The Dawn

The Dawn
The Dawn 8 : Markas Manusia Buas



Setelah pergi meninggalkan Wilayah Me, Nagato langsung bergerak menuju tempat persembunyian Sekte Pemuja Iblis yang berada di hutan perbatasan antara Kekaisaran Kai dan Kekaisaran Kinai.


Nagato menatap Panda dan Chibi. Lebih baik tidak melibatkan keduanya, tetapi setelah melihat keterampilan bertarung Panda yang cukup mengesankan akhirnya Nagato menerima kemampuan Panda.


“Markas pertama mereka berada di hutan yang dahulu di huni Hewan Buas. Jika catatan Nenek Beo benar, maka kita akan menghadapi ratusan Manusia Buas.” Nagato menjelaskan situasi mereka saat ini kepada Hayabusa, Panda dan Chibi.


“Apakah aku harus menyusup ke markas mereka, Nagato?” Chibi menanggapi penjelasan Nagato.


Nagato menatap Chibi yang sekarang terlihat lebih dapat diandalkan, “Aku butuh bantuanmu, Chibi.” Lalu Nagato duduk sambil melihat Chibi yang langsung berlari menuju tempat persembunyian Sekte Pemuja Iblis.


“Nagato, apa tujuanmu hanya ingin menghabisi Sekte Pemuja Iblis dan orang-orang yang menjajah Azbec?” Hayabusa bertanya ketika Chibi telah memasuki lorong menuju tempat persembunyian Sekte Pemuja Iblis.


“Semuanya. Tidak hanya mereka, semua orang yang membuatku seperti ini, akan kuhabisi.”


Jawaban Nagato membuat Hayabusa mengangkat alisnya, sementara Panda yang telah diberitahu masa lalu Nagato oleh Sura hanya diam membisu.


Mereka bertiga menunggu kedatangan Chibi. Beberapa jam setelah Chibi memasuki tempat persembunyian Sekte Pemuja Iblis, akhirnya kucing betina berwarna putih itu menghampiri Nagato.


“Ada lima orang yang memiliki aura kuat menjaga tempat persembunyian. Disana hanya ada ratusan budak, jumlahnya sekitar dua ratus orang.” Chibi menjelaskan situasi di tempat persembunyian, “Dua ratus budak itu adalah Manusia Buas. Mereka sudah kehilangan akal sehat.”


Nagato langsung berdiri dan menatap tajam lorong dari kejauhan, “Apa ada yang lainnya?” Dengan melihat gerak-gerik Chibi, Nagato merasa kucing putih itu melihat sesuatu yang lain.


“Anu, aku mendengar lima orang itu membicarakan seorang Ninja yang ditangkap dua hari lalu. Belum terlambat untuk menyelamatkan perempuan itu karena mereka berlima berniat...” Chibi menjelaskan jika lima orang yang berjaga di tempat persembunyian berniat melakukan pelecehan pada perempuan yang dimaksud Chibi.


“Chibi, tunjuk jalan menuju tempat perempuan itu.” Nagato berniat melakukan pergerakan sebelum terlambat.


Chibi langsung berlari menuntun jalan menuju tempat persembunyian. Markas pertama Sekte Pemuja Iblis yang berada di perbatasan Kekaisaran Kai dan Kekaisaran Kinai memang sangat strategis menjadi tempat persembunyian, tetapi Nagato tidak menyangka Nenek Beo dapat mengetahui semuanya secara mendetail.


Dari penjelasan Hayabusa, Nenek Beo tumbuh bersama hewan-hewan sejak kecil. Butuh waktu puluhan tahun bagi Nenek Beo untuk menemukan keberadaan tentang Sekte Pemuja Iblis.


“Bisa dikatakan ini semua berkat permintaan bos...” Hayabusa menyinggung Kakek Hyogoro yang meminta Nenek Beo mencari keberadaan tempat persembunyian Sekte Pemuja Iblis.


Sesampainya di depan lorong, Chibi langsung kembali berlari dengan cepat. Sedangkan ketika Nagato dan Hayabusa memasuki lorong tersebut, tiba-tiba muncul cahaya berwarna merah yang terang.


“Cih!” Nagato mendecakkan lidahnya karena merasa semua yang dilihatnya bukanlah sesuatu yang baik.


“Apakah ini perangkap?” Hayabusa memegang kedua pedangnya dan menaikan kewaspadaannya.


“Ini sepertinya pengaman.” Panda sembunyi di belakang punggung Hayabusa.


Tak lama aura yang mencekam datang dari arah lorong, Chibi langsung melompat ke pundak Nagato. Seketika muncul seorang pria yang menjadi penjaga tempat persembunyian menyerang mereka bertiga.


Hayabusa menahan pukulan tangan kosong pria itu dengan tangkisan.


“Nagato, Panda. Kalian berdua masuklah! Aku akan melawannya!” Hayabusa langsung memutar tubuhnya dan menendang perut pria itu sebelum menarik kedua pedangnya.


