
Ketika keraguan menghampiri hati seseorang, maka disitulah awal mula lahir ketidak nyamanan... Satu-satunya jalan keluar hanya dengan mengungkapkan rasa ragu itu agar berbuah keyakinan sepenuhnya.
Begitulah perasaan sunny saat ini, di satu sisi dia ingin sekali memantapkan perasaannya, meyakinkan hatinya, dan mempercayai semua ucapan dan juga sikap lembut andra padanya. Tetapi sejak kehadiran clara semua itu seperti sedikit berubah, ada satu titik dimana rasa ragu dan tidak yakin menghinggapi hati dan perasaanya. Rasa tidak percaya diri lebih mendominasi saat ini. Walaupun hatinya sudah sepenuhnya milik andra tetapi dia belum bisa yakin kalau andra pun sebaliknya.
Apakah kamu benar-benar sudah menjadi milik aku sepenuhnya? atau ini hanya angan semu? entahlah yang jelas saat ini kamu sudah membuat aku menyerahkan segalanya padamu dokter andra. Sunny
" Hey, kamu kenapa melamun? lagi mikirin siapa sih? aku kan ada di sini. " andra mengusap lembut rambut panjang sunny.
"eng.. ennggak kok, siapa yang melamun. " sunny menjawab terbata-bata
" terus kenapa kamu gak jawab waktu aku tanya kamu mau nonton film apa? "tanya andra
" bukanya aku gak jawab, aku cuma... mmm.. aku cuma lagi mikir mau nonton apa,heehee" jawab sunny kaku.
" ohhh begitu, yasudah sekarang kamu sudah tau mau nonton apa? "
" apa aja asal jangan film horor, action, pokonya jangan film serem-serem deh. " jawab sunny
" apa dong? komedi? romance? drama? "
" comedy romance aja" jawab sunny antusias.
" oh oke kalau kamu maunya itu, walaupun sebenarnya aku mau nonton film horor". andra terlihat kecewa saat sunny lebih memilih menonton romcom.
" lho kenapa? "tanya sunny heran
" soalnya biar kamu peluk aku saat takut lihat hantunya, heehee" jawab andra santai
"ish kamu cari kesempatan dalam kesempitan, gak boleh kayak gitu." sunny terlihat kesal dengan candaan andra
" emang kenapa kalau aku mau peluk calon istri? " andra masih terus menggoda sunny yang kini wajahnya sudah merona karena malu.
" udah ah,,, kapan mulai nontonya? " sunny mencoba mengalihkan pembicaraan.
" kenapa kamu merah gitu pipinya? kayak kita belum lakuin hal yg lebih intim saja. " andra terus menggoda sunny
" Stop andra!!!! " geram sunny kesal
" iya iya,,,, maaf deh... kita mulai nonton ya? udah jangan marah lagi ya? " bujuk andra karena takut melihat sunny melotot kearahnya.
***
Waktu sudah menunjukan pukul 2 pagi, Layar televisi masih menyala walaupun hanya ada gambar biru tua bertuliskan nama merek televisi terkenal di layarnya. Sedangkan di atas ranjang kini ada dua tubuh saling memeluk di bawah tebalnya selimut, seakan mereka enggan terpisah walau hanya 1 cm saja. Sunny dan andra begitu lelap dalam tidurnya, hanya terdengar suara napas yang teratur iramanya. Kemudian terdengar suara dering handphone andra,yang memaksa pemiliknya untuk terbangun dari tidurnya.
Andra yang masih dalam keadaan setengah sadar menoleh ke arah nakas tempat handphone nya berada,, ekspresinya terlihat kesal.
siapa sih orang yang tidak tahu waktu menelpon jam segini? apa ini dari rumah sakit?atau orang yang iseng. Batin andra.
andra lalu meraih handpone nya, lalu melihat nama yang tertera di layar HP. "CLARA??mau apa lagi sih dia? " gerutu andra kesal.
Kemudian andra bangun dari ranjang menuju ke arah balkon kamarnya, dia tidak mau mengangkat telpon di dalam kamar karena tidak mau sampai mengganggu tidur sunny.
" mau apa lagi kamu telpon aku?apa kamu tidak tahu waktu clara? " andra mengawali pembicaraan dengan sangat kesal.
" aku sedang sakit ndra, maaf kalau aku ganggu istirahat kamu, tapi aku juga terpaksa karena di kota ini cuma kamu yang aku kenal" jawan clara di sebrang telpon.
" kamu bisa pergi ke klinik kalau memang kamu sakit, bukanya malah menghubungi aku" jawab andra dingin.
" aku tidak kuat untuk pergi ke klinik sendirian ndra, aku mohon kamu tolong aku. " rengek clara.
