The Dawn

The Dawn
The Dawn 25 : Tōgyū



“Kyuvo, Urugin. Bunuh dua perempuan dan binatang itu!” Renta melepaskan aura dan melesatkan satu pukulan berapi-api pada Nagato.


“Kashima, Nekoya, Panda! Kuserahkan mereka berdua pada kalian!” Nagato menangkis pukulan Renta dengan pedangnya sambil melepaskan auranya.


Tiga pengguna Air Suci Buatan yang tersisa melawan Hiragi, Hayabusa dan Sonjo. Kecacatan dari kekuatan mereka terlihat jelas, tetapi para pengguna Air Suci Buatan memiliki kemampuan mengontrol aura yang baik.


Nagato menyipitkan matanya, dia melepaskan sebuah aura yang berbeda. Dari tubuhnya muncul tengkorak putih yang berwarna hitam.


“Teknik apa in?!” Renta tersentak kaget, bahkan seluruh teman Nagato juga terkejut.


‘Tidak perlu menggunakannya. Mungkin hanya Gore yang dapat mengukur sejauh mana aku menggunakan Kutukan Kuno Dewa Kematian.’ Dengan wajah yang datar, Nagato sudah menghilang dari pandangan Renta.


“Shinkū!” Renta baru menyadari jika pemuda yang menantang Sekte Pemuja Iblis ini sudah memikirkan rencana dari jauh-jauh hari. Tubuhnya tidak dapat digerakkan, yang dia lakukan hanyalah melebarkan api dari tubuhnya.


Bilah Pedang Kusanagi dipenuhi api yang membara, Nagato melepaskan satu tebasan yang membentuk banteng api dan menebas perut Renta dengan tebasan yang membara dan tajam.


“Tōgyū.”


Mata Renta terbelalak ketika perutnya yang terbakar terkena tebasan api. Mulutnya memuntahkan darah segar dalam jumlah banyak, “Semoga kau berun...”


Renta menghembuskan napas terakhirnya sebelum menyelesaikan perkataannya. Nagato mengibaskan Pedang Kusanagi dan membersihkan bilah pedangnya, lalu menyarungkan pedangnya dengan tenang.


Kematian Renta membuat mereka semua terkejut, terutama lima pengguna Air Suci Buatan yang langsung kehilangan semangat bertarung.


‘Kekuatannya di luar perkiraanku...’ Hayabusa tersenyum dan segera menyerang musuh dihadapannya yang mematung.


Pertukaran serangan antara Hayabusa dan lawannya berlangsung singkat. Hayabusa mendaratkan tebasan tepat dileher lawannya.


“Kashima, apa kau butuh bantuanku?” Hayabusa menoleh melihat Kashima yang sedang bertarung melawan Kyuvo.


Kashima merapatkan giginya dan menarik napas, “Jangan remehkan seorang kunoichi!”


Kashima memusatkan auranya untuk membentuk gulungan aura. Setelah itu dia melompat ke udara sambil memutarkan tubuhnya.


Gulungan aura itu mengeluarkan ratusan senjata aura yang berterbangan ke arah Kyuvo.


“Kalian pikir aku akan mati tanpa membunuh salah satu dari kalian!” Kyuvo berniat menyerang Laura, tetapi sebuah tongkat mendarat mengenai kepalanya.


Kashima tersenyum melihat Panda dan Sonjo yang menggila, “Mereka seperti anak kecil...”


Tubuh Kyuvo dipenuhi senjata yang tertancap pada badannya. Tidak butuh waktu lama bagi Kashima untuk membunuhnya dengan sebuah kunai aura yang menembus jantungnya.


Terlintas perkataan Nagato, saat dia melihat tangannya penuh darah, “Seseorang harus melakukannya, kah?”


Kashima menoleh melihat Nekoya yang bertarung melawan Urugin. Di belakang Nekoya, terlihat Panda datang membantu.


“Tidak akan kubiarkan kau menyentuh Laura!” Panda melompat ke udara dan melapisi tubuhnya dengan aura.


Dengan kecepatan tinggi, Panda melepaskan tendangan ke arah Urugin. Namum tendangannya, hampir mendarat ke punggung Nekoya.


“Pan... da!” Segera Nekoya menoleh ke belakang menatap Panda geram, “Nya!”


Kashima menepuk keningnya ketika melihat Nekoya memukuli perut Panda.


“Kau mengincar punggungku!”


“Nekoya, maaf! Maafkan aku! Laura tolong aku!”


Mata Laura terbelalak saat sebuah pukulan api hendak mendarat diwajahnya.


“Panda Punch!”


“Neko Kick!”


Panda memukul wajah Urugin yang dipenuhi api, sementara Nekoya menendang badan Urugin.


“Argh! Tanganku, tanganku! Air, air!” Panda lupa melapisi tangannya dengan aura. Nekoya tertawa renyah melihat temannya itu berguling di tanah.


Nekoya memusatkan aura pada kedua kakinya sebelum melompat ke atas lalu kedua tangannya membentuk cakaran.


Nekoya mencakar sekujur tubuh Urugin. Tentu saja Urugin melawannya guna mempertahankan dirinya. Pertukaran serangan antara Nekoya dan Urugin berlangsung lama.


Nekoya mengakhiri nyawa Urugin dengan tusukan tangan kanannya yang menembus jantung Urugin.


“Hehe, di darahku mengalir darah harimau. Jadi jangan lihat diriku dari luarnya saja.” Ekspresi menggemaskannya berbeda dengan tindakannya.


Yang tersisa hanya dua, Sonjo bertarung melawan pengguna Air Suci Buatan di dekat hutan. Sementara Hiragi dapat mengatasi lawannya setelah Nekoya membunuh Urugin.


‘Apa aku harus membicarakannya dengan Nagato? Identitas pengkhianat yang menghancurkan hidup saudaraku ini. Tetapi bagaimanapun orang itu sudah lama mati. Jika Nagato mengetahuinya, aku merasa...’ Hiragi menyarungkan pedangnya dan menatap Nagato yang sedang berbicara pada teman-temannya.


Markas terakhir dari Sekte Pemuja Iblis berhasil dihancurkan. Sonjo mengakhiri pertarungan dengan tebasan tajam yang mendarat tepat di perut lawannya.


Kini Nagato melakukan pergerakan menuju Lembah Rafinha, namun sebelum dirinya melangkahkan kakinya lebih jauh. Nagato mendapatkan sebuah surat dari elang emas, Kin.


Kin mendarat di pundak Nagato.


“Lama tidak berjumpa, Kin...” Nagato mengambil sepucuk surat. Dia membukanya secara perlahan sebelum raut wajahnya berubah.


Detak jantungnya terasa berhenti. Nagato selama ini tidak ingin mengakuinya, tetapi ternyata selama ini dia salah paham. Sejak awal dunia yang dia tempati tidak akan kembali seperti semula, seperti sedia kala.


“Hayabusa, aku akan pergi ke Hutan Cakrawyuha... Ada masalah yang harus kuselesaikan.”


Hayabusa menyadari perubahan raut wajah Nagato. Raut wajah yang memancarkan kemarahan sekaligus kesedihan.


___


Kenapa gak up kaya Kagutsuchi Nagato?


Karena sekarang The Dawn belum ada level.


Kalo udah level 8 ke atas, ada target kejar 60k, jadi sering Crazy up.


Mohon maaf ya, kalo up nya seminggu, 2-3 kali.


Tambahan jurus dari Kagutsuchi Nagato.


闘牛


Tōgyū


Banteng api