
Hayabusa membawa Nagato, Kashima, Panda dan Chibi menuju kota pesisir pantai yang merupakan bagian dari Kerajaan Tifon. Dalam perjalanan mereka saling mengenal satu sama lain, bahkan Kashima sudah akrab dengan Panda yang merupakan Manusia Hewan.
“Daerah terpencil disekitar Kekaisaran Kinai selalu dilanda kekurangan makanan. Lebih baik kita menghindari urusan dengan negeri yang dipimpin pemimpin bodoh ini. Kau ternyata cukup pintar sebagai penuntun jalan.” Kashima menepuk pundak Hayabusa dan tertawa lirih.
“Aku ini lebih tua darimu, gadis muda. Jadi rumor tentang Kaisar Kinai adalah sungguhan?” Hayabusa menatap Kashima yang terlihat membenci Kekaisaran Kinai.
“Entahlah. Aku sendiri belum pernah melihatnya secara langsung.” Jawab Kashima singkat.
Setelah berjalan seharian penuh dari tempat persembunyian Sekte Pemuja Iblis, akhirnya mereka sampai di kota. Tempat itu terlalu berlebihan disebut dengan kota karena disana hanya ada ratusan rumah penduduk yang terlihat begitu sepi.
Nagato mencari tempat untuk mereka berteduh. Melihat tindakan Nagato dan Panda yang langsung duduk di depan rumah orang, membuat Hayabusa dan Kashima terkejut karena mereka mengira Nagato akan menginap di penginapan. Tetapi justru berteduh di depan rumah orang.
“Nagato, bukankah lebih baik kita menginap atau mencari rumah makan?” Hayabusa angkat bicara setelah ikut menyenderkan punggungnya ke tembok rumah.
“Aku tidak mempunyai uang.” Jawab Nagato singkat. Mendengar itu, Hayabusa tertawa tidak percaya. Sementara Kashima terkejut karena mengira Nagato adalah pria yang sempurna, ternyata jauh dari yang dia perkirakan.
Panda dan Chibi mengamati keadaan disekitar yang sepi. Suasana di kota yang mereka singgahi sangat tidak wajar, sehingga membuat keduanya merasa ada kejanggalan.
“Tetapi kota ini sangat sepi. Para penduduk sedang berada dimana? Apakah kota ini telah dijarah atau...” Kashima mengamati dengan seksama sebelum dia memilih untuk mencari tahu kebenarannya.
“Nagato, aku pergi sebentar untuk mengamati situasi.” Kashima melompat ke atap dan bergerak dengan cepat.
“Itukah seorang Ninja?” Nagato mengangkat alisnya.
“Semenjak Kekaisaran Kinai dikuasai orang asing, beberapa klan ninja telah dimusnahkan satu demi satu. Tidak ada yang dapat melawan kekuatan mutlak. Aku sadar setelah melihat kekuatan kadal terbang itu...” Hayabusa tertawa pelan mengingat saat dirinya melihat kemampuan Ignist dan Raido.
Nagato hanya memejamkan matanya dan menunggu kedatangan Kashima. Sekitar tiga puluh menit setelah kepergian Kashima, belum ada tanda-tanda gadis itu kembali. Tak lama sebuah asap muncul di samping Nagato.
“Nagato! Tidak ada waktu untuk menjelaskan, cepat ikuti aku!” Wajah Kashima panik dan langsung berlari menuntun Nagato menuju pantai.
Nagato langsung bergerak, begitu juga dengan Hayabusa dan Panda.
“Nagato, aku mencium bau darah...” Chibi berbisik di telinga Nagato.
Nagato menatap Chibi yang ada di pundaknya, lalu mempercepat langkah kakinya mengikuti Kashima. Sesampainya di pantai, mata Nagato melebar melihat penduduk menyiksa manusia kucing yang tergeletak lemah tak berdaya.
“Bunuh siluman ini!”
“Dia telah mencuri ikan dirumahku!”
“Kenapa ada makhluk seperti ini di dunia ini!”
Seketika wajah Nagato begitu dingin, kemudian dia melepaskan aura intimidasi dalam jumlah besar. Penduduk yang melempari batu bahkan mencambuk manusia kucing itu tergeletak di tanah.
“Bagi mereka, manusia seperti kita adalah makhluk yang mengerikan. Minggir dari hadapanku, kalian semua menghalangiku!” Nagato menatap dingin penduduk yang masih berusaha melempari batu ke arah manusia kucing.
Tindakan Nagato membuat Panda langsung berlari menyelamatkan temannya yang diikat.
“Nekoya!” Panda menangis karena melihat tubuh manusia kucing bersimbah darah.
Nagato memegang tubuh manusia kucing itu dan menggendongnya, “Hayabusa, kita pergi!” Matanya menatap penduduk yang membisu sebelum melempari batu ke arahnya.
