
Suara burung terdengar saling bersautan di luar sana, harum embun pagi begitu menyejukan perasaan. Entah sudah berapa lama dua tubuh tanpa sehelai kain itu terlelap di bawah selimut putih dengan kulit yang saling menghangatkan satu sama lain, seolah saling memberi rasa nyaman dengan intens dan tak rela untuk berpisah.
Andra melingkarkan lenganya ke tubuh sunny, memeluk erat sampai tidak ada jarak di antara mereka. Wangi alami tubuh sunny begitu menyenangkan untuk di hirupnya, di tambah dengan harum shampoo di rambutnya yang selalu khas di indra penciuman andra. Andra benar-benar tidak ingin beranjak dari posisinya saat ini yang terasa sangat nyaman. Begitu pula sunny, dia begitu terhanyut di dalam dekapan hangat tubuh andra, kenyamanan dan ketenangan yang begitu di dambakanya selama ini ternyata ada di dekat andra.
drrrtttt.... ddrrtttt.... ddrrtttt
Suara getaran Handphone terdengar dari atas nakas di samping tempat tidur, ada sebuah panggilan masuk di handphone andra.
Mendengar itu andra terpaksa harus melepaskan pelukanya dan memaksa dirinya untuk segera terbangun dari posisi tidurnya.
Siapa sih yang ganggu pagi-pagi begini, kalau bukan hal yang penting aku habisin dia. gerutu andra
Saat andra meraih handphonenya dan di layar tertulis nama Danu. Andra langsung mendesis kesal, ternyata yang telah mengganggu waktu bermesraanya dengan sunny adalah si danu yang menyebalkan.
Mau apa sih dia telpon? awas ya danu kalau kamu telpon untuk hal tidak penting. Bati andra
" Halo... penting gak? " andra bertanya penuh dengan aura mengancam.
" Santai dong bro.. gue ganggu tidur loe ya? " tanya danu santai.
" sepertinya loe cuma mau buang-buang waktu saja ya dan? sudahlah gue tutup.. " andra terdengar sangat kesal.
" yooo,,, iya-iya sorry sorry... gue nelpon loe cuma mau bilang kalau clara sakit, dia gak mau makan, gak mau keluar kamar juga. loe apain sih anak orang? " danu menuduh andra yang menyebabkan clara sakit dan mengurung diri.
" Loe salah orang,,, ngapain gue ngurusin dia? gue bukan siapa-siapanya dia. loe tanya langsung aja sama si clara kenapa dia bisa sakit dan kenapa ngurung diri, jangan loe tanya gue. " jawab andra cuek.
" Katanya dia di marahin sama loe, terus dia lihat loe bareng cewek loe di villa malam-malam, dia sakit hati katanya. " danu
" loe tanya sama dia alasan gue marah? kalo masalah cewek gue di villa itu bukan urusan dia,wajar kalo gue bawa sunny nginep di villa. kita sudah mau nikah. " andra terdengar menahan kesal.
" si clara cinta mati sama loe dra, kasihan gue. "
" terserah... " jawab andra lalu menutup sambungan telponya.
Sialan si danu, telpon cuma buat bahas si clara. cihh... gerutu andra.
" kamu kenapa sayang? kelihatan kesal gitu? " sunny terbangun karena mendengar andra yang sedang mengobrol.
" kamu pasti bangun gara-gara aku berisik ya sayang? maaf ya? " andra memeluk sunny dan mengecup pucuk kepala sunny dengan lembut...
" Kamu ngobrol sama siapa di telpon? " tanya sunny.
" ohh itu danu yang telpon sayang, dasar emang tukang ganggu dia. "
" ada hal penting? " tanya sunny penasaran.
" bukan, cuma cerita hal gak penting sama sekali. sudah jangan bahas lagi dia, mendingan kita tidur lagi ya? " andra mengeratkan pelukanya,membawa tubuh sunny semakin menyusup ke dada nya.
" ayo bangun ini sudah siang pak dokter. " sunny berusaha melepaskan pelukan andra.
" tapi aku gak lagi kepengen bangun nih, gimana dong? " andra menggoda sunny dengan menciumi leher sunny.
