
Setelah tragedi di puncak, sunny dan andra menjadi semakin dekat.Kini mereka tidak lagi ragu menunjukan kemesraan, mereka tidak lagi menahan rasa satu sama lainya.
Pagi ini sunny berencana untuk memberikan kejutan untuk andra, dia sengaja membuat masakan untuk makan siang andra nanti.
" Kamu lagi apa dek? " Dina tiba-tiba datangvdari balik pintu kamarnya dan langsung mendekati sunny yang sedang sibuk menata kotak makanan di meja makan.
" ahhh ini aku masakin andra buat makan siangnya" jawab sunny.
" Emang andra mau kesini? "
"aku yang kesanalah kak, makanya aku rantangin"
" andra kan kerja,?"
"heem, aku mau ke rumah sakit ngasih makananya"
"oh gitu, terus rara siapa yang jemput,?"
" rara hari ini kan jadwal les, pulangnya sore, jadi aku sempet kok buat jemput dia"
Sunny sebenarnya merasa gugup sekali karena ini kali pertama dia akan menemui andra di rumah sakit setelah mereka pacaran.Dulu sunny selalu menolak kalau andra mengajaknya ketemu di lingkungan rumah sakit, sunny tidak mau kalau nanti orang-orang disana melihat dan bergosip. dia sih tidak masalah kalau di jadi bahan gosip orang-orang,yang dia takutkan yaitu kalau amdra yang di gosipkan oleh semua orang, nanti reputasi nya yang baik akan rusak gara-gara sunny.
****
kira-kira aku langsung masuk ke ruanganya apa aku chat dulu ya tanyain dia diman? sunny masih terlihat ragu saat dirinya kini sudah berada di depan pintu ruangan praktek andra.
" selamat siang, maaf anda siapa ya? "
seorang perempuan cantik dengan pakaian khas suster mengagetkan sunny yang saat ini sedang terpaku di depan ruangan dokter andra.
"ahhh suster, maaf saya hanya sedang mencari dokter andra" jawab sunny sekenanya.
"maaf apa anda sudah membuat janji? "tanya suster.
"eemmm sepertinya saya belum buat janji sus" jawab sunny malu.
"kalau begitu maaf, anda tidak bisa menemui dokter andra kalau belum memiliki janji"
"ohh gitu, ya sudah lain kali saja saya kesinya. saya permisi sus" sunny melangkah pergi dengan hati sedih bercampur kecewa karena tidak bisa menemui andra.
aku seharusnya tau diri, andra itu dokter dan aku Hanya seorang wanita biasa, bahkan suster tadi saja tidak akan punya pikiran kalau aku ini pacarnya andra. sepertinya memang ide buruk aku datang kesini. sunny bergumam sambil melangkah pergi meninggalkan ruangan andra.
" kenapa gak masuk? " tiba-tiba andra
ada di depanya. sunny yang tidak memperhatikan jalanya, dia berjalan sambil melamun dan murung.
"eehhh kamu, kok kamu ada disini? " sunny terkejut.
"haha,, aku kan dokter di sini, yang aneh tuh kamu, kenapa kamu ada disini? "
"ma,, mmaksud aku kenapa kamu gak di dalam ruangan kerja kamu"
"aku baru kembali dari ruangan pasien"
"ohhh gitu"
" kita ke ruangan aku" ajak andra.
andra menggandeng tangan sunny dan membawa sunny masuk ke dalam ruanganya.Suster yang tadi berjaga di depan meja asisten dekat ruangan andra hanya bisa menatap sunny dan andra, dia tidak menyangka melihat andra menggandeng perempuan yang tadi dia pikir pasien dokter andra.
" dia pacarnya dr. andra? "tanya salah seorang suster.
"aku gak tau, yang jelas aku merasa gak enak karena tadi aku bilang dia harus buat janji dulu kalau mau ketemu dokter, hiks" suster yang tadi menyapa sunny langsung menutup wajahnya prustasi, dia takut sunny mengadu pada dr. andra dan dia pasti akan di tegur oleh dr. andra karena sudah memperlakukan pacarnya seperti seorang pasien.
Andra mengajak sunny duduk di sofa yang ada di ruanganya, andra begitu bahagia karena sunny datang menemuinya di rumah sakit. Andra tidak henti-hentinya memandang sunny dengan senyum terukir di bibir nya.
"hey, kamu kenapa sih senyum terus?"tanya sunny.
"aku happy karena pacar aku datang saat aku lagi kerja"
"cuup" andra mencium punggung tangan sunny.
"hey, ini di rumah sakit jangan macam-macam ya kamu, nanti ada suster yang masuk dan lihat gimana? " tanya sunny dengan suara pelan sedikit berbisik.