Mereka berlari menuju hutan dan menjauh dari pemukiman sebelum masuk ke dalam sebuah gubuk. Nagato membaringkan tubuh manusia kucing, sementara Kashima memberikan perawatan sebisanya.
Panda menangis dan menceritakan kekejaman manusia. Diskriminasi adalah yang paling sering terjadi di dunia ini. Setelah menemukan teman seperjalanannya, Panda justru mendapati Nekoya dalam keadaan yang menyedihkan.
“Dia hanya mengalami luka lebam, tetapi ini mengerikan. Mereka selalu saja...” Kashima mengepalkan tangannya erat.
“Kashima, kenapa kau tidak takut ketika melihat wujudku? Biasanya manusia ketika melihat wujud kami, mereka akan langsung menatap kami dengan sinis. Tetapi saat aku menatap matamu, aku rasa kau memiliki masa lalu yang sama sepertiku.” Panda menatap Kashima yang baru saja memberi perawatan pada Nekoya.
“Panda, aku juga pernah merasakan betapa kejamnya diskriminasi.” Kashima menjawab singkat. Tetapi Panda langsung mengetahuinya, sehingga dia tidak bertanya lebih jauh.
Nagato beristirahat di gubuk sambil membaca catatan dan denah lokasi yang diberikan Nenek Beo. Kemudian dia mengajak Hayabusa untuk pergi berburu setelah memastikan tempat persembunyian ketiga Sekte Pemuja Iblis yang ada di Kerajaan Tifon.
Nagato berburu kancil yang ada di hutan, sementara Hayabusa menangkap rusa. Keduanya membersihkan tubuh hewan yang baru saja mereka tangkap di hutan sebelum membawanya ke gubuk.
Sembari duduk melingkar dan membuat perapian, Nagato membakar daging rusa dan kancil. Sementara Panda terlihat mencemaskan keadaan Nekoya.
“Panda, aku sudah membawakan bambu di depan.” Ucap Nagato ketika melihat wajah Panda yang sangat mencemaskan keadaan Nekoya.
“Terimakasih, Nagato.” Panda berjalan keluar gubuk bersama Chibi.
Mereka menikmati daging bakar bersama sambil menunggu manusia kucing bernama Nekoya siuman. Malam itu mereka bermalam di gubuk yang ada di tengah ladang milik seseorang.
Keesokan harinya Nekoya bangun. Orang yang pertama kali dilihat manusia kucing itu adalah Nagato. Sedangkan Panda masih tertidur bersama Chibi.
“Panda, temanmu telah bangun.” Mendengar perkataan Nagato, segera Panda membuka matanya dan langsung menghampiri Nekoya.
Panda menjelaskan pada Nekoya jika dirinya diselamatkan Nagato dan menceritakan apa yang terjadi padanya setalah mereka berpisah.
Nekoya memiliki paras yang menggemaskan dan terkesan imut.
“Nekoya, perkenalkan ini adalah Nagato.” Panda memperkenalkan Nagato kepada Nekoya.
“Orang yang menggunakan dua pedang sebagai bantal adalah Hayabusa. Dan orang yang mengobatimu adalah Kashima. Oh iya, peliharaan Nagato yang masih tidur itu adalah Chibi.”
Selepas Panda memperkenalkan temannya pada Nekoya, air mata menetes membasahi wajah Nekoya.
“Terimakasih Naniki...” Nekoya memeluk tubuh Nagato dengan erat. Kemampuan regenerasi manusia hewan melebihi manusia. Luka lebam perlahan menghilang di sekujur tubuh Nekoya.
‘Naniki? Sudah kuduga, Nagato adalah orang yang luar biasa. Dia dapat menerima kami berdua...’ Panda ikut memeluk tubuh Nekoya, tetapi justru mendapatkan pukulan dari manusia kucing yang baru bangun itu.
“Kau menyakitiku, Panda!” Nekoya memegang bahunya.
“Nekoya, apa kau sudah dapat berjalan?” Nagato bertanya karena dia akan segera pergi menuju tempat persembunyian Sekte Pemuja Iblis yang ada di Kerajaan Tifon.
Nekoya menggerakkan tubuhnya secara bertahap, “Sudah. Apakah kau akan pergi? Ajak aku pergi bersamamu, Naniki!”
Nagato mengangkat alisnya, “Naniki? Lagipula kau adalah teman Panda, baiklah aku akan mengajakmu. Mulai sekarang semua yang ada disini adalah teman. Tetapi sebelum itu, aku ingin menjelaskan sesuatu padamu, Nekoya...”
Nagato langsung membangunkan Hayabusa dan Kashima untuk menjelaskan rencana mereka.