
Nagato dan yang lainnya tiba di sebuah hutan dengan pepohonan yang tinggi. Tidak ada sambutan hangat yang menanti mereka karena markas Sekte Pemuja Iblis yang menjadi incaran mereka ini memiliki dua pintu masuk dan dipenuhi orang-orang kuat didalamnya.
“Perkataan kutu beras itu membuatku penasaran...” Laura bergumam sambil menatap sebuah tanah yang menggunung dan merupakan markas Sekte Pemuja Iblis.
“Menurutmu bagaimana Nagato?” Tanya Laura.
“Aku sendiri sulit untuk mencernanya.” Nagato sudah memikirkan perkataan pemuda berambut biru namun sulit menemukan jawabannya.
Hayabusa dan Sonjo sedang mengawasi markas dari kejauhan. Mereka berdua juga mencoba mencari jawaban dari maksud perkataan pemuda berambut biru.
“Nagato!” Sebuah asap keluar di depan Nagato bersamaan dengan Kashima yang berdiri dihadapannya.
“Aku dan Chibi sudah mencoba masuk lebih dalam. Tetapi markas ini berbeda dari yang telah kita hancurkan...” Kashima menjelaskan sesingkatnya.
Markas Sekte Pemuja Iblis kali ini di jaga ketat oleh orang-orang terpilih. Selain ada beberapa pengguna Air Suci Buatan, disana juga ada lusinan orang yang kehilangan emosi karena gagal mendapatkan kemampuan Air Suci Buatan.
“Empat tahun lalu. Aku pernah bertemu dengan dua orang bernama Himuro dan Kakugo. Mereka kehilangan emosi setelah mendapatkan kemampuan dari Air Suci Buatan.” Nagato menatap seluruh rekannya.
Penyerangan kali ini berbeda dari sebelumnya, ‘Tidak ada yang tahu jawabannya. Walau aku percaya pada keputusan teman dan orang terdekatku ataupun aku percaya pada keputusanku. Pada akhirnya aku tidak dapat mendapatkan jawabannya. Tetapi sebisa mungkin aku tidak ingin menyesal.’
Nagato membagi dua kelompok untuk melakukan penyerangan ke dalam markas Sekte Pemuja Iblis. Kelompok pertama adalah dirinya sendiri yang akan melakukan penyerangan dari depan bersama Chibi, Laura, Nekoya dan Panda. Sementara kelompok kedua akan melakukan penyerangan dari belakang, Hayabusa, Sonjo dan Kashima.
“Naga Hitam, aku serahkan master padamu.” Sonjo menepuk pundak Panda setelah Nagato mengutarakan rencananya.
“Aye-aye! Aku akan menjaga Lauta dan Chibi! Nekoya juga...” Panda tampak semangat ketika Sonjo menyebutkan Naga Hitam Putih.
“Aku dapat menjaga diriku sendiri.” Nekoya menanggapi perkataan Panda.
“Aku...” Laura tercekat. Dia tidak mempunyai kemampuan bertarung. Sehingga melihat rekan-rekannya yang penuh percaya diri menjadi minder.
“Kita berpisah disini. Semoga keberuntungan berada di pihak kita.” Nagato dan yang lainnya berpisah dengan Hayabusa, Sonjo dan Kashima.
___
Laura berjalan di samping Nekoya. Sementara Nagato dan Panda berjalan paling depan mengikuti Chibi.
“Nagato, aku tadi melihat penjagaan terlemah berada di sisi kiri. Tetapi jika terjadi keributan maka bantuan dari sisi kanan akan datang karena jaraknya berdekatan...” Chibi berbicara dengan suara yang menggemaskan.
‘Dunia ini penuh misteri. Kucing berbicara dan Manusia Hewan. Aku jadi penasaran apakah duyung dan peri juga ada...’ Laura menatap Chibi seolah-olah ingin memeluknya karena Kucing Manis itu terlihat sangat imut dan menggemaskan.
“Panda, alihkan perhatian mereka.” Nagato berdiri di belakang Panda. Kemudian Panda berjalan secara perlahan mendekati beberapa penjaga di sisi kiri markas.
Para penjaga melihat Panda dengan keheranan. Kebanyakan mereka baru melihat jenis hewan seperti ini.
“Lihat badannya berisi. Kita bisa makan besar jika menjadikannya santapan.”
Panda berjalan semakin dekat untuk mempersingkat jarak. Namun perkataan para penjaga membuatnya kesal.
“Aku Panda! Lain beruang!” Penuh kekesalan Panda berteriak. Segera Nagato dan Nekoya yang berada di belakang badan Panda langsung bergerak cepat membungkam penjaga.
Tebasan pedang tajam Nagato begitu cepat. Belum sempat menyadari, para penjaga sudah berjatuhan satu demi satu. Sementara Nekoya melepaskan pukulan dan tendangan yang bertenaga, menumbangkan para penjaga dalam waktu singkat.
Nekoya menarik napas dan langsung memukul perut Panda, “Kenapa kau berteriak! Tadi hampir saja!”
“Maaf...” Kepala Panda menunduk. Lalu berjalan ke depan mengambil pedang sebelum mengarahkannya ke perut.
“Panda!” Laura panik. Sementara Nekoya memukul kepala Panda.
Manusia hewan ini benar-benar sensitif. Membuat Nekoya memarahinya habis-habisan sementara Nagato mendecakkan lidahnya sebelum bergerak ke sisi kanan menghabisi para penjaga.
“Kenapa Nagato tetap terlihat tenang?” Laura kagum dengan ketenangan Nagato. Pemuda ini lebih banyak diam dan tidak mengatakan hal yang berlebihan.
“Siapa kau?!”
“Dia penyusup!”
Teriakan dari sisi kiri membuat Panda, Nekoya dan Laura langsung berlari. Sementara Chibi bersembunyi di pundak Laura.
“Laura, kita berdua jangan terlalu terlibat. Sebisa mungkin kita tetap dalam jangkauan perlindungan Nagato.” Chibi menjelaskan. Laura menganggukkan kepalanya.
“Neko Punch!”
“Panda Punch!”
Serangan pukulan beruntun dipenuhi aura dari Nekoya dan Panda menumbangkan dua penjaga di sisi kanan. Sementara Nagato sudah menghabisi sepuluh penjaga sendirian.
Saat Nagato sedang mengibaskan pedangnya, dia merasakan hawa membunuh dari dalam lorong markas Sekte Pemuja Iblis. Pandangan langsung terarah pada Laura dan Chibi yang sedang berdiri di depan lorong.
Dengan kecepatan tinggi Nagato bergerak dan mengalirkan aura pada Pedang Kusanagi.
Pedang Kusanagi berbenturan dengan pedang yang dilapisi api membara. Pemuda sebaya dengannya yang hendak membunuh Laura, membuat Nagato mengangkat alisnya.
“Kau!”
Pemuda itu juga sama terkejutnya, “Nagato?”