
"Lho kamu kok kesini? " sunny kaget melihat kedatangan andra kerumahnya tiba-tiba tanpa memberikan kabar dulu.
"Aku mau kasih kejutan sama calon istri aku yang cantik" jawab andra dengan senyum bahagia yang tak disembunyikan sama sekali.
" Kamu kayaknya lagi happy ya? " tanya sunny seraya menyipitkan matanya curiga.
" Kamu kok tau sih.... oh iya ngomong-ngomong kamu mau enggak aku ajak makan diluar? "
" Mau aja sih, tapi jawab dulu hal apa yang buat kamu bahagia. " sunny menatap arga penasaran.
" Nanti juga kamu tau sayang. " arga memeluk sunny kemudian menghadiahkan kecupan sekilas di bibir sunny, mendapat ciuman tiba-tiba dari andra, sunny refleks memukul dada andra.Andra terkekeh melihat reaksi sunny, bukanya menjauh andra malah semakin memeluk erat tubuh sunnny. sunny terus berontak agar andra mau melepaskan pelukanya.
" Kamu lihat tempat dong, ini di rumah aku.,bisa saja nanti kak dina, ayah, atau bahkan rara melihat kita. " sambil terus berusaha melepas pelukan andra.
" makanya ayo kita pergi dari sini, kalau masih gak mau pergi ya udah aku cium kamu lagi deh. " andra sudah mendekatkan wajahnya ke wajah sunny.
" ayo kita berangkat. " sunny menutup wajah Andra dengan kedua tanganya.andra akhirnya mau melepaskan pelukanya, senyum puas terlihat di wajahnya.
***
" sayang kamu mau makan apa? " tanya andra, tanganya masih sibuk membuka lembaran buku menu di salah satu restauran makanan khas negeri gingseng.
" aku mau makan Hotpot aja deh, kayaknya enak nih Hujan-hujan makan yang anget-anget." jawab sunny penuh keyakinan.
" baik kalau gitu kita makan itu saja malam ini. " andra lalu melambaikan tangan ke arah pelayan laki-laki yang sedang berdiri di depan meja kasir.
" tolong hotpot beef untuk porsi dua orang... minumnya jus jeruk saja dua. " jelas andra pada pelayan tersebut.
" baik mas, di tunggu sebentar. " jawab pelayan seraya sedikit membungkukan tubuhnya lalu pamit meninggalkan sunny dan Andra.
" hey, kamu tadi janji mau jelasin sama aku apa yang buat kamu happy. " sunny menatap andra,tanganya di atas meja untuk menopang Daguny.
" Kamu sudah penasaran banget ya? " andra tersenyum melihat wajah sunny yang sudah sangat penasaran.
" ihhh cepetan... " sunny sudah sangat tidak sabar.
" aku dapat cuti tahunan, Dua minggu. " andra berkata dengan penuh semangat, dan terlihat sangat bahagia.
" terus kamu mau ngapain dua minggu ini? " reaksi sunny terlihat normal bahkan lebih terlihat biasa-biasa saja.
" kamu kok gak kelihatan happy sih aku dapat cuti lama, " raut wajah andra berubah sedih dan kecewa.
" aku seneng kok, kenapa kamu bilang aku gak seneng? " sunny menjawab dengan pertanyaan kembali.
" itu ekspresinya biasa aja, aku pikir kamu bakalan teriak, terus peluk aku, terus minta aku ajak kamu liburan romantis. "
"fftttt.. " sunny menahan tawanya.
" ini lagi, malah ketawa. ahhh jadi bete aku. " andra memalingkan wajah kesal.
" habisnya kamu pikiranya kotor. " bela sunny
" masa pengen di peluk calon istri di bilang pikiran kotor sih. " andra masih terlihat kesal
" iyalah, inikan tempat umum. " sunny terus membela diri
" kalau gitu bisanya kamu peluk aku kalau dimana? " tanya andra penasaran.
" rumah kamu agak aman, kan gak ada orang."
jawab sunny spontan, tanpa menyadari sorot mata bahagia dari andra yang mendengarnya.
" okey. " jawab andra singkat.
akhirnya makanan yang mereka pesan sudah datang, merekapun menikmati makan malam sambil bercanda, tertawa dan saling menyuapi. Benar-benar membuat iri orang di sekitar yang melihatnya.
" kalian bahagia banget ya? tapi apa itu akan bertahan lama? " clara duduk di meja tepat di belakang tembok penyekat antara meja andrA dan mejanya.
ternyata clara sudah membuntuti andra semenjak dari rumah sakit. Dia penasaran kemana andra akan pergi, karena yang clara tau itu masih belum waktunya andra pulang kerja. Kini clara tahu dimana sunny tinggal, dan entah apa yang akan dia lakukan setelah ini. Cinta sudah membuat clara tidak kenal batasan, dia rela meninggalkan kerjaanya di ibu kota dan pindah ke kantor danu yang ada di bandung agar bisa dekat dengan andra. Dia sudah menghabiskan waktu hanya untuk mendekati andra. walaupun sudah berapa puluh kali tolakan keras andra dia terima.
