The Dawn

The Dawn
The Dawn 13 : Manusia Hewan Buas



Asosiasi Pedang Hati adalah kelompok pembunuh bayaran yang melakukan pekerjaan di bawah pemerintahan Kaisar Orochi. Markas Asosiasi Pedang Hati berada di atas bukit Kota Leftnout. Tempat yang sangat strategis untuk melihat keindahan Kota Leftnout dari dataran tinggi.


Saat ini semua pembunuh bayaran berkumpul dalam satu tempat. Hayabusa berniat menghabisi semuanya, namun saat tanda kembang api berwarna merah yang merupakan bom asap milik Kashima terlihat, Hayabusa menyuruh Nekoya dan Panda untuk membantu Nagato.


“Tetapi Hayabusa...”


“Markas Sekte Pemuja Iblis yang ada di Kota Leftnout adalah tempat percobaan Manusia Hewan Buas. Mereka menyebutnya dengan Proyek Beast. Kalian berdua atasi Hewan Buas yang akan mengamuk di kota, aku akan mengatasi mereka...” Hayabusa menunjuk markas Asosiasi Pedang Hati, lalu menatap Panda dan Nekoya yang saling berpandangan.


Tak lama Nekoya langsung melompat ke atas dan berputar di udara, kemudian diikuti Panda dari belakang. Alasan Hayabusa menyuruh Nekoya dan Panda agar kedua temannya itu tidak melihat bagian dirinya yang berniat menghabisi seluruh anggota Asosiasi Pedang Darah.


“Saatnya bergerak.” Hayabusa berjalan pelan menapaki bukit sebelum berlari sekuat tenaga menuju markas Asosiasi Pedang Hati.


___


Kashima melihat Nagato dan Sonjo sudah terlibat dalam pertarungan. Melihat ada wanita yang membatu menyerang Nagato dan Sonjo, segera Kashima melepaskan auranya.


“Nagato, aku akan membantumu!” Kashima melempar lima pisau kecil yang terbentuk dari aura ke arah wanita bernama Touko.


“Tikus kecil yang menyebalkan. Touyoru, apakah kita harus menggunakan percobaan yang gagal. Jika beliau tahu tempat ini hancur maka kita akan dibunuh.”


Touko menjaga jarak dari Kashima, namun Kashima terus mempersingkat jarak antar keduanya.


“Ya, jangan sampai mereka masuk lebih dalam lagi. Gunakan percobaan yang gagal, aku akan menahan mereka!” Pria bernama Touyoru melancarkan pukulan tangan yang berapi, Nagato menangkisnya dengan pedang dan melihat Touyoru menyuntikkan cairan kepada lehernya.


Perlahan tubuh Touyoru berubah menjadi Badak Api. Kekuatan yang sangat mirip dengan Arwah Suci membuat Nagato mengerti alasan mengapa Hound berniat menghentikan rencana Organisasi Disaster.


Proyek Beast ataupun Air Suci Buatan adalah sesuatu yang telah direncanakan Kazan demi membentuk pasukan paling unggul di dunia.


Nagato, Kashima dan Sonjo langsung bergerak keluar. Beruntung Kashima telah menyuruh Laura memanggil penduduk untuk menolong puluhan pemuda dan gadis yang pingsan karena terkena gas penidur.


Situasi di Kota Leftnout masih tenang, hanya saja di wilayah timur yang merupakan tempat persembunyian Sekte Pemuja Iblis, keributan terjadi dimana-mana.


Nagato melihat banyak penduduk yang melarikan diri setelah mendengar teriakan Hewan Buas. Nagato tidak memungkiri jika penduduk lari ketakutan, tetapi yang lebih mengejutkannya adalah pasukan yang dibawa Rokuju untuk menangkap penyusup. Dan penyusup itu tak lain adalah dirinya sendiri serta Kashima dan Sonjo.


Keberadaan Nagato dan Kashima telah diketahui Rokuju, untuk Sonjo sendiri dia sudah menjadi buronan sehingga setiap tindakannya selalu diawasi dengan baik oleh penduduk.


“Nagato, sepertinya kita harus membunuh mereka semua.” Sonjo berkata seolah-olah telah akrab dengan Nagato.


