The Dawn

The Dawn
The Dawn 24 : Markas Akhir



Hiragi menjelaskan jika markas Sekte Pemuja Iblis yang sedang Nagato serang memiliki puluhan orang yang mempunyai kemampuan Air Suci Buatan. Belum lagi puluhan orang yang dapat mengontrol aura dan berubah menjadi Hewan Buas.


Nagato melirik Laura yang berlari bersama Panda dan Nekoya. Sekarang dia memiliki tanggung jawab akan nyawa teman-temannya. Tindakannya ini bukanlah sebuah keadilan ataupun berlagak layaknya pahlawan.


Membunuh tetaplah membunuh. Seorang pembunuh yang dianggap sebagai pahlawan, menurut Nagato itu tidak lebih dari kebajikan yang penuh akan kepalsuan.


Sesampainya di sebuah lorong yang penuh dengan pilar. Hiragi memberi tanda pada Nagato dan yang lain agar berhenti mengikutinya.


Hiragi melebarkan auranya sebelum menarik pedangnya lalu membunuh dua penjaga yang lengah. Pemuda ini tidak lagi naif, sekarang tujuannya hanya satu. Membunuh orang bernama Hizen, setelahnya dia tidak peduli dengan masa depannya.


Nagato melihat Hiragi yang memberi tanda untuk masuk lebih dalam ke lorong yang dipenuhi pilar.


Ketika Nagato memasuki lorong tersebut bersama yang lain, sebuah pukulan api mengenai Hiragi dan tak lama auman menggema memenuhi lorong.


“Hiragi, kau serius membunuh para penjaga. Sebenarnya apa yang kau rencanakan? Gore-Sama menyuruhmu untuk menjaga tempat ini bukan?!” Pria berbadan kekar dan memiliki rambut berwarna biru muda yang panjang menatap Hiragi tajam.


Hiragi menyeringai, “Renta, kebetulan aku akan mengatakan padamu. Aku rela menjadi pembunuh berdarah dingin di bawah asuhannya demi membunuhnya!”


Pria bernama Renta mengerutkan keningnya, “Apa katamu?! Jangan lancang! Tarik kembali kata-katamu itu! Mungkin aku berbelas kasih tidak melaporkanmu kepada Gore-Sama!”


“Cukup basa-basinya! Aku tidak akan berbelas kasih padamu! Akan merepotkan jika Gore mengetahui tindakanku!”


Hiragi bergerak ke depan, Renta menjentikkan jarinya sebelum cahaya yang terang memenuhi lorong gelap. Disana terlihat puluhan orang berdiri di belakang Renta.


“Nekoya! Lompat dan bawa Laura!” Nagato menebas atap markas sebelum mengalirkan aura pada kedua kakinya dan melompat ke atas.


“Nagato, aku?” Panda menatap Nagato yang sudah berada di lantai atas.


“Bukankah kau jantan. Jangan manja, Panda.”


Panda tersenyum mendengar perkataan Nagato, “Aku adalah pejantan hebat? Pertama kalinya Nagato memujiku...” Panda segera melompat ke atas bersamaan dengan Hiragi.


“Tidak akan kubiarkan!” Setelah Ranta berteriak, sekitar dua puluh orang berubah menjadi Hewan Buas. Sementara lima orang bergerak mengejar Nagato.


DUAR!!!


Markas hancur sepenuhnya karena amukan Hewan Buas. Nagato dan Hiragi langsung menyerang Hewan Buas yang naik ke permukaan.


Laura melihat jelas jika kelompok Sekte Pemuja Iblis ini berniat mengakhiri pembunuh yang mengincar kelompok mereka disini. Dan kelompok itu adalah Nagato dan yang lainnya, termasuk dirinya sendiri.


“Naga Hitam Putih!” Sonjo melambaikan tangannya kepada Panda sebelum sebuah pukulan dari Gorila Hitam mengenai punggungnya dengan telak dari belakang.


“Naniki, kenapa Sonjo itu bodoh sekali?” Nekoya dengan wajah imutnya bertanya.


“Tanyakan pada Laura.” Nagato sedang sibuk mengatasi Hewan Buas. Jujur saja dia tidak peduli dengan sifat teman-temannya yang aneh. Mereka semua bisa menerima kondisinya saja sudah cukup baginya.


Nagato dan Hiragi berkerjasama mengatasi dua puluh Hewan Buas, dibantu Panda yang bertarung menggunakan tangan kosong.


Nekoya berniat membantu, namun dia sadar dengan Laura yang tidak memiliki keahlian dalam bertarung. Laura juga sadar, sehingga dia ingin mencari cara untuk melatih fisiknya.


“Nagato...”


“Hiragi, bunuh mereka. Aku akan menahannya.”


Nagato memotong perkataan Hiragi. Dia mengetahui saudaranya itu berniat mengulur waktu agar dia siap menghadapi pengguna Air Suci Buatan. Tetapi ini bukan masalah baginya sekarang.


“Shinkū.”


Hiragi merasakan aura mencekam dari Nagato melebar ke segala arah sebelum menghentikan pergerakan Hewan Buas yang tersisa.


“Jangan lupakan aku!” Panda melompat ke atas ketika Hiragi kagum dengan teknik Nagato.


“Panda Kick!” Tendangan yang dilapisi aura merebahkan tubuh Hewan Buas.


Hiragi segera menarik pedangnya dan memenggal kepala Hewan Buas satu demi satu. Dia kagum dengan Nagato yang memiliki seorang teman.


“Pantas saja markas yang tersisa dihancurkan. Aku akui kalian memang kuat tetapi tidak ada orang yang dapat mengalahkan Gore-Sama!”


Renta bersama lima pengguna Air Suci Buatan datang ke permukaan.


Hiragi menjelaskan pada Nagato jika semua orang yang berada di Sekte Pemuja Iblis dari anggotanya sampai kelinci percobaan, mereka semua telah melihat kekejian dan kemampuan mengerikan Gore.


Nagato hanya tersenyum sebelum melihat Hayabusa, Sonjo dan Kashima berdiri di dekatnya. Mereka telah siap. Mereka akan menghancurkan markas dari Sekte Pemuja Iblis terakhir sebelum mendatangi markas utama yang berada di Lembah Rafinha.