The Dawn

The Dawn
The Dawn 12 : Sonjo



Nagato mengangkat alisnya, “Bagaimana kau mengetahuinya?” Tangannya sudah bersiap menarik pedangnya, tetapi reaksi Sonjo membuatnya berhenti bertindak.


“Aku adalah Sonjo, ksatria pahlawan pedang. Apakah kau akan percaya padaku jika aku berkata asalku dari luar Benua Ezzo?” Sonjo menatap Nagato yang terlihat tidak mempercayainya.


“Nagato, kau datang ke kota ini karena ingin menghancurkan markas Hewan Buas bukan? Aku bisa mengantarmu kesana. Ini bukan tawaran yang buruk bukan?” Sonjo terlihat lebih pandai dari yang Nagato kira, sehingga Nagato mengangguk setuju dan membiarkan Sonjo menuntunnya.


Sonjo bercerita jika markas Sekte Pemuja Iblis yang ada di Kota Leftnout terdapat tiga orang yang harus diwaspadai. Ketiga orang itu bernama Touyoru, Touko dan Hanzo.


“Selain mereka bertiga. Asosiasi Pedang Darah dan bawahan Yamata Rokuju sangat merepotkan. Kau tahu, aku ini sudah ditakdirkan menjadi seorang ksatria pahlawan pedang yang harus membuka dunia. Aku akan membebaskan kota ini dari cengkeraman raja iblis.”


Setelah bercerita panjang lebar, Sonjo justru mengatakan hal yang membuat Nagato tidak mengerti apa yang dimaksud pemuda yang berjalan didepannya.


Setelah berjalan melewati jalanan yang ramai dengan penduduk, akhirnya Sonjo dan Nagato sampai di depan sebuah bangunan tempat dimana Kashima mendaftar pekerjaan.


“Ini dia tempatnya.” Sonjo langsung menarik pedangnya dan tersenyum tipis. Sementara Nagato merasa Sonjo akan melakukan tindakan yang terlalu menarik perhatian.


___


Kashima sudah berhasil mendaftar pekerjaan dan menunggu di ruang tunggu.


‘Mendaftar pekerjaan sebagai pasukan khusus ini sangat aneh. Sebenarnya mereka berniat membawa kami kemana?’ Kashima mengamati sekelilingnya. Banyak pemuda dan gadis yang sebaya dengannya. Kebanyakan dari mereka merupakan orang-orang yang tidak mampu.


Wajar karena semenjak Kaisar Orochi menundukkan Kerajaan Tifon, kerajaan yang megah ini berubah menjadi tempat yang penuh akan diskriminasi. Orang yang bekerja di pemerintahan atau menjadi pengikut Kaisar Orochi akan menjadi orang terpandang, sementara yang tersisa akan dikucilkan.


Saat Kashima sedang duduk dengan tenang, seorang gadis yang sebaya dengannya duduk menghampiri dan menyapa.


“Hei, kamu berasal darimana? Sepertinya kamu bukan berasal dari daerah sekitar sini?” Gadis dengan pakaian yang lusuh, tetapi Kashima bisa melihat jelas jika gadis itu memiliki paras seorang bangsawan.


‘Aku adalah seorang kunoichi. Bagaimana bisa dia mengetahuiku?’ Kashima menatap gadis itu, ‘Seharusnya aku memakai topeng untuk menyembunyikan wajahku...’


Lama Kashima terdiam, hingga akhirnya gadis itu melambaikan tangan didepan matanya, “Kenapa melamun?”


“Aku tidak bisa menyebutkan namaku pada orang yang baru kukenal. Orang tuamu pasti pernah mengajarimu hal itu bukan?” Kashima cukup sinis menjawab sapaan lembut gadis itu.


“Sepertinya kamu tidak mempercayai orang lain...” Gadis itu menatap Kashima lurus, “Perkenalkan namaku Laura. Aku tinggal di desa buangan, tempat bagi orang-orang yang tidak mampu seperti kami. Semoga kita bisa akrab.”


Kashima tidak membalas uluran tangan gadis yang bernama Laura. Dalam pikirannya sekarang dia mengamati sekat-sekat yang terlihat mencurigakan.


‘Jangan bilang...’ Kashima melihat dirinya dan mereka semua telah di kurung dalam satu ruangan.


Ketika Kashima menyadari ada kejanggalan dalam bangunan tempat ruangan dia menunggu, suara ledakan dari arah pintu depan terdengar keras.


