
Beberapa jam kemudian, Aaric terlihat bersiap-siap untuk rapatnya dengan pemilik hotel Schlafen. Dia memang seorang pria yang ambisius, ditambah dengan usianya yang sudah berkepala tiga, menambah keambisiusannya melebarkan sayap perusahaannya. Ambisinya tentu saja karena rasa sayangnya pada kedua keponakan peninggalan adik kandungnya, Maria.
Abel dan Damian sudah diantar pulang sebelumnya oleh Nikolai sehingga Aaric bisa tenang melanjutkan pekerjaannya. Pintu diketuk dan saat dibuka, Savannah dan Gio sudah berdiri rapi menunggu sang bos.
"Kau sudah siap, Tuan Aaric?" tanya Gio sambil menahan tawa.
"Jangan menghinaku, Bellagio."
"Sudah kukatakan berapa kali jangan panggil aku Bellagio. Panggil aku Gio."
"Baiklah, Gio. Kau berisik sekali."
Savannah hanya tersenyum kecil melihat kelakuan bos dan sahabat baiknya itu. Aaric meminta waktu lima belas menit untuk bersiap-siap. Malam itu Aaric terlihat tampan dengan kemeja putih yang dipadukan dengan jas hitam dan dasi biru dongker ditambah dengan rambut yang ditata rapi dengan gel rambut, menambah kegagahannya. Setelah selesai merapikan penampilannya, Aaric menyemprotkan parfum beraroma maskulin favoritnya. Memastikan sudah tidak ada yang kurang, pria itu keluar dari ruangannya.
"Sepertinya kau sudah siap, Tuan Casanova," celetuk Bellagio sinis.
"Kau sangat berisik, Tuan Bellagio," balas Aaric.
"Sudah kubilang panggil aku Gio," celetuk Gio kesal.
Aaric hanya tertawa mendengar nada kesal Gio dan melangkah menuju lift sedangkan Savannah dan Gio mengikutinya dari belakang.
"Nikolai sudah menyiapkan mobil di bawah, Pak," ucap Savannah sopan.
"Tidak perlu terlalu formal padaku saat tidak ada karyawan lain, Anna. Mau bagaimanapun kau adalah adikku."
Tidak banyak yang tahu bahwa Savannah dan Aaric adalah saudara tiri. Savannah lahir dari hasil perkosaan pengasuh Aaric dan Maria dulu. Demi menyelamatkan harga diri sang pengasuh, orang tua Aaric dan Maria memutuskan menjadikan Annette, pengasuh kedua mereka menjadi bagian keluarga. Ibu Aaric dan Maria mengizinkan ayah mereka menikahi Annette walau itu menyakitkan hatinya. Setelah kedua orang tua Aaric dan Maria meninggal, Annette menggantikan peran ibu sekaligus ayah bagi Aaric dan Maria. Wanita itu mengabdi pada keluarga Laurent tanpa meminta imbalan apapun, hanya meminta agar hidup putri satu-satunya, Savannah, dijamin.
Mengikuti pesan orang tuanya, Aaric menjadikan Savannah sebagai asisten pribadinya agar dapat dipantau olehnya dan Nikolai. Aaric selalu menjaganya karena bagaimanapun wanita itu adalah adik tirinya, yang dapat menggantikan kerinduan Aaric pada Maria, adik kandungnya. Hanya orang-orang terdekat Aaric, termasuk Nikolai dan kedua sahabatnya yang tahu kisah ini.
"Maaf kak. Aku hanya belum terbiasa," jawab Savannah gugup.
"Biasakan dirimu. Walau bagaimanapun kau adikku dan aku kakakmu. Aku akan selalu menjagamu seperti aku menjaga Maria selama ini."
Savannah hanya mengangguk dan Aaric mengelus pucuk kepala Savannah seperti dia mengelus pucuk kepala Maria dulu. Sejenak, dia merindukan Maria.
"Maria, apakah kau baik-baik saja di sana?" ucap Aaric dalam hati.
Sesampainya di lobi gedung, mobil Vellfire sudah berhenti di depan pintu lobi dengan Nikolai di belakang kemudi. Savannah naik dan duduk di kursi penumpang di depan yang bersebelahan dengan kursi pengemudi sedangkan Aaric dan Bellagio duduk di jok belakang. Mobil pun meluncur membelah jalanan malam dalam diam.
