The Black Scorpion

The Black Scorpion
Ch. 9



"Tapi kami mau jalan-jalan ke mall," rengek Damien lagi.


"Sebentar ya. Mom minta izin dulu ke Dad," ucap Adrienne.


Si kembar mengangguk dan akhirnya berhenti merengek. Adrienne beranjak menuju meja Aaric.


"Aaric, bolehkah saya mengajak si kembar jalan-jalan ke mall?" tanya Adrienne hati-hati.


Aaric mendongakkan kepala menatap Adrienne lalu menatap si kembar. Dia dibuat terheran-heran dengan si kembar yang tidak merengek lagi. Biasanya si kembar akan terus-terusan merengek hingga menganggunya dan dengan terpaksa melimpahkan pekerjaan ke Bellagio lalu mengikuti kemauan kedua anak itu.


"Baiklah tapi pastikan kau mengawasi mereka berdua dengan baik. Nikolai akan mengantarmu dan setelah pekerjaan saya selesai, saya akan menyusul. Gunakan ini jika si kembar ingin membeli apapun. Dan sekalian kau beli beberapa potong pakaian untuk dirimu sendiri," ucap Aaric sambil menyerahkan sebuah kartu pada Adrienne.


Adrienne menerima kartu itu lalu mengangguk. Kemudian Adrienne memberitahukan bahwa mereka diperbolehkan untuk jalan-jalan ke si kembar. Si kembar senang bukan main dan mengekspresikan kebahagiaan mereka dengan meloncati sofa. Satu perintah dari Adrienne membuat si kembar turun dari sofa lalu duduk manis dan semua itu tidak luput dari pandangan Aaric.


Sepuluh menit kemudian Adrienne dan si kembar sudah berada di perjalanan menuju mall langganan keluarga Laurent didampingi oleh Nikolai. Sesampainya di mall, si kembar lupa apa yang sudah diajarkan oleh Adrienne dan kembali mengekspresikan kebahagiaan mereka dengan berteriak dan berlari. Wanita itu diam saja bergeming di lobi tempat mereka diturunkan oleh Nikolai tadi. Tak butuh waktu lama si kembar yang sudah berada di depan berlari kembali ke tempat Adrienne dan meminta maaf atas kelakuan mereka tadi. Seketika senyum wanita itu mengembang dan menggandeng kedua anak masuk ke mall. Lagi-lagi Nikolai dibuat takjub oleh pesona wanita itu terhadap si kembar yang terkenal bandel dan sulit menurut.


Setelah memarkirkan mobil, Nikolai bergegas mengikuti Adrienne dan si kembar dengan jarak aman agar tidak dicurigai. Si kembar menunjuk sebuah toko mainan yang lumayan besar dan ingin masuk ke sana. Mereka menunggu reaksi Adrienne dan setelah wanita itu mengangguk tanda persetujuan, si kembar langsung masuk ke dalam dan mulai memilih mainan yang mereka sukai. Lima belas menit kemudian, Adrienne sudah berada di kasir dengan black card Aaric membayar semua belanjaan si kembar.


Tiba-tiba Adrienne mendapat ide untuk memunculkan minat si kembar pada membaca dan membawa mereka ke toko buku yang besar dan kelihatan lengkap. Dia segera mencari rak buku anak-anak dan meminta si kembar memilih buku-buku yang menarik minat mereka. Setelah memastikan si kembar sudah sibuk memilih, Adrienne beranjak ke rak buku klasik yang tak jauh dari tempat si kembar dan dia masih bisa memantau mereka berdua dari rak itu. Dia memilih beberapa buku yang menurutnya bagus namun dia teringat bahwa dia tidak memiliki uang sedikitpun lalu meletakkan kembali lima buku yang sudah dipilihnya kembali ke rak.


"Jika kau suka, ambil saja," sebuah suara bariton dari balik punggungnya mengagetkan Adrienne.


Dia menoleh dan mendapati Aaric sudah berdiri di hadapannya. Jarak mereka sangat dekat dan Adrienne bisa mencium harum maskulin parfum yang dipakai Aaric. Mereka berdua terpaku sejenak sampai suara si kembar menyadarkan mereka.


