
" papah, terima kasih sudah menerima sunny dan rara." ucap andra.
saat ini andra sedang mengobrol bersama papa nya di ruang kerja yang berada di dalam kamar papa nya.Karena besok pagi papa nya sudah harus kembali lagi ke jerman,maka dari itu andra menyempatkan untuk mengobrol berdua saja. andra dan papa nya jarang sekali bertemu, karena kesibukan mereka masing-masing dan juga karena jarak yang sangat jauh antara mereka.
" kamu kenapa harus berterima kasih? tidak ada alasan untuk papa tidak menerima mereka. mereka begitu kamu cintai, dan mereka juga ibu dan anak yang sangat baik. saat papa melihat mereka untuk pertama kali, papa sudah bisa melihat kalau sunny perempuan yang terbaik untuk anak papa. awalnya papa sempat khawatir saat kamu bilang telah menemukan sosok sunny yang selalu hadir di mimpi kamu. papa takut kamu semakin dalam berhalusinasi soal sosok sunny yang selalu kamu lukis. tapi ternyata kamu benar-benar menemukan sunny yang nyata. papa sangat lega karena kamu sudah bisa menjalani kehidupan normal,dulu kamu selalu menutup hati kamu"
" iya, papa benar.aku juga awalnya tidak percaya pa. aku juga sempat berfikir apakah aku ini semakin dalam masuk kedalam dunia tak nyata. saat aku melihat sunny pertama kali di RS, aku seperti masuk ke alam mimpi di saat aku terjaga.Apakah sosok sunny di alam mimpiku itu merupakan perwujudan dari sosok wanita yang aku ciptakam sendiri?ya maksudnya, aku sendiri yang selalu berhalusinasi mempunya kekasih seperti sosok sunny itu. Dan sekarang aku benar-benar menemukan wanita idaman aku itu pah. aku gak mungkin bisa kalau harus kehilangan sunny pah."
" apapun itu awal mulanya, yang penting mulai sekarang kamu harus lebih tangguh dalam mengejar dia, yakinkan dia, buat dia benar-benar merasa bahagia di sisi kamu. jangan pernah sakiti hatinya."
" Iya pah, aku akan semakin berusaha. Aku akan buat sunny mencintai aku seperti aku yang selalu mencintainya "
****
" bunda kita mau kemana? " tanya rara pada sunny .
" kita mau antar opah ke bandara sayang" jawab andra yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.
" om dokter ." rara berlari ke arah andra lalu memeluk andra dengan bahagia.
rara kelihatan senang banget kalau lagi sama andra, aku jadi terharu. batin sunny.
" cantik banget nih anak gadis, sudah siap? " tanya andra pada rara seraya mengelus rambut anak perempuan cantik yang begitu mirip dengan ibunya.
" sudah dong om, oh iya opah di mana om? rara mau bicara dulu sama opah"
" opah lagi sarapan sayang di bawah, kamu temuin opah dulu gih. "
Rara pun menganggukan kepalanya, lalu berlari keci pergi meninggalkan andra dan sunny berdua di kamar.
" kamu kok diam saja sih sayang? " tanya andra seraya memeluk sunny dari arah belakang.
" aku harus gimana lagi, kamu lagi asyik ngobrol sama rara" jawab sunny yang masih saja sibuk menyisir rambut.
" Aku kangen banget sama kamu ".ucap andra sambil mencium belakang leher sunny.
" kita kan selalu ketemu, bahkan bareng-bareng terus" jawab sunny sedikit menahan geli.
" aku kangen,kangen waktu kita dinpuncak. " andra memeluk sunny semakin erat.
mendengar ucapan seperti itu dari andra, sunny pun langsung melepaskan pelukan andra lalu berbalik menghadap andra.
" ssstttt,,, kamu jangan ungkit itu lagi! kalau ada yang denger gimana? " sunny menutup nulut andra dengan kedua telapak tanganya.