Nagato menarik napas panjang dalam satu tarikan napasnya, “Pastikan kau menyusul kami!” Segera Nagato memasuki lorong tersebut, tetapi kali ini sesuatu yang merepotkan terjadi.


“Penyusup!” Pria yang ditahan Hayabusa berteriak. Seketika suara raungan menggema. Lorong yang menjadi tempat persembunyian hancur.


Hayabusa menekan auranya karena terlalu mengintimidasi pria yang menjadi lawannya, “Maaf, Nagato. Sepertinya mereka mempertaruhkan segalanya demi melindungi markas ini, walau harus menghancurkannya. Sepertinya pemimpin kelompok ini memang membuat seluruh anggotanya menjadi ketakutan seperti ini.”


Nagato langsung memberi isyarat pada Panda agar menjauh dari lorong. Hutan tempat persembunyian Sekte Pemuja Iblis menjadi berisik karena hewan-hewan berlarian bahkan lorong tempat persembunyian hancur.


“Jadi ini Manusia Buas...” Panda menelan ludah ketakutan, “Jadi ini percobaan yang kau maksud Nagato?”


“Ya, menjijikkan sekali. Bagaimana bisa ada orang yang seperti itu.” Nagato mengaliri auranya pada Pedang Kusanagi sambil menariknya.


“Sirih!”


Nagato mengolah Pernapasan Sirih dan langsung bergerak menyerang Manusia Buas yang mengamuk. Sekilas dia melihat empat orang yang mengikat tubuh seorang perempuan dengan rantai. Nampak pakaian perempuan itu berantakan.


“Shinkū!”


Nagato melepaskan aura intimidasi dalam jumlah besar dan memusatkannya pada satu titik. Dia memusatkannya pada Manusia Buas yang sedang mengamuk. Tanpa menunggu lebih lama dia mengayunkan pedangnya mengincar kaki Manusia Buas sebelum melompat ke atas dan memotong lehernya.


Hayabusa tersenyum menyeringai, “Aku tidak ada waktu untuk meladenimu!” Setelah bertukar sepuluh serangan, Hayabusa menusuk jantung pria yang menghadangnya dan membantu Nagato melawan Manusia Buas.


Panda tercengang ketika melihat Nagato membunuh satu demi satu Manusia Buas tanpa ragu. Tatapan matanya sama seperti biasanya, terasa dingin dan menusuk.


“Setidaknya bergantung padaku. Kau adalah manusia yang menerima orang dari ras berbeda sepertiku, Nagato...” Panda langsung mengambil kuda-kuda depan sebelum melesatkan serangan tapak tangannya pada kaki Manusia Buas.


Nagato menatap keempat orang berniat merencanakan sesuatu. Karena terlihat mencurigakan, Nagato langsung memusatkan auranya pada kedua telapak kakinya sebelum bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang salah satu dari empat penjaga.


Tebasan pedang yang dilapisi api membara menembus jantung pria itu, Nagato menariknya sebelum mengibaskan pedangnya.


“Sial! Siapa orang-orang ini?!”


“Ini adalah tempat uji coba Manusia Buas yang sangat berharga bagi Gore-Sama, kita harus menghabisi penyusup ini!”


Ketiga pria melempar perempuan yang menatap Nagato dengan kasar sebelum tubuh ketiganya dipenuhi bulu Kera Api yang termasuk dalam jenis Hewan Buas.


“Chibi, sembunyi. Aku akan menghabisi tiga makhluk menjijikkan ini!” Nagato mengambil kuda-kuda yang tenang sebelum memanipulasi aura tubuhnya menjadi api dan memusatkannya pada satu titik yakni bilah Pedang Kusanagi.


Dalam satu tarikan napasnya, Nagato bergerak cepat memotong salah satu kaki pria yang berubah menjadi Kera Api. Kemudian dia kembali bergerak mengincar leher Kera Api tersebut.


Tindakan Sekte Pemuja Iblis membuat Nagato muak karena mengubah manusia menjadi Hewan Buas yang tak berakal. Tidak butuh waktu lama bagi Nagato menghabisi salah satu penjaga yang berubah menjadi Kera Api.


Sembari mendekati perempuan yang diikat dengan rantai, Nagato menatap Hayabusa dan Panda yang bertarung melawan Manusia Buas.


“Chibi, menjauh.” Nagato menegur Chibi yang berada di perut perempuan itu. Setelah Chibi menjauh, Nagato memotong rantai yang mengekang perempuan itu dengan Pedang Kusanagi.


___


真空


Shinkū


Ruang hampa


Salah satu jurus Nagato yang menekankan seluruh aura intimidasi pada satu titik agar lawannya tidak dapat bergerak.


Untuk nama jurus karakter di The Dawn sebagian pakai bahasa Jepang sama Inggris. Mungkin karakter yang nama jurusnya pakai bahasa Indonesia, karakter yang dari Negeri Jaya sama Benua Raya.