"Tidak apa-apa Aaric. Nanti tunggu saya gajian saja," ucap Adrienne gugup lalu meletakkan kembali buku-buku tersebut dan menggiring si kembar ke kasir.


Tanpa sepengetahuan Adrienne, Aaric mengambil lagi lima judul buku yang diletakkan kembali di rak oleh wanita itu dan mengikuti mereka bertiga ke kasir. Abellard memilih buku anak berbau musik sedangkan Damien memilih buku anak berbau masakan. Adrienne sendiri tadi sempat memilih dua buah buku cerita anak yang rencananya akan dibacakan ke si kembar sebagai pengantar tidur mereka. Saat akan membayar, mata Adrienne menyapu daerah sekitarnya untuk mencari Aaric. Berhubung Aaric sudah berada di sana, dia kira Aaric akan mengambil alih pembayaran namun karena tidak menemukan sosok yang dia cari, akhirnya dia menyelesaikan pembayaran dengan black card yang diberikan pria itu. Selesai membayar, mereka bertiga berjalan keluar toko tersebut sambil mata Adrienne terus menyapu sekitarnya berusaha mencari sosok Aaric.


"Mencariku?" ucap Aaric dari belakang Adrienne dan mengagetkan wanita itu.


"Aaric, kau mengagetkanku," ucap Adrienne dengan suara lembut dan manja tanpa disadarinya.


Suara lembut dan manja yang dikeluarkan Adrienne membuat detak jantung Aaric berpacu lebih cepat dan dia belum pernah merasakan seperti itu lagi sejak Sasha, kekasih hati dan tunangannya, meninggal karena kecelakaan. Ingatannya kembali ke masa-masa bahagianya bersama Sasha sebelum wanita itu direnggut dari sisinya. Sebuah lambaian tangan menyadarkan Aaric dari lamunannya.


"Aaric, kau baik-baik saja?" tanya Adrienne sementara tangannya terus melambai di depan Aaric.


"Aku baik-baik saja," ucap Aaric datar.


"Setelah ini kita kemana?" tanya Adrienne.


"Ikut aku," ucap Aaric seraya melangkahkan kaki.


Mereka berempat memasuki sebuah butik ternama yang menyediakan pakaian untuk semua kalangan. Adrienne langsung mengantarkan si kembar ke bagian pakaian anak sedangkan Aaric terlihat berbincang dengan pramuniaga di sana.


"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya pramuniaga bernama Isabel yang dipanggil Aaric.


"Carikan beberapa potong baju kasual, gaun formal, sepatu kasual dan sepatu formal yang menurutmu cocok untuk wanita di sana," ucap Aaric sambil menunjuk Adrienne yang terlihat sedang memilihkan pakaian untuk si kembar.


"Baik pak," ucap Isabel lalu berlalu dari sana dan segera melakukan apa yang diminta Aaric.


Tak berapa lama, Isabel kembali menemui Aaric untuk memberitahukan bahwa yang diminta sudah disiapkan. Aaric mengangguk lalu berjalan menghampiri Adrienne dan si kembar.


"Ikut aku," ucap Aaric datar.


Adrienne hanya mengangguk tanpa menjawab lalu menggiring si kembar mengikuti Aaric dengan tangan berisi beberapa potong pakaian anak. Mereka berempat memasuki bagian khusus pakaian orang dewasa dan di sana terdapat sofa. Si kembar langsung duduk di sofa dan bermain dengan mainan baru yang mereka beli tadi diikuti oleh Aaric. Adrienne bingung harus berbuat apa hingga Isabel datang dan mengantarkannya ke ruang ganti tepat di depan sofa. Adrienne diminta untuk mencoba beberapa pakaian yang sudah disiapkan Isabel. Beberapa kali Adrienne bolak balik membuka tirai penutup ruang ganti memperlihatkan pakaian yang dicobanya pada Aaric. Pada saat Adrienne membuka tirai penutup setelah memakai sebuah gaun panjang berbahan sutra berwarna merah gelap yang menampilkan bahu dan leher jenjangnya.


Nafas Aaric tercekat melihat pemandangan di depannya yang begitu indah. Ditambah dengan sepatu hak tinggi berwarna senada, menjadikan Adrienne sangat menawan di mata Aaric. Dia terpana tak berkedip melihat keindahan pemandangan di depannya.


Bersambung...