
"Sudah dua hari andra gak kasih kabar sama aku kak. " sunny akhirnya bersedia untuk bercerita pada kakaknya.
" sebenarnya kalia ada masalah apa dek? apa papa nya andra gak restuin kalian? "
"Semua ini gak ada hubunganya sama sekali dengan restu papa andra kak, papa nya begitu baik dan tulus menerima aku dan rara. "
"Lalu kalian ribut gara-gara apa? "
"Salah aku kak, aku sudah bikin andra kecewa."
" Soal? "
" ya, pokonya kemarin sebelum kita pulang ke sini kita sedikit salah paham kak. "
"ohh, kalau cuma karena salah paham sih gampang dek. "
gampang gimana sih kak, ini pertama kalinya dia marah sama aku.,sampai diemin aku dua gari. gak ada kabar sama sekali. " sunny menutupi muka nya dengan kedua telapak tangan, dia begitu takut dan cemas.
" kamu sudah coba hubungi andra duluan? "
" belum, aku gak mau!! Gengsi dong. "
"Astaga. " dina menggelengkan kepalanya.
"lho kenapa? bener kan kalau kita itu sebagai perempuan jangan mau di anggap lemah, cowok jadinya besar kepala. " jawab sunny sombong.
mendengar jawaban sunny, kak dina tertawa terbahak-bahak,, sambil menepuk-nepuk tangan ke atas bantal yang sedang di pangkuanya.
"kenapa kaka tertawa sih? puas banget ya aku sengsara gini. " sunny sangat kesal melihat dina yang tertawa puas.
Tuh kan, emang keputusan yang salah aku cerita sama kak dina, yang ada aku tambah kesal kan. Gerutu sunny dalam hatinya.
"kamu masih mikirin gengsi ya di tengah kegalauan kamu ini,,? sunny... sunny... awas saja nanti andra di rebut cewek lain kami nangis bombay,,kamu Makan tuh gengsi. " dina melemparkan bantal yang di tanganya hingga mengenai kepala sunny, lalu pergi meninggalkan sunny sendiri duduk di ranjang kamarnya.
" kak dina jangan doa'in yang jelek dong, tega banget sih. "teriak sunny.
****
Sudah hampir 1 jam sunny mondar-mandir di di dalam kamarnya seraya menggenggam telepon genggamnya. Dia terus berpikir, apakah memang dia harus menghubungi andra duluan, atau dia menunggu andra yang menyerah dan datang menemuinya?
beberapa kali dia sudah mengetikan pesan, tetapi selalu di hapus kembali.
" apa iya aku harus mengalah, dan menghubungi dia duluan?
tapiii, ahhh gak mau,Gengsi dong!!!
terus kalau yang kak dina bilang benar-benar terjadi gimana? aaarrrrghhhhh aku bingung".sunny mengoceh sendirian.
" okey, sekali ini saja aku harus turunin gengsi aku.. iya bener... aku chat saja supaya gak kelihatan banget mengalah"
CHAT
• SUNNY : kamu lagi dimana?
• SUNNY : kamu sibuk ya?
• SUNNY : masih marah? aku minta maaf ya?enggak bermaksud buat kamu kecewa.
SUNNY :balas dong!!!!!!
SATU JAM KEMUDIAN
"beneran ya, bikin kesal!!!... di kasih hati minta jantung.aku sudah bela-belain turunin gengsi, eehhh dia malah gak baca apalagi balas chat dari aku." sunny terus saja mendumel.
" Kamu langsung temuin saja dek. "
tiba-tiba kak dina ada di belakang sunny,
" kaka dari kapan di sini? ".
"barusan kok, tenang aja dek!!! Andra gak balas chat kamu? "
sunny mengangguk pelan.
" ya udah kamu pergi temui dia langsung dek"
"kenapa? malu? "
" Aku cuma gak mau kalau aku jadi terlihat seperti takut banget di tinggalin dia kak"
" Sunny, kamu jangan gitu dong. kamu lihat dan rasain gimana andra perjuangin kamu, dia tulus sayang sama kamu dan rara. lalu saat dia kecewa sama kamu, tapi kamu gak mau sedikit mengalah dan berusaha meminta maaf. laki-laki seperti andra itu gak banyak dek, kamu beruntung karena di cintai dia. "
" aku tau kak, tapi aku belum siap kalau harus nemuin dia langsung. "
" percaya deh sama kaka, andra pasti seneng kamu datang. "
****
aduh gimana ini, aku deg-degan banget. kalau aku ketemu sama dia sekarang pasti kelihatan aku groginya. Batin sunny.