***
"aku masih mau sama-sama kamu. " jawab andra
andra mengajak sunny ke kamarnya, sunny memang sudah biasa kalau berkunjung ke villa pasti menghabiskan waktu mengobrol dengan andra di balkon yang ada dikamar andra, bisa dibilang ini adalah tempat favorite nya. karena pemandangan dari sini sangat indah.
" sini duduk,, " andra menepuk sofa menyuruh sunny duduk di sebelahnya.
" iya. " sunny pun menjatuhkan tubuhnya tepat di sebelah andra.
" ayo? " tiba-tiba andra merentangkan tanganya,memberi kode agar sunny memeluknya.
" ya ampun, jadi kamu ajak aku kesini supaya aku peluk kamu? Dasar... " sunny tertawa lalu dia pun memeluk arga erat.
" nyamanya... aku suka pelukan sama kamu. " andra mempererat pelukanya.
" aku juga. " jawab sunny dengan malu-malu
" oh ya? terus kenapa gak inisiatif sendiri peluk akunya? "
" aku bukan cewek yang suka nyosor duluan"
jawab sunny keaal.
" aduh jangan marah dong, iya deh biar aku saja yang suka nyosor kamu. " andra mencium pipi sunny berulang kali.
" aduh kok aku geli ya denger kamu bilang nyosor. " ucap sunny sambil mencoba menghentikan andra menciuminya.
" aku juga mau nyosor yang ini juga deh. " andra langsung mencium bibir sunny. sunny tidak bisa menghindar karena kini andra sudah merubah posisinya yang awalnya berada di sebelah sunny menjadi di atas sunny, mengunci pergerakan sunny. Tanpa bisa melawan akhirnya sunny hanya bisa pasrah dan membalas ciuman andra dengan saling mengecap bibir penuh gairah. Setelah beberapa lama mereka asyik dengan pergulatan bibir dan lidah yang panas, tiba-tiba terdengar suara gaduh di luar kamar andra. Membuat keduanya terpaksa menghentikan kegiatan mengasyikan itu dengan segera bangun dari posisinya dan andra berlari keluar kamar.
Kenapa ribut sekali diluar, ada siapa sih. mengganggu saja. Batin andra
" clara????? " teriak andra.
clara kaget karena teriakan andra, dia sedikit merasa ciut karena melihat kilatan mata andra yang sangat tajam seolah ingin mengoyak semua yang ada dihadapanya.
" an.. andra aku kesini mau bicara hal penting sama kamu, ta,, tapi orang tua ini ribet banget pake ngelarang aku masuk kamar kamu. " clara berkata terbata-bata.
" kamu sudah tidak punya sopan santun ya? " hardik andra. masih dengan tatapan tidak suka.
" maafkan aku, aku terpaksa. " clara berjalan mendekat ke arah andra, tangan nya meraih tangan andra. dia genggam tangan andra erat seolah enggan terlepas.
" apa-apaan ini, lepaskan. jangan melewati batas kesabaranku. " Andra menghempaskan pegangan tangan clara.
" sekali lagi aku minta maaf ganggu istirahat kamu... tapi ini memang.... " belum sempat clara menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba sunny muncul dari dalam kamar andra.
" ada apa sayang? " tanya sunny lalu melingkarkan tanganya di lengan andra.
" dasar penipu, kamu kenapa ada di dalam kamar andra? " clara memaki sunny.
"bibi sama paman kembali ke bawah saja, " andra mengintruksikan pembantunya untuk pergi.
" maksud kamu apa memanggil sunny dengan sebutan penipu? heuh.. jawab!! " andra menatap clara penuh amarah.
" andra selama ini kamu sudah di tipu sama dia, kamu jangan mau di bodohi lagi. " ucap clara yakin.
" CUKUP!!!! kamu sudah sangat kelewat batas clara, sekarang pergi dari sini, aku tidak sudi melihat kamu. " andra berteriak marah.
" Andra kamu tau tidak kalau perempuan yang kamu bela ini bukan seorang gadis, dia pernah menikah, dia seorang janda anak satu andra. kamu masih mau sama perempuan bekas orang? "
PLAAAKKKKK!!!!!!
tamparan keras di wajah clara, Andra sudah tidak bisa menahan amarahnya. ingin rasanya dia menyeret perempuan di depanya ini keluar rumahnya.
" sayang jangan kayak gini, kamu harus bisa menahan diri kamu. " sunny mencoba menenangkan andra.
BERSAMBUNG...............