
" kamu minum dulu teh nya selagi hangat. " ucap andra seraya menyodorkan secangkir teh hangat ke sunny.
" Makasih. " jawab sunny singkat tanpa melirik ke arah orang yang menyodorkan.
" aku minta maaf sudah buat kamu sedih. " andra menatap sunny lekat.
" yang seharusnya minta maaf itu aku, emang dari awal aku kan yang sudah buat masalah. " ucap sunny sedikit ketus.
" kamu kok sepertinya masih marah sama aku? " tanya andra.
" aku tidak ada hak buat marah karena aku yang salah bukan kamu. " masih dengan nada sama.
andra menarik nafas panjang, seolah merasakan sesak dengan ucapan yang dilontarkan sunny padanya.
" kamu jadinya mau gimana? " tanya andra.
Belum sempat sunny menjawab tiba-tiba bel berbunyi 3x, membuyarkan konsentrasi dua manusia yang sedang berusaha mencari titik temu untuk masalah yang semakin tidak ada akhirnya.
" ada yang datang, aku lihat dulu bentar. " kemudiam andra bergegas membukakan pintu untuk mengetahui siapa yang datang di saat tidak tepat itu...
siapa lagi sih tamu yang harus datang? ganggu sahja... huuffhhh. Batin andra.
klik,, suara pintu terbuka.dibalik pintu muncul sosok perempuan cantik, tinggi langsing, putih, rambut panjang, dan berpakaian rapih seperti seorang pegawai kantoran.
andra pun mempersilahkan tamu tersebut untuk masuk dan menyuruhnya duduk tepat di depan tempat sunny duduk, sunny yang sedari tadi terpaku melihat sosok perempuan cantik yang berjalan di ikuti oleh andra dan sekarang malahan perempuan itu ikut duduk di sofa tepat di depan sunny duduk membuatnya tidak dapat berkata apa-apa.
Siapa perempuan cantik ini? apa dia teman andra? atau teman danu yang tadi?atau jangan-jangan ini gebetan andra yang baru? jadi andra beneran nyerah sama aku? sunny hampir menangis karena memikirkan semua itu.
" Ohh lagi ada tamu juga ya? maaf mengganggu. " ucap perempuan yang baru datang itu pada sunny.
" ahh,, ee, eenggak ganggu kok. lagian saya bukan tamu penting, sebentar lagi juga saya pamit. " jawab sunny sedikit gelagapan.
" ohh gitu. " jawab perempuan itu singkat seraya tersenyum.
" kalau gitu saya sepertinya... mmm sa,, ssaya sepertinya harus pergi sekarang. " sunny berdiri dari tempat duduknya untuk pamit.
" kita belum selesai, kamu tunggu sebentar...dan sunny kenalin ini clara, dia teman kuliah aku. dan clara kenalin ini sunny dia calon istri aku. " andra memperkenalkan.
" ca,, calon istri? jadi kamu sudah mau menikah ndra? " tanya clara seolah tidak yakin dengan apa yang di dengarrnya. matanya langsung menatap lekat ke arah sunny, ada rasa kesal tersirat dari sorot matanya dan itu tentu saja di sadari oleh sunny.
kenapa si clara ini kayak yang kesel gitu sama aku? emang kenapa kalau aku ini calon istri andra? apa jangan-jangan si clara ini suka ya sama andra? ohhh gak bisa di biarin nih... tapi aku gak nyangka andra ternyata dengan jujur mengenalkan aku sebagai calon istrinya. aku terharu dan bahagia. Sunny.
" iya aku sudah mau menikah clara, nanti kamu datang ya? " ucap andra sambil merangkul pinggang sunny dan menghadiahi kecupan manis di pucuk kepala sunny.
sunny sangat kaget mendapat perlakuan andra yang begitu manis, apalagi itu dilakukan di depan rival nya.tentu saja andra melakukanya dengan sengaja, karena andra tahu kalau si clara ini sejak kuliah sudah mengejar-ngejar dia walaupun usahanya untuk mendapatkan hati andra selalu di anggap angin lalu oleh andra.
Dan saat inipun,clara sengaja mencari alamat tempat andra bertugas di bandung,setelah mendapatkan alamat rumah sakit tempat andra bekerja, clara segera mendatangi rumah sakit tersebut namun usahanya gagal karena ternyata andra sedang tidak ada jadwal praktek, setelah itu clara memaksa suster untuk memberikan alamat rumah andra, walaupun sang suster sudah menolak berkali-kali,clara terus saja mendesak agar diberi tahu alamat rumah andra dengan alasan kalau dia adalah kerabat andra dan ada urusan mendesak soal keluarga. setelah mendapatkan alamat andra, clara pun dengan tekad full dan menggebu-gebu segera mencari alamat yang diberikam suster itu. dan akhirnya kini usahanya tidak sia-sia. clara berhasil menemukan andra.