" Kenapa kamu gak masuk ke dalam"
Tiba-tiba terdengar suara andra dari arah belakang sunny. Karena terkejut sunny sampai berbalik badan sekaligus hingga kakinya terpeleset dan hampir terjatuh, tapi untung saja andra sigap menahan tubuh sunny sehingga akhirnya sunny pun jatuh di pelukan andra.
" maa,,, maa,, maaaf.. aku gak sengaja" sunny buru-buru melepaskan pelukan andra.
" Hati-hati... untung aku bisa tangkap. "jawab andra santai.
" Kamu lagi sibuk? "tanya sunny sungkan.
"lumayan" andra menjawab se adanya.
"oh kalau gitu aku pulang lagi saja, takut ganggu. aku pamit ya? " sunny buru-buru untuk pergi meninggalkan andra. Tapi tiba-tiba andra memanggilnya.
"kamu ada apa kesini? "
sunny berhenti berjalan dan berbalik menghadap ke arah andra.
" aku chat kamu gak ada balasan, aku khawatir makanya aku kesini. tapi ternyata kamu baik-baik saja,aku lega" sunny menjawab dengan menundukan wajahnya, dia tidak berani menatap wajah andra, karena sebenarnya butiran-butiran kristal di matanya sudah ingin menetes. dia tidak menyangka andra akan bersikap dingin. dia pikir kalau andra melihatnya, andra akan senang dan tidak marah lagi.
" Ada banyak pasien, jadi aku tidak sempat balas. bahkan aku juga belum sempat makan siang. makanya aku sekarang mau cari tempat makan. kamu mau ikut? " tanya andra masih dengan nada suara yang dingin tidak seperti biasanya.
" ohh, ya aku mau. "
" Aku ke dalam dulu ganti pakaian" andra pun masuk kedalam ruangan kerjanya, sunny pun segera mencari tissue di dalam tasnya, dia tidak mau kalau andra melihat air mata yang sudah menggenang.
****
Selama perjalanan ke restauran andra hanya diam, dia fokus mengemudikan mobilnya. sementara sunny,dia begitu berusaha menahan emosinya agar tidak menangis di depan andra. walaupun sebenarnya dia sudah tidak tahan lagi, ingin sekali dia memeluk laki-laki ini, meluapkan perasaanya yang begitu berkecamuk di dada, ingin sekali dia berteriak mengatakan " aku minta maaf, tolong jangan marah lagi" tapi dia tahan sekuat tenaga, dia hanya bisa diam, mengepalkan kedua tanganya, tatapanya mengarah ke kaca di sebelahnya.
Setibanya di restauran, mereka langsung memesan makanan, dan masih dengan saling diam mereka pun menyelesaikan makan siangnya.
" Kamu masih marah? " sunny akhirnya memberanikan diri mengeluarkan kata-kata yang ditahanya.
" aku kapan marah? " jawab andra enteng, seraya melap mulutnya.
" kamu kenapa kayak gini sih sama aku? "
" aku kenapa?" tanya andra masih dengan nada datar.
" kalau kamu masih marah gara-gara ucapan aku waktu di rumah kamu,okey aku minta maaf sama kamu, gak ada maksud apa-apa, kamu jangan salah paham. "
" ya, mungkin memang aku yang salah paham" jawab andra masih dengan nada datar, berbeda dengan sunny yang begitu terlihat menahan gejolak emosi.
" kamu kok kayak gini sih? gak seperti biasanya tau gak? "
" emang biasanya aku gimana? "tanya andra dengan senyum yang masih sedikit dipaksakan.
" cukup ya, aku udah gak tahan lagi. kamu itu terlihat biasa saja sikapnya, tapi itu bikin aku lebih sakit tau gak. " sunny pun berdiri hendak pergi meninggalkan andra.
" terus kamu maunya aku gimana? " tanya andra.
" kebalik, harusnya aku yang tanya kaya gitu. kamu mau gimana? kamu mau tinggalin aku saja? ya sudah, fine!!!!! "
sunny pun berlari keluar restauran meninggalkan andra. tangisnya pecah, air mata yang sedari tadi di tahanya akhirnya keluar deras membasahi kedua pipinya.
BERSAMBUNG..........