" kamu ngapain sih,,, lepasin aku bau belum mandi. " teriak sunny.
" kata siapa kamu bau? menurut aku kamu itu wangi banget kalau belum mandi, di banding wangi parfum aku lebih suka wangi alami kamu. " jawab andra masih dengan kegiatanya menciumi sunny.
" enak saja,,,rasain nih. " kini andra tidak lagi menciumi leher sunny, andra menindih sunny dan kedua tanganya menarik tangan sunny hingga ke atas kepalanya. Bibirnya menjarah kesemua sudut wajah sunny lalu turun keleher diakhiri dengan cumbuan lembut di dada sunny.Sunny yang mendapat serangan tak terduga hanya bisa meronta seraya menahan agar suara desahanya tidak lolos dari bibirnya. Sekuat tenaga dia menahan agar tidak berdesah mendapat ribuan ciuman menggoda dari andra, sampai akhirnya dia sudah tidak bisa lagi menahanya.Desahan yang lolos itu membuat andra semakin berhasrat dan terus mendominasi di tubuh sunny. Hingga akhirnya mereka sama-sama tersulut kembali oleh gairah yang membara pagi ini, dan kegiatan tadi malam di ulang kembali pagi ini. Hingga matahari meninggi mereka masih belum menghentikan kegiatan panas di ranjang.
***
" kalian kapan pulang? "tanya sunny pada sesorang yang di telpon nya.
" ya sudah gak apa-apa,, havefun ya kalian. bye" sunny mengakhiri telponya.
" siapa? "tanya andra seraya mengisi gelas di depanya dengan jus.
" kak dina, katanya mereka pulang gak jadi hari ini, di undur besok. " jawab sunny.
" yes... " jawab andra girang.
" tapi aku tetep pulang kerumah hari ini, " jawab sunny yakin. senyum penuh kepuasan terukir si wajahnya.
" enggak lah, selama keluarga kamu di sana kamu tetap di sini, itu yang kak dina bilang. " jawab andra yakin.
" gak mau... aku cape. " jawab sunny sebal.
" cape? haahaa.... tapi kan kamu puas sayang"
goda andra.
" ishh siapa juga yang puas. " sanggah sunny, dia memalingkan wajahnya gugup, pipinya memerah karena malu.
" jadi kamu belum puas sayang? sepertinya aku harus lebih lama lagi sekarang. " ucao andra penuh tekad.
" eeehhhh bukanya kaya gitu maksud aku,,, " teriak sunny panik.
" aku searching dulu di internet ya ramuan kuat apa yang bagus. " andra meraih hp nya.
" kamu jangan gila ya? sudah jangan di teruskan, aku puas ko. "wajah sunny terlihat semakin merah padam.
" kamu jangan bohong,,, aku enggak mau kamu kecewa sama aku. aku mau jadi yang terbaik buat kamu sayang. " andra masih mengutak atik hp nya.
" aku puas banget, malahan aku sampai kewalahan sayang. sumpah.....kamu jangan minum ramuan segala itu bahaya tau. " sunny berusaha meyakinkan andra.
" kalau gitu kita lanjut malam ini, aku janji bakalan bikin kamu puas lagi sayang. " andra memandang sunny lekat penuh dengan aura menggoda.
" aduh kok aku jadi merinding ya? " sunny mengusap pundaknya.
" I LOVE YOU" andra mengecup mesra kening sunny.
" Love you too. " jawab sunny dengan senyuman bahagia tergambar nyata di wajahnya.
Sunny masih belum percaya kalau saat ini dia begitu beruntung karena memiliki andra di hidupnya, sunny terkadang merasa takut kalau suatu saat andra akan meninggalkanya. Entah akan menjadi apa dia nanti kalau sampai kehilangan andra.
Semoga ini akan selamanya,,, aku takut kehilangan kamu ndra. Batin sunny
Aku berjanji mulai saat ini aku gak akan biarkan kamu pergi, walaupun hanya sekejap. aku mau kita secepatnya menikah supaya aku tenang. Batin andra
Bersambung............