“Tanpa perlu kau ingatkan, tujuanku sejak awal memang akan membunuh mereka!” Sahut Nagato.


Touyuru yang mengubah wujudnya menjadi Badak Api menghancurkan bangunan dan langsung mengincar Nagato. Walau kekuatannya jauh dari kekuatan yang sesungguhnya milik Black Rhino, tetapi kekuatan penghancur Touyoru membuat kerusakan yang parah.


Pertukaran serangan terjadi ketika Nagato mulai memainkan pedangnya dengan lincah menyambut setiap serangan yang dilepaskan Touyoru.


Bersamaan dengan Nagato dan Touyoru yang bertukar serangan, Sonjo dan Hanzo juga mulai terlibat dalam pertarungan yang sengit. Bukan itu saja, suara raungan dari tempat persembunyian Sekte Pemuja Iblis membuat kebisingan yang keras.


“Hewan Buas, maksudku inikah Manusia Hewan Buas yang kau maksud itu?” Kashima terkejut melihat puluhan manusia yang wujudnya berubah menjadi Hewan Buas.


Nagato menanggapi, “Ya, mereka menyebutnya dengan sebutan Beast.” Lalu Nagato menekan pergerakan Touyoru dengan melepaskan aura tubuhnya.


Walau menjadi kota yang megah dan besar di Kerajaan Tifon, namun Kota Leftnout sangat tertutup sehingga ini menjadi kesempatan untuk menghancurkan tempat persembunyian Sekte Pemuja Iblis tanpa diketahui oleh Gore dan pengikutnya.


Kashima melihat Touko keluar dari puing-puing bangunan, segera dia kembali melancarkan serangannya. Saat jarak antara keduanya semakin mendekat, Kashima melihat Nekoya dan Panda datang dari arah yang berlawanan.


“Kashima!” Nekoya melambaikan tangannya.


Touko yang sedang menyeringai tersentak kaget, “Dia berbicara? Lalu dia ini apa? Kelinci? Kucing? Harimau?”


Tanpa menanggapi reaksi Touko yang terkejut, Kashima mengaliri tangan kanannya dengan aura sebelum mengarahkan pukulan pada Touko.


Kedatangan Nekoya dan Panda menarik perhatian anggota Sekte Pemuja Iblis yang sedang mengubah wujudnya setelah mereka menyuntikkan cairan pada tubuhnya.


Bahkan Rokuju yang sedang mengamati dari kejauhan terkejut melihat spesies yang baru pertama kali dia lihat.


“Kita tangkap orang yang berani mengusik kedamaian di tempatku! Jangan biarkan satupun dari mereka hidup, dua laki-laki itu kalian boleh membunuhnya! Sisanya harus hidup dan menerima hukuman dariku!” Setelah Rokuju berkata demikian, pasukan dari Kerajaan Tifon langsung menjawab serentak.


“Baik!” Sekitar seratus prajurit berseragam lengkap langsung memenuhi wilayah timur Kota Leftnout.


Merasa cepat atau lambat dirinya juga akan kembali terlibat dengan Kekaisaran Rakuza, Nagato melayani setiap musuh yang datang dari segala arah dengan senang hati.


“Shinkū!”


Nagato menekan pergerakan Touyoru dengan aura intimidasinya. Dengan cepat dia menebaskan pedangnya memotong kaki Touyoru yang telah menjadi Badak Api, tetapi amukan Touyoru tidak dia perkirakan, sehingga Touyuru dapat lepas dari tekanan aura dengan mudah.


“Jika kau berpikir kami penjaga markas Kerajaan Tifon sama dengan para kecoak itu, maka kau salah besar anak muda!” Touyoru melepaskan aura dalam jumlah besar guna menekan pergerakan Nagato.


Nagato menatap tajam serangan Touyoru dan menangkisnya dengan pedang. Setiap serangan yang dilepaskan Touyoru memiliki kekuatan penghancur yang besar, tetapi pergerakan Nagato yang lincah tidak dapat diikuti oleh Touyoru.


Dalam satu kali tarikan napasnya, bilah Pedang Kusanagi dipenuhi api yang membara. Nagato menebaskan pedangnya memotong kaki Touyoru sebelum mengakhirinya dengan menghunuskan pedangnya tepat di jantung Touyoru.


“Di mataku kalian semua sama...”