sunny and dr. andra

sunny and dr. andra
Lamaran(gagal )



Sunny beristirahat dikamar tamu bersama rara, malam ini sunny tidak banyak berbicara dengan papa andra karena andra menyuruh sunny untuk beristirahat dulu setelah perjalanan panjang yang mereka lewati,lagipula masih banyak waktu untuk sunny dan papa nya berbicara,pikir andra.


Di dalam kamar sunny menelpon ayah nya, memberi kabar kalau ia sudah sampai di rumah andra dan sudah bertemu dengan ayah andra. Sunny juga sudah menjelaskan kalau dia di terima dengan baik disini, walaupun dia belum banyak mengobrol dengan orang yang ada di rumah ini.,tetapi itu sudah cukup melegakan untuk ayahnya.


kecemasan yang dirasakan oleh sunny dan keluarganya sedikit memudar, walaupun ini belum sepenuhnya memhuat sunny yakin kalau dia sudah benar-benar diterima.


" aku istirahat dulu ya ayah? besok aku kabarin lagi" sunny mengakhiri obrolan dengan ayahnya.


setelaha membersihkan diri, sunny pun beranjak tidur. "semoga semua akan selalu baik-baik saja ya sayang" sunny berbisik di telingan rara di akhiri kecupan lembut di kening rara.


****


"hai sayang, kamu sudah bangun ternyata,kirain kamu masih tidur sayang" andra merangkul sunny dan menghadiahi kecupan manis di pipi kiri sunny.


" hey, jangan gini dong gimana kalo papa sama yang lain lihat" sunny mencoba melepaskan rangkulan andra.


" tenang saja mereka sedang di belakang semua, dan papa masih dikamarnya"


jawab andra seraya mengajak sunny untuk duduk di kursi ruang makan.


" kenapa kita duduk disini? "


" ya buat sarapan dong sayang, buat apalagi!!


rara mana sayang? kenapa belum turun? "


" dia masih tidur, kayaknya lelah banget, aku gak tega banguninya"


"ya sudah biarin saja, nanti kalau rara bangun suruh sarapan di kamar saja"


" kita sarapanya berdua saja? " sunny melirik ke arah pintu kamar papa andra yang masih tertutu rapat.


" sebenarnya jam sarapan papa itu sudah lewat 1/2 jam sayang, makanya tadi papa sarapan duluan, papa kan mesti minum obat"


" emang papa sakit apa sayang? " sunny merasa heran kenapa papa nya andra minum obat, padahal semalam kelihatan sangat sehat.


" papa punya riwayat sakit lambung, karena kesibukanya dulu dia jadi suka telat makan. makanya setelah usia senja dia harus mengkonsumsi obat lambung setiap hari"


" papa kamu dokter yang hebat ya? dulu saat masih muda beliau pasti keren deh"


" masih kerenan aku kemana-mana kok"


" itu karena kamu anaknya, biasanya anak suka menuruni sifat orang tua nya"


" emang menurut kamu aku keren gak? "


" aku gak tau tuh,,, " jawab sunny seraya menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.


" laah kenapa gak tau? "


"gak perhatiin juga"


"oh, jadi selama ini kamu gak perhatiin pacar kamu ini ya? terus siapa yang kamu perhatiin?"


" oppa di drama korea" goda sunny.


" nakal ya kamu? " andra menarik lengan sunny, membuat tubuh sunny menghadap kepadanya.


" hey jangan gini dong, gimana kalau ada yang liii... "


Belum juga sunny menyelesaikan kata-kata nya andra langsung membungkam mulut sunny dengan bibirnya. Sunny yang kaget,refleks mendorong tubuh andra sehingga punggung andra terbentur ke kursi.


"aaawwww sakit " rintih andra sambil memegang punggungya.


" maaf,,, maaf,, sakit ya? mana yang sakitnya? kamu sih macem-macem terus dari tadi, aku kan jadi refleks" sunny khawatir melihat andra yang kesakitan.


" aku kan cuma pengen cium kamu, aku udah nahan banget dari semalam. gak ada sama sekali kepekaanya" andra merajuk seperti anak kecil yang tidak di kasih uang jajan.