Andra benar-benar kesal dengan tingkah clara, walaupun memang sudah tugas seorang dokter itu untuk menolong orang sakit tetapi untuk kasus ini sangat lah beda, dia harus pergi ke hotel tempat clara menginap pagi-pagi begini, dan meninggalkan sunny. Apalagi andra tahu kalau sebenarnya clara punya niat lain di balik alasan sakitnya itu. andra benar-benar kesal dan serba salah.
tiba-tiba sunny sudah berada di belakang andra, membuat andra kaget dan bingung harus menjawab apa.
" kamu kok bangun sayang, ini masih malam"
andra malah balik bertanya.
" kamu belum jawab pertanyaan aku,malah nanya balik sih. " jawab sunny lalu berjalan mendekat ke arah andra dengan sorot mata penuh kecurigaan.
" kamu jangan salah paham dulu sayang. " jawab andra panik.
Suara sunny, sedang apa perempuan itu di rumah andra?apa jangan-jangan dia tidur dirumah andra. pikir clara
" andra itu siapa? itu suara sunny kan? sedang apa dia malam-malam dirumah kamu? "tanya clara dengan suara tinggi.
" apa hak kamu bertanya seperti itu? dia calon istriku, tentu saja dia berhak tinggal disini."jawab andra sinis
" dia clara? " potong sunny
" kamu jangan salah paham sayang, aku pasti jelasin sama kamu, tapi sekarang aku mau membereskan dulu urusan dengan clara, kamu tunggu sebentar ya? " andra menggenggam jari tangan sunny.sunny hanya menganggukan kepalanya patuh.
" clara sepertinya sudah tidak ada lagi yang harus kita bahas, aku rasa semua sudah cukup jelas, jadi sebaiknya kita akhiri saja pembicaraan ini sampai disini. aku dan sunny harus istirahat. " ucao andra tegas.
" enggak, aku belum selesai andra. sebenarnya sudah sejauh mana kalian berhubungan heuh? apa kamu sudah di jebak oleh perempuan itu ndra? " clara terdengar emosi dan menahan tangis.
" cukup, kamu sudah terlalu melewati batasan clara, aku tidak ada kewajiban untuk menjawab pertanyaan itu, kita tidak ada hubungan apapun selain teman sekolah. Dan sekali lagi aku tegaskan, jangan pernah kamu menuduh sunny dengan tuduhan keji mu itu. kalau tidak, aku tidak akan lagi menahan diri untuk melakukan hal diluar batas sama kamu clara." ucap andra tegas.
" kamu tega andra, aku mencintai kamu sudah daru dulu, tapu kenapa kamu tidak bisa memberikan aku sedikit tempat di hati kamu, kenapa kamu malah memilih perempuan yang baru kamu kenal. apa yang ada di dirinya yang tidak aku miliki andra? kamu membawa perempuan itu tinggal di rumah mu? apa kamu sudah gila. " clara terisak dengan emosi menggebu-gebu.
" kamu salah, dia bukan hanya aku ajak tinggal dirumah, tapi aku ajak tidur di kamarku, bahkan tidur satu ranjang bersamaku "
ucap andra puas.
" APA? " teriak clara tidak percaya.
" sudah cukup, aku lelah ." andra langsung menutup telpon tanpa menunggu jawaban penolakan clara.
***
" Jadi clara sakit dan minta kamu datang ke hotel buat ngobatin dia? " tanya sunny.
kini andra dan sunny sudah kembali ke dalam kamar dan berbaring di tempat tidur, andra memeluk sunny seraya mengusap rambut sunny.
" Jadi kamu jangan salah paham ya? walaupun clara terus saja mencoba mendekatiku tapi aku tidak akan pernah berpaling dari kamu sayang, kamu sudah terpatri dala hati, jiwa, raga, pikiran dab semua yang ada dalam hidupku. "
" wiihh pak dokter gombalanya sudah kayak pujangga cinta saja" goda sunny
" kamu ini suka merusak suasana,aku lagi pengen romantis-romantisan kamu malah becanda. " andra mencubit hidung sunny gemas.
" sudah ahhh, sudah malam mendingan kita tidur, kamu besok harus kerja kan. " sunny melepaskan pelukan andra lalu bergeser menjauh dari andra.
" siapa yang bilang kalau kita mau tidur sayang? " andra tiba-tiba loncat ke atas tubuh sunny, mengunci pergerakan sunny.
" kamu mau apa? ini masih jam 3 jadi masih ada waktu buat kita tidur. " sunny terus berusaha mendorong andra dengan kedua tanganya.
" aku gak mau tidur, aku mau kamu."
belum sempat sunny menjawab andra langsung menyambar bibir sunny, mencium dengan penuh gairah sampai-sampai sunny sulit untuk menghentikanya, sunny hanya bisa pasrah dan ikut terhanyut dengan permainan penuh gairah yang andra berikan. Dan akhirnya subuh mereka hanya mereka habiskan untuk memadu kasih dengan gairah dan penuh peluh serta suara erangan yang membuat siapa saja yang mendengar merasa malu sendiri. Dua orang yang saling mencintai menyatukan tubuh dan perasaanya dengan penuh gairah dan kenikmatan.
Bersambung........