Sesampainya di hotel Schlafen, Aaric dan rombongan disambut oleh asisten pribadi Mr. Schlafen, pemilik hotel tersebut. Setelah menyerahkan kunci mobil pada petugas lobi agar mobil Aaric diparkirkan, Nikolai mengikuti mereka semua menemui pemilik hotel tersebut di lantai teratas.
Ting.
"Aaric. Gio. Selamat datang di hotel saya yang tidak seberapa ini," sambut Mr. Schlafen sambil menyambut mereka berdua dengan bersalaman tangan.
"Anda bisa saja, Sir. Hotel Anda luar biasa sekali," puji Aaric menyambut uluran salam dari Mr. Schlafen.
"Silakan duduk dan nikmati pemandangan ini," ucap Mr. Schlafen sambil meminta pelayannya menuangkan wine pada keempat tamunya.
"Perkenalkan ini Savannah, asisten pribadiku dan Nikolai pengawal kepercayaanku," tunjuk Aaric pada Savannah dan Nikolai.
Mereka berdua mengangguk pada Mr. Schlafen yang dibalas anggukan balik oleh empunya. Aaric dan Mr. Schlafen mulai membicarakan bisnis, meninggalkan Nikolai, Bellagio dan Savannah sendiri. Bellagio memilih menghubungi istrinya dan menghabiskan waktu sembari menunggu Aaric. Tinggallah Savannah dan Nikolai berdua sehingga membuat suasana agak canggung setelah apa yang terjadi tadi siang.
Akhirnya Savannah memilih memandangi kota di malam hari sambil membawa gelasnya yang berisi wine. Dia berdiri sambil berdecak kagum melihat kelap-kelip lampu di bawah sana tanpa sadar Nikolai sudah berada di sampingnya.
"Kau suka?" tanya Nikolai dengan suara beratnya.
Savannah melonjak kaget dan menjauhkan dirinya sedikit dari Nikolai lalu mengangguk.
"Aku tidak bisa mendengarmu," ucap Nikolai tanpa menoleh.
"Iya. Aku suka," jawab Savannah agak ketus.
Nikolai menaikkan sedikit ujung bibirnya mendengar suara ketus Savannah saat menjawabnya. Mereka berdua berdiri dalam diam sampai Bellagio menghampiri mereka.
"Aaric sudah selesai dengan pembahasan bisnisnya. Kalian bisa menikmati waktu kalian berdua di sini jika mau. Aku akan meminta izin Aaric dan Mr. Schlafen," ucap Bellagio dengan tawa tertahan.
Nikolai menoleh memberikan tatapan membunuhnya lalu melangkah pergi diikuti Bellagio yang cekikikan dan Savannah di belakangnya. Setelah berbasa-basi dan berpamitan, mereka berempat kembali turun menggunakan lift ditemani oleh asisten pribadi Mr. Schlafen. Saat sampai di lobi, Nikolai keluar terlebih dahulu untuk mengambil mobil sedangkan Aaric, Bellagio dan Savannah berjalan santai ke pintu keluar.
Sembari menunggu Nikolai, Aaric memberikan poin-poin pembahasannya pada Savannah lalu berbincang pada Bellagio. Tiba-tiba, dari arah belakang Aaric ditubruk oleh seorang wanita yang membuat keseimbangan pria itu oleh dan mereka berdua terjatuh dengan posisi wanita itu berada di atas Aaric. Wanita itu menggenggam jas Aaric dengan kuat sambil berlinang air mata.
"Tolong. Tolong aku," ucap wanita itu dengan suara bergetar.
Dari sudut matanya, Aaric dapat melihat gerombolan orang yang mendekatinya tepat saat Nikolai memberhentikan mobil. Aaric segera menarik tangan wanita itu untuk masuk ke dalam mobil setelah Nikolai membukanya disusul oleh Savannah. Bellagio mengambil tempat di samping Nikolai dan tanpa menunggu pintu menutup sempurna, Aaric memerintahkan Nikolai untuk segera menginjak gas meninggalkan tempat itu.
Saat mereka mengira sudah aman, suara Nikolai membuat mereka semua menoleh ke belakang mobil.
"Kita diikuti," ucap Nikolai dingin.
Mengetahui mereka masih diikuti membuat wanita yang tadi ditolong oleh Aaric semakin gemetar. Aaric meminta Savannah menjaga wanita itu dan meminta Nikolai menghentikan laju mobil.
Bersambung...