" kamu gak lagi cari alasan supaya aku pergi kan? " tanya clara penuh tuduhan.
" ini kenyataanya clara, aku akan segera menikah dengan sunny. " jawab andra dingin.
" kamu pikir aku bisa langsung percaya? ini sih cara jadul ndra, dulu juga kamu nolak aku dengan alasan kamu sudah punya kekasihlah, kamu inilah, itulah.. aku sudah hafal semuanya andra sayang. " tiba-tiba clara berjalan mendekat dan meraih lengan andra lalu memeluknya erat
" cukup clara, aku tidak peduli kami percaya atau tidak itu urusan kamu. dan tolong jaga sikap kamu. " jawab andra sambil melepaskan tangan clara yang menggelayut di lenganya.
" kamu tau darimana alamat rumah aku? " tanya andra dingin penuh kecurigaan.
" aku tau dari danu, " jawab clara mantap.
" ciihhh makhluk satu itu lagi. " andra terlihat kesal.
" kamu jangan marah,kamu mesti tenang" titah sunny sambil mengelus lembut punggung andra.
" aku gak akan bisa tenang sayang, mereka sudah buat aku muak. " andra menaikan intonasi suaranya.
" Kita duduk dulu ya? " ajak sunny, andra mengangguk patuh.
ciihh cewek jelek ini siapa sih kok bisa-bisa nya bikin andra patuh sama dia, kalau dibandingkan sama aku ya jelas jauh berbeda, cantikan aku kemana-mana. batin clara
" clara sebaiknya kamu pulang. " andra
" aku baru sampe kok sudah kamu usir, oke aku percaya deh kalau perempuan ini calon istri kamu, tapi.... " clara menggantungkan kalimatnya seraya melirik ke arah sunny, memindai sunny dari ujung rambut sampai ujung kaki, ekspresinya terlihat sangat menghina.
" tapi apa? " desak andra kesal.
" tapi aku gak yakin kamu beneran bakal nikahin dia, secara dia ini biasa saja. " clara melanjutkan kalimatnyaa dengan senyum sinis yang kental.
" mba clara benar, iya saya memang perempuan biasa saja kok mba... tapi gimana dong kalau andra ternyata sangat cinta sama saya? " jawab sunny membuat wajah clara memerah menahan kesal, andra yang duduk di samping sunny tersenyum penuh kepuasan.
istriku akhirnya mau juga bela diri..... senang sekali aku denger kamu bicara seperti itu sayang. andra
" andra, aku malam ini menginap di sini ya? soalnya aku takut kalau harus di hotel sendirian. " clara tidak menggubris ucapan sunny, malah dengan santainya bilang ingin menginap di villa andra.
" gak bisa, aku gak bisa terima tamu perempuan untuk bermalam di villa ku. " jawab andra tegas.
" baik kalau gitu aku menginap di hotel saja, dan besok aku sarapan disini ya? " putus clara masih dengan tidak tau malunya padahal sudah berulang kali di tolak andra dengan tegas.
" terserah,,,, aku gak peduli. " jawab andra tanpa melirik clara, malah asyik mengelus-elus rambut panjang sunny.
sengaja banget kamu pamer kemesraan sepertu itu, buat aku ingin menjambak rambut perempuan menyebalkan ini, hhuuuhhh. clara
***
clara pun akhirnya pergi dari villa andra, kini tinggal andra dan sunny yang duduk berdua,mereka pindah ke balkon kamar andra.
" kamu kenapa diam terus sayang?. " tanya andra.
" clara itu cantik ya? sempurna banget sebagai perempuan." jawab sunny.
" ohh ya? aku gak merhatiin tuh. " jawab andra malas.
" masa kamu gak merhatiin sih, aneh. " sunny heran mendengar jawaban andra.
" karena perhatian aku sudah sepenuhnya buat kamu sayang. " andra tiba-tiba meraih tengkuk sunny kemudian mencium bibir sunny, lembut.Merasa kalau sunny diam tidak menolak andra pun memperdalam pagutan bibirnya, ciumanya semakin memanas dan sangat bernafsu. seakan ini ciuman pelepasan kerinduan setelah drama panjang beberapa hari lalu. sunny yang kini terpancing mulai membalai ciuman panas andra,sama bergloranya dengan andra, sunny mengalungkan kedua tanganua di leher andra, menariknya semakin menwmpel pada tubuh andra.
malam ini mereka saling melepas kerinduan dengan ciuman panas yang panjang....
BERSAMBUNG.......