
Jacob baru saja kembali dari sungai dan bersiap-siap tidur. Hani menunggunya di dalam tenda, mendengarkan musik dari MP3 miliknya. Ketika memasuki tenda, Jacob melihat ke arah Hani sekilas, melihat gadis itu menyuguhkan senyum kepadanya. Dan ia pun membalas senyuman itu dengan belaian lembut di kepala Hani.
"Kamu mau coba ?" Hani memberikan salah satu earphone pada Jacob.
Jacob pun menerimanya, dan memasang earphone itu di telinga kirinya. Ia duduk bersila berhadapan dengan Hani, saling berpandangan, dan tak butuh waktu lama untuk mereka saling memahami keinginan masing-masing.
Hani mendekatkan wajahnya pada Jacob, berusaha meraih bibir ranum di depannya itu. Dan ketika telah mendapatkannya, ia pun bergerak meluas, ke bagian dagu, leher, dan mengangkat kaus milik Jacob keatas memperlihatkan perutnya yang kuat.
Tangannya bermain di sana, sedangkan lelaki di hadapannya itu seolah tak berdaya mendapati perlakuan tak biasa yang dirasakannya kini. Ia membisikkan satu kalimat di telinga lelaki itu, sambil meneruskan kegiatannya.
"My little *****, my love, would you stay here until the end?"
Lelaki itu berusaha mengatur nafasnya, setelah mendengar kalimat itu ia semakin kehilangan akal. Ia tak tau harus menikmatinya atau mencegah hal itu terjadi. Namun sepertinya nafsunya lebih mendominasi kali ini. Ia membiarkan gadis itu mendapatkan tubuhnya tanpa perlawanan.
Dan ketika ia melepas kaus yang ia kenakan itu, ia terbaring dengan sang gadis yang berada di atasnya. Matanya terpejam, kemudian semua terasa sangat cepat dan penuh dengan nada serta tempo yang luar biasa. Ia tak bisa berhenti, lalu ia membuka matanya.
Hening, langit-langit tenda, pakaian yang masih lengkap, dan cahaya matahari yang menyisip masuk memberikan gambaran bahwa apa yang ia alami hanyalah mimpi, mimpi yang luar biasa. Ia melihat ke bawah celananya, dan tepat seperti dugaannya. He's wet and still turn on.
"Sial" ucapnya, ia melihat ke samping, beruntung seseorang di sebelahnya sudah tidak ada disana, ia merasa cukup lega. Meskipun jantungnya masih berdegub kencang memikirkan mimpi yang baru saja ia dapatkan. Ia merebahkan diri untuk sesaat, menunggu waktu yang tepat untuk keluar.
Ketika dirasa sudah waktunya untuk keluar, ia merangkak dan keluar dari tenda, berdiri dan meregangkan tubuhnya. Di sana, tepat di hadapannya, berjarak 2,5 meter, Hani melihat tingkah Jacob, juga dengan kondisi pakaiannya yang terlihat cukup basah.
"Good morning" sapa Hani yang tentu saja mengejutkan Jacob
"Ahh mengagetkanku saja" ujar Jacob spontan
"Kenapa harus kaget? Terlihat mencurigakan haha" Hani memperhatikan detail spot pakaian yang basah dan tentu saja ia tertuju pada bagian yang mencolok di bawah sana.
Dengan spontanitas ia berkata, "Kenapa celanamu basah?"
Mendapati kalimat itu tertuju padanya, Jacob segera menutupi spot itu dengan kedua tangannya. Mata Hani terbelalak dan ia menutup mulutnya yang menganga, menyadari apa yang baru saja ia katakan adalah sebuah pernyataan yang salah, sedangkan Jacob yang mengetahui bahwa Hani menyadari apa yang ia alami hanya mengumpat dan segera berlari ke sungai.
Melihat hal itu Hani tertawa dan hampir tak bisa berhenti bahkan ketika Jacob telah kembali. Jacob berjalan mendekati tenda, Hani masih berada di depan tenda, duduk disana dan memperhatikan Jacob sambil menahan tawa.
"I'm sorry, aku spontan" ucapnya masih diiringi tawa
"Ahh sudahlah jangan diingat, membuatku malu" ucap Jacob menahan malu dihadapan Hani
"Why? Itu kan normal"
"Iya, tapi tidak di depan perempuan"
"Memang kenapa? Menurutku itu wajar, so aku tidak menyudutkanmu"
"Ahh kamu tidak mengerti" Jacob berhenti berbicara dan memperhatikan gadis di depannya ini. Mengingat mimpi itu membuatnya berhenti mendengar suara-suara di sekitarnya dan hanya mendengar suara-suara dari dalam mimpi itu. Dan bisikan yang ia dengar di dalam mimpi itu berhasil membuat bulu kuduknya berdiri, membuatnya tersadar.
Hani terus saja meledek Jacob dan itu membuat Jacob tak bisa berhenti memikirkan adegan yang terulang-ulang. Ia menjadi kikuk, dan memutuskan untuk pergi sejenak, memenangkan pikiran supaya tetap dapat bertindak rasional.
