sunny and dr. andra

sunny and dr. andra
ulah danu



" rara jangan nakal ya? belajar yang giat supaya tambah pintar. nanti bunda jemput pulangnya. " sunny mengecup lembut kening rara, setelah itu rara pun mencium tangan bundanya dan pamit masuk kedalam kelasnya.


rencananya sunny pagi ini setelah mengantar rara ke sekolah dia akan menemui andra di rumah sakit.setelah pertemuanya di villa andra akhirnya mereka pun berbaikan, ya walaupun dengan drama yang mengejutkan yaitu tiba-tiba ada clara yang cantik datang mengganggu mereka. sunny sebenarnya tidak khawatir andra akan tergoda, karena kemarin andra sudah meyakinkan sunny tentang seperti apa hubungan nya dengan clara, dan andra juga meyakinkan sunny soal betapa besar rasa cintanya pada sunny yang tidak mungkin bisa berubah karena kedatangan clara. tapi sunny sedikit khawatir dengan si clara yang tentu saja tidak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan hati andra, dia pasti akan lebih parah menempel pada andra, pastinya di saat sunny melihat clara mendekati andra itu akan membuat cemburu dan sedih.


" aku telpon dulu andra, kira-kira dia sudah di rumah sakit atau masih di villa ya? " sunny berbicara pada dirinya sendiri lalu menelpon andra.


***


" kamu, ngapain kamu datang lagi clara? " andra terkejut karena ternyata yang datang adalah clara bukanya sunny yang dari tadi telah di tunggunya.


" pagi dokter andra yang tampan... kamu lupa ya kemarin kan aku udah bilang mau ikut sarapan disini. " jawab clara manja dengan senyum yang menawan.


sunny kenapa belum sampai ya, padahal tadi di telpon bilangnya sudah mau berangkat.Andra


" kamu kok malah melamun sih, ayo masuk. " clara menarik tangan andra masuk kedalam.


clara dengan santai langsung duduk di sofa yang ada diruang tamu, andra yang hanya bisa berdiri di depanya dengan muka kesal dan cemas karena takut sunny datang lalu melihat clara sudah ada di dalam villanya. pasti sunny berfikir yang enggak-enggak.


" kamu kenapa duduk disini? kamu datang kesini untuk sarapan kan, yasudah sana ke dapur minta sama bibi. terus langsung pulang sana. " ucap andra kesal.


" aku mau sarapan bareng tuan rumah lah. " jawab clara santai.


" clara...? loe disini? " tiba-tiba danu muncul dari tangga.


" loe disini juga dan? " tanya clara sedikit terkejut.


" iya kemarin gue mampir terus nginep deh, Itung-itung nostalgiaan sama andra, iya ga bro? " danu menjatuhkan tubuhnya ke sofa tepat disebelah clara.


" kamu kok gak bilang sama aku sih kalau danu nginep disini, tau gitu aku kan bisa nginep juga disini. " tanya clara manja.


" danu laki-laki.. kamu perempuan. " jawab andra tanpa melihat ke arah clara. andra malah sibuk dengan handphone nya.


" kalau gitu kita sarapan sekarang saja, bertiga sambil kita nostalgiaan gitu. " usul clara dengan raut muka cerah dan bahagia.


" ohh, okey... " danu berdiri dari duduknya, begitupun clara. dia langsung meraih lengan andra untuk mengajak nya pergi ke dapur.


" loe berdua duluan aja, gue lagi nunggu seseorang. " jawab andra seraya menepis tangan clara yang se enaknya ingin menyentuh andra.


" nunggu siapa sih? " tanya clara penasaran.


" clara kita duluan aja, jangan ganggu andra. " danu langsung merangkul pundak clara dan membawanya ke dapur.


***


" akhirnya kamu datang sayang." andra langsung memeluk sunny.


" kamu kenapa? kayak kita ini sudah enggak ketemu lama saja. " tanya sunny heran bercampur kaget karena langsung di peluk andra.


" aku sudah nunggu kamu dari tadi, kamu lama banget sampainya sih... " jawab andra.


" maaf tadi taxi nya lama datengnya katanya kena macet."


" ayo temenin aku sarapan. ohh iya sayang, di dalam ada clara sama danu. kamu jangan mikir yang enggak-enggak ya? clara datang sendiri tanpa di undang. aku sudah coba usir dia tapi dia tetep gak mau pergi. " andra berbicara terus tanpa memberi kesempatan untuk sunny menjawab. andra benar-benar ingin sunny mengerti kondisinya, dan tidak salah paham soal clara.


" kamu tidak perlu jelasin,aku percaya sama kamu kok. " sunny menjawab dengan lembut, tanganya meraih lengan andra,menyenderkan kepalanya ke lengan andra.