DUAR!!!


Tak lama suara seperti lonceng terdengar menggema. Seketika ruangan itu dipenuhi asap, Kashima menarik tangan Laura dan membawanya keluar.


Setelah berada di luar ruangan, Kashima berdecak kesal karena suara ledakan barusan mengganggu rencananya, “Siapa orang bodoh yang menyerang secara terang-terangan?!”


“Shinden, orang ini yang telah menyerangnya. Jadi bagaimana?” Kashima tersentak kaget melihat Nagato datang dengan santainya. Pandangannya segera beralih menatap Sonjo yang sudah bertarung melawan penjaga.


Nagato menjelaskan jika pemuda bernama Sonjo mengantar dirinya ke tempat ini, tetapi Sonjo datang dengan melakukan tindakan yang sangat mencolok dan menarik perhatian.


“Apa dia salah satu teman kita?” Kashima terlihat tidak suka dengan tindakan Sonjo.


Nagato tidak memungkiri, “Bisa dibilang dia adalah bantuan terbaik.”


Kashima menghela napas panjang dan langsung menuntun Nagato memasuki lorong menuju tempat percobaan. Laura yang kebingungan mengikuti Kashima dari belakang.


“Jika menurut catatanmu benar. Maka kita tidak punya pilihan lain untuk berurusan dengan mereka semua. Asosiasi Pedang Hati dan Yamata Rokuju. Kita harus hentikan percobaan gila ini, Nagato!”


Kashima membentuk pisau kecil dari auranya. Kemudian menghancurkan pintu dengan lemparan puluhan pisau.


Di dalam ujung lorong terdapat uji coba Manusia Hewan Buas. Disana ada tiga orang yang terkejut dengan kedatangan Nagato, Kashima dan Laura.


“Siapa yang mengizinkan kalian masuk ke dalam sini? Bukankah kami sudah menyuruh untuk menunggu di ruang tunggu!” Salah satu pria yang memakai jas putih menghampiri Kashima.


Nagato menarik pedangnya, “Kashima, bawa dia keluar. Dan beri tanda pada Hayabusa dan yang lain!”


Pasukan khusus yang bekerja di bawah Kaisar Orochi hanya bualan semata. Maksud yang sebenarnya adalah mengumpulkan puluhan pemuda dan gadis dalam satu ruangan untuk dijadikan bahan percobaan Manusia Hewan Buas.


Proyek Beast milik Gore ini sudah mendapatkan izin dari Yamata Rokuju, berkat bantuan Reptile. Banyaknya pemuda yang menghilang dari umur enam belas sampai sembilan belas tahun karena ulah mereka, Sekte Pemuja Iblis.


Reptile membayar mahal pada Rokuju untuk menutup mulut. Sudah wajar dalam satu keluarga ada yang tidak puas dengan pembagian harta. Itulah yang terjadi pada Yamata Rokuju yang tidak suka dengan Yamata Orochi.


“Sepertinya kau sudah bosan hidup. Siapapun yang berurusan dengan kami, maka hanya akan merasakan kematian.”


Pria yang memakai jas putih, melepaskan jas yang dikenakannya dan mengeraskan bagian tubuhnya.


Jarak antara keduanya semakin dekat, Nagato sudah bersiap menarik pedangnya, tetapi kedatangan Sonjo yang langsung menyerang lawannya membuat Nagato mengernyitkan dahinya.


“Nagato, dia adalah Hanzo!” Sonjo melompat ke belakang setelah memukul mundur Hanzo.


“Orang-orang yang berada di dalam tabung telah kehilangan akal sehatnya. Markas ini hanyalah tempat untuk mengirim ratusan orang ke markas lainnya.” Sonjo sudah mengikuti jejak Sekte Pemuja Iblis sejak dua tahun yang lalu, sehingga dia kerap kali berurusan dengan pasukan pemerintah Kaisar Orochi dan berakhir menjadi buronan.


“Kau tahu terlalu banyak. Sepertinya kami harus membunuh kalian berdua di tempat ini.” Pria bernama Hanzo melepaskan aura dan hawa panas. Api menyebar di sekujur tubuhnya sebelum Hanzo bergerak cepat menyerang Nagato dan Sonjo.


Saat serangan Hanzo disambut Sonjo dengan dengan baik, Nagato menyerang dua orang lainnya.