sunny and dr. andra

sunny and dr. andra
bertemu keluarga



Hari ini andra, sunny dan rara akan berangkat ke jakarta, mereka akan pergi kerumah andra untuk menemui ayah andra yang baru saja pulang ke indonesia. Sebelumnya sunny sudah pernah bertemu dengan ayah andra lewat video call, dan semuanya baik-baik saja, tetapi kini dia akan bertatap muka langsung dengan satu-satunya keluarga kekasihnya. ada rasa cemas dan nervous yang kini sunny rasakan.


"sayang kenapa kamu hanya diam saja? " tanya andra pada sunny yang sedari tadi diam seraya menatap ke arah jendela.


"eehh, nggak papa kok. aku cum sedikit lelah saja sayang" sunny terkejut tiba-tiba andra memanggilnya.


" kalau kamu lelah, lebih baik kamu todur saja, rara juga tidur nyenyak banget" andra melirik ke arah spion di atas kepalanya untuk melihat rara yang berada di kursi belakang.


" aku gak ngantuk sayang, lagian masa aku tidur sih, ninggalin kamu sendirian nyetir, kalau kamu gak ada yang ajakin ngobrol terus ngantuk gimana? "


" kamu kan dari tadi diam saja gak ngajakin aku ngobrol juga, jadi aku gak apa-apa kamu tinggap tidur"


: iya tapikan beda sayang, kalau di tinggal tidur sama gak di ajakin ngobrol"


" ya sudah kita ke rest area aja? "


"gak usah, kita kan sudah mau sampai ya? kata kamu bentar lagi kan tadi? "


" iya,sekitar 1/2 jam lagi sampai sayang"


" sayang... mmm" sunny tidak melanjutkan ucapanya.


" kenapa sayang? "


" sebenarnya aku grogi mau ketemu papa kamu"


" kamu grogi kenapa sayang? kamu kan udah pernah ngobrol sama papa, dan papa kan sudah welcome banget sama kamu dan juga rara"


" kan beda ketemu langsung sama lewat video call"


" kamu jangan khawatir,aku tau gimana papa aku sayang, beliau orang yang sangat fair,apalagi demi kebahagiaan anaknya"


" mudah-mudahan aku gak bikin papa kamu kecewa ya? "


" kecewa apanya? yang ada papa akan takjub dan bahagia bisa punya menantu dan cucu seperti kamu dan rara"


walaupun ucapan andra sangat meyakinkan, tetap saja sunny tidak bisa menyingkirkan rasa gelisah dan khawatir nya. Dia benar-benar takut kalau ayah andra tidak bisa menerima dirinya dengan status janda beranak satu, dilihat dari segi apapun dia dan andra sangatlah jauh berbeda. mungkin saja ayah andra menerimanya hanya karena tidak ingin andra kecewa. banyak sekali kehawatiran-kehawatiran yang sunny pikirkan.


****


Mobil yang mereka tumpangi masuk kedalam pintu gerbang besar nan tinggi, sunny terpana melihat begitu mewahnya rumah yang kini ada dihadapanya, seorang lelaki setengah baya menghampiri mereka lalu memeluk andra, dan andra pun mencium tangan lelaki itu. apa ini ayah andra? ahh bukan,waktu berbicara di video call bukan ini kok, tapi andra kok sopan banget ya sama bapa ini.. apa keluarganya?


sunny terus saja sibuk dengan segala dugaanya. sampai andra memanggilnya dua kali dia tidak meresponya.


"sayang kok malah melamun sih, sini aku kenalin.. ini pak asep,beliau yang sudah kerja disini sebelum aku lahir,beliau yang menjadi papa kedua aku karena beliau yang lebih banyak nemenin aku main dibanding papa kandung ku"


"ohh, halo pak, saya sunny" sunny menyalami pak asep.


" duh gusti, cantik sekali ya aslinya, sebelumnya bapak cuma lihat nak andra lukis muka nak sunny saja, dilukisan nak andra saja sudah sangat cantik, dan sekarang bapak lihat nak sunny aslinya ya ampun benar-benar takjub, terpesona"


"nak andra, bapak ikut bahagia karena nak andra sudah berhasil menemukan nak sunny, semoga kalian secepatnya menikah, supaya tidak terpisahkan lagi"


"amin, makasih ya pak... doakan terus supaya saya bisa cepat-cepat diterima sama sunny"


"maksud nak andra? "


sebelum menjawab pak asep andra langsung meringis kesakitan karena ternyata sunny sudah mencubit pinggangnya.


"aduh sayang sakit, iya ampun-ampun aku gak akan bilang apa-apa lagi deh, janji"


"pak asep jangan dengerin andra ya, dia suka banyak bercanda pak"


melihat tingkah kedua anak muda itu pak andra pun tertawa, dia bahagia karena tuanya yang dia asuh dari kecil kini sudah bisa hidup normal, tanpa ada kesedihan setelah ibunya meninggal dan karena dulu andra terperangkap dalam dunia mimpi bersama sunny di dunia mimpi.


" ayo saya bantu bawakan barang-barang kalian kedalam, tuan sudah menunggu daribtadi, beliau sudah tidak sabar bertemu anak mantunya" pak asep pun membawa 2 koper milik sunny dan andra kedalam rumah. Disusul oleh andra menggendong rara yang masih lelap tidurnya, sunny mengikuti langkah andra dibelakang dengan muka yang sangat tegang.


****


" akhirnya kalian sampai juga,,," papah andra keluar dari kamar untuk menyambut kedatangan mereka.senyum bahagia jelas terlihat diwajahnya yang sudah tidak muda,namun masih terlihat tampan dengan rambut hampir putih semua.


" papah, apa kabar? aku sudah sangat merindukan papa. syukurlah akhirnya papa pulang" andra memeluk papa nya sambil menggendong rara.


"papa juga sangat merindukan kamu nak.ini cucu papa kan? sini kamu baringkan dulu di sofa kasihan pasti tidak nyaman tidur sambil di gendong"


"dia kayaknya sangat lelah, dari tadi belum bangun" andra membaringkan rara di sofa besar yang berada di ruang keluarga.


" kamu kenapa diam disitu nak? " papa andra menunjuk ke arah sunny yang mematung di dekat pintu.


"sayang sini, kamu belum sapa papa" andra melmbaikan tanganya memanggil sunny.


"ahh iya sayang ma,, maa,,af"


"kenapa kamu tegang, papa gak galak kok? ucap papa andra menggoda sunny.


" ahh, maaf om aku gak bermaksud gak sopan" sunny mencium tangan papa andra.


" apa kamu gak mau manggil nya papa saja? "


"ahh, iya om,, ehh maaf iya papa"


"ayo sini duduk, kamu pasti sangat lelah kan di dalam mobil berjam jam.Bu yati mana minum buat anka,mantu,dan cucu saya? "


"iya tuan saya datang segera" seorang perempuan setengah baya muncul dari arah dapur sambil membawa nampan besar penuh dengan cemilan dan gelas teh.


ternyata aku salah, papa andra sangat baik. aku sudah takut banget dari tadi, syukurlah semua akan baik-baik saja. Batin sunny.


BERSAMBUNG..........