untuk membebaskan mereka dari penderitaan. Satu-satunya cara hanya dengan membunuh. Seseorang harus melakukannya, Panda.” Hayabusa jadi sedikit mengerti ketika Nagato mengatakan perbedaan antara dirinya dengan Pandu.
Hayabusa kembali melanjutkan serangannya dibantu oleh Panda.
“Panda, kau patahkan kaki mereka. Aku yang akan memotong lehernya!” Hayabusa berteriak sambil melompat ke udara sebelum melepaskan puluhan tebasan angin.
Panda kembali melancarkan puluhan tapak tangannya untuk mematahkan kaki Manusia Buas. Setiap dia mematahkan dan menjatuhkan kaki Manusia Buas, Hayabusa segera memotong leher Manusia Buas dengan kedua pedangnya.
Setiap Manusia Buas yang mati tubuhnya akan lenyap tak berbekas. Panda terkejut dengan apa yang baru saja dialaminya. Tetapi darah segar di telapak tangannya adalah nyata.
“Panda, jangan melamun!” Nagato memotong tangan Manusia Buas yang hendak memukul Panda.
“Eh, maafkan aku...” Panda tersentak kaget ketika melihat Manusia Buas telah mengepungnya.
Nagato kembali menggunakan Shinkū untuk menghentikan pergerakan Manusia Buas.
“Hayabusa, aku akan menghentikan mereka! Kau cukup habisi mereka!” Ketika tubuh Manusia Buas terkena aura intimidasi Nagato, mereka tidak dapat bergerak.
Hayabusa hanya tersenyum menyeringai dan langsung mengikuti arahan Nagato untuk menghabisi Manusia Buas.
“Jumlah mereka semakin sedikit. Tetapi tempat persembunyian mereka telah hancur. Apakah kita perlu memeriksanya?” Hayabusa mengibaskan kedua pedangnya dan menatap lorong tempat persembunyian yang hancur.
“Pikirkan itu nanti. Sekarang kita harus menghabisi mereka semua.” Nagato kembali bergerak memotong kaki Manusia Buas sebelum melompat ke atas melesatkan tebasan yang langsung mengenai leher sasarannya.
Penyerangan tempat persembunyian Sekte Pemuja Iblis di perbatasan antara Kekaisaran Kai dan Kekaisaran Kinai berjalan lancar. Tetapi Nagato tidak pernah menyangka akan semudah yang dia kira.
Setelah menghabisi seluruh Manusia Buas, Nagato dan Hayabusa memperhatikan gadis yang telah membunuh salah satu penjaga dan sekarang sedang bertarung sengit melawan penjaga yang tersisa.
“Mengubah tubuh manusia menjadi Hewan Buas. Lebih baik aku mati daripada menjawa makhluk tak berakal.” Hayabusa menatap penjaga yang berubah wujudnya menjadi Kera Api.
Nagato menatap Chibi dan memberi isyarat pada kucing putih itu untuk mencari jalan lain menuju tempat persembunyian. Menurutnya ada beberapa dokumen di markas yang menjadi tempat uji coba Manusia Buas.
Hayabusa dan Panda mengamati pertarungan Kera Api melawan gadis yang diselamatkan Nagato. Setelah gadis itu membunuh Kera Api dengan membakar lehernya, mereka berdua langsung mengikuti Nagato dari belakang.
Chibi menuntun Nagato memasuki reruntuhan markas Sekte Pemuja Iblis. Disana terdapat beberapa dokumen tentang bahan percobaan. Setelah membacanya, Nagato membakar dokumen tersebut dengan aura tubuhnya.
“Melakukan pembantaian dan percobaan adalah hobi? Jangan bercanda!” Nagato mendecakkan lidahnya dan membakar semua dokumen yang ada di tempat persembunyian Sekte Pemuja Iblis.
“Lebih baik kita hancurkan sekalian markas ini.” Hayabusa merasa mereka harus menutupi jejak agar tidak ada hal yang merepotkan ketika sedang melanjutkan pencarian mereka.
Nagato setuju dengan pendapat Hayabusa sehingga langsung menghancurkan seluruh barang yang ada di markas.
Selang beberapa saat setelah mereka menghancurkan seluruh tempat persembunyian, gadis yang baru saja memulihkan tenaganya berjalan mendekati Nagato.
“Terimakasih telah menyelamatkanku.” Gadis itu berbicara dengan lembut.
Hayabusa dan Panda mengikuti Nagato dari belakang. Untuk Panda, dia merasa gadis itu sedang dalam kesulitan tetapi setelah takut akan pendapat wujudnya yang merupakan Manusia Hewan, akhirnya Panda memilih mengikuti Nagato.
“Aku sudah tidak memiliki tempat untuk pulang lagi...” Gadis itu menjawab perkataan Nagato.
Saat itu juga langkah kaki Nagato terhenti. Mungkin karena dia mengetahui betapa sakitnya tidak memiliki tempat untuk pulang, sehingga dia menghentikan langkah kakinya.
“Bagaimana kalian berempat menemukan markas ini?” Gadis itu langsung menatap Nagato, Hayabusa, Chibi dan Panda.
