The Dawn

The Dawn
The Dawn 23 : Hiragi



“Hiragi, kau hampir membunuh temanku! Jangan paksa aku membunuh saudaraku sendiri!” Nagato melakukan gerakan lugas sebelum melepaskan satu tebasan yang mengincar leher pemuda yang hendak membunuh Laura.


“Aku tidak menyangka kau yang melakukan pembunuhan. Tenang, aku berada di pihakmu...” Pemuda ini tak lain Hiragi. Sambil menghindari tebasan tajam Pedang Kusanagi, Hiragi mundur ke belakang dan menyarungkan pedangnya.


“Kita masih memiliki ikatan darah. Tidak baik saling membunuh. Cukup di generasi ayahmu dan keparat itu yang melakukan pembunuhan...” Hiragi menatap Nagato yang sudah menyarungkan pedangnya.


“Nagato, apa kau mengenalnya?” Laura memegang jaket hitam Nagato dan bersembunyi di punggungnya.


“Bisa dibilang dia adalah saudaraku.” Nagato menjawab singkat.


“Namanya Hiragi, Laura. Cerita ini panjang, dan lebih banyak kesedihan...” Bisik Chibi di telinga Laura sambil mencoba bersembunyi di belahan dada gadis ini.


Laura mengangkat alisnya, “Chibi, kau ini kucing mesum ya? Jangan seenaknya sembunyi!” Laura langsung memegang leher Chibi dan menatapnya tajam.


“Maaf, Laura. Aku takut!” Chibi memasang ekspresi wajah yang menggemaskan. Tetapi Laura tetap menatapnya tajam.


Nagato berjalan mendekati Hiragi yang tidak melepaskan hawa membunuh, “Apa yang kau lakukan di tempat ini?”


“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu.” Hiragi sendiri tidak terlalu akrab dengan Nagato, begitu juga dengan sebaliknya.


“Kau tahu, Nagato. Aku melakukan semua ini karena ingin membunuh keparat itu. Sepertinya aku sedikit mengerti perasaanmu setelah adikku tiada.” Hiragi tersenyum kecut sebelum bercerita singkat tentang kehidupannya selama empat tahun belakangan ini.


Hiragi tumbuh dibawah asuhan Gore, Brusca, Reptile dan Wang Zhi. Demi membunuh ayah kandungnya sendiri yang menjadi penyebab kelumpuhan ibunya dan kematian adiknya, Hiragi membuang perasaannya.


Nagato sendiri berniat membunuh Hizen dengan tangannya sendiri, tetapi dia tidak menyangka Hiragi memiliki kebencian yang sama dengannya.


Hiragi mengajak Nagato bekerjasama untuk memusnahkan Sekte Pemuja Iblis. Bisa dibilang Hiragi merupakan bantuan terbaik karena lebih mengerti kekuatan Gore dibandingkan Nagato dan yang lainnya.


“Nagato, aku selama empat tahun mencoba mencari kelemahan mereka. Aku pernah memotong leher Brusca saat dia melatihku. Tetapi dia tidak mati. Aku merasa mereka memiliki kemampuan aneh. Di luar nalar manusia.” Hiragi memegang rambutnya dan menjambak pelan.


“Nagato, bukankah perkataannya sama dengan kutu beras itu?” Laura berbisik di telinga Nagato.


Nagato mengangguk dan menatap ke dalam lorong sebelum Nekoya dan Panda menghampirinya.


Hiragi menatap teman-teman Nagato. Yang paling membuatnya heran adalah Nekoya dan Panda. Tak lama dia menjelaskan para penjaga yang memiliki kemampuan Air Suci Buatan dan Hewan Buas di dalam markas kepada Nagato dan yang lainnya.


____


“Orang bodoh ini!” Kashima merapatkan giginya karena Sonjo langsung melakukan serangan yang mencolok ketika memasuki lorong markas Sekte Pemuja Iblis.


Hayabusa menghabisi penjaga yang berdatangan dari dalam lorong. Kemudian dia memusatkan perhatiannya pada orang-orang yang melepaskan hawa membunuh.


GROOOARRR!!!


Sekitar dua puluh orang yang memiliki kemampuan Hewan Buas berubah. Sekejap lorong markas hancur dipenuhi suara auman yang menggelegar.


“Mundur!”


Hayabusa dan Kashima mundur keluar markas karena reruntuhan dari bangunan hancur dan kemungkinan besar akan menimpa mereka.


Hayabusa dan Kashima berhasil keluar, tetapi Sonjo justru menyerang kumpulan orang yang berubah menjadi Hewan Buas.


“Orang bodoh itu!” Kashima membentuk kunai dengan aura sebelum melemparnya ke mata salah satu Hewan Buas.


Hayabusa dan Kashima langsung melakukan penyerangan setelah setengah markas Sekte Pemuja Iblis ini hancur.


Ulah dari amukan Manusia Hewan Buas adalah Sonjo. Karena pemuda ini menyerang beberapa orang yang tidak memiliki emosi apapun selain kemarahan.


Dua pedang Hayabusa melesat cepat memotong kaki Manusia Hewan Buas sebelum melepaskan tebasan dalam memotong leher mereka. Pemandangan ini teramat mengerikan karena bagaimanapun Manusia Hewan Buas memiliki tinggi tiga meter ke atas.


Hayabusa dan Kashima menyadari bila Manusia Hewan Buas akan menjadi kekuatan yang mengerikan jika orang yang mengendalikan memiliki kemampuan pengontrolan aura yang baik.


“Mengubah manusia menjadi hewan. Kelompok ini sangat gila.” Hayabusa tertawa lirih sebelum menghindari pukulan dari berbagai arah.


Hayabusa dan Kashima membawa Manusia Hewan Buas menjauh dari markas ke padang rumput yang luas. Terlihat Sonjo juga berhasil meloloskan diri dari reruntuhan.


“Aku hanya menyapa mereka, tetapi mereka justru berubah menjadi hewan!” Sonjo menghampiri Kashima dan Hayabusa.


Sebelum ada yang menjawab perkataan Sonjo, sebuah semburan api dari Beruang Api melesat ke arah mereka. Hayabusa menarik napas panjang sebelum memutarkan tubuhnya menciptakan pusaran angin.


Hayabusa mementahkan semburan api Beruang Api hingga berbalik membakar kumpulan Manusia Hewan Buas.


Kashima juga memanipulasi auranya menjadi kunai yang terbentuk dari aura. Gadis ini mengincar mata Manusia Hewan Buas untuk membutakan jarak pandang. Sementara Hayabusa memotong kaki Manusia Hewan Buas dengan kecepatan yang tinggi.


Permainan pedang Hayabusa lincah, dia memberi tanda pada Sonjo untuk melakukan eksekusi.


Sonjo yang melihat tubuh Manusia Hewan Buas ambruk ke depannya segera melepaskan satu tebasan dalam yang memotong leher mereka.


Bersamaan dengan kelompok Hayabusa yang berhasil mengatasi Manusia Hewan Buas, ledakan dari dalam markas Sekte Pemuja Iblis kembali terdengar keras. Kali ini mereka kedatangan lawan yang merepotkan.