" terimakasih sayang. " andra mengecup pucuk kepala sunny. ada rasa lega dalam hati andra.


suasana sarapan begitu tegang, mereka tidak saling bicara, semua hanya fokus pada hidangan yang ada di depanya. Kecuali danu, dia terus saja tersenyum melihat ketegangan antara tiga manusia yang saling diam enggan untuk sekedar menyapa. sampai akhirnya danu merasa suasana sarapan pagi ini mencekam melebihi film horor yang pernah di tontonnya, bagaimana tidak,saat danu melirik ke arah andra ternyata andra sedang menatao nya dengan tatapan membunuh. Andra benar-benar kesal dengan danu yang telah membocorkan alamat nya pada clara,padahal andra sudah bersusah payah menghindar dari clara si penguntit itu.


" eheemmm... " danu berdehem, mencoba memecahkan keheningan yang membelenggu.


" loe kalau mau minum tinggal minum, kalau masih kurang airnya loe ambil tuh satu galon."


perkataan andra sangat terdengar sinis.


" gue bukanya mau minum, cuma mau bangunin kalian dari lamunan masing-masing"


jelas andra.


" siapa yang lagi melamun? " andra sedikit menaikan intonasi suaranya.


" wooowww,sorry bro jangan ngambek dong. "


danu terkejut karena andra sepertinya benar-benar tidak ingin di ajak bercanda.


" kalian kapan akan kembali ke ibu kota? apa kalian tidak punya pekerjaan heuh? " tanya andra.


" gue sih hari ini balik. " jawab andra santai. lalu melirik ke arah clara. " kalau dia kayaknya gak bakalan pulang, iya kan? "tanya danu pada clara.


" mulai sekarang aku kerja di perusahaan danu yang ada di kota ini, jadi aku pindah ke kota ini.dan aku mau kamu bantu aku cari rumah buat aku tempati, aku kan belum tau tempat-tempat di kota ini. " clara menjelaskan panjang lebar dengan gaya manjanya, tersirat jelas ada kebahagiaan di mimik mukanya.


" aku tidak ada waktu.... kamu minta bantuan saja sama bos kamu danu. " andra sudah berfirasat memang si danu lah biang keladi nya.


***


" bro, gue cuma mau bantuin kalian berdua, gue merasa memang clara paling cocok buat loe. dan gue gak tau kalau loe ternyata udah punya cewek. " jelas danu.


saat ini andra dan danu mengobrol di ruang kerja andra, sedangkan sunny andra suruh menunggu di dalam kamarnya. dan clara sudah pergi karena di usir oleh andra.


" loe gak punya hak sama sekali menentukan siapa yang cocok buat gue dan, daripada loe sibuk urusin kehidupan pribadi gue kenapa loe gak urusin kehidupan loe aja, kenapa loe ga nikahin si clara aja kan katanya dia perempuan baik. "


" gak bisa lah, dia bukan type gue ndra. "


mendengar jawaban danu andra bertambah kesal, ingin rasanya dia meninju muka sok polos sahabatnya itu.


" terua loe pikir dia type gue? hebat banget ya loe,,, pokonya gue gak mau tau, loe harus bawa clara balik ke ibu kota. kalau loe gagal gue anggap persahabatan kita berakhir. "


setelah itu andra pergi meninggalkan danu sendirian yan memanggil namanya meminta andra membatalkan semua keputusanya.


kali ini andra tidak main-main dengan keputusanya, andra mengambil sikap tegas semata-mata demi sunny, andra tidak mau hubunganya dengan sunny rusak karena kehadiran clara, walaupun sunny sudah mengatakan kalau dia percaya sepenuhnya pada andra, tapi andra tau kalau hati sunny sakit karena clara selalu mencari kesempatan mendekati andra.


" kamu baik-baik saja kan? " tanya sunny pada andra yang baru saja muncul dari balik pintu.


" aku baik-baik saja sayang, maaf ya aku sudah buat kamu gak nyaman karena dua makhluk menyebalkan itu. " andra memeluk sunny erat. dia merasa benar-benar takut sunny menjadi sedih.


" tidak sama sekali, aku biasa saja malahan. sudah kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Sudah siang aku mau jemput dulu rara. " sunny melepaskan pelukan andra.


" aku antar ya? sekalian aku berangkat ke rumah sakit. aku siap-siap dulu sebentar sayang. " andra bergegas pergi ke ruang ganti pakaian untuk bersiap siap,hari ini dia ada praktek pagi, tetapi harus ditunda karena ingin menyelesaikan dulu urusanya dengan danu.


BERSAMBUNG..............