“Ini adalah tempat persembunyian Sekte Pemuja Iblis. Apakah kalian tidak takut dengan kelompok ini?” Gadis itu bertanya.
“Aku akan membunuh pemimpin kelompok ini. Tidak ada alasan untuk takut ataupun mundur.” Nagato menatap tajam mata gadis itu.
“Kau, beritahu siapa namamu? Bukankah kau seorang kunoichi? Kurasa kau dari Kekaisaran Kinai bukan?” Sebagai mantan Jendral Kekaisaran Kai tentu saja Hayabusa mengetahui beberapa teknik yang digunakan gadis itu ketika bertarung.
Gadis itu mendesah pelan, “Aku hanyalah gadis kuil yang bernama Kashima Shinden.” Gadis itu memperkenalkan dirinya.
“Gadis kuil? Lalu kenapa kau bisa ditangkap?” Hayabusa kembali bertanya.
“Apakah kau adalah tipe pria yang penasaran dengan masa lalu seorang gadis?” Gadis yang bernama Kashima Shinden terlihat kesal ketika Hayabusa terus bertanya padanya.
Nagato melirik Panda yang bersembunyi di belakang punggungnya. Kemudian dia memperhatikan Hayabusa yang sedang berdebat dengan Kashima.
“Namamu Shinden bukan? Kenapa kau bisa tertangkap mereka?” Nagato bertanya karena merasa gadis bernama Kashima Shinden memiliki alasan bisa tertangkap Sekte Pemuja Iblis.
Kashima berjalan mendekati Nagato sebelum duduk menatap markas Sekte Pemuja Iblis yang telah hancur.
“Ya, namaku Kashima Shinden.” Jawab Kashima singkat sebelum menjelaskan situasi yang dialaminya kepada Nagato, “ Orang yang memungutku telah mati. Aku ditangkap dan dijual ke Sekte Pemuja Iblis oleh Organisasi Delapan Jari karena aku adalah seorang Kunoichi. Aku merupakan seorang ninja dari Desa Kabut Angin yang telah binasa...” Jelas Kashima dengan mendesah pelan.
Kunoichi adalah sebutan untuk seorang ninja perempuan. Tak lama Kashima menatap mata Nagato setelah menjelaskan secara singkat tentang dirinya.
“Kalian ingin menghancurkan kelompok yang busuk ini bukan? Biarkan aku membantu kalian. Karena cepat atau lambat, tindakan kalian akan memancing kemarahan organisasi bawah tanah yang ada di Kekaisaran Kinai.” Kashima mendekati Nagato sebelum melihat Panda dalam jarak yang dekat.
“Beruang hitam putih ini peliharaanmu?” Tanya Kasihama kepada Nagato.
“Aku Panda, lain beruang!” Panda langsung membalas perkataan Kashima dengan sengit.
“Dia beneran bisa berbicara? Tunggu, aku tidak salah dengar bukan? Apakah karena aku tidak pernah bergaul dengan orang lain sebelumnya?” Kashima justru menyentuh badan Panda dan kebingungan.
“Shinden. Apa tujuanmu ingin membantu kami karena memiliki alasan yang lain? Jika ada, katakan padaku!” Nagato menatap Kashima yang sedang memegang tubuh Panda.
Kashima terdiam dan mengingat perkataan orang tua angkatnya. Sebagai seorang anak yang satu-satunya selamat dalam pembantaian, Kashima tidak percaya pada siapapun. Tetapi orang tuanya pernah mengatakan padanya jika ingin mempunyai teman, maka kau harus membuka belenggu yang mengekang hatimu.
“Aku ingin membebaskan tanah kelahiranku, dengan menumbangkan penguasa boneka itu. Aku akan membebaskannya.” Kashima menatap Nagato, Hayabusa, Panda dan Chibi dengan seksama, “Setelah melihat kalian, aku jadi ingin menjadi teman kalian.”
Jawaban Kashima diterima baik oleh Panda dan Chibi. Sementara Nagato hanya diam dan tidak berkomentar, sedangkan Hayabusa mengorek telinganya dengan jari kelingkingnya.
“Kau pasti mencari alasan untuk dekat dengan dia bukan?” Hayabusa menyinggung ketampanan Nagato pada Kashima.
“Ya, itu salah satunya. Setelah aku kehilangan segalanya. Kau lelaki berwajah dingin, kau telah menyelamatkanku. Tidak ada pilihan lain untukku sebagai seorang kunoichi untuk membalas budi. Dan kau kuanggap sebagai tuanku.” Kashima membalas perkataan Hayabusa dengan cepat sambil menatap Nagato.
“Lakukan sesukamu. Tetapi kau harus terbiasa dengan kelompok yang aneh ini.” Nagato langsung berjalan setelah mengatakan demikian.
“Hayabusa, bukankah kau pernah datang ke Kekaisaran Kinai sebelumnya. Kita cari kota terdekat untuk beristirahat.” Nagato menatap langit yang mendung.
Hayabusa yang menyadari itu segera menuntun jalan menuju kota yang dekat dengan lokasi mereka.