
Di depan jendela kamar nya yang gelap, andra duduk sendiri seraya menatap layar telpon genggamnya.Tampak sebuah foto wanita cantik yang sedang tersenyum memegang satu bucket bunga mawar putih yang indah.
" kamu sudah buat aku sangat sedih sunny!!
sangat terasa sakit di hati aku, aku merasa disini hanya ada aku yang begitu menganggap semua yang kita lakukan sangatlah berarti. Apa kamu tidak tau bagaimana besarnya rasa cinta aku? aku bahkan selalu setia pada kamu walaupun kita belum bertemu. aku sudah mengikat semuanya untuk kamu. aku sangat mencintai kamu sayang." andra memijat pangkal hidungnya, dia merasa beban dari masalah yang kini dihadapinya begitu menguras semua energi.Sebenarnya pada saat sunny pergi meninggalkanya dibrestauran tadi siang, andra ingin menyusulnya, ingin segera memeluknya, dan mencoba melupakan semua kekecewaanya itu, tetapi andra mengurungkanya karena sebenarnya sebelum sunny datang menemuinya, kak dina sudah terlebih dulu menelponya. Dina bilang sebaiknya andra sedikit memberikan pelajaran untuk sunny, dina tau kalau adiknya itu sedikit keras kepala, dan egois maka dari itu dina ingin andra sedikit membuat sunny merasa menyesal dan menyadari bagaimana rasanya kalau andra sampai ingin berpisah. walaupun awalnya andra menolak karena dia sangat takut kalau sampai sunny benar-benar memilih untuk berpisah. Dina berhasil meyakinkan andra karena menurut dina sunny sebenarnya sangat mencintai andra dan takut kehilangan andra, hanya saja sunny sedikit jaga gengsi saja. Akhirnya dina dan andra pun melakukan kerjasama untuk sedikit mengerjai sunny. Andra selalu mendapatkan info tentang sunny dari kak dina, dan kak dina juga selalu menjadi teman curhat untuk sunny. memang benar-benar sangat tepat rencana dina kali ini.
****
Dasar si anak sok jaga gengsi,,, di mulut bilangnya okey siapa takut kalau sampai di tinggalin andra, ehh nyatanya dia mewek terus di kamar sambil liatin foto andra.. hihihi!!!
Dina mengoceh dalam hati sambil mengintip dari balik pintu kamar sunny yang sedikit terbuka.
tok.. tok.. tok... Dina mengetuk pintu kamar sunny.
" Dek kaka boleh masuk? "
"Iya, masuk aja gak di kunci kok" jawan sunny sambil melap air matanya dengan tisue.
" Kamu masih saja nangis dek, kaka bilang juga apa kamu sih egois." Dina duduk di atas ranjang di sebelah adiknya.
" kok kak dina bilang aku egois sih, jelas-jelas aku udah pergi temuin dia kak, tapi apa yang aku dapat? sikap dia yang dingin dan juga datar. " sunny mengoceh kesal.
" Emang kamu sudah lakuin apa saja kemarin? "
" Aku kemarin bilang maaf dan juga bilang kalau andra itu sudah salah paham. "
" Kamu cuma bilang maaf doang? enggak lakui apa-apa gitu? "
" maksud kaka apa? emang nya aku mesti lakuin apa? "
" kamu peluk dia, bilang kamu nyesel sudah buat dia sedih dan kecewa. "
"iishhh kaka apaan sih, mana ada ya peluk-peluk,apalagi kemarin kita itu ketemuanya di RS terus pergi ke restauran. "
" Terua kamu sekarang mau gimana dek? "
Dina mengelus pundak sunny, mencoba memberikan semangat.
" aku gak tau kak, mungkin emang kita gak bisa bersama." jawab sunny lemas. tidak ada semangat.
" kok kamu nyerah sih? " tanya dina heran.
" ya habisnya mau gimana, andra nya juga sudah malas gitu sama aku. "
" Bener nih kamu sudah siap kehilangan dia? "
" ya siap ga siap sih kak, terus aku mesti berlutut gitu? orang dia nya juga udah gak niat lagi hubungan sama aku. " jawab sunny keukeuh.
" Dek, kalau menurut kaka ya. sebaiknya kamu temuin andra lagi, tunjukin keseriusan kamu minta maaf, dan juga tunjukin kalau kamu gak mau kalian pisah. kamu inget dong dulu andra gimana berjuang nya buat dapetin kamu. kamu lupa? " dina mencoba memberikan sarannya.
" gak mau kak, aku takut kalau aku ketemu dia lagi terus sikapnya masih sama terus aku sakit hati lagi. "
" ya masih dong kak, emang kaka pikir aku itu gampang move on? "
" ya udah ikutin saran kaka, "
" iya aku pikir-pikir dulu deh kak. "
"jangan lama-lama dek tar andra keburu direbut cewek lain lho." dina menggoda sunny lalu pergi meninggalkan adiknya yang melotot kesal.
Rasain tuh, gengsian sih kamu,, hihi. Batin dina.
****
" Rara om pulang dulu ya? salam buat semuanya." ucap andra seraya mengusap lembut bahu rara.
" emangya om dokter gak mau masuk dulu? rara kira om mau ketemu sama bunda"
" enggak kok sayang, om cuma mau ketemu sama kamu. ya udah om pamit ya? bye rara. "
" bye om dokter. " rara melambaikan tanganya ke arah andra,andra pun segera melajukan mobilnya meninggalkan rara di depan rumah sunny.
setelah andra pergi,sunny dan dina muncul dari balik pintu. Mereka mendengar ada suara mobil sehingga mereka pun keluar untuk melihat siapa yang datang. tapi ternyata diluar rumah hanya ada rara saja, tidak ada mobil dan juga tamu.
" Sayang kamu sudah pulang? kamu pulang sama siapa? baru aja bunda mau jemput kamu nak. " sunny menghampiri rara yang sedang duduk sambil membuka tali sepatunya.
" aku pulang sam om dokter bunda. " jawab rara bahagia.
" om dokter? om dokter siapa nak?. " tanya sunny heran, walaupun memang sunny tau kalau rara panggil om dokter itu cuma sama andra,tapi sunny merasa itu tidak mungkin kalau andra datang kesini apalagi kalau sampai andra mau jemput rara kesekolah.
" Bunda, masa bunda lupa sih sama om dokter andra. " jawab rara polos.
" kamu ketemu om andra dimana nak? " kini giliran dina yang bertanya, karena melihat sunny yang terdiam saking kagetnya mendengar rara menyebut nama andra.
" om andra jemput rara kesekolah tante. "
" terus om andranya kemana sayang? " sunny tiba-tiba terlihat panik, dia menyebar pandangan keseluruh halaman, berharap andra masih ada disekitar rumahnya.
" om dokter sudah pulang bunda, katanya salamin buat semua orang. " jawab rara.
Jadi barusan itu suara mobil andra? tapi kenapa dia tidak mau masuk dulu? apa dia gak sudi lagi ketemu sama aku? tapi kenapa dia sengaja jemput rara kesekolah? padahal aku kangen banget sama dia, kenapa dia gak masuk dulu? sunny terus saja mengoceh dalam hatinya, pandanganya masih saja menyebar keseluruh halaman.
" kamu nyari andra ya? " tanya dina,
" enggak kok, kata siapa? rara sayang kita masuk kedalam yuk? " sunny mengajak anaknya masuk untul mengalihkan topik dengan kaka nya.
"dasar munafik kamu dek. " ejek dina.
BERSAMBUNG............