" ya ampun,kamu ya? kayaknya cuma itu yang ada di pikiran kamu "


" aku cuma sama kamu saja kok punya pikiran kaya gitunya, kamu gak tau sih gimana rasanya jadi aku, emang cinta aku sama kamu lebih besar dibanding cinta kamu sama aku ya? "


" ya enggak gitu juga lah, kamu harus lihat situasi dan kondisi dong, jangan se enaknya gini" ucap sunny sedikit kesal.


" ya habisnya kamu.... "


" aku apa? ganteng kan? " andra kembali menggoda sunny.


" tau ahh, aku mau makan lagi"


" kita ke kamar aku saja yuk? "


" andra.... " sunny tambah kesal karena andra terus saja menggoda nya.


Melihat sunny kesal sendiri, andra pun tertawa bahagia, akhirnya dia bisa mengalihkan pikiran sunny soal kecemasan karena takut papa nya tidak bisa menerima sunny dan rara dengan sepenuh hati.


****


" Rara betah tidak tinggal di rumah opah? " papa sunny bertanya pada rara.


" Rara betah sekali opah, disini ada kolam renangnya, rara bisa belajar renang setiap hari" jawab rara dengan polosnya.


mendengar jawaban rara, papa andra tertawa.


"opah bersyukur sekali kalau cucu opah betah tinggal disini, kalau rara suka berenang nanti opah akan datangkan guru les berenang buat rara"


" Yang benar opah? asyik... terima kasih opah"


Rara memeluk papa andra bahagia.


" Kalau gitu rara mau dong kalau pindah kesini sama bunda dan om? "tanya andra.


" Rara mau sih om, tapi kalau bunda juga mau" jawab rara seraya memandang ke arah bundanya.


sunny terdiam, ada perasaan tegang yang berkecamuk di dadanya, pembicaraan nya memang terlihat santai tapi bagi sunny ini sangatlah serius.


" kenapa pada liatin aku sih? " tanya sunny heran karena andra dan rara terus menatapnya.


" mereka nunggu jawaban kamu" tiba-tiba papa andra menjawab pertanyaan yang seharusnya andra jawab.


" jawaban aku? emang apa yang harus aku jawab? " dengan senyum kaku sunny mencoba mengeluarkan kata-kata dari bibirnya.


"Sunny mau tidak tinggal disini dengan andra, dan rara?" tanya papa andra lagi.


" Kapan? "karena tegang sunny pun menanyakan hal yang seharusnya tidak perlu ia tanyakan. Mendengar itu, papa andra tertawa keras, seperti sedang tertawa karena menonton komedi ditelevisi.sunny semakin merasa tidak karuan karena tiba-tiba papa andra tertawa terbahak mendengar kata-kata nya itu.


"andra, kamu masih harus bekerja keras kayaknya,, semangat ya? papah dukung kamu terus" papa andra menepuk pundak anaknya memberi kan kekuatan. Sedangkan andra hanya mengacak-acak rambutnya prustasi. Sunny semakin bingung, kenapa ayah dan anak di depanya ini bersikap seperti itu?


" papa masuk ke kamar dulu, ada pekerjaan yang harus di selesaikan" papa andra pamit.


***


" sayang, kenapa tadi papa ketawa kaya gitu? emang ada ucapan ku yang lucu? "tanya sunny,sekarang sunny dan andra sedang santai di sofa yang berada di pinggir kolam renang, rara asyik berenang di temani perempuan yang secara khusus di panggil untuk mengajarkan rara berenang.


" kamu kenapa bertanya seperti itu sama papa? "andra balik bertanya.


" maksudnya? aku beneran gak ngerti sayang"


" kenapa kamu tanya KAPAN? "


" iya kan papa bilang kamu mau enggak tinggal di rumah ini? aku kan gak salah tanya kapan? "


" sayang, kenapa kamu gak peka sih? "


"dari tadi kamu ngomongnya Peka, peka, peka terus sih, aku tambah gak ngerti jadinya"


"aku sama papa tadi lagi lamar kamu" andra sedikit menaikan intonasi nada suaranya.


Sunny menutup mulutnya, dia benar-benar kaget mendengar ucapan andra,,,,


papa andra sedang melamar aku untuk andra? tapi tadi papa gak bilang, sunny mau gak menikah sama anak papa? papa cuma tanya mau gak tinggal di rumah ini sama andra? sunny terus saja mengoceh di dalam hati.


BERSAMBUNG.....