
" om dokter? " rara berteriak memanggil andra saat melihat andra masuk kedalam kamarnya.
"hey cantik, kamu lagi apa? " andra memeluk rara erat.
" aku lagi baca buku cerita om, habisnya aku bosan dirumah enggak ada kegiatan" rara terlihat sedih.
"uhhh kasian anak baik lagi sedih gara-gara enggak ada yang ngajakin main ya? " andra mengelus rambut rara lembuy.
"iya om, bunda juga enggak ajak aku main" rara semakin sedih dan kesal.
" sudah jangan sedih lagi ya,om ada kejutan buat kamu"
"waaw, kejutan apa itu om? " tanya rara tidak sabar.
" kita pergi nonton film,makan,sama jalan-jalan "
" waaah asyik,, beneran om? "
"iya dong,,, nah sekarang Rara siap-siap dulu gih,om tunggu di luar ya?
"iya om"
segeralah rara bersiap-siap, dia sangat antusias mendengar ajakan dari andra.
***
Perjalan yang lumayan jauh memakan waktu sampai 2 1/2jam perjalanan, rara yang duduk di kursi belakang terlihat sedang tertidur lelap seraya memeluk boneka rabbit berwarna putih kombinasi pink kesayanganya. Sebelum akhirnya tertidur dia dari tadi terus saja mengoceh, dia begitu bahagia karena ajakan andra untuk pergi ke taman bermain terbesar di ibu kota, rara sudah tidak sabar ingin segera sampai disana, bahkan saat sunny menyuruhnya tidur agar nanti di sana rara segar dan gak lelah rara menolak dengan alasan ingin menikmati pemandangan selama di perjalanan,, tetapi ternyata rasa kantuk menderanya, membuat dia tidak bisa lagi menahan kelopak matanya yang semakin terasa berat.
"Tuan putri yang bawel tidur juga akhirnya" andra melirik spion di depanya.
" haha,, iya,, padahal tadi dia bersikeras gak mau tidur" sunny membalikan tubuhnya untuk melihat rara yang tertidur di kursi belakang.
" nanti di restarea selanjutnya kita makan dulu, sekalian istirahat" andra masih fokus dengan kemudinya. sunny mengangguk mengiyakan ajakan andra.
" andra, terima kasih" sunny menatap andra lekat.
" untuk? " andra melirik sekilas kearah perempuan disebelahnya.
" Kejutanya buat rara, kamu selalu memberikan kebahagiaan buat anak aku"
" itu sudah kewajiban dan tugas aku, kita ini keluarga, rara anak aku juga,sudah sepantasnya aku bahagiakan dia"
" sunny, kamu dan aku akan menikah, aku hanya menunggu kesiapan kamu. kamu siap kita menikah besok? "
" besok? kamu bercanda terus ya? emang menikah itu semudah apa sih di mata kamu? "
" semudah aku mencintai kamu sampai sudah tidak bisa menahan lagi agar bisa selalu sama-sama kamu" mata andra memandang sunny penuh cinta.
"udah fokus sama jalan, jangan kebanyakan gombal"
melihat sunny yang mulai salah tingkah andra pun tertawa ringan seraya menarik bahu sunny agar bersandar pada nya.
****
" om dokter kenapa berhenti? apa kita sudah sampai? " Rara yang baru membuka matanya merasakan kalau mobil yang di tumpanginya berhenti berjalan, sambil mengucek kedua matanya dengan tangan, rara melihat keluar jemdela mobil. diluar sana terlihay mobil berjejer rapih,di depanya berdiri megah restauran siap saji yang terkenal di indonesia.
" rara laper kan? kita makan dulu ya? habis itu lanjutin perjalananya"
"asyikkkkkk, bunda aku makan ya supaya nanti aku bisa langsung main di sana"
"iya sayang" jawab sunny sambil tersenyum ke arah anaknya.
Di depan mereka kini sudah berjejer bermacam makanan junkfood yang menjadi favorite rara, ada hotdog, friedchicken, burger, cola, dan ice cream. Rara yang sudah sangat bersemangat langsung menyamabar semua makanan yang terasa sangat nikmat bila dimakan selagi hangat.
" Lihat, rara lahap banget makanya" andra menunjuk ke arah rara yang sudah menghabiskan hampir 1 burger dan berlanjut ke ayam goreng.
" ya ampun nak, pelan-pelan dong sayang" sunny terlihat cemas Karena rara makan dengan tergesa-gesa.
" aku kan laper bunda, udah gitu aku mau cepet-cepet sampai ke taman bermainnya" rara menjawab dengan tidak jelas karena mulutnya yang penuh dengan makanan yang berjejel belum tertelan.
" santai saja sayang, masih banyak waktu ko" andra mencoba membuat rara agar sedikit tenang.
"ohh gitu ya? jadi aku bisa habisin dulu makanan ini om? "
andra mengangguk, senyum terukir di wajahnya yang tampan. andra begitu bahagia karena kini dia bisa menghabiskan waktu bersama wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya, dan anak yang begitu manis yang sekarang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri, andra berjanji dalam hati akan selalu menyayangi keduanya, melindunginya, memastikan mereka hidup bahagia selamanya.
" Kita keluarga yang bahagia" bisik andra pada sunny, sunny memandang ke arah andra penuh haru. Dia bersyukur karena kini dia telah bertemu laki-laki baik dan tulus seperti andra.
Bersambung....