"emangnya kenapa kalau ada yang lihat? kamu pacar aku aku gak peduli"
"cup,, cup, cup,, " andra malah kembali mencium tangan sunny berulang.
" udah ahhh, kamu makan siang belum?" sunny menarik tanganya dari genggaman tangan andra.
"Belum, kamu bawa apa itu? " andra menunjuk ke arah kotak yang sunny bawa.
"aku sengaja masakin kamu, kita makan siang disini ya? " sunny membuka kotk makanan yang dia bawa.
"waahhh ini pasti special nih, " andra begitu antusias melihat makanan yang sunny buat khusus untuknya.
****
"Tadi kamu di usir sama suster ya? " selesai makan andra kini duduk dekat sunny sambil merangkul tubuh mungil kekasihnya.
"Gak sopan, aku tegur dia sekarang" Andra berdiri hendak pergi menemui suster itu.
"jangan, apaan sih kamu? " sunny langsung menarik tangan andra. andra kembali duduk di sofa sambil menatap sunny lekat.
"Kamu pasti sedih ya? kenapa kamu gak bilang kalau kamu itu pacar dr. andra" andra balik memarahai sunny.
"hey, kenapa kamu marah gitu? " tanya sunny heran .
"Aku marah kenapa kamu gak mau mereka tau kalau kita ini pasangan"
"Kamu dokter disini, aku harus jaga nama baik kamu"
"Lho emangnya kalau punya pacar aku akan kehilangan nama baik?" andra heran kenapa sunny berpikir seperti itu.
"Karena kamu dokter yang hebat, dan aku pacar kamu yang... " sunny tidak meneruskan kata-kata nya.
"Yang apa? heuuh? kamu kenapa sih merendah terus? kamu itu pacar aku yang sempurna, cuma kamu yang pantas jadi pasangan aku sunny"
"Bukanya aku merendah aku cum... "
sunny belum menyelesaikam ucapanya andra tiba-tiba langsung mencium bibir sunny lembut dan sangat hangat.
" kamu kenapa cium aku? " tanya sunny setelah andra melepaskan pagutan bibirnya.
"karena aku akan selalu mencium kamu kalau kamu selalu merendah dah mencari alasan untuk tidak memberi tahu siapa saja kalai aku ini pacar kamu"
"isshhh ultimatum yang aneh" sunny mencibir andra.
" kita lanjutin lagi? " andra mendekatkan kembali bibirnya ke arah sunny.
"enggak" sunny mendorong bahu andra agar menjauh.
"aahhh mau lagi" andra merengek.
"aisshh, apaan sih kamu kaya anak kecil gitu?"sunny tertawa melihat tingkah andra.
"aku masih pengen bibir kamu"andra menarik sunny kepelukanya.
"huusss, gimana kalau ada yang denger"sunny memukuk lengan andra.
"kalau peluk boleh kan? " andra memeluk tubuh sunny erat.
Mereka menghabiskan waktu bersama di dalam ruangan andra, begitu bahagia rasanya bisa seperti ini ucapa sunny dalam hati.
"kamu kesini pakai apa? "andra masih merangkul sunny seraya mengelus-elus kepala sunny.
"taxi" jawab sunny.
"kalau gitu pulangnya aku antar ya? "
"tapi aku harus jemput dulu rara di tempat Les" sunny mendongakan kepalanya ke atas melihat andra.
" tidak masalah sayang"
andra menahan dagu sunny dengan tanganya, lalu mendekatakan bibirnya ke bibir sunny,, dan yaa akhirnya ciuman panas dan panjang pun terjadi, mereka tidak lagi menahan hasratnya.
****
" suster saya akan pulang lebih awal, saya mau mengantar pacar saya pulang"
andra pamit pada 2 orang suster yang menjadi asistenya.
"ahhh silahkan dok, Hati-hati " jawab kedua suster bersamaan.
"da lain kali kalian langsung kasih tau saya kalau pacar saya datang bukanya menyuruh dia membuat janji"
andra langsung melangkah pergi tanpa mendengar jawaban dan penjelasan dari suster yang sudah membuka mulutnya untuk memeberi penjelasan, sunny hanya bisa diam tanpa kata lalu melirikbke arah andra kesal.
"kamu kok gitu sih? "
"gitu gimana? " andra sudah melajukan mobilnya meninggalkan area rumah sakit.
"itu tadi, kenapa bilang giti sama susternya? "
" gak apa-apa biar mereka gak lakuin kesalahan patal lagi" andra masih fokus mengemudi.
"tapi aku gak enak"
"biarin gak enak juga, yang penting ciumanku enak kan? " andra melirik dengan senyum manis menggoda.
"mesum ya kamu" sunny memukul lengan andra.
"aawwww sakit sayang" andra meringis
"rasain nih" sunny memukul kembali lengan andra.
Bersambung...