"Aku akan pergi dulu" pamitnya pada Hani
"Mau kemana? Kamu bahkan belum sarapan "
"Jalan-jalan sebentar, kamu tak perlu ikut" ucap Jacob mencegah Hani ikut dengannya.
"Hmm okelah" jawab Hani pasrah, dan membiarkan Jacob berlalu dari hadapannya.
Ditengah perjalanan, Jacob berfikir untuk berjalan ke atas bukit menenangkan diri di sana. Setelah sampai, ia berlindung di bawah salah satu pohon yang cukup rimbun. Duduk di bawahnya sambil memandangi hamparan hijau luas di depannya. Tak lama kemudian ia pun berbaring dan menatap langit biru dengan awan putih yang berjalan.
Pikirannya kosong, dan itu membuatnya cukup tenang. Karena ia tak perlu memikirkan apapun lagi, ia merasa ini adalah tempat yang sangat cocok untuk menikmati pemandangan langit cerah dan mendapatkan pikiran yang lebih positif. Kemudian ia pun tak sengaja tertidur di sana hingga siang hari.
Matahari berada di tempatnya pada waktu siang, cukup menyengat diluar, namun beruntungnya mereka berada di dalam hutan yang sejuk dan terlindungi dari sinar UV itu. Jacob kembali ke tenda, mendapati Hani menunggunya di sana, duduk di pintu tenda menghadap keluar.
"Kamu dari mana? Aku menunggu sangat lama"
Jacob tak segera menjawabnya, ia terduduk di luar tenda dan bertanya pada Hani apa yang ingin ia lakukan siang ini.
"Hanya berjalan dan istirahat. Apa kegiatanmu setelah ini?"
Hani berfikir sejenak, ia sebenarnya tak tau harua melakukan apa. Kemudian ia berfikir suatu hal.
"Main ke sungai ?"
"Hmm boleh, tapi aku perlu asupan nutrisi, aku belum makan dari pagi"
"Dari tadi pagi aku mengajakmu untuk sarapan, tapi kamu menolaknya"
"Yah baru sekarang aku merasa lapar"
Dan mereka berdua pun memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum pergi ke sungai.
"Aku merindukan Blue Lagoon"
"Kenapa?"
"Karena disana lebih asik, kita bisa berenang, menyelam, berendam, spend your time alone. Rumah masa depanku nanti harus memiliki kolam renang, supaya aku bisa terus mengingat blue lagoon"
Jacob tersenyum dengan jawaban itu, ia terus saja memainkan kakinya di air tanpa bertanya lagi.
"What about you, rumah impian kamu gimana?" tanya Hani di tengah keheningan
Jacob sedikit berpikir, "emm, mungkin rumah dengan lapangan basket, supaya bisa main bareng anak-anak"
"Anak-anak ya? Merencanakan masa depan memang paling menyenangkan " ujar Hani sambil tersenyum
Jacob terdiam sejenak sebelum melanjutkan pertanyaannya.
"Apa rencana kamu untuk masa depan? Andai kita masih di sekolah sekarang?"
"Hmmm? Entahlah, aku tak pernah punya rencana, aku hanya percaya kalau momen-momen penting pasti akan membawa perubahan dalam hidup. Because I hate school, drama pertemanan, nilai, tugas, tuntutan untuk jadi sesuatu yang berguna, damn it, kita masih remaja, bukannya lebih menyenangkan jika kita di tuntun bukannya di tuntut ? Yah tapi jika aku memiliki kesempatan, mungkin aku akan belajar bahasa asing, kemudian pergi jauh menuju peradaban manusia modern"
Jacob cukup terkesan dengan pemikirian itu, ia hampir setuju dengan ide sekolah adalah tempat yang membosankan dan tidak terlalu berguna.
"Ya aku setuju dengan hampir seluruh opini tentang sekolahan itu haha, school is boring, life is sucks"
"So what about you? tujuanmu?"
Jacob hanya menggeleng pelan, "tidak ada ide"
"Oohhh poor Jacob, jika bertemu dengan orang pada umumnya pasti mereka akan menyarankanmu pergi ke univertas ini, universitas itu, jurusan ini, jurusan itu. Tapi berhubung kamu bertemu denganku, aku akan mengatakan ; perjuangkan tujuanmu dengan cara yang tak biasa."
"Cara yang tak biasa? Kenapa?"
"Karena, cara yang tak biasa itu akan membuat kamu terus terpacu untuk bergerak sampai akhir. Kamu akan terus merasa hidup di dalamnya. Bukannya kita hidup untuk merasa hidup? Bukan untuk merasa tertekan dengan semua pilihan yang kita ambil."
Jacob tersenyum bangga dengan apa yang baru saja ia dengar. Kemudian ia berfikir untuk menarik Hani ke dalam air sungai yang dangkal dan bermain air di sana.
Hani pun mau tak mau terseret ke dalamnya, dan mereka berdua pun sekali lagi bermain air dan tertawa riang di sungai itu seperti anak-anak kecil yang bahagia ketika bermain air bersamaan.