" kamu kok gitu sih sayang? kayak gak ada artinya sama sekali ya? " andra melangkah menjauihi sunny, ada sorot kesedihan yang terpancar dari matanya.
" bukan nya gitu, aku cuma gak mau kamu bahas kejadian itu aja. biar kita simpan saja kenangan itu untuk kita berdua"
andra pun pergi meninggalkan sunny yang diam tanpa kata, dia bingung karena baru kali ini andra marah dan begitu kecewa padanya. selama mereka bersama andra selalu sabar, dan selalu mencoba mengerti apapun keputusan sunny, tapi kali ini andra terlihat begitu kecewa dengan apa yang sunny ucapkan.
" jangan pergi dulu,,, aku bisa jelasin. kamu salah paham. " sunny memanggil andra yang kini sudah tidak nampak lagi.
****
selama perjalanan mereka pulang setelah mengantar papah andra ke bandara, dan dilanjutkan lagi dengan perjalanan kembali ke bandung,andra tidak banyak bicara. walaupun dia masih bicara dengan rara, tetapi dengan sunny hampir tidak pernah bicara. Andra benar-benar kecewa dengan ucapan sunny, sunny begitu mudahnya mengatakan kejadian di villa itu hanya kenangan biasa saja yang mudah dilupakan. walaupun dia tidak langsung mengatakan maksudnya itu, tapi andra bisa mengerti apa arti ucapan sunny padanya.sunny memintanya untuk menyimpan semua kenangan itu. ya, mungkin untuk sunny ini bukan pengalaman pertamanya, tapi setidaknya sunny pertama kali melakukanya dengan andra. apakah tidak bisa dijadikan kenangan terindahnya? Andra begitu merasakan sakit hati yang sangat luar biasa, dia tidak menyangka sunny akan melakukan ini padanya. apakah dia benar-benar tidak bisa memiliki sunny sepenuhnya?
***
"ayah, kak dina aku pamit pulang dulu. " andra berpamitan kepada ayah dan kaka sunny.
" iya nak, Hati-hati ya? nak andra kan sudah menyetir berjam jam, pasti lelah."
" saya tidak apa-apa ayah, masih kuat kok. " jawab andra seraya menyalami tangan ayah sunny.
andra pum kembali masuk kedalam mobil lalu pergi meninggalkan rumah sunny. sunny hanya diam melihat mobil andra semakin menjauh dan menghilang.
mas andra sangat marah sama aku, ini pertama kali dia perlakukan aku kaya gini,.kenapa rasanya sakit sekali ya? Batin sunny.
" ayo kita masuk, kalian pasti lelah kan? "ajak ka dina seraya menggandeng lengan sunny dan mengajaknya masuk kedalam rumah.
" aku mau tidur dulu ya, aku cape banget kak"
sunny pun pergi meninggalkan ayah dan kaka nya lalu masuk kedalam kamar.
" rara juga mau istirahat? "tanya kak dina.
" aku mau ke kamar juga tante, aku mau beresin hadiah dari opah. " rara pun berlari ke kamarnya meninggalkan tante dan ayah nya yang masih duduk di kursi ruang keluarga.
"ayah merasa ada yang aneh enggak? " dina berbisik pada ayah nya.
"enggak. emang ada yang aneh? " tanya ayah heran.
" tadi pas dr. andra pamit kelihatan banget kaya yang lagi sedih, terus dia gak ngomong apa-apa sama sunny, gak pamit juga sama sunny. apa jangan-jangan mereka lagi bertengkar ya? "
" huushhh, enggak mungkin lah. ayah tau dr.andra itu sayang sekali sama sunny. gak mungkin mereka bertengkar. mungkin karena sedikit lelah jadinya kayak yang malea banyak omong. "
" tapi aku merasa ada yang gak biasa ayah" dina masih keukeuh dengan pemikiranya.
"udah ah jangan mikir yang buruk-buruk gitu, kita doain saja mereka baik-baik saja. "
apa aku harus tanya sama sunny langsung? Pikir dina.
BERSAMBUNG................